
POV : Tanika
Hujan deras sekali ...malam yang gelap,menambah kesan sunyi dirumah yang hanya kutinggali sendiri ini.
Laras,dia sudah pulang tadi sore,dia bilang urusan nya sudah beres, jujur aku tak bertanya apa masalah nya,kondisi yang mengkhawatirkan saat pertama kali melihat gadis itu, sebenarnya aku sangat penasaran apa yang dia alami tapi,dia sama sekali tak memberitahu apa yang terjadi pada nya.
Jedarrrr ..
Aku mengerjapkan mataku, merasa sedikit kaget saat mendengar suara petir diluar sana.
Faris ..itulah yang sedang ku pikirkan entah kenapa aku merasa tak enak,aku merasa sangat khawatir padanya malam ini,Faris memang belum pulang dan itulah yang sangat membuatku khawatir.
Aku meremas kedua lenganku, masih mundar mandir diruang tamu, sesekali aku melirik keluar jendela, berharap Faris segera datang,tapi Faris tak kunjung datang juga.
Hujan masih begitu deras diluar,aku coba duduk untuk lebih tenang,
Tik tik tik tik tik ...
Tutttt tutt tutttt ... Astaghfirullah .. kenapa coba Faris gak angkat ponselnya??
Aku benar benar semakin khawatir sekarang,aku mengayun ngayunkan ponselku lalu menaruhnya didalam tas.
Aku mengambil tasku berjalan menuju garasi,masuk kedalam mobil,langsung mengenakan sabuk pengaman dan mulai menstarter mobil.
Brumm ..
"Ya Assalamualaikum Bu" Ku dengar jawaban panggilan dibalik telpon itu.
"Waalaikumsalam,Ram,Faris udah pulang?" Tanyaku pada Rama.Aku menelpon nya karena Faris memang bekerja direstoran ayah Rama.
"Semua karyawan udah pulang Bu,saya baru dateng Bu." Jelas Rama, membuat ku semakin khawatir karena Faris belum juga pulang.
"Oh gitu ya .." aku menggantung kalimatku, merasa bingung harus menceritakan pada Rama atau jangan,tentang Faris yang belum pulang ini.
"Hallo ..Bu emang kenapa ya Bu?" Tanya Rama membuat ku sadar dari lamunanku.
"Gini Ram,Faris belum pulang, mungkin dia masih direstoran, kalau kamu ketemu dia, bilang tunggu saya,saya mau jemput dia." jelasku akhirnya,karena mungkin lebih baik aku memberitahu Rama,agar Rama pun bisa membantuku.
"Baik Bu,nanti saya sampaikan." Jawab Rama.
"Ya udah ram, makasih Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Tutttt ..
Panggilanan pun diakhiri.
Aku bergegas menaruh ponsel dengan cepat di tasku,lalu melajukan mobil ditengah hujan yang mulai mereda malam ini.
Ku lirik jam ditangan ku ,pukul 22.30,sudah larut malam apa Faris masih direstoran atau dia sedang naik ojeg untuk pulang??
__ADS_1
Dengan perasaan khawatir, bingung,juga cemas aku menjalankan mobil dengan kecepatan 80km/jam,aku benar benar tak peduli dengan jalanan yang ku pikir kosong malam ini,aku masih dengan kecemasan ku, memgambil ponsel didalam tas ku.
Aduh .. entah kenapa begitu sulit bagiku menemukan ponsel ditasku itu, mungkin terselip,aku masih mencoba mencari nya.Karena sulit,aku sedikit menoleh ke samping ku,mengorek ngorek isi tas untuk menemukan ponsel dan bodohnya ..
Tiddd ... Aku membunyikan klakson bersamaan dengan menginjak rem mobil ,karena saat aku melihat ke jalan,tanpa ku sadar seorang penjual bakso melintas dihadapan ku.
Karena kaget,aku mengatur nafas ku yang mulai tak beraturan, perasaan ku saat ini, sulit sekali digambarkan, Aku ..satu sisi aku sangat khawatir dengan Faris dan ingin segera menemuinya,tapi satu sisi aku hampir menabrak seseorang dihadapan ku.
Setelah cukup aku mengatur nafas,aku membuka mobil ku,keluar untuk melihat orang yang hampir ku tabrak.
Bapa tua yang memang terlihat masih syok,karena aku hampir menabraknya.
"Astaghfirullah Kek,saya minta maaf,saya tidak sengaja Kek,Kakek tidak apa-apa kan?" Tanya ku khawatir, melihat kondisi Bapak tua yang masih memegang dadanya, mungkin dia juga tak kalah kaget dengan ku.
"Iya neng gak apa-apa,kakek baik baik saja." Kakek itu mencoba tersenyum padaku,meski aku tahu dia tidak baik baik saja.
"Maaf ya kek sekali lagi?!" Mohon ku padanya, merasa sangat bersalah.
Kakek itu menurunkan tangan dari dadanya,ia tersenyum padaku.
"Sudah neng gak apa-apa."
"Ada apa ini?" Tiba tiba seorang pria datang dengan terburu buru menghampiri kami berdua,ia menatap ku penuh intimidasi.
"Tadi .. saya hampir nabrak kakek ini." jawab ku agak gugup, melihat orang yang seakan ingin membunuhku saja.
"Ba..ik saya ganti rugi, tunggu sebentar!!" Jawabku lalu bergegas mengambil tas didalam mobil.
"Ini! Cukupkan?!" Aku memberikan lima lembar uang seratus ribuan,ia nampak menghitung uang itu.
"Itu kebanyakan neng,kakek gak apa-apa kok." Tiba tiba kakek berkomentar,disela sela si anak menghitung uang.
"Udah diem Lo!!" Bentak pria itu pada si kakek, membuat ku menggeryitkan kening tak percaya,
"Cukup!! Thanks ya." Dia mencium uang ditangannya,tiba tiba si kakek menarik tangan anaknya.
"Nak jangan itu bukan hak kamu!!" Kakek itu mencegah anak nya pergi,tapi sayang ..
Brukkk,si kakek malah didorong hingga terjatuh,aku pun repleks menolong nya.
"Astaghfirullah kakek .." aku mengajaknya untuk berdiri.
"Kakek gak apa-apa? Itu bener bener anak kakek?" Tanyaku masih tak percaya dengan perlakuan pria tadi.
"Iya neng,tapi dia memang seperti itu." Kakek memeperlihatkan raut wajah sedih,saat menjawab pertanyaan ku.
Aku langsung merasa iba melihat nya,ku ambil uang didalam tasku.
"Kek ini untuk ganti rugi,karena saya hampir nabrak kakek." Ku selipkan uang ditangan nya,tapi ia malah mendorong tangan itu,menolak pemberian ku.
__ADS_1
"Gak neng, kakek gak apa-apa." Wajahnya kini memohon,dia nampak sekali merasa tak enak jika menerima pemberian ku.
"Gak kek,itu rezeki kakek." Aku mendorong kembali tangannya,agar dia menerima pemberianku itu.
"Masya Allah neng, terima kasih banyak,kalau gitu, kakek bungkus kan bakso ya!!" Sebelum aku menjawab,kakek itu sudah bergegas menuju roda disampingnya,ia nampak sibuk membungkus kan bakso untuk ku.
Aku pikir aku tak bisa menolak.
"Kek kalau gitu,boleh minta bungkus dua?" Tanyaku, mengingat Faris yang juga pasti ingin, jika aku membawa bakso ini.
"Boleh neng , sebentar ya!!"
Kakek itu bergegas membungkus kan bakso untuk ku, setelah ku terima dua bungkus bakso itu,tak lupa aku mengucapkan terima kasih, sebelum aku melanjutkan perjalanan.
Setelah insiden aku yang hampir menabrak seseorang ,aku kembali melajukan mobil, setelah sebelumnya,aku kembali menghubungi Faris,yang kini ponselnya sudah tak aktif ..
Ya ampun Faris .. kemana sih kamu?? Apa kamu sudah pulang?? Anak itu, selalu membuat ku cemas,aku tahu dia masih labil,aku terkadang takut dia terbawa arus pergaulan bebas diusianya yang masih remaja ini.
Aku kembali menghela nafas, setelah aku berhasil melewati lampu merah malam ini.Hujan sudah reda,hanya tinggal hawa dingin,juga udara sejuk yang disisakan akibat hujan malam ini.
Sampai lah aku di restoran tempat Faris kerja,sudah tidak ada pegawai ataupun pengunjung disana,aku pun melajukan mobil ku menuju warung kopi yang tak jauh disana,ku pikir Faris sedang berteduh disana,karena warung itu juga masih buka malam ini.
Mata ku menyelidik, melihat sosok pria muda yang baru berdiri dari duduknya.
Faris ..??! Iya itu Faris,saat aku yakin itu benar benar Faris,aku keluar dari mobil.
Tiba tiba sebuah mobil Xenia hitam melintas dihadapan ku,aku saat ini berada disebelah warung kopi yang tak jauh dari sana.
Mataku membulat sempurna, dadaku seketika sesak,entah kenapa seperti ada yang menancap sempurna dihatiku, tiba tiba ,entah bagaimana ceritanya,air mata ku sudah jatuh begitu saja dipipiku.
Aku membalikkan badanku, untuk sedikit mencerna kejadian yang baru saja ku lihat.
Apa benar yang ku lihat tadi??aku memegang erat tas yang ku pegang sedari tadi.
Faris .. dia di gandeng wanita cantik dengan begitu mesra, siapa wanita itu???
Aku mencoba menenangkan diri, membalikkan kembali badanku,untuk memastikan kesalahan yang kulihat tadi.
Tunggu!! Mata ku tidak salah, setelah beberapa saat ku tunggu mobil truk yang melintas dihadapan ku,agar aku bisa melihat Faris dan wanita itu,kini aku melihat Faris menaiki mobil yang sama dengan wanita itu.
Siapa wanita itu?? Astaghfirullah .. hatiku benar benar memanas,aku merasa kalut dan tak tahu harus melakukan apa, untuk beberapa saat aku masih mematung disana,sampai aku sadar mobil sedan abu itu berjalan meninggalkan warung itu.Aku bergegas menaiki mobil untuk mengikuti nya.
[Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif ...] ..Ya Allah Faris .. kenapa kamu gak aktifin ponsel kamu .. apa kamu benar benar tak ingin aku ganggu ..
Aku melempar ponsel ke jok disampingku, sungguh kini amarah sedang memuncak dihatiku,apa ini alasan Faris gak aktifin ponsel,apa ini alasan Faris terlihat sibuk dan sering pulang telat,apa karena ada wanita lain???
Kamu tega ris,tega .. ternyata kamu gak lebih dari anak ABG yang haus akan pergaulan bebas,aku salah nilai kamu ris.
Aku terus melaju kan mobil dengan cepat, mengikuti mobil di depanku yang tak kalah cepat dengan ku,masih sesekali ku hapus air mata yang mengalir begitu saja,tak sanggup aku menahan air mata ini, merasa tak percaya akan apa yang ku lihat .. benarkah Faris ?? Tidak .. tidak mungkin ...aku menggeleng kepala, menepis semua pikiran negatif ku,tapi tentu saja hatiku tak bisa berbohong,mata ku kembali mencurahkan perasaan ku,air mata kembali mengalir disana, kenyataan yang ku lihat,tak bisa ditepis begitu saja .. jelas jelas aku melihat Faris sedang digandeng mesra oleh wanita lain .. Hati wanita mana yang tidak terluka,pria yang dia cintai dipegang mesra wanita lain ...?? Dan lagi ponsel yang dimatikan ?? apa benar Faris tak ingin diganggu dan ingin berduaan dengan wanita itu??
__ADS_1