
'Menikah' kata itu terus terniang niang ditelinga Faris.
Kata yang memang dikatakan ayahnya, permintaan yang diajukan ayah Faris pada ibunya.
Jelas sekali,tadi sepulang kuliah,Faris melihat dan mendengar ayahnya itu meminta pada ibunya untuk rujuk dan menikah lagi.Ia juga melihat dengan jelas Sarah yang berada disamping Juan, saat menyatakan itu,ia segera keluar dari rumah yang ditinggali Faris dan ibunya itu.
Faris bisa melihat Sarah begitu terluka akan permintaan ayahnya, bagaimana tidak, Sarah adalah orang yang menemani ayah Faris kurang lebih lima belas tahun terakhir ini.
Kini,Faris tengah duduk di halaman rumahnya itu,dia memandang langit Singapura yang begitu indah malam itu, bintang yang berkelap-kelip seolah menemani Faris dalam kesendirian dan kebimbangan nya,ia merasa bingung apa yang harus dia lakukan,Faris tidak mempermasalahkan jika ayahnya rujuk dengan ibunya.Tapi,yang menjadi masalah adalah Sarah,ia merasa tak tega melihat ibu tirinya itu terluka.
Seseorang menepuk bahu Faris dengan lembut,orang itupun ikut duduk disamping Faris,ia juga ikut menatap langit berbintang malam itu.Seolah mengerti dan tahu isi hati Faris,Ayu menjawab kebimbangan Faris,ia tersenyum menatap langit malam.
"Ris ..mama gak akan menikah lagi dengan papa kamu."
Faris sedikit tersentak,juga kaget mendengar penuturan ibunya, seolah ibunya itu tahu akan kebimbangan hati Faris,ia juga sedikit bingung kenapa ibunya menolak permintaan ayahnya itu.
"Kenapa ma?" Tanya Faris,merasa ingin tahu alasan ibunya menolak.
Ayu sedikit menghela nafas,ia masih menerawang jauh menatap bintang bintang diatas langit.
"Ada beberapa hal di dunia ini yang bisa berubah dan ada juga yang tidak bisa berubah, seperti hal nya perasaan, mama sudah tidak mencintai Mas Juan,yang mama inginkan saat ini adalah kebahagiaan kamu ris, akan begitu egois jika mama menikah dengan Mas Juan,karena selama ini pun, Sarah lah orang yang selalu menemani mas Juan.Sarah adalah orang yang baik,mama yakin,Sarah bisa menjadi pendamping yang cocok untuk papa kamu.Lagi pula mama punya kamu Ris,mama sangat bahagia bisa kembali bersama kamu." Jelas Ayu yang beralih menatap Faris.
Faris segera memeluk ibunya itu.
"Aku janji ma,aku akan selalu menjaga mama." Jelas Faris,saat memeluk ibunya.
Ayu membalas pelukan Faris,ia mengelus lembut rambut anaknya itu.Ia tersenyum bahagia anaknya begitu menyayanginya.
Drrrtttt Drrrtttt .. tiba tiba ponsel Faris bergetar,ada panggilanan masuk,Faris bergegas melihat siapa yang menghubunginya.Ia melirik ibunya sesaat,seakan meminta persetujuan untuk mengangkat telpon itu.
"Siapa Ris?" Ayu yang mengerti,ia langsung bertanya pada Faris.
"Tante Sarah ma." Jawab Faris.
"Angkat aja ris,Sarah juga ibu kamu sekarang." Ayu menepuk bahu anaknya itu. "Kalau gitu mama masuk dulu." Ayu berdiri lalu beranjak pergi dari sana,dia memberi kesempatan Faris untuk menjawab panggilan masuk itu.
Faris segera mengangkat telpon itu.
"Ya,hallo Tante."
"Ris,bisa kita ketemu?" Tanya Sarah dibalik telpon itu.
"Kapan Tan?" Tanya Faris.
"Malam ini,Tante akan kirim lokasi nya via message." Sarah segera menutup telpon itu,bahkan belum sempat Faris mengatakan setuju.
__ADS_1
Tling .. Sarah dengan cepat, men-share lokasi pertemuannya dengan Faris.
Faris memasukkan kembali ponsel ke saku celananya.Ia bergegas masuk rumah dan meminta izin kepada ibunya untuk menemui Sarah.Tentu saja zaayu mengizinkan, bahkan ia menitipkan salam pada Sarah,yang memang sudah lama tak ia temui.
Faris bergegas turun dari mobil, setelah sampai ke lokasi yang diberikan Sarah.Ia melihat Sarah tengah duduk disalah satu Cafe pinggir jalan.Farispun ikut duduk dihadapan Sarah.
"Maaf Tante,Faris lama." Faris mendudukkan tubuhnya dikursi yang berhadapan dengan Sarah.
Sarah tersenyum,ia menawarkan makan pada Faris.
"Apa kamu sudah makan? Mau pesan sesuatu?" Tanya Sarah.
"Gak usah Tan,aku udah makan dirumah, ngomong ngomong ada apa Tante ngajak Faris bertemu?" Tanya Faris to the point,seakan ingin segera tahu alasan Sarah mengajak nya bertemu.
Sarah tertunduk,ia merasa sedikit bersalah dengan apa yang ingin dia sampaikan kepada Faris.
"Ris .. bisakah kamu panggil Tante mami? Tante juga ibu kamu kan?"
Faris sedikit mengeryitkan dahi,ia merasa sedikit bingung,apa hanya karena itu,Sarah ingin bertemu dengan nya,Faris yakin bukan itu saja yang ingin Sarah sampaikan.Karena penasaran Farispun kembali bertanya.
"Apa hanya itu? Aku pikir tante . ..maksud ku mami tidak mungkin meminta aku kesini hanya untuk itu,pasti ada hal lain."
Sarah tersenyum bahagia,ia merasa senang Faris mengakuinya sebagai ibu.
"Mami senang kamu mau menerima mami sebagai ibu kamu,kamu benar, sebenarnya bukan hanya itu ,mami juga ingin meminta hal lain dari kamu." Sarah menatap Faris,ia menghela nafas kecil. "Mami tahu ini adalah kelancangan.Tapi,mami ingin kamu membantu mami agar Mas Juan tak menikah lagi dengan ibu kamu." Sarah terlihat menitihkan air mata,ia terlihat jelas begitu sedih mengetahui suaminya itu akan kembali menikah dengan mantan istrinya.
"Karena mami begitu mencintai papa kamu Ris, meskipun papa kamu tidak pernah mencintai mami,tapi mami tetap mencintai nya.Ayu begitu beruntung memiliki kamu Ris,tapi aku .. aku tidak punya siapa siapa selain Mas Juan." Jelas Ayu,membuat Faris merasa begitu iba.
Faris sedikit terkejut,ia tertegun.Perasaan Sarah,seolah menggambarkan perasaan nya sendiri, Seseorang yang mencintai tanpa pernah mendapat balasan.Ya,Faris teringat dirinya sendiri yang begitu mencintai Tanika,tapi Tanika rupanya tak pernah mencintai nya,meski begitu, Farispun tak pernah melupakan wanita itu, berbagai cara, berulang kali Faris mencoba,tapi dia tetap mengingat mantan istrinya itu.Seolah Faris telah meninggal kan sesuatu bersama Tanika,entahlah ..mungkin itu adalah hati Faris yang memang sudah berada pada genggaman Tanika,atau hal lain yang Farispun tidak mengerti, nyatanya sampai detik itupun,melupakan Tanika adalah hal paling tersulit yang sudah coba Faris lakukan selama ini.
Sarah yang sadar Faris melamun,ia memanggil Faris dengan lembut.
"Ris ..apa kamu keberatan dengan permintaan mami?" Tanya Sarah yang merasa Faris, terlihat keberatan akan permintaannya itu.
Lamunan Faris terbuyarkan,ia menatap wanita yang kini sedang menunduk,wanita itu sepertinya menyesal meminta itu pada Faris.
"Eh ..maaf mi.Tapi, apa yang membuat mami bertahan selama itu, padahal mami tahu papa tidak pernah mencintai mami?" Tanya Faris, seolah mencari solusi untuk dirinya sendiri.
Sarah menatap langit sesaat,lalu beralih menatap Faris.
"Keyakinan, itulah yang membuat mami bertahan,mami yakin suatu saat Mas Juan akan membalas cinta mami, jika pun tidak ..kamu tahu Ris? Cinta yang tulus tidak pernah meminta balasan.Tapi, keyakinan inilah yang membuat mami tak ingin melepas Mas Juan,mami hanya yakin suatu saat,cinta ini akan terbalas,meski harus menunggu mami akan bersabar." Sarah tersenyum menatap Faris. "Kamu akan mengerti Ris,saat kamu mencintai seseorang begitu lama dan sulit melupakan orang itu."
Faris kembali tertegun,semua penjelasan Sarah,seakan mengarah pada dirinya,dia memang mencintai seseorang begitu lama ,bahkan sangat sulit melupakan nya.Kini,Faris sadar satu hal, adalah suatu keegoisan,jika ia tetap membiarkan ayahnya itu kembali menikah dengan ibunya.Toh,sudah begitu jelas, Ibunya menyatakan kalau dia sudah tak mencintai mantan suaminya itu.Faris yakin, jika ayahnya tetap bersikukuh untuk menikah dengan ibunya,ayah nya itu belum tentu bahagia.Jelas jelas Sarah yang sudah bersama ayahnya selama kurang lebih lima belas tahun, Wanita itu begitu mencintai nya,Faris merasa ayahnya akan bahagia jika bersama dengan orang yang mencintai nya.
Faris menatap ibu tirinya itu,ia tersenyum begitu tulus.
__ADS_1
"Aku mengerti mi,aku akan bicara sama papa." Jelas Faris, membuat Sarah merasa begitu bahagia.Ia senang Faris mengerti perasaan nya.
"Terima kasih Ris,apa boleh mami menganggap kamu seperti anak mami sendiri?" Tanya Sarah,memastikan Faris benar benar menerimanya.
Faris tersenyum.
"Tentu mi,mami juga adalah ibu aku sekarang."
°°°
Galang keluar dari kamar itu,karena merasa tak berhasil meniduri istri nya.Ya, istri Galang adalah Tanika.Persyaratan beberapa bulan lalu yang Galang ajukan adalah pernikahan, pernikahan nya dengan Tanika,Tanika menyetujui persyaratan itu,bukan karena Tanika mencintai Galang,melainkan ia tak punya pilihan lain.
Setelah akad siang tadi,malam ini adalah malam pertama bagi Galang dan Tanika,tapi dengan terang terangan Tanika menolak kewajiban nya sebagai seorang istri itu,bukan tanpa alasan,dari awal Tanika memang sudah mengatakan ia belum bisa melupakan mantan suaminya.
Tanika berlari mengejar Galang yang keluar kamar, sedikit nya Tanika merasa bersalah pada Galang,mau bagaimana pun Galang adalah suaminya sekarang.
"Mas.." Teriak Tanika dari atas tangga.
Galang yang baru menuruni beberapa anak tangga,ia menghentikan langkah nya,ia tak menoleh hanya sedikit mendegus juga menyunggingkan senyum sinis dibibirnya,tentu Tanika tak melihat itu.
Merasa Galang tak menjawab panggilan nya,iapun menerus kan penuturan nya.
"Maaf mas,tapi aku butuh waktu." Jelas Tanika.
"Aku mengerti,aku akan menunggu sampai kamu melupakan mantan suami mu itu." Jawab Galang , kembali melanjutkan langkahnya,menuju ruang kerja.
Tanika menghela nafas kecil,iapun berjalan menuju kamar Rista, putri kecilnya.
Ia melihat Rista tengah membuka matanya,meski Tanika tahu bayi kecilnya itu,tak akan melihat cahaya, hanya gelap yang akan dia lihat, sekalipun bayi itu membuka mata.
Tanika dengan sigap mengendong Rista,
"Rista sayang ..." Entah kenapa, setiap kali Tanika menyebut nama anak kesayangan nya itu, selalu membuat nya ingat pada Faris.
Ya,Rista Alfarisi,nama yang memang sengaja Tanika berikan kepada bayi itu,buah cinta nya bersama Faris.Nama yang memang Faris inginkan,benar memang apa yang Faris bilang,nama Faris yang disematkan pada bayi mereka,selalu berhasil membuat Tanika ingat dan merindukan mantan suaminya.
"Sayang .. Rista tidur ya!!?" Pinta Tanika, mengelus lembut pipi Rista.
"Pa pa pa .." Rista kecil malah mengoceh, seolah memanggil ayahnya.
Tanika mendengar itu, merasakan ngilu dihatinya,betapa tidak,bayi itu jelas memanggil ayahnya yang tak lain adalah Faris.Air mata menggenang di pelupuk mata Tanika,ia dengan segera menghapusnya,ia tak ingin air mata itu jatuh.
Tanika menggendong Rista sembari menepuk nepuk nya.
"Rista sayang .. Rista tidur ya,Rista pasti akan ketemu papa didalam mimpi Rista yang indah," Jelas Tanika,mendekap bayi kecil itu penuh kasih sayang.
__ADS_1
Didalam ruang kerja nya.Galang tengah duduk sembari mengepalkan tangannya,senyum sinis terukir jelas diwajahnya.
"Lo emang bukan Wanita yang mudah ditaklukkan Tan.Tapi,dalam satu tahun,gue bakal naklukin hati Lo,dan setelah nya akan begitu mudah buat gue remukin hati Lo,sama seperti saat Lo hancurin perasaan Ilham." Ucap Galang, begitu yakin bisa menaklukkan hati Tanika dan menghancurkan perasaan nya,seperti apa yang telah Tanika lakukan pada adiknya dulu.