Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Salah Faham)


__ADS_3

POV : Tanika


Ku buka mataku perlahan,aku merasa begitu hangat,aku mengurungkan niat ku untuk membuka mata malah menarik selimut yang menutupi tubuh ku.


Aku mendengar guyuran air saat akan kembali memejamkan mataku,aduh siapa yang menggangu tidurku, pikir ku,aku memang bergadang malam tadi karena harus merangkum materi, materi yang akan aku berikan untuk pengganti Anatasya di Olimpiade sains.


Tiba tiba aku mengingat sesuatu kalau aku sedang bukan ada dirumah,aku langsung bangun dan melihat sekeliling,tuh kan benar aku bukan ada dirumah, tapi Rumah Faris muridku.


Aku menguap sesaat,aku pasti ketiduran tadi,aku melihat ,bangkit, lalu melihat keluar jendela,Hujan yang deras ,aku menghela nafas.Aku pikir aku akan berada cukup lama dirumah ini.


Aku kembali menghela nafas saat melihat isi sekeliling rumah Faris,rumah yang sederhana,aku gak ngerti kenapa Faris bisa masuk sekolah itu,pasti Faris benar benar pinter.


"Bu ibu udah bangun?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Faris.


Aku menoleh dan melihat padanya


"U .. Aaa .. " aku menghentikan jawaban ku malah berteriak dan menutup mataku.


Faris seperti nya kaget.


"Ibu kenapa?" Tanya nya dan suara nya seperti mendekati ku,aku tak berani melihat karena Faris sekarang sedang telanjang dada dihadapan ku dan hanya mengenakan sehelai handuk, benar benar tidak sopan anak itu.


"Kamu gila ya .. pake baju sana,gak sopan depan guru" gerutuku masih menutup kedua mata dengan telapak tangan.


"Ya ampun Bu kirain apa,maaf ya Bu saya baru mandi barusan,ya udah saya ganti baju dulu" jawabnya terdengar seperti tak merasa bersalah.


Aku memberanikan mengintip dari sela jariku memastikan anak itu sudah masuk kamar nya ..


Fyuhhhh .. syukur lah dia sudah masuk kamar,aku menghela nafas lega saat tahu Faris sudah masuk kamar nya.


Aku kembali duduk dan merapikan selimut yang tadi aku pakai, seperti nya tadi Faris yang menyelimuti ku,aku jadi benar benar tidur nyenyak,tapi bagus lah malam ini aku jadi bisa ngajar Faris dengan tenang tanpa ngantuk.


"Bu ayo kita makan dulu" suara orang yang familiar,Faris keluar dari kamar nya.


"Makan?" Tanya ku heran, karena memang aku tak membawa makanan kesini.


"Iya Bu,maaf ya Bu soal yang tadi" kali ini wajah Faris nampak menyesal


"Ya udah ibu maafin,tapi awas jangan gitu lagi,gak sopan apalagi depan guru kamu" jawab ku kesal,karena kejadian memalukan tadi.


Faris kembali mengembangkan senyumnya.


"Ya udah kalau gitu kita makan dulu Bu" pinta Faris yang berlalu menuju dapur.


Aku penasaran lalu mengikuti nya ke dapur.


"Makan? Kamu masak?" Tanya ku penasaran pada Faris,yang kini dia sedang mengangkat nasi dan makanan ,dia nampak kesulitan membawa dua mangkuk dan satu bakul nasi itu,aku pun mencoba membantu nya.


"Sini ibu bantu" aku mengambil dua mangkuk yang dia pegang.


"Makasih Bu" Faris cengengesan karena bantuan ku.


Aku dan Farispun menyimpan menu makan malam yang bisa dibilang sederhana itu diatas karpet lipat, samping sofa yang aku tiduri tadi.


Menu makan ini sangat sederhana,bisa dibilang sangat jauh dengan yang sering aku makan dirumah.Hanya ada nasi putih ,Cah kangkung,tempe goreng,dan juga tahu goreng.


Aku hanya menatap saja makanan itu berpikir apa aku bisa makan atau tidak. Faris seperti nya melihat ku yang hanya bengong,dia pun menyodorkan sepiring nasi dengan kangkung tempe dan tahu.


"Ibu pasti laper makan dulu Bu,emang makanan nya sederhana tapi enak kok Bu" jelas Faris dengan percaya diri.


Aku tersenyum lalu mengambil piring itu.Aku melihat Faris makan begitu lahap.

__ADS_1


"Makan Bu,enak kok" pinta Faris yang seperti nya melihat ku hanya bengong melihat makanan itu.


"Iya ibu makan" aku pun memberanikan diri memakannya ..Dan Amm .. satu suapan berhasil masuk mulut ku,aku mengunyahnya perlahan dan .. Wow rasanya enak sekali ini Cah kangkung yang enak,bahkan dulu aku tak pernah memakan nya karena Bi Nia pembantuku selalu gagal membuat nya.Tapi,masakan Faris ini benar-benar enak.


"Enak kan Bu?" Tanya Faris yang penasaran dengan ekspresi wajah ku.


"Mm ..ini enak Faris,kamu pinter masak juga rupa nya" pujiku sambil memandang anak remaja dihadapan ku.


"Alhamdulillah kalau ibu suka, saya juga jadi ikut seneng"


Kami pun melanjutkan makan kami, setelah makan awalnya aku ingin membantu Faris mencuci piring,tapi dia melarang dengan alasan cuci nya harus sambil jongkok,dia bilang dia tidak mau bajuku kebasahan, padahal sebenernya tidak apa-apa, akhirnya aku menurut saja pada muridku itu.


Aku duduk di sofa sembari membaca materi yang akan ku ajarkan pada Faris.


"Bu aku mau nyuapin kakek dulu,gak apa-apa kan Bu" tiba tiba Faris muncul begitu saja mengagetkan ku yang sedang membaca buku.


"Ya gak apa-apa" jawabku lalu kembali membaca buku.


Sekitar lima belas menit Faris baru keluar dari kamar kakek nya,kami baru memulai belajar pukul 18.30 ya. . karena tadi pas magrib Faris pamit untuk sholat dulu di masjid dan aku ,saat ini aku sedang tidak sholat.


Kami belajar dengan khusyu ,Faris hanya menanyakan beberapa pertanyaan saja itupun pelajaran yang memang belum dibahas dikelas 11.


Aku juga memberi beberapa pertanyaan yang ditulis dibuku,dan saat ini Faris sedang mengerjakan nya sementara aku sedang membaca materi berikutnya.


Mataku tiba tiba gelap aku mulai merasa keringat bercucuran di tubuhku aku memegang tangan seseorang yang entah siapa. Yah,malam itu terjadi mati lampu secara tiba tiba dan aku punya phobia dengan kegelapan ...


"Aaa ..." Aku menjerit karena mulai merasa takut dan gelap itu seakan menutup mataku , keringat terasa semakin bercucuran dan aku mulai merasa tegang dan takut,aku terus menarik tangan Faris,ya .. pasti ini tangan Faris,tiba tiba sebuah dekapan hangat menyentuh tubuh dia memeluk ku dengan lembut.


"Bu ibu yang tenang? Ibu kenapa ?"Sayup sayup ku dengar suara Faris.


"Aku takut gelap" aku memeluk Faris dengan erat masih dengan keringat yang bercucuran.


Faris mencoba merogoh saku rok ku tapi ia tak kunjung mendapatkan ponsel ku.


Aku masih takut menutup mata ku berharap segera ada cahaya, dengan kedua tangan ku yang masih setia memeluk tubuh Faris.


Ada sebuah cahaya yang sayup sayup mendekati ,tapi aku belum bisa melihat dengan jelas,aku menangis lalu menutup mataku ..tangan ku semakin gemetar.


"Bu .. Bu .." terdengar Faris seperti memanggil ku.


Braakkk .. tiba-tiba pintu rumah Faris terbuka aku dapat melihat cahaya dari senter yang dibawa tiga orang bapa bapa yang tanpa permisi masuk rumah Faris.


Aku tak menyadari apa pun,mataku masih ku coba buka perlahan, meyakinkan cahaya yang ada dihadapan ku, keringat ku mulai berhenti bercucuran dan gemetarku mulai mereda.


"Astaghfirullah .. kalian ngapain pelukan malam malam,lagi mesum ya .." sentak seorang bapa bapak


"Ya. mentang mentang sepi terus mati lampu.. malah berduaan" lanjut bapa yang satunya.


Aku mulai tersadar dengan sentakan kedua bapa itu.


Aku melihat seseorang dihadapan ku yang sedang ku peluk,aku langsung melepaskan nya saat melihat wajah Faris yang kebingungan, setelah tahu aku melepaskan nya.


Faris langsung berdiri lalu menghadap tiga bapa itu.


"Bukan pak .. bapa salah faham tadi saya sama Bu Tanika bukan lagi berduaan" Faris menyangkal


"Alah bukan berduaan gimana? jelas jelas tadi kita liat kalian lagi pelukan, kalau bukan mesum terus apa namanya" bentak bapa itu.


Aku yang duduk masih mencerna apa yang sedang terjadi.


"Pokonya kalian harus ikut kita ke kantor RW, jelas jelas tadi si mba nya teriak teriak, gimana kita gak curiga coba" Bapa satunya memberikan saran yang cukup aneh ditelinga ku.

__ADS_1


"Tapi pak demi Allah,kamu gak melakukan apa apa ,bapa salah faham, tadi Bu Tanika cuman takut gelap jadi peluk saya"


"Udahlah gak usah ngeles,kalian harus tanggung jawab dengan perbuatan kalian, kalian harus segera dinikahkan".


Apa nikah ? Aku mulai mengerti arah pembicaraan ini,aku pun berdiri.


"Maaf pak ,tapi bapak salah faham ini murid saya dan saya lagi ngajar dia" Jelas ku mencoba meluruskan kesalahpahaman


"Ngajar apa malam malam, ngajar yang nggak nggak itu mah" satu dari bapa itu nampak sewot dengan penjelasan ku.


Tiba tiba bapa bapa itu langsung menarik kami berdua,bahkan satu bapa itu mencengkram tangan ku dengan kuat agar aku tak kabur, sementara dua lainnya menyeret Faris ikut dengan mereka.


Tiba lah kami di rumah Pak RW,bapak bapak itu nampak menjelaskan sesuatu pada pak RW.


Ditengah padam listrik itu ada sebuah lampu senter yang ditaruh di atas meja,banyak pula warga yang sudah mengepung rumah bapak RW itu, kebanyakan mereka sedang berbisik bisik dan sudah jelas pasti sedang membicarakan kami.


"Ya sudah kalian tunggu didalam ,saya bawa penghulu dulu,dan kamu .." Pak RW yang keluar dari rumah nya tiba tiba menunjukku "hubungi orang tuamu,kamu akan saya nikahkan dengan dia malam ini juga" jelas pak RW itu lalu pergi meninggalkan kami.


Aku masih menatap bingung "Tapi pak .. " aku dan Faris menarik tangan Pak RW itu.Tapi dia tak menghiraukan kami makan pergi begitu saja.


"Sudah ayo kalian masuk dulu" pinta bapa yang membawa aku dan Faris tadi.


"Dan untuk warga silahkan pulang ke rumah masing-masing masalah ini akan kami selesai" jelas bapa itu pada warga yang sudah berkerumun di rumah Pak RW.


"Huuuuu .. dasar Tante girang,main mesum sama anak ABG" teriak ibu ibu yang disusul sorakan menghina dari yang lain.


Apa dia bilang tadi Tante girang,dia mengatai ku Tante girang dasar ibu ibu tukang gibah ,umpat ku dalam hati dengan mengembangkan erat jari jari ku seakan ingin memukul mulut nya yang tak tahu diri itu.


"Sudah ibu sudah ayo pulang semuanya" usir bapa yang tadi


"Huu .. nikahin aja biar gak bawa sial .. dasar mesum" kembali seorang bapa bapak berteriak .. diikuti sorakan dari yang lain.


"Tenang semua nya ,sudah saya bilang masalah ini akan kami selesai kan, semuanya bubar sekarang" pinta si bapak yang membawa aku dan Faris tadi.


"Huuuuu .. " riuh sorakan dari warga,yang lalu berangsur bubar.


"Ayo kalian masuk" seret bapa itu memasukan kami ke rumah Pak RW.


Aku dan Faris pun duduk.


Aku berdiri lalu mendekati bapa itu.


"Pak bapa salah faham,saya tadi gak berbuat mesum,itu murid saya" aku menunjuk Faris yang sedang bingung,lalu Farispun ikut berdiri.


"Ya pak Bu Tanika ini guru saya,bapak dan yang lainnya salah paham." Faris ikut menjelaskan.


"Tolong pak jangan nikahkan kami" pinta ku memohon


"Ya pak mana mungkin saya menikah dengan guru saya sendiri,tolong pak biarin kita pulang" Faris tak kalah memelas.


"Tapi kalian harus tetap nikah,apa yang kalian lakukan tadi itu menimbulkan fitnah,dari pada jadi fitnah lebih baik kalian menikah,toh saya memang melihat kalian berduaan kok" Bapa itu masih bersikukuh dengan pendapat nya.


"Sekarang dari pada kalian kaya gini, mending kamu hubungi ayah kamu,minta dia kesini buat jadi wali" jelas bapak itu sembari menunjuk ku.


"Pak tolong pak jangan seperti ini,bapak salah faham" jelasku, sembari menangis karena tak percaya dan juga tak ingin memberitahu ayah, tentang masalah yang hanya akan membuat ayah malu.


Beberapa menit kemudian aku pasrah menelpon ayah karena paksaan bapa yang terus menjaga kami didepan pintu,takut sekali kami akan kabur.


Aku terus menatap pintu kamar mandi,aku tidak tahu apa yang Faris lakukan disana yang jelas setelah aku menelepon ayah Faris langsung meminta izin ke toilet,dia belum keluar juga sampai detik ini apa dia kabur .. ahhh .. bagaimana mungkin Faris membiarkan aku menderita sendirian.


Tok tok .. suara seseorang mengetuk pintu depan

__ADS_1


__ADS_2