Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Tidak Mungkin)


__ADS_3

Ilham diam mematung,masih memegang pipinya yang terasa cukup perih, sungguh Tanika menampar Ilham dengan segenap kekuatan nya, mencurahkan amarah hati ,karena perlakuan tak beradab yang Ilham lakukan.


Ilham menurunkan telapak tangan nya perlahan,menatap tak percaya tempat kosong yang sudah tak ada Tanika disana.


Gemerlap lampu indah disisi kiri dan kanan Ilham,tak memberi pengaruh pada hatinya,hatinya seakan kosong,bahkan kehilangan cahaya bintang nya,Ya,Tanika sosok yang dianggap Ilham bagai cahaya penerang di segala sulit dan rapuhnya.


Ilham kehilangan kekuatan kakinya,ia terkulai tak berdaya,dengan lutut sebagai penyangga nya,bukan sakit dipipi yang membuat nya lemah,tapi sakit dihati yang bagai ditusuk seribu duri, tanggapan Tanika akan pernyataannya, sungguh diluar dugaan,Ilham tak pernah menyangka , selama ini, ternyata Tanika hanya menganggap nya saudara, padahal kedekatan mereka begitu indah dibenak Ilham,Ilham seperti menemukan kembali ibunya yang telah tiada selama ini, kelembutan juga perhatian Tanika, pembelaan,juga semuanya, sungguh tak pernah bisa Ilham lupakan,juga tak pernah Ilham sangka cinta dihatinya,akan mendapatkan penolakan.


Tanika tak pernah mencintai Ilham selama ini, sungguh penolakan yang sangat amat sakit bagi Ilham.


Dia meremas kedua lututnya,menahan getir hati,menahan air mata dari matanya yang mulai memerah, akibat rasa sakit itu.


"Tidak ,tidak mungkin,apa yang Tanika lakukan selama ini.." Ilham mengingat kembali semua kenangan bersama Tanika,semua nya terasa begitu indah,tapi hanya harapan palsu semata.


"Tapi, kenapa? kata sayang itu,bukan cinta,dia hanya membelaku saat itu,tapi ..aku benar benar mencintai nya,memberi semua hati ini" Ilham tertunduk sesaat, sebelum ia kembali menegakkan kepalanya "harus nya aku tak menyerah.Ya,aku tak boleh menyerah,cara ku tadi mungkin terlalu kasar,aku harus melakukan cara yang lebih halus untuk menaklukkan hati Tanika." Ilham berdiri,merasa kekuatan dikakinya kembali,karena tekad hatinya yang dia kuatkan.


Ilham berjalan cepat menuju mobil nya,ia masuk dengan segera, lalu melajukan mobil,


Matanya mengedarkan pandangan,melihat sisi jalan,berharap Tanika masih ada disalah satu sisi jalan itu.


Mata itu, akhirnya menemukan apa yang dia cari,sebuah mobil sedan hitam,yang memang Ilham tahu adalah milik Tanika,Ilham segera turun, mendekati mobil sedan hitam itu, memastikan kebenaran pikirannya.


Ilham yakin itu mobil Tanika,ia segera masuk ke dalam Rumah Makan Sederhana itu.


Langkah nya terhenti di ambang pintu,bukan karena tak menemukan Tanika,tapi ia berhasil menemukan Tanika dalam keadaan sangat baik,dengan senyum manis dibibirnya.Tapi, pemandangan dihadapan nya itu,tak membuat hatinya bahagia, kenapa? Karena tepat di meja paling tengah rumah makan itu,Faris tengah mengelus lembut pipi Tanika,senyum merekah indah dibibir Tanika,memberi sebuah kode bahwa dia memang senang dengan perlakuan pria dihadapannya itu.


Sedang bagi Ilham,itu adalah tusukan kesekian kalinya bagi hati yang telah tersakiti.Sosok idaman dimatanya,telah mendapat pujaan hati nya,bahkan mungkin seorang pendamping dihidup nya.


Meski memang belum pasti,tapi kemesraan itu,sanggup membuat Ilham mengepalkan kedua tangan,sedih,kesal,marah,tak terima,juga tak percaya adalah perasaan yang bercampur aduk dihatinya.


Ingin rasanya,ia memukul wajah bocah itu, tapi tentu itu tak akan berguna,Tanika malah akan memarahinya.


Dengan perasaan tak karuan,hati penuh kesakitan,Ilham berbalik menjauh dari tempat itu, secepat mungkin,menaiki mobil dan melajukan nya dengan kecepatan diatas rata rata.


Ya,hanya dengan begini amarahnya bisa tercurahkan,Ia menyalip setiap kendaraan dihadapan nya,jalanan memang tak terlalu ramai malam ini.


"Siapa bocah itu? Sebegitu spesial kah dia Tanika? Sampai kamu melupakan kisah kita,Apa kamu mencintai nya Tanika.." Ilham terus bergumam dihatinya,kata kata yang sebenarnya,ingin Ilham katakan pada Tanika,tapi tak bisa ia ungkapkan. "Tidak,kamu tidak mungkin mencintai nya kan? Kamu hanya menyayangi ku dan mencintai ku Tanika.Aku akan mengembalikan kisah cinta kita,aku yakin kita bisa bersama,aku hanya butuh strategi untuk mendapatkan mu,bahkan jika harus,aku bisa melenyapkan bocah itu." Seakan menjawab pertanyaan nya sendiri,Ilham penuh amarah menyuarakan kekesalan,meski memang hanya dalam hati.


Dug,Ilham memukul kesal setir mobil nya,merasa pusing,tak ada satupun ide yang ia dapatkan, untuk menjadi strategi mendapatkan Tanika.


80km/jam ,kini Ilham menjalankan mobil dengan kecepatan lebih,ia sangat kesal tak kunjung mendapatkan ide,juga hati yang memang masih merasa kan perih seakan menjadi alasan ia melajukan cepat mobilnya.

__ADS_1


Ckittt ..


Trak .. Brakk .. Dugh.. Dugh ..


Karena, kecepatan yang tinggi Ilham tak melihat lampu merah dihadapan nya,Ilham mencoba memutar setir, membelok mobil nya,tapi gagal,Truk besar disamping yang melaju berhasil menabrak bagian feaders juga Highlight mobil itu, secara otomatis mobil pun memutar arah, terjungkir balik dihadapan Truk berwarna hijau itu.


Tabrakan yang tak terelakkan itu,menyisakan kehancuran bagian depan mobil truk juga mobil Ilham yang terjungkir balik,dengan asap yang mengepul disana.


Ilham, keadaannya sulit diceritakan,bagian kepala yang terbentur ke stir dan atap mobil,tentu membuat darah langsung mengalir sempurna disana.


Dengan cepat pula,banyak orang yang menghampiri mobil yang mengalami kecelakaan itu,semua orang yang berada dalam mobil,bahkan langsung turun menolong Ilham dan supir truk itu, seseorang dengan segera menelepon ambulans ,


Wiw wiw ..wiw ...wiw ..


Beberapa saat kemudian, Ambulans pun tiba,menolong juga membawa kedua korban sesegera mungkin,menuju rumah sakit terdekat.


°°°


Sementara itu,


Di Rumah makan,Tanika nampak lesu dengan hanya mengaduk ngaduk nasi dihadapan nya.Matanya menatap kosong,ia masih kepikiran Ilham,Tanika sangat takut dengan Ilham yang bisa dibilang nekad.


Faris yang menyadari keanehan pada istrinya,ia dengan segera bertanya.


Tanika menoleh ke arah Faris, mencoba tersenyum, menutupi ketakutan nya.


"Nggak kok,aku cuma haus." Tanika beralih mengambil gelas disamping piring nya,tapi ..


Crakk..


.. Tanika malah menyenggol gelas itu dengan tangannya,rupa nya rasa takutnya itu tak bisa ia tutupi,ia tetap gugup menjawab pertanyaan Faris hingga membuat nya menjatuhkan gelas itu.


Faris terperanjat,ia kaget, langsung berdiri mendekati Tanika,mengecek tangan Tanika.


"Kamu ga apa apa?" Tanya Faris ,cemas nampak terlihat jelas diwajahnya. "Ada yang luka?" Faris membulatkan balik tangan Tanika, Tanika menarik tangannya dengan gugup masih dirasakannya.


"Nggak .. aku gak apa-apa."


"Kamu yakin? Kamu kenapa?" Tanya Faris, penasaran kenapa Tanika nampak gugup dan takut.


"Aku ..aku .. cuma takut Ilham nekad ris,tadi Ilham .." Tanika menggantung penuturan nya,karena masih merasa tak percaya akan apa yang terjadi padanya beberapa menit yang lalu itu.

__ADS_1


"Pak Ilham kenapa? Kamu cerita sama aku,kamu baik baik aja kan,kamu gak di apa apainkan sama dia?" Tanya Faris yang kini menggenggam tangan Tanika.


"Tadi dia.. dia mau cium aku.."


"Apa?" Faris begitu kaget,menautkan alisnya,tak percaya,bahkan sebelum Tanika meneruskan cerita nya.


"Iya,tapi tadi aku tampar dia terus lari keluar Restoran." Tanika yang tertunduk,kini menengadah menatap Faris. "Aku takut ris,Ilham orang yang nekad,aku takut dia nyelakain diri sendiri,karena sakit hati,atau bahkan lebih buruknya dia nyelakain orang lain,aku takut ris." Wajah Tanika, menunjukkan kecemasan dan rasa takut,akan prasangka nya sendiri.


"Gak,itu gak mungkin,pak Ilham tidak mungkin sebodoh itu..." Faris memeluk Tanika dari samping, sebelum kembali melanjutkan bicara nya. "Dia gak mungkin senekad itu,Pak Ilham pasti mengerti rasa cinta tak bisa dipaksakan,kamu tenang ,ada aku disini,kamu jangan takut,dia gak mungkin ngelakuin hal nekad seperti yang kamu pikirkan." Lanjut Ilham, menenangkan Tanika,lalu mengecup lembut pucuk rambut Tanika.


Tanika dengan sigap, membalas pelukan itu,merasa Faris adalah kenyamanan yang nyata baginya,Faris selalu mampu membuat nya tenang disaat situasi yang begitu sulit.


"Makasih ris,kamu selalu ada buat aku." Tanika tambah erat memeluk Faris,merasa aman dengan pelukan Faris.


Cup,


Kembali Faris mencium pucuk rambut Tanika.


"Ya sayang,sama sama." Jawab Faris setelah mengecup Tanika,tentu nya masih memeluk Tanika dengan penuh kasih sayang.


°°°


Kantor Pusat Kilang Minyak terbesar Kota Cilacap, seorang pria dengan setelan jas lengkap,membulatkan mata tak percaya dengan telepon yang sedang ia terima.


"Apa? Tidak mungkin, bagaimana bisa? Dimana Ilham sekarang?" Tanya pria itu, dengan perasaan cemas dan ingin segera mendapat jawaban.


"Baik saya kesana sekarang." Jawab pria itu, setelah mendapat kan alamat rumah sakit , tempat Ilham akan dirawat.


Tutttttt .. Telpon berakhir.


Pria itu, kembali mengutak-atik ngatik ponselnya, setelah menemukan kontak yang ia cari,Galang nama dari pria itu, segera menekan tombol Call,menelpon kontak itu.


"Hallo Lang,tumben telpon ada apa?" Tanya orang dibalik telpon itu.


"Hallo om,om segera ke rumah sakit sekarang,aku send alamat rumah sakit nya,Ilham kecelakaan om." Jelas Galang pada pria yang tak lain adalah pamannya.


"Apa? .." kaget paman Galang. "Baik kalau gitu,om segera kesana sekarang." Lanjut paman Galang kemudian.


"Hubungi papa om,aku harap dia datang juga." Pungkas Galang, mengakhiri perbicaraan nya.


"Baik Lang."

__ADS_1


Tutttt .. telpon pun di akhiri setelah Galang mendapat jawaban dari pamannya.


__ADS_2