
Faris menatap sejenak guru Biologi nya itu,Guru yang kini masih mengelus bahu Faris.
Tanika yang merasa ada yang aneh,ia langsung menghentikan elusan dibahu Faris.
"udah baikan? kamu pucet banget,kita pulang aja ya" nampak Tanika menunjukkan kecemasan nya.
Faris hanya mengangguk lemah,Tanika membantu Faris berdiri,Faris masih sedikit meringis karena masih ada sakit di bagian perut nya,juga rasa perih.
Saat akan dituntun keluar rumah sakit,Faris mengingat tujuan nya datang ke rumah sakit itu.
"Bu tunggu Bu,saya belum izin pulang sama Bu Mira,saya kesini buat jenguk Anatasya Bu" jelas Faris masih dengan nada lemahnya.
"oh gitu,ya udah kamu tenang aja, nanti ibu yang kirim massage sama Bu Mira,kalau kamu izin pulang" Tanika masih memegang lengan Faris menuntun nya masuk mobil sedan hitam milik nya.
Saat sudah masuk mobil,Tanika langsung mengambil ponsel dan mengirim massage ke Bu Mira.
Sementara Faris,dia terduduk lesu,Tanika yang melihat Faris duduk lemah itu,ia dengan inisiatif nya memakai kan sabuk pengaman ketubuh Faris.
Faris terus memperhatikan wajah mulus Gurunya,yang kini tengah sibuk mengunci sabuk pengaman dipinggang nya,Faris tersenyum tipis, melihat Tanika yang kini wajah nya berada hanya sekitar beberapa sentimeter saja dari wajahnya.
"nah udah, sekarang kamu istirahat aja" Tanika selesai memakai kan sabuk pengaman,dia kembali duduk di kursinya,lalu mulai menyenstarter mobilnya.
Tanika mengemudi dengan tenang,tanpa menyadari sepasang mata meliriknya sesekali,ya .. siapa lagi kalau bukan Faris,dia merasa Tanika memang baik,dan sikap tegas atau kadang galak nya dikelas kini terasa berubah di mata Faris.
Kini dia seperti melihat gadis cantik,bak sesosok bidadari yang menemaninya dikala sakit.
Butuh sekitar waktu tiga puluh menit untuk sampai pulang ketempat yang Tanika maksud,Tanika melepaskan sabuk pengaman nya,lalu melihat Faris yang ternyata sudah tertidur yang entah dari kapan,Tanika pun tidak tahu.
"ckckck .. dasar ya kamu Faris" decak Tanika,lalu membuka sabuk pengaman Faris.
Tanika lalu membangunkan Faris dengan menggoyangkan lengan Faris.
"Ris,bangun .. dah nyampe ...Ris.."
Faris nampak membuka matanya yang berat,dia menyipitkan matanya memandang Tanika disebelah nya.
"Dah sampe Bu" Faris mengucek matanya perlahan.
"iya ayo turun, lanjut tidurnya dikamar aja" Tanika membuka pintu lalu keluar dari mobil.
Diikuti Faris yang ikut keluar.
Faris menatap sekeliling,nampak kini dia sudah berada disebuah garasi.
Faris lalu melihat Tanika yang mengeluarkan belanjaan dari bagasi belakang.
"udah bisa jalan sendiri?" Tanya Tanika yang membawa kresek belanjaan dikedua tangannya.
"bisa Bu ,udah gak terlalu lemes kok" Faris mencoba tersenyum.
"Ya udah ayo masuk" Tanika lalu berjalan membuka pintu rumah itu, diikuti Faris dibelakang nya.
Tanika menaruh kresek belanjaan dimeja dapur.
"kamar kamu yang kanan itu" Tanika menuju sebuah pintu samping tangga.
"kamu istirahat aja dulu,nanti saya bawain makan" Perintah Tanika,lalu mencuci tangannya.
Sementara Faris menatap wanita itu tersenyum tipis.
"makasih Bu" Faris masuk ke ruangan yang Tanika tunjuk.
__ADS_1
Faris terkesan dengan kamar yang minimalis dan mewah itu.Ia lalu duduk dikasur empuk itu,Faris merasa kembali pusing dan agak sedikit mual dan perih diperutnya,dia pun memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di kasur dengan sprei dominan warna biru itu.
Tanika tengah berkutik dengan alat dapur,dia tengah memasak sup hangat untuk Faris.
Tanika nampak kasihan juga agak kesal dengan murid konyol nya itu.
Tanika mencicipi sup itu.
"mmm .. udah pas ni" Tanika menaruh kembali centong sup itu.
Tanika membuka celemek warna peach nya.
"Dasar anak itu bandel sih jadi kaya gini" Tanika sedikit menggerutu mengingat kebandelan Faris pagi tadi.
Tanika menaruh sup dimangkuk,lalu membawanya ke kamar Faris.
Terlihat Faris sudah kembali memejamkan matanya,Tanika menaruh sup itu dinakas samping ranjang.
"Ris .. ris bangun makan dulu" Pinta Tanika mengoyangkan tubuh Faris agar dia bangun.
"mah..mamah.." Faris malah mengigau memanggil ibunya.
Tanika nampak panik.Ia lalu memegang tangan Faris dengan erat.
"Ris .. kamu bangun dulu ris"
Faris membuka matanya perlahan,kepala nya cukup pusing,ia menatap Bu Tanika yang nampak khawatir dengan kondisi Faris,dia menatap lekat Faris memastikan Faris baik baik saja.
"Ibu .. " Faris mencoba mendudukkan tubuhnya.
"shhhh" Faris meringis saat kepalanya mulai pusing lagi.
"sekarang kamu makan dulu" Tanika mengambil sup hangat ,lalu menyodorkan mangkuk itu ke hadapan Faris.
"Gak Bu,gak mood makan" Faris dengan bibir pucat nya nampak menolak, karena memang perutnya seakan tak mau menerima makanan apapun.
"Ayo dong !! makan dulu,muka kamu pucet banget" Tanika menunjukkan wajah memelas nya, supaya Faris mau menuruti keinginan nya.
Faris tak menjawab dia malah menggelang kepala nya.
"Ya udah ibu suapin ya?" Tawar Tanika menyodorkan sendok berisi sup hangat itu.
Faris menatap sesaat wajah Bu Tanika,Bu Tanika tersenyum mengangguk perlahan menandakan Faris harus menerima nya.
Akhirnya nya Faris menerima suapan itu.
Faris hanya memakan sekitar seperempat mangkuk sop itu.Perutnya sedikit memberontak alias kembali perih ,saat Tanika akan menyuapkan suapan yang ke lima kali nya.
"udah Bu.." Tahan Faris dengan tangannya.
"rasanya mulai gak enak Bu,perih banget perut saya" jelas Faris,menahan sakit nya.
"Ya udah,kamu makan obat dulu ni" Bu Tanika mengambil obat dari saku bajunya,sebuah obat mag.
Tanika tahu gejala yang dialami Faris adalah sakit mag,makanya Tanika tadi sempat membelikan Faris beberapa obat mag.
Tanika memberikan obat itu,Faris menerima nya,lalu meminum obat itu.
Tak lupa Tanika juga memnyodorkan air putih, seusai Faris memakan obat itu.
Seusai Faris memberikan kembali gelas yang kini kosong.
__ADS_1
Tanika mengambil ,menyimpan gelas itu, menaruhnya bersama mangkuk tadi. Setelah nya Tanika berdiri,namun langkah nya tertahan Faris ,yang tiba tiba memegang salah satu tangan Tanika.
Tanika menoleh
"kenapa? ada yang mau kamu makan? atau mau sesuatu?" Tanya Tanika.
Faris yang wajahnya nampak pucat itu, menyunggingkan senyum nya dengan lemah.
"makasih Bu"
"Ya sama sama" Tanika membalas senyuman Faris,tak kalah ramah.
"saya boleh minta sesuatu Bu?" Tanya Faris penuh harap.
"kamu mau apa?" Tanika lalu duduk dan menyimpan nampan kembali.
"saya pengen ibu temenin saya sampai saya tidur Bu,saya hanya ngerasa kangen mamah saya dan ibu bener bener ngingetin saya dengan sosok ibu yang udah lama pergi ninggalin saya" Mata Faris memancarkan kesedihan dan harap,saat meminta itu dari Tanika.
Tangan Faris yang terus memegang pergelangan tangan Tanika, kini Tanika membalas memegang nya erat,Tanika nampak iba dengan anak itu.
"okey ibu bakal temenin kamu sampai kamu tidur" Tanika lalu membantu Faris berbaring.
Setelah Faris kembali berbaring,dia kembali memegang tangan Tanika yang kini tengah duduk di ranjang Faris.
"Bu.." lirih Faris
"mmhh" Tanika hanya mendehem sembari menatap Faris.
"Maaf ya Bu saya bandel,kalau aja saya dengerin omongan ibu pagi tadi,saya gak akan sakit kaya gini,juga nyusahin ibu" jelas Faris dengan wajah penuh penyesalan.
Tanika menghela nafas menahan kekesalan nya, yang memang masih ada sedikit.
"ya udah gak apa-apa,lain kali kamu harus dengerin nasehat ibu, sekarang gak guna juga kamu nyesel,Toh semua nya sudah terjadi dan ibu .." Tanika menunjuk diri sendiri dengan tangan kirinya. "ibu gak apa-apa kok,kamu tenang aja,kamu tidur sekarang,ibu bakal temenin kamu sampai tidur" Tanika meyakinkan Faris sembari tersenyum penuh ketulusan.
"makasih Bu" Faris membalas senyuman Bu Tanika penuh rasa terima kasih.
Sekitar setengah jam Tanika terus dipegang tangan kanannya oleh Faris,bahkan Tanika ikut merasakan kantuk,dia malah terkantuk-kantuk di samping Faris.
Tanika tersadar saat kepalanya tertunduk lebih bawah,karena rasa kantuknya.
"aduh .." Tanika menormalkan pandangan nya yang mulai tak tahan menahan kantuk.
Tanika menghela nafas.
"ya ampun,aku malah ikut ngantuk" gumam Tanika.
Tanika melihat tangan nya yang masih dipegang Faris dengan sebelah tangannya.
Faris mencoba melepaskan perlahan,ia lalu mengambil selimut dan menyelimuti Faris hingga Dada.
Tanika sedikit tersenyum memandang Faris yang tertidur pulas.
"Dasar murid bandel .. cepet sembuh ya" Tanika sedikit mengelus kepala Faris,lalu meninggalkan Faris sendiri di kamar itu.
***Buat para readers Thank you so much,udah mau baca karya aku ini,lagi diusahakan bisa up terus.😊😊
makasih buat dukungan, komentar,juga like.❤️❤️😇
Mohon maaf belum bisa mampir ke semua karya kalian,tapi udah ada yang dijadikan favorit kok,sebagian juga udah ada yang dibaca.🙏🙏🙏
Pokonya tetap semangat buat para readers and author yang jadi penulis di manga toon ini*** 😊😊💪💪
__ADS_1