Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Ada Aku)


__ADS_3

Setelah pengumuman itu, sekolah hari itupun terpaksa diliburkan,karena semua staf pengajar akan menghadiri pemakaman Kepala Sekolah disekolah itu.


Sekitar pukul 11.30, pemakaman selesai,semua orang mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Ilham, setelah itu orang orang saling bergantian pamit pulang,disana pun tersisa Galang dan Tanika,ayah Ilham hari itu pamit pulang duluan, sungguh pekerjaan baginya begitu penting, mungkin memang ia terluka,tapi ia berusaha tegar atas kematian anaknya itu.


"Papa duluan Lang." Pamit ayah Galang,menepuk lembut bahu Galang,lalu berlalu pergi menaiki mobil nya.


Galang tak menjawab,ia sebenarnya masih sulit percaya,adiknya telah tiada dan kepergian nya pun begitu tragis dimatanya.


Galang yang berdiri dibelakang Tanika,ikut jongkok disamping Tanika,Tanika nampak menyusut air mata nya berulang kali.


"Sudahlah, kamu yang sabar,ini sudah takdir." Ucap Galang,menepuk pelan bahu Tanika.


"Hiks .. tapi mas,ini salah aku, kalau saat itu aku gak ninggalin Ilham sendiri,semua gak akan kaya gini." Sesal Tanika,disela tangisan nya.


"Bukan salah mu,ini sudah seharusnya terjadi, kamu yang tabah." Galang berdiri. " Aku pamit duluan,oh ya.." Galang merogoh sesuatu disaku celana nya.


"Ini! .. Ilham, meninggalkan ini untuk mu." Galang menyodorkan sepucuk surat.


Tanika berbalik,lalu berdiri dan mengambil surat itu.


"Dari Ilham?" Tanika memastikan,


"Iya, kalau begitu aku pamit,kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan."


Galang lalu berjalan meninggalkan Tanika.


Tanika menatap sepucuk surat itu,ia belum membuka nya,baru ketika masuk ke mobil,Tanika membuka surat itu dan membacanya.



Tanika cukup terbelalak, melihat akhir surat itu,Karma? Apa maksud nya? Apa jangan jangan .. aku akan mengalami hal sama maksud Ilham,tapi kenapa? .. pikir Tanika.


"Aku memang jahat.." Tanika meremas surat itu, meneteskan air mata nya, mengingat karena dia lah Ilham pergi,lalu menabrak mobil truk itu,juga karena kejujuran nya,Ilham mengusir nya dan sejak itu Ilham tak mengizinkan Tanika datang lagi ke rumah sakit,sejak itu pula Tanika tak tahu kabar Ilham,hanya doa yang bisa ia antarkan dari kejauhan untuk Ilham.


Tanika menghela nafas , begitu berat nafas nya itu,terasa begitu jahat dirinya.Tanika menundukan wajahnya,menutup wajah dengan kedua tangan nya.Hingga keningnya kini mengenai stir mobil dihadapan nya.


Larut dalam ingatan nya ,Tanika tak menyadari ketukan dikaca mobilnya.


Merasa Tanika tak mendengar ketukan itu,Faris pria yang mengetuk kaca mobil, langsung masuk, khawatir, istri nya tertunduk,ia khawatir Tanika kenapa napa.


"Sayang,," Faris menggoyang perlahan bahu Tanika,


Tanika menegakan perlahan wajahnya, melihat Faris yang ada disamping nya,Tanika segera menghambur memeluk suaminya itu.Ia nampak terisak dipelukan Faris.


Faris yang berpikir Tanika begitu terluka akan kepergian sahabat nya,ia mengelus lembut punggung Tanika, menenangkan nya dengan balasan pelukan hangat.

__ADS_1


"Kamu harus sabar sayang,,masih ada aku disini, kalau perlu aku akan jadi sahabat kamu juga, mungkin aku gak akan bisa gantiin Pak Ilham,tapi aku akan berusaha jadi sahabat yang baik." Jelas Faris,masih mengelus lembut punggung Tanika.


Tanika mendongkang menatap wajah Faris, dengan mata sembab akibat tangisan.


Faris dengan sigap menyusut lembut bulir bening dipipinya Tanika, dengan telunjuk nya.


"Sshhtt.. sayangnya Faris gak boleh nangis okey?" Ucap Faris,disela menyusut bulir bening itu.


Tanika merasa terharu akan tindakan Faris,kata kata nya selalu mampu membuat Tanika merasa beruntung, memiliki sosok Faris dihidup nya.Tanika semakin mengeratkan pelukannya itu.


°°°


Faris datang ke pemakaman itu, untuk ikut melayat juga bersama Banu dan Rama, setelah Tanika tenang,Faris pun izin untuk ikut menyusul Banu dan Rama.


Seusai melantunkan beberapa doa dan ayat suci Al-Qur'an,Ketiga sahabat itupun pulang.


Faris kembali masuk mobil.Tanika memang sengaja menunggu Faris disana.


°°°


"Ikuti dia kemanapun dia pergi,lakukan ketika dia lengah!!" Pinta seorang pria, kepada seseorang dibalik telpon itu.


Tutttt .. panggilan pun diakhiri..


Ceklek. .


"Sayang.." Wanita itu langsung bergelayut manja memeluk Si pria,yang telah selesai dengan telpon nya.


Pria itu dengan sigap menarik wajah si wanita dan mencium bibir nya, lalu diimbangi dengan baik oleh si wanita.


"Siska , kenapa kamu gak bilang mau kesini hmm?" Tanya Pria itu, setelah mencium wanita bernama Siska itu.


"Aku mau kasih kejutan." Jawab Siska, dengan nada manja.


"Mmm.." pria itu mengelus lembut pipi Siska, "mau kasih kejutan di ranjang maksud kamu hmm??" Tanya nya lagi.


Pertanyaan itu sanggup membuat Siska merona,ia tertunduk malu.


Pria itu mengangkat perlahan dagu Siska,lalu mencium sekilas bibir nya.


"Kenapa? Malu? Gak usah malu deh,kaya baru pertama kali aja." Goda pria itu,masih memegang dagu Siska.


"Oh iya sayang,kamu mau minta bantuan apa sama aku?" Siska malah mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Soal itu .." pria itu, melepaskan dagu Siska. "Kamu mau kan? Bantu aku balas dendam untuk Ilham." Tanya pria yang memang adalah kakak Ilham,Galang.

__ADS_1


"Kamu tenang aja sayang, apapun buat kamu,aku ada buat kamu,aku pasti bantu kamu." Siska memeluk Galang dari belakang, dengan mesra.


Galang langsung menarik tangan Siska, mendudukkan Siska dipangkuannya.Galang langsung menarik wajah Siska,ciuman panas pun terjadi lagi diantara mereka.


°°°


Di perjalanan pulang menuju rumah,Tanika yang duduk disamping Faris yang sedang menyetir.


Tanika hanya menatap samping jalanan, pikiran nya hanya berkecamuk tentang isi terakhir surat itu.


"Apa maksud nya? Apa aku akan sakit hati juga atau bahkan aku akan tiada seperti Ilham,dalam kecelakaan misalnya.." Tanika menghela nafas berat, "atau ..lebih buruk aku harus kehilangan cintaku.." Tanika melirik Faris sesaat, lalu kembali mengalihkan pandangan.


Faris yang merasa Tanika terlihat berbeda,ia pun menginjak rem, menghentikan mobilnya.Benar saja dugaan Faris,Tanika bahkan tak menyadari mobil itu berhenti.


"Sayang .. kamu gak apa-apa?" Tanya Faris menatap Tanika.


Tanika tersadar dari lamunannya,ia tak mendengar pertanyaan itu, hingga ia malah berbalik bertanya.


"Ah .. apa Ris? Maaf aku gak denger."


"Kamu kenapa? Aku khawatir loh kamu kaya gini.." jelas Faris, menatap lembut dua bola mata Tanika.


Tanika menundukan wajahnya,lalu kembali ia melirik Faris.


"Sebenarnya .. " Tanika ragu untuk jujur pada Faris,ia tak ingin Faris ikut kepikiran dengan surat itu.


Faris menautkan alisnya,


"Sebenarnya apa sayang?" Faris memengang lembut lengan Tanika. "Ayo ,kamu jujur ada apa? Jangan ada yang ditutupi kamu inget janji kita kan?" Faris seolah mengingatkan kembali,janji mereka untuk saling jujur satu sama lain.


Tanika menyerah,ia memang tak ingin ada kebohongan atau hal yang ditutupi dalam rumah tangga nya.Ia memberikan surat pemberian Galang tadi.


Faris melepaskan perlahan lengan Tanika,mengambil surat itu.


Faris membuka surat yang hampir koyak itu,ia membaca kata demi kata disurat itu.Jujur, Faris ikut tersentak sama hal nya Tanika,ketika membaca akhir surat itu.


Karma? Apa maksud nya? .. itu juga lah yang Faris pikirkan,tapi demi menenangkan istrinya,Faris tak menghiraukan kata karma disurat itu,ia memang tak terlalu percaya akan hal semacam itu.


Faris memeluk Tanika,


"Kamu jangan pikirin hal kaya gini sayang.. itu gak mungkin,karma gak akan terjadi,karena kamu emang gak salah,kamu harus yakin itu,jikapun harus ada aku rela jadi pengganti rasa sakit kamu itu." Tanika tercengang,ia memang tak mau hal buruk juga terjadi pada Faris,


Tanika melepaskan pelukan itu,


"Gak ... Gak boleh,gak boleh terjadi hal buruk apapun sama kamu.." Tanika menjatuhkan bulir bening dari matanya.

__ADS_1


Faris menghapus air mata itu,mencium lembut pipi Tanika.


"Aku gak mau kamu terluka sayang,kamu jangan takut,ada aku disini." Faris memeluk kembali Tanika, membuat Tanika kembali terisak dipelukan Faris,karena ucapan Faris yang tak ingin rasanya kata kata itu hilang,ingin rasanya tubuh yang kini memeluknya, selalu ada disamping nya.


__ADS_2