Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Dirimu satu)


__ADS_3

Tanika melajukan mobilnya menuju rumah.


tid .. klason mobil Tanika berbunyi,satpam dirumah itu menyadari majikanya telah kembali pulang,ia pun membukakan gerbang,Tanika melajukan mobilnya masuk garasi.


Tit,Tanika mengunci mobilnya sebelum masuk rumah.


Tanika menggendong tas dibahunya.


Tanika menghela nafas,


"apa memang tidak ada yang ingat ulang tahun ku ya??" pikir Tanika, dengan wajah cemberut nya.


Drrrtttt Drrrtttt .. ponsel Tanika bergetar,Tanika yang menyadari itu segera mengambil ponsel didalam tasnya.


Ia juga menghentikan langkah nya menuju pintu depan,ia melihat pesan masuk diponselnya itu.


[Assalamualaikum sayang ibu, Selamat Ulang tahun ya 😘😘 ibu lupa gak ngucapin dari awal , soalnya ibu banyak kerjaan di rumah.


Semoga anak ibu selalu sehat, panjang umur, diberkahi hidupnya juga dilindungi Allah SWT,eh iya, semoga rumah tangga nya makin harmonis, sakinah mawadah warohmah.Untuk Hadiah,nanti malam Minggu ke rumah ibu ya,nanti nginep aja sama Faris


maaf ya ibu telat ngucapin nya


Selamat ulang tahun sayang nya ibu.]


Tanika tersenyum bahagia, membaca pesan dari ibunya itu,ia segera mengetik membalas pesan dari ibunya.


tik tik tik tik ..


[makasih ibuku sayang 😘😘,gak apa-apa bu ,aku seneng banget ibu ucapin ulang tahun sama aku.


hadiah? hadiah apa bu?


okey deh,nanti malam Minggu aku nginep sama Faris dirumah ibu.] balas Tanika,ia segera mengklik tombol send diponselnya itu.


Tanika tersenyum lega ,merasa masih ada orang yang ingat ulang tahun nya,ya.. tentu saja itu juga orang yang paling Tanika sayang.


Ia memasukkan kembali ponsel nya kedalam tas.


"Alhamdulillah,masih ada yang ingat,mama pasti ingat sih,tapi ucapan dari ibu bikin aku ngerasa seneng banget." gumam Tanika, melenggang kan langkahnya,membuka pintu rumah.


Trek .. Tanika membuka pintu itu,


Mata Tanika terbelalak,saat melihat lilin yang begitu indah menyala di ruang tamu,Tanika tak memusingkan kemana para sofa yang entah kemana perginya,kini sudah berganti dengan lilin lilin aromaterapi yang menyala indah ,bahkan lilin sudah ada dari sejak Tanika menginjakkan kaki didalam rumah itu,Tanika menutup pintu perlahan,ia pun menyalakan lampu, dengan menekan stop kontak samping pintu,Tanika ingin tahu dimana si pelaku yang melakukan ini,dan jelas Tanika tahu orang itu adalah Faris,Tanika hanya ingin tahu dimana keberadaan nya saat ini.


Trek,


Betapa terkejutnya Tanika,saat setelah menekan tombol itu, karena bukan lampu utama yang menyala,malah lampu lampu kecil disepanjang tiang tanggalah yang menyala,Tanika tak bisa memungkiri itu memang indah, menambah cahaya diruangan itu,Tanika berjalan untuk mendekati tangga,Tanika terhenti,saat mendapati dapur samping tangga terlihat gelap,aneh memang, hanya dapurlah yang tak menyala.


Tanika pun ingat lampu disana memiliki jalur berbeda dengan lampu utama,Tanika bergegas menekan stop kontak didinding,yang tak jauh dari posisi nya saat ini.


Trek,


Tanika, kembali dikejutkan dengan lampu kecil indah yang mengelilingi ruangan dapur, sekali lagi lampu dapur tak menyala,malah lampu lampu kecil itulah yang menyala.


Ada satu hal lagi yang membuat Tanika tak kalah terkejutnya,Ia melihat Faris yang sudah duduk dikursi depan meja makan,ia memegang sebuah gitar dan duduk bak penyanyi profesional.


🎸🎶Jreng ... jreng ..jreng.. jreng


Faris mulai memainkan gitar ditangannya,ia nampak begitu lihai memainkan gitar itu.


🎤I Will always love you..


kekasih ku


dalam hidupku


hanya dirimu satu..🎤


🎤I Will always need you..


cinta ku


selama nya


Tak kan pernah terganti 🎤


jreng.. jreng ..


🎤Ku mau menjadi


yang terakhir untukmu..


ku mau menjadi

__ADS_1


mimpi indah mu....🎤


🎤Cintai aku.. dengan hatimu..


seperti aku mencintaimu


Sayangi aku.. dengan kasihmu


seperti aku..menyayangimu 🎤


🎤I Will be the last for you..


and you Will be the last


for me ...🎤


Faris menyanyikan lagu Ungu itu, dengan begitu indah ,suaranya yang memang merdu, membuat Tanika terpanah akan pesona suaminya itu.


Tanika merasa sedikit tak percaya,ternyata suaminya itu memberikan kejutan yang luar biasa baginya,Faris menaruh gitar nya diatas meja, selesai menyanyikan lagu itu,mendekati Tanika,yang sedari tadi tersenyum takjub, melihat permainan musik dan nyanyian Faris.


Faris menarik lembut kening Tanika.


Cup .


Faris mencium lama kening istrinya itu,Tanika menutup matanya, menikmati kasih sayang yang Faris curahkan melalui ciuman itu.


"Selamat Ulang Tahun sayang." ucap Faris,menatap Tanika,penuh cinta.


Tanika tersenyum bahagia, dengan segera Tanika memeluk Faris.


Faris tersenyum bahagia,ia balas memeluk nya.


"makasih sayang, ternyata kamu inget." Tanika mendongkang menatap Faris.


"iya dong,aku inget,kamu suka kan kejutan nya?" Tanya Faris,menatap Tanika,lalu memegang lembut kedua bahu Tanika.


Cup, Tanika mencium sekilas bibir Faris.


"iya aku suka." jawab Tanika, setelah ciuman itu.


Faris tersenyum manis, menatap Tanika.


"aku juga masih punya kejutan loh." jelas Faris lembut.


"ada lagi? kejutan apa?" Tanya Tanika, penasaran.


Tanika sedikit terkekeh,ia langsung memeluk suaminya itu,Faris kembali membalas pelukan itu.


"kejutan nya apa?" tanya Tanika dalam pelukan Faris.


"bentar dulu sayang,aku kangen nih sama kamu,udah beberapa jam aku gak peluk kamu." Jawab Faris, memeluk manja istri nya.


"apaan sih? udah ah." Tanika mendorong Faris perlahan,Faris terpaksa melepaskan pelukan itu. "nanti aja dilanjutin pelukan nya, sekarang aku mau kejutan nya." rengek Tanika menatap Faris, yang terlihat kecewa,karena Tanika menghentikan pelukan itu.


"janji ya dilanjutin dikamar loh!" goda Faris,menatap penuh selidik, membuat pipi Tanika memerah, mendapat tantangan dari Faris.


"iya iya dilanjutin dikamar." jawab Tanika tersipu malu.


"serius ya?" Faris mendekatkan bibirnya disamping telinga Tanika "aku gak minta satu ronde loh!" bisik Faris,menggoda Tanika.


Tanika mengedip ngedipkan matanya, sedikit gelagapan,karena malu mendengar tantangan dari Faris.


"iya okey,aku terima tantangan kamu, karena kamu udah ngasih kejutan buat aku,nanti aku kasih pelayan spesial buat kamu." jelas Tanika menatap percaya diri ke arah pria dihadapannya itu.


Faris tersenyum puas,


"janji ya?" Faris mengulurkan tangan, untuk berjabatan tangan dengan Tanika,tanda Tanika mengenyetujui kesepakatan mereka.


"iya janji." Tanika menjabat tangan Faris,Tanika benar benar tak sempat menarik kembali tangannya,karena Faris langsung menarik tangan Tanika, membawa Tanika ke dapur.


"Tadaaa .." Faris menunjukkan bolu buatannya tadi.


"cantik banget." kagum Tanika, melihat bolu berwarna putih bertuliskan HBD my sweet heart, tulisan yang berwarna merah,juga hiasan indah dipinggirannya.


"kamu yang bikin?" tanya Tanika,memastikan perkiraan nya.


"iya,Chef Faris yang buat,kita coba yu!!" ajak Faris lalu menyimpan bolu dan mengambil pisau untuk memotong bolu itu.


Tanika hanya mampu tersenyum bahagia, mendapatkan perlakuan manis dari Faris.


°°°


Kini Faris dan Tanika sedang duduk di tengah lilin berbentuk hati, mereka sedang menikmati bolu yang tadi Faris potong,Faris sengaja membawa satu piring, mereka saling suap suapan, ditengah lilin aromaterapi yang mengeluarkan aroma wangi, menambah suasana romantis malam itu.

__ADS_1


"Aaa .." Faris membuka mulutnya, mengisyaratkan agar Tanika membuka mulut, untuk menerima suapan terakhir dari sendok yang Faris pengang.


Amm,Tanika memakan potongan terakhir bolu itu.


Faris menaruh piring kecil disamping,ia meluruskan kakinya,menopang tubuhnya dengan kedua tangan ditahan dibelakang tubuhnya menyentuh lantai berwarna putih itu,Faris berusaha membuat dirinya santai dengan posisi itu.


"kamu suka kan?" Tanya Faris ,melirik Tanika.


"suka,suka banget,makasih ya." Tanika memeluk Faris dari samping.


"iya,sama sama" Faris balas memeluk Tanika, menenggelamkan wajah Tanika didadanya,ia lalu mencium pucuk rambut Tanika.


"mau tidur gak hmm?" Tanya Faris dengan lembut.


Tanika memukul kecil dada Faris,merasa malu,Tanika tahu maksud Faris bukanlah tidur biasa.


"masih inget aja,iya nanti kita tidur."


Faris terkekeh,ia memeluk lembut istrinya itu.


°°°


Faris tiduran dikasur,dengan tengkurap,ia memainkan game diponselnya, menunggu Tanika yang tengah mandi.


"Hey ..!" Tanika memukul punggung Faris,mengejutkan Faris,Faris sontak terbangun.Faris yang memang fokus dengan game ,tak menyadari istri nya sudah selesai mandi.


"yahh sayang,aku kalah ni!" keluh Faris, melihat ponselnya.


"udah game nya." Tanika mengambil ponsel dari tangan Faris.


Faris pasrah dengan perlakuan istrinya itu,Faris menatap Tanika yang menaruh ponsel dinakas.Ia menatap kagum dengan tubuh istrinya yang terlihat sexy dengan balutan gaun tidur berwarna putih itu, ukuran gaun yang memang hanya sebatas paha itu, mampu membuatnya memperlihatkan paha putih mulus milik Tanika.


Faris tersenyum,ia langsung memeluk istrinya itu,


"jadi tidur nih?" bisik Faris ditelinga Tanika.


"iya jadi."


Faris melepaskan pelukan itu,ia mengelus lembut rambut Tanika,memainkan rambut Tanika.


"kamu cantik." puji Faris, berhasil membuat Tanika menyinggung kan senyum dibibirnya.


Faris menelusuri leher Tanika,dengan tangan nya,ia memegang rahang Tanika dengan satu tangan,Faris mulai mendekat kan bibirnya dan mencium Tanika.


mereka pun mulai menikmati ciuman itu,tapi tiba-tiba saat Faris mulai mengelus pinggang Tanika,Tanika melepaskan ciuman itu,ia berusaha mengatur nafas nya.


Faris merasa heran,


"kenapa?" Tanya Faris,yang sama mengatur nafasnya yang mulai memburu.


"aku punya pelayan spesial,ingat?" jelas Tanika,mulai berhasil mengatur nafasnya.


"emang apa sih pelayanan nya,baru aja kamu mau layanin aku." Tanya Faris bingung, sedikit kecewa aksi nya dihentikan Tanika.


"kamu tengkurap dulu!?" pinta Tanika


"tengkurap lagi?" Tanya Faris, mengeryitkan dahi.


"iya ayo buruan!" pinta Tanika lagi.


Farispun menuruti keinginan Tanika,ia kembali tengkurap.


"udah, terus apa?" tanya Faris,yang sudah tengkurap.


Tanika mulai memegang bahu Faris dan memijat kedua bahu itu dengan tangannya.


"kamu pasti cape kan nyiapin semua kejutan itu? jadi aku punya pelayan spesial,mijitin kamu." jelas Tanika masih memijit Faris dengan telaten.


Faris seperti nya begitu menikmati pijitan itu,ia tak menjawab hanya mengangguk saja,bahkan Tanika tak menyadari anggukan Faris.


Sekitar beberapa menit Tanika memijit punggung Faris,Tanika tak mendengar keluhan apapun dari Faris.


"Ris .." Tanika tak mendapat jawaban dari Faris.


"sayang ..?" Tanya Tanika,menundukan wajahnya, melihat wajah Faris.


Tanika tersenyum,ia melihat kedua mata suaminya, sudah tertutup,ia nampak tertidur lelap, rupanya pijatan Tanika berhasil mengantarkan suaminya ke indahnya alam mimpi.


Tanika mengelus lembut rambut Faris.


Cup .. ia mengecup pelipis Faris.


"selamat tidur sayang." ucap Tanika,masih memegang lembut kepala suaminya.

__ADS_1


Tanika mengambil selimut,juga bantal,membantali kepala Faris,lalu menyelimuti nya,ia sendiri pun ikut berbaring disamping suaminya,menatap Faris.


"satu hal yang aku ingin kan dari kamu Ris,jangan pernah berubah dan tetaplah mencintaiku seperti ini." Tanika tersenyum, menutup perlahan kedua matanya.


__ADS_2