Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Kejujuran)


__ADS_3

Tanika merasakan kelu dilidahnya, merasa tak sanggup harus mengatakan apa, kejujuran kah? Yang harus ia jelaskan pada sahabat nya itu atau alasan? Tapi Alasan sendiri,Tanika tidak punya itu.


"Katakan Tan!?" Kali ini nada bicara Ilham sedikit ditaikkan,seakan memaksa Tanika untuk jujur.


Tanika mengerjapkan mata kaget,belum pernah Ilham seperti itu,menaikan nada seakan ingin membentaknya,Tanika tahu hati Ilham pastilah sangat hancur,maka dari itu ,dia berkata demikian, rasanya tak sanggup Tanika menutup nutupinya lagi.


Tanika menghela nafas sebelum memulai jawabannya, menyesuaikan juga menyusun kata yang tepat, untuk menjelaskan perihal hubungan nya dengan Faris.Tapi, rasanya tak mudah ia menjelaskan kejujuran itu,Ia memikirkan Ilham,merasa takut Ilham semakin terluka,atas kejujuran Tanika.


"Kenapa Tan? Ayo katakan! Aku tidak akan marah sekalipun kamu punya hubungan spesial dengan anak itu." Jelas Ilham, menenangkan nada bicara nya,ia tahu jika ia meluapkan emosi,yang ada Tanika tak akan mau berkata jujur padanya.


"Sebenarnya,aku merasa tak enak mengatakan ini,aku takut kamu lebih terluka." Tanika mengucapkan dengan hati hati, setiap kata katanya itu.


"Aku sudah terluka,satu luka lagi tak akan membuat ku hancur, kejujuran mu lebih penting Tanika, setidaknya,aku bisa melepaskan mu setelah ini." Ucap Ilham,menatap kosong ke arah depan,tak melihat Tanika sedikit pun.Wajah Tanika,seakan menambah luka dihatinya.Ilham hanya ingin tahu sebuah kebenaran,dengan harapan ia bisa sedikit menepis perasaan nya, setelah tahu hubungan Tanika dengan Faris.


"Kejujuran lebih baik,meski pahit dan luka yang akan ditorehkan,aku tidak apa-apa Tanika,meski sudah kecelakaan aku masih hidup kan?" Lanjut Ilham ,terdengar penuh kesakitan dalam setiap ucapan yang ia lantunkan.


Tanika menatap pria dihadapan nya,Pria yang memang hanya menatap kosong, menerawang jauh entah kemana,


"Apa kamu yakin ingin tahu yang sebenarnya?" Tanya Tanika, meyakinkan Ilham,tentu Tanika sangat cemas dengan keadaan Ilham,dia tahu Ilham orang yang nekad.


"Iya,katakan Tanika!!" Tegas Ilham,kini beralih pandang, menatap Tanika.


Tanika berusaha menenangkan diri,tak ada jawaban yang tepat menurut Tanika, kejujuran hanya akan menghancurkan.


Tanika memutar otak mencari jalan lain untuk menjawab pertanyaan Ilham.


"Dia saudara aku ham,Faris sepupu aku.." jelas Tanika, berbohong ,seakan jadi jalan penyelamat bagi dia juga Ilham,agar ia tak tambah terluka.


"Aku minta kamu jujur Tanika!?" Ilham mulai kembali menaikan suara,seakan amarah yang sudah ia pendam ingin segera ia ledakan,tapi tentu saja ia tak sanggup memarahi orang yang ia cintai.


"Aku jujur ham,Faris .."

__ADS_1


"Adalah kekasih mu atau suami mu?" Tanika tersentak, bagaimana Ilham tahu? Tidak !!Ilham tidak tahu,dia hanya menembak, begitulah dalam benak Tanika,saat mendengar pertanyaan Ilham.


Tanika mencoba tenang,


"Maksud kamu apa? Kekasih? suami? Itu gak mungkin ham." Jawab Tanika,yang malah berbalik bertanya heran,pura pura tak mengerti apa yang Ilham maksud.


"Gak mungkin,ada saudara sepupu begitu mesra mencium pipi sepupunya sendiri," jelas Ilham mengingat kejadian beberapa minggu lalu,aneh memang, Ilham mengalami benturan dikepalanya,tapi ingatan nya masih kuat,mengingat kejadian beberapa minggu lalu itu.


"Maksud kamu apa? Aku gak ngerti." Dengan wajah pura pura polosnya,Tanika terus menutupi hubungan nya dengan Faris.


Tiriririlit .. drtttt drtttt ..


Suara ponsel Tanika berbunyi,suara itu sontak mengehentikan obrolan Tanika dan Ilham,memecah ketegangan, yang memang masih terasa.


Tanika mengambil ponsel nya itu,nampak jelas raut khawatir diwajah Tanika,saat melihat nama yang tertera diponselnya,nama seseorang yang memang menghubungi nya.


Tiriririlit .. drtttt drtttt ..


Merasa kelagat Tanika yang mencurigakan ,Ilham menyadari bukan orang sembarangan yang menghubungi Tanika,sejenak ponsel berhenti berbunyi.


"Apa yang kamu lakukan ham? balikin ponsel aku ham!?" Tanika berusaha mengambil ponsel itu,tapi tangan Ilham yang memang panjang, membuat Tanika sulit mengambil nya,Ilham mengangkat tangannya,agar Tanika tak berhasil merebut ponsel itu.


Tiriririlit. .. drtttt drtttt ..


Kembali ponsel itu berbunyi, membuat Tanika,semakin panik.


"Tolong ham,jangan bercanda,balikin ponsel aku!?" Tegas Tanika, berhenti untuk merebut,tapi ia masih berusaha membujuk dengan kata katanya.


"Shhhhtttttt .." Ilham menaruh telunjuk kiri,tepat didepan bibirnya, mengisyaratkan Tanika untuk diam, dengan desisan,seakan menghina kebodohan Tanika,yang telah berbohong padanya. "Kamu diem Tan,aku akan angkat telpon ini." Tegas Ilham selanjutnya.


Klik ,

__ADS_1


"Assalamualaikum sayang,kamu dimana? Udah pulang? Aku di Restoran sekarang,aku pulang telat ya soalnya aku lembur,gak apa-apa kan?" Tanya seseorang dibalik telpon itu,Orang itu benar benar mengira yang mengangkat adalah Tanika dan bukan orang lain.


Ilham dengan cepat,mematikan panggilan itu,memberikan ponsel itu,memalingkan wajah,mengindari pertemuan matanya dengan mata Tanika.Tak sanggup,itu lah yang Ilham rasakan,panggilan itu menjelaskan segalanya.


"Keluar!!" Teriak Ilham ,tiba tiba.


Tanika dibuat tersentak dengan permintaan Ilham,ia sedikit mengerjap ngerjapkan matanya,takut dengan tindakan Ilham selanjutnya,Tanika tahu betul,Ilham sudah mengerti segalanya,dugaan Ilham memang benar ,hubungannya dengan Faris memang spesial.


"Tapi ..Ham .." Tanika mencoba menolak,ia ingin bisa menjelaskan dengan baik baik kepada Ilham.


Tapi ..


"Keluar Tanika!!" Tegas Ilham,masih tak mau melihat wajah Tanika,yang kini memang tak bisa ia miliki,karena Tanika sudah punya pujaan hati nya sendiri.


"Okey,kalau itu yang kamu mau,aku permisi pulang,kamu jaga diri baik-baik." Pungkas Tanika akhirnya, menyerah,karena Ilham memang tidak akan mau mendengarkan nya.


Ilham tertunduk lesu, semangat hidupnya,seakan hilang,kenapa harus? Kenapa harus Tanika menyembunyikan ini,kenapa dia malah berbohong? Kini hati Ilham ,seakan kembali diremukkan setelah sebelumnya hancur,dan kini kembali dihancurkan hingga berkeping keping,hatinya seakan dibakar bara api,panas,sakit juga tak percaya masih ada dibenaknya.Sungguh mudah Tanika mencintai bocah itu,bocah yang baru ia kenal, sedang dengan Ilham ia sudah mengenal lebih dari tujuh tahun,meski memang Ilham pergi selama hampir lima tahun terakhir.


Mungkin kah itu alasan nya, kepergianku yang terlalu lama membuat mu lupa akan kenangan manis kita dan memilih yang lain , sungguh tega kamu Tanika, menghancurkan cahaya kecil ditengah kegelapan,, begitu lah yang ada dibenak Ilham, ia masih tak percaya Tanika mencintai dan menyayangi pria lain ,selain dirinya.


Mata Ilham yang mulai memerah,menahan pedih dihatinya,kini berhasil meloloskan satu tetes air mata turun dipipinya.Ia meremas selimut yang ia kenakan,mencurahkan sakit yang teramat dalam karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Ceklek .. pintu kamar yang terbuka,seakan tak Ilham hiraukan,


"Permisi mas .." suara seorang wanita, menyadarkan Ilham dari lamunan nya, dengan segera ia menghapus air mata yang telah meluncur dipipi.Ia menoleh, melihat seorang wanita muda , berusia sekitar dua puluh tahunan, pakaian nya begitu khas bagai seorang perawat.


"Siapa kamu?" Ketus Ilham,merasa seseorang menganggu nya,disaat ia butuh waktu menenangkan diri sendirian.


"Saya perawat yang disuruh mas Galang , untuk menjaga mas Ilham selama disini." Jelas Wanita itu ,takut akan kemurkaan Ilham yang menatap tajam ke arahnya.


"Dimana Kakak?"

__ADS_1


"Gue disini," Tiba tiba seorang pria berjas,masuk ke ruangan itu,pria itu tak lain adalah Galang kakak Ilham.


__ADS_2