Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Jalan Jalan)


__ADS_3

POV : Faris


Sudah tiga hari,sejak meninggalnya Pak Ilham,aku rasa Tanika masih memikirkan surat itu.


Sering kali aku menenangkan nya,bahwa karma itu tak akan terjadi.Tapi, sesekali aku masih melihat nya melamun,meski aku tak yakin dia memikirkan perihal karma itu.


Pagi ini,seusai menyiram bunga, Tanika terlihat berdiri, memandang halaman belakang rumah kami.


Aku merasa sedih melihat nya seperti ini.


Ku dekati dia dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang .. kamu gak mau kemana mana hari ini? Padahal ini weekend loh?" Tanyaku,dengan dagu yang kuletakan dibahunya.


"Gak ris,aku gak mau kemana mana,pengen dirumah aja,aku ngerasa gak enak kalau keluar." Jelas Tanika, terdengar penuh kekhawatiran.


Aku pikir Tanika percaya tentang karma itu,aku merasa kesal,karena surat itu,Tanika jadi murung dan berbeda seperti ini,dia tak seceria dulu.


Ku lepaskan pelukan itu,ku putar tubuh Tanika, agar aku dapat melihat kedua matanya.Aku sedikit membungkuk menyetarakan tinggi dengan Tanika.


"Sayang .." ku tatap sepasang mata itu, sepasang mata yang memang, sering terlihat cemas tiga hari terakhir ini.


Masih dengan memegang kedua bahunya,akupun melanjutkan bicara ku.


"Kamu dengerin aku,kamu jangan terlalu fokus dengan surat itu,gak ada karma yang akan terjadi,aku bakal buktiin sama kamu." Aku lalu memegang pergelangan tangan Tanika dan menariknya."ayo ikut aku!!" Ajakku, mengajak nya masuk rumah.


"Mau kemana?" Tak ku hiraukan pertanyaan Tanika itu,aku menuntunnya naik tangga.


Setelah sampai kamar,ku cari pakaian yang cocok untuk kami keluar hari ini.


"Nah .." aku menemukan baju yang cocok untuk Tanika,sebuah rok dan kaos santai lengan panjang,juga sebuah kerudung yang senada warna nya.


"Ini .." ku berikan baju itu pada Tanika, "kamu pakai ini,kita jalan jalan hari ini,kamu jangan terus mikirin karma itu,aku buktiin gak akan ada karma yang akan terjadi." Aku pun membuka bajuku dan mengambil sebuah kaos santai di lemari,lalu memakai nya.


Tanika masih dengan memegangi pakaian yang ku berikan itu,ia belum juga beranjak dari sana.Bahkan ia malah menatap ku dengan sedikit kerutan dialisnya.


"Udah sayang.." aku mendorong tubuh Tanika,menuju kamar mandi. "Sekarang ganti baju kamu,aku tunggu dibawah okey!?" Pinta ku,lalu berbalik badan,tanpa memperdulikan Tanika yang sepertinya ingin memberontak.


°°°


Aku berdiri didepan mobil sedan Tanika, memainkan ponsel ku, permainan yang memang belum ku selesai kan malam tadi.


"Ris .." suara lembut itu, mengalihkan pandanganku yang kini memandang ke arahnya,


Tanika sudah mengganti pakaian nya,persis seperti yang ku berikan padanya.Dia tersenyum, menambah kecantikan diraut wajahnya.


Aku tersenyum, memasukkan ponsel ke saku.


"Perpect.." pujiku,lalu mengulurkan tangan,Tanika menyambut tanganku itu.


Aku membukakan pintu mobil dengan tangan kiriku, sementara tangan kanan ku ,menuntun Tanika masuk mobil,layaknya seorang putri yang dituntun masuk ke dalam kereta kencana.


Tanika tersenyum tersipu,aku suka melihat nya seperti ini.Aku ikut masuk mobil setelah Tanika masuk.


°°°


Kami pergi jalan jalan ke alun alun kota,melepas penat dengan makan bersama,lalu juga berfoto bersama,dapat ku lihat Tanika lupa dengan surat itu,ia dapat tersenyum juga tertawa dengan candaan ku yang kukira memang garing,tapi Tanika ,dia selalu tersenyum dan tertawa.


Pagi itu,banyak anak yang main bola disekitar Alun alun,ada juga yang main gelembung sabun juga sepeda .. tempat ini memang selalu ramai setiap minggunya, mungkin karena ini adalah pusat kota, tempat ini tak pernah sepi pengunjung.


Tiba tiba...


Dug,..


Sebuah bola mengenai platshoes Tanika,Aku melihat seorang anak laki laki berusia sekitar lima tahun,ia nampak malu malu ingin mengambil bola itu, mungkin karena ada aku dan Tanika disini.


Aku tersenyum ke arah anak itu, mengambil bolanya.


"Sini dek,ini punya adek kan?" Tanyaku mengangkat bola itu,masih dengan senyum setia dibibirku.


Anak itu mendekat malu malu,lalu mengambil bola itu,


"Makasih kak." Ucapnya sedikit menunduk,lalu lari ,aku lihat dia lari mendekati ayahnya.


Mereka nampak berbincang,Si anak menunjuk ku, setelah berbicara dengan pria yang ku kira ayahnya,Pria itu tersenyum akupun membalas senyuman nya.


"Ris .." Aku menoleh ke arah orang yang memanggil ku.


"Kamu suka anak anak ris?" Tanya Tanika.


Aku tersenyum,


"Iya aku suka."


"Kalau dalam perut aku udah ada bayi kita gimana?" Tanya Tanika,mengelus bagian perut nya.


Aku sedikit mengeryitkan dahi.


"Kamu bener bener hamil?" Tanyaku,lalu ikut mengelus perut nya.

__ADS_1


"Gak tahu sih,cuma firasat aja,tapi kalau ada,kamu seneng kan?" Tanya Tanika lagi,dia menatap ku dengan binar dimatanya.


Aku mendekatkan tubuh ku dengan nya,ku dekap tubuh Tanika, menarik kepala nya,agar bersandar didada ku.


"Aku seneng banget sayang,kalau itu sampai terjadi,tapi,kalau pun belum,aku akan sabar menunggu." Jelasku,mengelus kepala Tanika.


Tangan Tanika, bergerak membalas pelukan ku,kini dapat kurasakan,ia memeluk ku dengan erat.


"Sayang .. aku seneng kamu mau menunggu, semoga firasat aku bener." Ucap Tanika,yang ku balas dengan kecupan di pucuk rambutnya.


°°°


Pukul 14.30,


Sungguh lama sekali kami bermain di Alun alun itu, bahkan kami melaksanakan sholat Dhuhur,di Mesjid dekat Alun alun, kami juga makan siang disalah satu pedagang pinggir jalan disana.


Perjalanan pulang pun tiba,aku menghibur Tanika dengan menyetel lagu Ungu dan ikut bernyanyi disepanjang jalan.Tanika terlihat terkekeh,pasal nya lagu ini adalah lagu yang ku nyanyikan saat dia ulang tahun beberapa bulan lalu.


"Kamu ya ris .. bisa aja gombal nya pilih lagu kaya gitu ..." Ucap Tanika, dengan sedikit kekehan.


"I Will always love you kekasih ku ...🎤" Sedikit ku nyanyikan lagu itu,melirik nya dengan mata yang ku mainkan,seakan menggoda Tanika.


"Apa sih kamu .. mata nya.. nakal.." Ucap Tanika sedikit menukul bahuku.


"Aw .. sakit sayang .." keluh ku,lalu tersenyum.


Tanika, memonyongkan bibirnya.


"Biarin .." ucapnya, membuat ku terkekeh melihat tingkah nya yang malu malu itu.


Tiba tiba .. mobil berhenti mendadak.


"Kenapa Ris?" Tanya Tanika, melirikku.


"Ee .. gak tahu sayang, tiba tiba berhenti."


Cgcgcg...


Aku mencoba memutar kunci mobil,mencoba menstarter mobilnya.Tapi tetap tak bisa.


Cgcgcg ..


"Sayang kayanya mogok deh." Ucapku, setelah mencoba berulang kali.


"Ya udah,kita jalan aja." Pinta Tanika, menggendong tas dibahunya.


Aku masih menatap nya, keluar,membuka pintu mobil.


"Kami yakin? Kita jalan?" Tanyaku, melihat Tanika sedang menelepon seseorang.


Tanika menyimpan kembali ponsel ditasnya,lalu menoleh ke arahku.


"Udah tenang aja,aku udah telpon satpam rumah,kita bisa jalan dari sini,lagian perumahan deket dari sini ya kan?" Tanya Tanika,lalu berjalan terlebih dahulu.


Sedikit ku kerutkan dahi, sedikit tak percaya,Tanika mau berjalan kaki ditengah sore yang cukup panas ini.


Ku lirik kanan kiri,memastikan tak ada orang yang mengenal aku dan Tanika,


"Faris!!" Teriak Tanika dari jarak beberapa meter dari ku.


Wah, ternyata Tanika sudah berjalan cukup jauh dari ku.


"Eh iya .. tunggu.." Teriakku, berlari mendekati nya.


Aku berjalan dibelakang Tanika,


"Ris,gak baik cowok jalan dibelakang cewek." Jelas Tanika,yang memang ku mengerti.


Senyumku mengembang,mode jailku mulai muncul,aku dengan sengaja, berjalan cepat,lalu memeluk Tanika dari belakang,ku letakkan kedua tanganku di pundak nya,layaknya anak yang ingin digendong ibunya.


"Pengen digendong!!?" Manjaku,bergelayut manja dibelakang Tanika.


"Faris.." Tanika mengoyakkan tubuhnya, langkahnya terhenti,karena tingkah ku. "Kamu ngapain sih , lepasin!!" Pinta Tanika,masih dengan mengerakkan kedua pundaknya.Tapi yang aku lakukan,malah semakin manja padanya.


"Gak,Faris mau digendong," rengekku dengan wajah cemberut.


"Ya ampun Faris,katanya panas,ayo ah kita pulang!! kamu manja deh hari ini." Keluh Tanika.


Aku masih memeluk Tanika dan tak menghiraukan keluhan nya itu.


"Gak apa-apa,manja sama istri sendiri." Jawabku tak mau kalah , tentunya.


"Iya,tapi kami berat,emang kamu anak kecil apa?"


"Anak kecil? Aku kan emang masih anak SMA." Jawabku masih manja,kini malah kupeluk Tanika,juga menaruh daguku dibahunya.


"Kamu berat Faris,gak sadar apa kamu bongsor gini." Ucapan Tanika, membuat ku menahan tawa,apa katanya? Bongsor? Ah,iya aku memang punya postur tubuh yang tinggi dan berat badan ideal ku kira.


"Iya udah..muach.." ku cium pipinya itu, membuat Tanika merubah raut wajah, menjadi malu malu kucing.Aku lalu melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Faris!! Kamu ngapain sih? Kalau ada yang lihat gimana?" Tanika cemberut menatapku, wajahnya itu semakin membuat ku gemas saja.


"Gak ada yang lihat sayang.." jawab ku, mencubit hidung Tanika.


Tanika semakin cemberut,


"Udah ah,ayo pulang!!" Tanika menarik tangan ku,tentu aku pasrah saja ia tarik begitu.


°°°


Perjalanan pulang ke rumah cukup lama,meski memang bisa dibilang dekat,nyatanya,jika ditempuh dengan jalan kaki,cukup jauh rasanya.


"Sayang .."


"Hmm." Jawab Tanika


"Kok hmm aja?" Tanyaku,tak terima.


"Iya sayang apa?" Jawab Tanika menoleh kearah ku, membuat ku merasa begitu puas dengan jawaban nya,aku menyunggingkan senyum manis ku.


"Seru ya Jalan jalan sore, meskipun panas,tapi aku masih adem aja." Jelasku,memulai topik pembicaraan.


"Hmm.. iya soalnya kita jarang jalan gini,malah gak pernah mungkin." Jawab Tanika, terdengar seperti mengingat.


"Iya ya,eh tahu gak.." Tanyaku, mencondongkan tubuh ke arah Tanika.


"Apa?"


"Kenapa aku adem aja, padahal panas?"


"Kenapa?"


"Karena ada kamu disamping aku." Jawabku dengan senyum selebar mungkin.


"Dasar ya gombal.." Tanika mencubit pinggang ku,ia terlihat terkekeh, mendengar gombalan receh itu.


"Aw.. sakit sayang.."


Tanika terkekeh melihat ku,aku senang melihat nya,ia seperti nya mulai lupa karma disurat itu.Syukurlah aku senang melihatnya.


°°°


"Yess .. itu belokan ke arah rumah." Sorakku menunjuk pertigaan,didepan sana."kita bakal nyampe bentar lagi,eh sayang aku haus ih.."


"Bentar ,sabar ya ..kita mau nyampe kok, tinggal nyebrang didepan sana,terus jalan dikit nyampe deh." Jelas Tanika,aku malah mengerucutkan bibirku,tak terima,karena itu terlalu lama bagiku.


"Gak ah lama .." Aku mengedarkan pandangan,aku tersenyum kecil, melihat seorang tukang es cendol didepan pertigaan itu."sayang..." Ku sentuh bahu Tanika,lalu menunjuk tukang es cendol itu. "Itu ada tukang es cendol,aku mau ah .. kamu mau gak?" Tanyaku, antusias.


"Gak ah ,aku mau bikin es sirup dirumah." Jawab Tanika.


"Ya udah aku aja deh,ayo buruan sayang!! Aku mau es cendol nya..." Aku menarik tangan Tanika.


Kini aku dan Tanika, berada didepan tukang es cendol itu.


"Mas satu ya!" Pinta ku pada Mas tukang cendol.


"Okey dek." Jawabnya,lalu langsung meracik es cendol itu.


Kringgg ..


Mas cendol, langsung mengambil ponsel nya yang berbunyi.


"Eh dek bentar ya!" Mas cendol lalu berlalu pergi, setelah melihat anggukan dariku.


Beberapa menit kemudian.


"Ris lama ah,aku duluan nyebrangnya ya,aku tunggguin di dibawah pohon itu!" Pinta Tanika, menunjuk pohon besar diseberang sana.


"Eh sayang tunggu! Aku khawatir sama kamu, bentar!!,mas nya bentar kok,lagi nelpon dulu sayang." Cegah ku,karena aku memang khawatir padanya.


"Ih lebay,cuma nyebrang sayangku." Jawab Tanika,menautkan alisnya, menekan kata sayang, diakhir ucapannya.


Akupun akhirnya pasrah dan mengangguk setuju.


"Ya udah aku duluan."


Tanika berjalan ke arah depan untuk menyebrang,tapi pandangan ku bukan melihat Tanika, melainkan sebuah mobil Jeep hitam,yang seperti pernah ku lihat,Ah iya.. mobil Jeep yang sedang parkir itu,tadi aku melihatnya saat turun dari mobil.Tapi,aneh,mobil itu kenapa bisa parkir disini,apa itu hanya mobil yang sama atau hanya mirip?


Ya ampun,kenapa mobil itu melaju cepat ke arah Tanika,mobil yang tadi parkir itu,tiba tiba melaju dengan kecepatan yang tinggi ku kira.


"Tanika!!" Teriakku, berlari,lalu mendorong Tanika,agar mobil itu tak berhasil menabrak tubuhnya.


Ku kira,aku berhasil ikut lompat kesembarang jalan itu.Tapi ternyata ...


Dagk ... Dapat kurasakan dengan jelas bagian Headlight mobil itu,menabrak lengan juga samping tubuhku,Aku tak ingat bagaimana aku berguling melewati mobil itu,memang kurasakan benturan pada dahiku,mungkin mengenai kaca mobil itu.


Kini yang ku tahu,aku seperti diseret entah oleh apa ke belakang mobil itu,ku rasakan benturan cukup keras didahi juga lengan ku yang membentur jalan.Jalan yang memang kurasakan cukup panas ini.


Kepala ku pusing.

__ADS_1


"Fariss!!" Suara itu sayup sayup ku dengar,suara itu, aku yakin itu suara Tanika,tapi .. pandangan ku terasa kabur,karena kepala ku yang pening,ku tutup mataku perlahan, seiring dengan bau amis yang menyeruak masuk ke lubang hidungku,bau amis yang ku yakini adalah darah segar,kenapa? Karena sebelum menutup mata,aku melihat darah yang sudah mengalir dibawah tubuhku.


Gelap, setelah ku tutup mata ini,entahlah .. apa aku pingsan atau mati ...


__ADS_2