
Begitulah isi surat dari Laras yang dia berikan kepada Faris sebelum dia pergi tadi.Tanika sedikit tak percaya membaca surat itu,Tanika seketika menutup mulut dengan tangan kirinya.
Ia cukup terbelalak, mengetahui fakta Laras yang begitu menyedihkan.
"Apa yang ditulis Laras sayang?" Tanya Faris tiba tiba,ia masuk kamar,juga membawa teh hangat untuk Tanika.
Tanika tak menjawab,ia malah memberikan surat itu ke Faris,Farispun mengambil nya lalu membaca surat itu.
Faris tak kalah kaget,saat membaca surat itu,ia duduk disamping Tanika.
"Aku gak nyangka, ternyata Laras ..." Tanika tak melanjutkan kalimatnya,Faris jelas mengerti maksud Tanika.
"Kita harus nyari dia, jangan jangan dia kembali lagi ke tempat dia kerja itu!!" Pandangan Tanika beralih menatap Faris,Faris yang ditatap terlihat mengeryitkan dahi,ia tak mengerti maksud Tanika, kenapa harus mencari Laras,itu pilihan Laras dan menurut Faris,itu bukan urusan mereka.
"Kenapa harus?" Tanya Faris heran.
"Faris,kasihan Laras ,kita gak boleh biarin dia kembali ke dunia yang salah itu." Tanika lalu berdiri, hendak mengambil jaketnya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Faris lagi,ia juga kini ikut berdiri.
"Aku mau cari Laras." Jawab Tanika,sembari menggunakan jaketnya.
"Okey okey kita bakal cari Laras,tapi jangan sekarang." Cegah Faris, memegang kedua bahu Tanika.
"Kenapa?" Tanika heran, pasalnya menurut Tanika,ia harus bersegera atau kalau tidak,Laras akan kembali ke pekerjaan bejat itu lagi.
"Ini udah malem sayang,liat jam setengah sebelas!! mending besok aja,okey!? pulang sekolah,besok aku gak ada pelajaran tambahan,jadi aku bisa temenin kamu." Jelas Faris dengan lembut,sembari menunjuk jam dinding dikamar itu.
Tanika menghela nafas,ia menutup matanya sejenak, mengerti maksud Faris,mereka tak mungkin mencari Laras tengah malam seperti ini.
"Okey,besok kita cari dia." Tanika,membuka jaketnya, kembali menaruhnya.
°°°
Pagi itu kebetulan sekali Tanika mengajar dikelas Laras, seperti nya Tanika lupa dengan niatnya untuk mencari Laras hari ini,ia baru mengingat nya lagi, setelah ia mengabsen pagi itu.
"Karina Salsabila." Panggil Tanika.
"Hadir Bu." Jawab Karina salah satu murid dikelas itu.
"Kevin Caksono." Panggil Tanika lagi.
"Hadir." Jawab Kevin,sembari mengangkat tangan kanannya.
Tanika terdiam sejenak melihat nama berikut nya di absenan itu,
__ADS_1
"Apa mungkin dia sekolah yah?" Batin Tanika,lalu matanya mencari sekeliling kelas,tapi ia tak menemukan orang yang harus nya ia absen berikut nya itu.
"Larasati Putri." Akhirnya,Tanika memanggil nama orang itu.
"Gak hadir Bu." Teriak salah satu murid yang bernama Mela.Tanika lalu berdiri dan mendekati Mela.
"Laras kemana?" Tanya Tanika dihadapan Mela.
"Saya gak tahu Bu." Jawab Mela yang memang tidak tahu.
"Paling ngejablay." Celetuk seorang wanita disamping Mela,lalu diikuti tawa beberapa murid.
"Hahaha ..."
Tanika yang merasa geram,ia pun memukul papan tulis dengan penunjuk.
Trak ..trakk ..
"Sudah diam!! Memang apa yang lucu hah!!" Bentak Tanika, merasa semua anak seakan menghakimi Laras,atas dosa ayahnya,jelas semua temannya tak tahu alasan Tanika melakukan pekerjaan hina itu.Bahkan,Tanika sendiri tak tahu,kasus Laras yang bekerja menjadi kupu-kupu malam telah tersebar dikelasnya,tapi jelas Guru guru tak pernah tahu tentang itu,tentunya Tanika juga.
Semua murid sontak,membungkam mulut,kaget dengan tindakan Tanika yang jika marah memang sangat menyeramkan.
"Apa maksud kamu ngomong gitu Ya?" Tanya Tanika pada Deya,muridnya yang tadi dengan lancang mengatakan profesi Laras.
"Saya.. saya cuma ngomong fakta kok." Jelas Deya,sembari sedikit menunduk ,jelas Deya takut dengan tatapan gurunya itu,tatapan Tanika yang sangat tajam padanya.
"Fakta? Maksud kamu Laras .." Tanika tak melanjutkan kalimatnya,ia berharap Deya mengerti sendiri maksud Tanika,Tanika merasa sangat jijik jika harus mengatakan Laras adalah *******.
"Jadi kamu tahu tempat tinggal Laras?" Tanya Tanika lagi, berpikir ini adalah saat yang tepat untuk menemukan tempat tinggal Laras dan menemuinya.
"Dia tinggal di kostan Bu yang belakang sekolah Deket kostan Bu Ayu." Jelas Deya menjelaskan lokasi tinggal Laras.
"Oh gitu,okey kalau gitu." Tanika lalu berjalan ke arah papan tulis.
"Tapi Bu, kalau ibu kesana jangan bilang tahu dari saya,nanti saya dijual sama dia." Tanika menghentikan langkahnya,mendengar permohonan Deya.
"Punya rasa takut juga kamu,lain kali jangan hujat orang sembarang,kamu gak tahu dia sebenarnya itu seperti apa,karena kamu cuma liat dari luar aja." Tegas Tanika, setelah menoleh menatap Deya.
Deya merasa malu,ia pun kembali duduk, setelah sebelumnya berdiri untuk memohon pada Tanika.
°°°
Waktu Belajar mengajarpun berakhir, seperti yang Faris bilang hari ini tidak ada pelajaran tambahan,Faris menunggu Tanika seperti biasa di minimarket.
Sementara orang yang ditunggu Faris,tengah membereskan buku juga berkas dimejanya, merasa meja nya sudah rapi, Tanika pun menggendong tas dibahunya.Tapi, seseorang menghentikan langkahnya,saat ia akan keluar ruang guru.
"Bu Mira,aku duluan ya, Assalamualaikum." Pamit Tanika pada Bu Mira yang masih sibuk mengetik dikomputer yang berada dihadapan nya.
Bu Mira menghentikan sejenak aktivitas mengetik nya,ia menatap Laras dengan senyum manis dibibirnya.
__ADS_1
"Ya,hati hati Bu, Waalaikumsalam."
Tanika pun berjalan melangkah keluar.
"Bu Tanika." Panggil Pak kepala sekolah pada Tanika,Tanikapun menoleh.
"Ya Pak."
"Ini ada berkas ulangan yang harus dicek,juga saya minta salinan rangkuman materi olimpiade tahun lalu,bisa besok serahkan ke saya?" Tanya Ilham pada Tanika.
"Oh iya pak,baik saya akan kerjakan malam ini juga." Jawab Tanika,sembari tersenyum lalu mengambil berkas dari tangan Pak Ilham.
"Baiklah kalau gitu pak,saya pamit dulu pulang.Assamualaikum" pamit Tanika,mulai melangkahkan lagi kakinya untuk keluar ruangan.
"Waalaikumsalam." Jawab Ilham,ia masih memandangi Tanika sampai Tanika keluar dari ruangan itu.Ilham masih merasa kan getaran yang sama sejak pertama bertemu Tanika,bagi Ilham Tanika adalah bintang dihatinya,sosok yang menjadi kanya berharap akan cinta dihidupnya.
°°°
Faris langsung masuk mobil,saat melihat istrinya turun dari mobil.Tanika menginginkan Faris yang menyetir sekarang.
Diperjalanan, Tanika teringat sesuatu,ia ingat untuk menemui Laras dikostannya.
"Putar balik ris!!" Pinta Tanika tiba tiba.
"Loh kenapa sayang?" Tanya Faris heran dengan permintaan istrinya,tapi ia tetap melakukan permintaan istrinya itu.
"Aku baru inget,Kitakan mau cari Laras, sekarang kita ke kostan belakang sekolah,kata temennya Laras,Dia tinggal dikostan disana, semoga aja kita bisa nemuin dia disana." Jelas Tanika yang dibalas anggukan mengerti oleh Faris.
"Okey kalau gitu kita kesana." Ucap Faris setuju,sembari mengangguk.
Sesampainya dikostan itu, Tanika meminta Faris untuk tak keluar,ia tak mau ada orang curiga dengan hubungan mereka berdua,jika Faris ikut turun dan pergi ke kostan itu.
Tanika mengetuk rumah pemilik kostan, setelah sebelumnya bertanya ke beberapa orang tentang siapa pemilik kostan belakang sekolah itu.
Tok tok tok ..
"Assalamualaikum." Ucap Tanika,sembari mengetuk pintu.
Trek .. terdengar seseorang membuka kunci pintu,lalu membuka pintu.
"Waalaikumsalam,ada apa ya mba?" Tanya seorang wanita paruh baya,namun masih terlihat cantik karena dandanan nya yang luar biasa menor.
"Eeu .. gini mba,apa benar disini ada gadis bernama Laras yang ngekost disini?" Tanya Tanika.
"Oh si Laras ,dia udah pergi dari kemaren malem,gak tahu kemana,soalnya baju nya juga dia bawa,dia sempet pamit sih,tapi gak bilang mau kemana." Jelas ibu itu.
"Oh gitu ya mba,makasih ya mba." Tanika tersenyum manis.
"Ya sama sama." Jawab si ibu,lalu kembali menutup pintu.
__ADS_1
Tanika menghela nafas panjang .. Tanika kini tak tahu harus mencari Laras kemana, pergi ke setiap Club malam itu adalah hal sangat tidak mungkin,Tanika pun pasrah dan menyerah, karena sudah tidak ada lagi tempat yang bisa Tanika kunjungi,tak ada yang tahu informasi tentang Laras, alamat rumah lamanya?? Jelas tidak mungkin Laras ada disana.Semua data tentang Laras disekolah adalah data lamanya, sebelum Laras menjadi seorang PSK.