Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Menolong)


__ADS_3

Karena tidak bekerja,Faris sengaja mengajak istrinya itu makan malam diluar bersama,Faris menuruti keinginan Tanika yang ingin makan nasi Padang malam ini.


Tanika merasa bahagia bisa kembali bersama suaminya lagi,tentu nya perpisahan mereka pun tak terjadi.Kesalahan fahampun bisa di luruskan,berkat Rama yang memberikan semua penjelasan.


Kejadian tempo hari pun menjadi pelajaran bagi Faris untuk lebih berhati-hati dan menjauhi Laras tentunya,Faris tak pernah menyangka ternyata gadis yang dia anggap lugu dan baik memiliki sifat layaknya ular yang licik.


Malam itu,baru saja turun hujan, suasana masih terasa lembab,juga udara angin malam yang sejuk,Mobil yang dinaiki Faris dan Tanika keluar dari salah satu pom pengisian bahan bakar.


Faris melajukan mobil dengan tenang.Faris sedang belajar mengemudi kan mobil sekarang, sebenarnya sudah hampir satu bulan dan ini pertama kali nya,Faris melajukan mobil di jalan raya.Tanika lah yang mengajari Faris selama ini.


"Gimana sayang aku udah hebat kan nyetir nya?" Tanya Faris percaya diri.


"Iya bagus ,tapi awas nanti jangan kebut kebutan ,aku ngajarin kamu supaya bisa jadi pengemudi yang bijaksana,bukan jadi tukang ugal ugalan dijalan." Jelas Tanika,lalu kembali memakan keripik pisang ditangannya.


"Iya sayang ku yang bawel." Faris melepas satu tangan dari setir, mencubit kecil pipi Tanika, repleks Tanika kaget,sontak memegang setir.


"Faris ,awas kamu jangan lepas tangan gitu,kamu baru belajar loh." Tanika merasa kesal,Faris begitu ceroboh saat menyetir.


"Hehe iya sayang maaf,abis kamu bawel sih." Faris nampak cengengesan dan kembali memegang setir dengan dua tangan nya.


"Ya kan aku bawel juga buat keselamatan kamu." Jelas Tanika,merasa tindakan nya memang benar.


"Tapi aku suka kok,aku suka kamu bawel sayang." Jelas Faris tersenyum manis,tapi masih fokus dengan jalanan dihadapan nya.


"Mulai gombal.." Tanika nampak menahan malu,karena ucapan Faris.


"Gak gombal sayang, serius." Jelas Faris serius.


Tanika tak menjawab,ia hanya tersenyum,Tanika serasa kembali menemukan kebahagiaan nya,sosok Faris yang manis inilah yang selalu membuat Tanika rindu.


Tanika mendekati Faris, menyenderkan kepalanya dibahu Faris.


"Sayang .." ucap Tanika,lalu memeluk Faris dari samping.


"Iya apa?" Tanya Faris lembut,tentu saja masih fokus dengan jalan dihadapan nya.


"Aku pengen pisang goreng." Pinta Tanika tiba tiba.


"Pisang goreng??" Faris nampak mengeryitkan dahi. "Kamu kan baru makan keripik pisang tadi?" Faris merasa heran dengan istrinya yang dari tadi banyak minta hal aneh,mulai dari ingin es teler,bahkan sampai tahu gejrot segala.

__ADS_1


"Gak tahu pengen aja,beli yuk!!" Tanika nampak begitu manja, menyender dibahu Faris.


"Iya okey sayang,kita beli ya.. ngomong ngomong kamu kenapa sih,kaya orang ngidam aja ,minta nya yang aneh aneh dari tadi??" Tanya Faris, merasa istri nya seperti sedang ngidam.


"Gak tahu,masa sih??" Tanika sedikit berpikir,dia tak tahu dirinya hamil atau tidak,bahkan Tanika merasa tidak yakin tentang itu.


"Ya udah,gak usah dipikirin, sekarang kita cari tukang goreng pisang okey."


Cup .. Tanika mencium pipi Faris sekilas,lalu tersenyum manis.


"Okey sayang" Tanika kembali memeluk Faris.


°°°


"Diem Lo ..Lo harus mau layanin kita disini!!" Sentak seorang pria yang berusaha membuka bajunya, sementara satu pria lain nya, memegang kedua tangan Laras.


Bruk .. pria itu melempar ikat pinggang nya kesembarang tempat, sementara satu pria lain, bergegas menjatuhkan Laras ke tanah,menindih sembari memegang kedua tangan Laras.


"Lepas .. Lepasin gue,gue gak mau layanin kalian, dasar brengsek .." Pria itu tak menghiraukan jeritan Laras,bahkan pria satunya mengangkat Laras dan memeluk dari belakang, membiarkan Laras duduk dipangkuan nya,pria itu telah berhasil membuka celana nya.


"Gue duluan Jon!!" Pinta pria yang memeluk Laras kepada teman dihadapan.


"Jangan .. jangan .. tolong lepasin gue." Pinta Laras dengan nafas terengah-engah.


Tentu saja,kedua pria itu tak menghiraukan Laras,bahkan sipria yang memangku Laras,menggangkat bokong Laras, berusaha menarik ke atas dress Laras yang sangat mini itu.


"Jangan tolong jangan .. " Laras terlihat lemas,tapi ia masih berusaha berteriak.


"Tolong!!! Tolong!!" Teriak Laras sekencang mungkin,merasa Laras mulai memberontak,pria bernama Jon pun, menampar Laras sekencang mungkin, hingga Laras pun pingsan.


°°°


Mata Laras mulai terbuka perlahan,ia melihat sebuah ruangan yang tak asing baginya.


"Ras .." suara wanita menyadarkan Laras dari perasaan herannya,tentu saja seingat Laras,malam itu Laras akan diperkosa dua orang pria yang merupakan anak buah pelanggan nya.


"Kamu udah baikan?" Tanya Tanika, yang ternyata adalah wanita yang memanggil Laras dari tadi.


"Bu Tanika?" Laras mencoba bangun dari tidur nya dibantu Tanika.Laras sangat heran kenapa bisa ada Tanika disini,ya .. ruangan ini tak asing bagi Laras,karena dulu pun Laras pernah diselamatkan Tanika dan Faris,lalu tinggal dikamar ini.

__ADS_1


"Ibu,kenapa saya bisa ada disini ...sshhh.." tanya Laras,sembari menahan perih dipipinya, akibat tamparan pria hidung belang itu semalam.


"Ibu liat kamu lagi dikerumunin warga,kamu pingsan dan dua orang yang mau perkosa kamu itu udah ditangkap polisi,jadi kamu tenang aja,ibu jamin mereka gak akan ganggu kamu lagi." Jelas Tanika yang menceritakan kejadian semalam.


Ya,Tanika dan Faris malam itu melihat segerombolan warga yang sedang mengerumuni sesuatu,juga dua orang pria yang diseret dari kerumunan itu.Tanika dan Faris yang penasaran,mereka pun mendekati arah kerumunan,Tanika langsung berinisiatif membawa wanita yang tergeletak pingsan ditengah kerumunan,saat tahu wanita itu adalah Laras, awalnya Faris menolak dengan alasan wanita itu adalah wanita yang tidak baik.Tapi,Tanika bersikukuh dan membawa Laras pulang,Tanika berkata mau bagaimana pun Laras adalah muridnya dan dia punya tanggung jawab terhadap Laras, terlebih Tanika tahu ,Laras adalah anak yatim yang mempunyai kehidupan miskin,ibunya hanya penjual gorengan keliling dan ayahnya baru meninggal sekitar satu tahun yang lalu.


Meski masih ada amarah dihati Tanika,saat melihat Laras.Tanika mencoba untuk menahan itu,ia hanya berusaha untuk menyelamatkan muridnya yang hampir mengalami pelecehan, begitu lah pikir Tanika.


"Ya udah,kamu makan sendiri bubur nya,ibu harus ke sekolah." Tegas Tanika,lalu keluar dari kamar.


Laras meremas selimut yang ia kenakan ,tanpa basa basi Laras meneteskan air mata demi air matanya,bahkan ia sampai menangis terisak.


°°°


Malam pukul 22.00


Seperti biasa Faris sedang belajar diruang tengah,tiba tiba Laras masuk dan duduk disamping Faris, membuat Faris langsung berdiri.


"Ngapain Lo kesini?! Keluar!!" Usir Faris dengan membentak.


"Kak sebegitu benci kah Kaka sama aku?" Laras lalu berdiri memeluk Faris,Faris dengan cepat mendorong Laras.


"Gue bilang keluar!!" Bentak lagi Faris,menunjuk arah pintu.


"Tolong kak,maafin aku,aku bakal pergi, ini .." Laras memberikan sepucuk surat,ia juga meneteskan air mata saat memberikan surat itu. "Ini semua hal yang harus Kaka kasih tahu ke Bu Tanika,aku sadar kak,aku salah,aku akan pergi malam ini juga,tapi sebelum nya,aku minta Kaka kasih surat ini ke Bu Tanika,aku tahu sekarang,cinta itu tak harus memiliki,karena aku sadar aku gak akan pernah bisa miliki Kaka,Kaka pantas bersama Bu Tanika,aku minta maaf,karena aku jadi pengganggu hubungan kalian." Laras masih menyodorkan surat itu.


Faris perlahan mengambil surat itu,ia masih menatap tak percaya dengan ucapan Laras.


"Aku pamit kak, terima kasih untuk semua nya." Pamit Laras lalu meninggalkan Faris diruangan itu.


°°°


"Ras ,kamu mau kemana?" Tanya Tanika mencegah Laras pergi, dengan memegang pergelangan tangan Laras.


Tanika yang saat itu baru turun dari tangga, untuk mengambil minum,ia bergegas menarik tangan Laras,saat Laras akan membuka pintu untuk keluar rumah.


"Aku mau pergi Bu,aku gak akan ganggu kalian lagi, terima kasih atas semua kebaikan ibu,aku minta maaf Bu." Laras melepaskan pegangan Tanika perlahan,lalu membuka pintu.


"Tapi ras .." kalimat juga langkah Tanika terhenti,saat tangan Faris berhasil memegang pergelangan tangan tanika.Tanika menoleh,ia melihat Faris menggeleng kan kepala,pertanda Tanika tak perlu mengejarnya.

__ADS_1


Laras pun keluar dari rumah itu.


__ADS_2