
"Tan .." Panggil Ilham,sembari mengaduk ngaduk kopi pesanan nya,yang sedari tadi memang belum dia minum,Ilham hanya mengaduk ngaduk nya saja, mungkin itu cara dia, untuk mencari keberanian mengatakan sesuatu pada Tanika.
"Hmm." Jawab Tanika, setelah meminum kopinya, dengan cangkir kopi masih dikedua tangannya.
"Maaf." Ucap Ilham,yang membuat Tanika menggeryitkan dahinya, merasa tak mengerti, kenapa tiba-tiba Ilham meminta maaf.
"Untuk apa? Salinan soal olimpiade? Itu emang tugas aku kan?" Tanya Tanika, merasa Ilham mungkin merasa bersalah,karena menyuruhnya membuat salinan soal.Padahal bukan itu maksud Ilham.
Ilham tersenyum,menatap sahabat nya itu.
"Bukan itu, maksud aku maaf, karena aku memutuskan hubungan kita." Nampak raut wajah Ilham penuh penyesalan.
Tanika menatap sejenak pria dihadapannya itu, sedikit kaget dengan penuturan Ilham,ia menyimpan cangkir kopi di tangannya,Tanika menyunggingkan senyum dibibirnya.
"Gak apa-apa,aku tahu kamu punya alasan."
Ilham kembali mengaduk ngaduk kopi nya,ia masih belum meminum kopi itu.
"Itu emang bener,aku pergi untuk belajar di luar negeri dan membuktikan apa yang selama ini sering kamu bilang,kalau aku bisa berubah." Ilham menatap Tanika, menghentikan aktivitas mengaduknya.
"Dan kamu berhasil,aku bahkan gak kenalin kamu,kalau aja kamu gak cerita ,mungkin sampai sekarang aku masih panggil kamu Bapak." Jelas Tanika serius,karena dia memang tak mengenal Ilham,saat pertama masuk sekolah itu.
Ilham sedikit terkekeh,ia lalu meminum kopi, sebelum dia kembali bercerita.
"Terima kasih Tan,karena cuma kamu orang yang percaya aku bisa berubah,bahkan disaat orang lain hina aku,kamu dengan lantang mengakui aku sebagai pacar kamu." Jelas Ilham menatap penuh terima kasih atas semua perlakuan Tanika dimasa lalu.
Tanika tersenyum.
"Oh itu,karena mereka keterlaluan,hina kamu cupu dan gendut ,gak laku atau apalah .. aku gak ngerti sama sikap mereka itu." Tanika menatap cangkir berisi kopi,dia mengaduk nya dengan sendok.
"Tapi itu emang fakta kok,aku dulu emang gendut,cupu,pake kacamata, mereka mungkin gak salah." Jelas Ilham , merasa pasrah dengan keadaan nya dulu.
"Gak, mereka itu salah,kamu gak seperti mereka bilang, bukti nya kamu sekarang berubah,kalau aja mereka ngeliat kamu sekarang,pasti mereka kaget bukan main,bahkan mungkin perempuan perempuan nyebelin yang dulu suka hina kamu pasti naksir sama kamu." Jelas Tanika panjang lebar,tak lupa dengan senyum manis penuh motivasi di akhir penjelasan nya.
"Kamu emang gak pernah berubah." Ilham kembali menyeruput kopi, setelah mengucapkan kalimat itu.
Tanika hanya terkekeh,
Suasana hening sejenak, mereka kini sibuk dengan pikiran masing-masing,
Suasana tenang dan angin malam yang sejuk, membuat Tanika kembali menyeruput kopi nya.Ilham menatap Tanika yang sedari tadi hanya menatap jalan raya,tanpa melihat nya.
"Tan ..kalau aku bilang aku mau kamu jadi pacar ..."
Tirilit tit teng nong teng nong ..
bunyi panggilanan masuk diponselnya Tanika menghentikan pertanyaan Ilham,Tanika sontak mengambil dan melihat ponselnya.
Panggilan masuk dari Faris.
Tanika segera berdiri,ia menatap Ilham.
"Maaf ya." Tanika mengangkat ponselnya yang berbunyi, mengisyaratkan kepada Ilham kalau dia harus menerima panggilan masuk itu.
Ilham yang mengerti ,dia pun mengangguk.
"Okey." Jawab Ilham.
Tanika segera meninggalkan tempat itu, untuk pergi menjauh dari Ilham.
"Ya, waalaikumsalam,ada apa?" Tanya Tanika, setelah mengangkat telpon itu.
"Sayang,maaf ya ..aku bakal pulang telat,kamu gak usah nungguin aku pulang,kamu langsung tidur aja, okey!?" Jelas Faris,dibalik telpon itu.
"Oh,ya udah iya." Jawab Tanika malas,karena merasa Faris tak peka pada nya.
"Ya udah,kamu masih sama Pak Ilham atau udah pulang?" Tanya Faris lagi.
"Masih, bentar lagi juga pulang kok." Jawab Tanika, berusaha menghilangkan kekecewaan nya.
__ADS_1
"Ya udah,aku tutup telponnya,kamu hati hati dijalan,jangan ngebut ngebut,love you sayang muaachh." Pamit Faris,tak lupa memberi cium jarak jauh pada Tanika.
"Ya udah, matiin aja." Jawab Tanika, masih sedikit malas menjawab,karena Faris akan pulang telat, padahal hari ini adalah hari ulang tahun Tanika.
"Ya udah, Assalamualaikum sayang." Pamit Faris.
"Waalaikumsalam."
Tutttttt .. panggilan pun diakhiri,Tanika dengan wajah cemberut nya, kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tas.
Tanika mencoba untuk menghilangkan rasa kecewa nya ,agar Ilham juga tak melihat nya.
Tanika kembali duduk dihadapan Ilham yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Ilham menaruh ponsel nya,ia menatap Tanika,ia tersenyum,, sedikit mengeryitkan dahi.
"Kamu kenapa? Siapa yang telpon?" Tanya Ilham,tahu raut wajah Tanika berubah setelah menerima telpon.
"Loh kamu kok bisa tahu sih ?,aku lagi gak baik baik aja." Tanya Tanika,. merasa gagal ingin menipu sahabat nya itu.
Ilham sedikit terkekeh, mendengar pertanyaan Tanika.
"Aku udah kenal kamu lama,jelas aku tahu kalau kamu lagi bedmood,emang kamu kenapa sih?" Jelas Ilham,merasa sahabat nya seperti lupa , mereka sudah bersahabat lama.
"Kesel sama orang yang gak peka." Jawab Tanika, cemberut.
"Oh,ya udah gimana kalau kita ilangin bed mood kamu? Gimana kalau beli eskrim?" Tanya Ilham berusaha mencairkan suasana hati Tanika.
Tanika sedikit mengeryitkan dahi,menatap Ilham tak percaya.
"Es krim?" Tanika tersenyum "okey deh,aku mau."
Ilham pun mengambil ponselnya yang diatas meja.
Mereka pun pergi dari Cafe itu,menuju ke sebuah minimarket dan membeli es krim disana.
°°°
"Udah siap nih bro." Ucap Banu yang baru selesai memasang lampu lampu kecil di bagian tiang tangga.
"Okey,bagus Ban,terus ini lampu yang lain nya gimana?" Tanya Faris, bingung menatap lampu besar di ruang tamu itu.
"Ya ampun ris,itu fungsi nya Rama disini,nanti dia bakal ganti sambungan nya ke lampu lampu kecil ini,bagus deh pokoknya,Lo tinggal siapin lilin aja,biar gue yang dekor, gue sekarang bakal jadi pawang cinta buat Lo hehe." Jelas Banu antusias,
Farispun mengambil lilin, memberikan nya pada Banu,Banu langsung saja mendekor tempat itu dengan lilin lilin indah tepat di depan tangga.Entah sejak kapan,tapi Banu begitu telaten merias lantai dengan lilin lilin aromaterapi yang membuat tempat itu terlihat begitu romantis.
Rama menuruni tangga, melihat Banu yang sedang menata lilin,Rama tertawa kecil,ia lalu memukul bahu Banu.
"Wih gue gak nyangka, ternyata anak basket romantis juga." Rama terkekeh melihat kelakuan Banu itu.
"Syuttt .. diem Lo,ini cara gue supaya bisa Bu Tanika mau bantuin gue PDKT sama Bu Sisil, kalau Bu Tanika suka,gue yakin Bu Sisil juga suka,nanti gue bakal pake cara ini kalau Bu Tanika suka." Jelas Banu,menatap Rama penuh percaya diri.
"Maksud Lo,Lo mau nembak Bu Sisil?" Tanya Rama tak percaya.
"Entar aja deh,Lo liat sendiri!" Banu menepuk bahu Rama,lalu berjalan menuju dapur berteriak memanggil Faris.
"Ris .. kue bolu nya dah siapkan?" Tanya Banu, mendekati Faris.
"Udah ni,gue sendiri yang bikin." Jelas Faris, menunjuk Bolu ulang tahun ke hadapan Banu.
"Wihhh .. enak ni kaya.." baru saja Banu ingin mencolek Bolu itu,Faris dengan sigap menarik nya.
"Enak aja Lo,ini buat istri gue, kalau Lo mau bikin aja sendiri." Tegas Faris,lalu kembali menyimpan bolu diatas meja.
"Ye elah Lo .. pelit sama temen sendiri,ya udah deh, sebagai gantinya gue sama Rama bantuin Lo,Lo harus bantuin gue juga nanti di Sekolah." Jelas Banu menatap serius.
"Bantuin apaan?" Faris mengeryitkan dahi,tak mengerti.
"Nanti aja deh." Banu mengambil kue didalam toples lalu memakan nya.
__ADS_1
"Ngomongin apaan sih Lo berdua? Pasti masalah nikah lagi deh." Tanya Rama, menghampiri Faris dan Banu didapur.Merasa kedua sahabatnya pasti membicarakan perihal pernikahan,pasalnya keduanya memang selalu membahas itu, terkadang hal itu juga membuat Rama merasa kesal, karena pembahasan mereka selalu sama.
"So tahu Lo!!" Jawab Banu.
"Ya kan biasanya juga kalian ngomong itu, oh ya Bu Tanika pulang jam berapa?" Tanya Rama, penasaran.
Faris melihat jam ditangannya.
"Gak tahu sih,kayanya bentar lagi deh." Kira Faris, berpikir mungkin istrinya akan pulang sebentar lagi.
"Kalau gitu,kita pulang yu ban!? Entar malah jadi bat nyamuk lagi." Ajak Rama pada Banu yang masih sibuk mengunyah kuenya.
"Okey deh kita pulang,inget ya ris bantuan." Banu menunjuk Faris, mengingat kan Faris akan permintaan nya tadi.
"Ya okey,nanti gue bantuin."
Faris pun mengantarkan kedua sahabatnya keluar rumah.
"Eh iya ris jangan lupa,lampu nya dimatiin, nanti bukan kejutan kalau lampu nya nyala." Jelas Rama sebelum keluar rumah, sementara Banu sudah berjalan menuju garasi mengambil motor nya
"Nanti gelap dong, gimana gue perfomance?" Tanya Faris yang memang belum mengerti konsep kejutan itu.
"Ini .." Rama menunjuk stopkontak samping pintu. "Nanti Bu Tanika bakal pencet stop kontak ini."
Trek,Rama memperagakan nya,menekan tombol distop kontak itu.
Dan .. gemerlap cahaya dari lampu kecil itupun mulai menyala, pemandangan yang begitu indah didalam rumahpun terlihat.Faris bahkan merasa kagum,itu memang sangat indah dan Tanika pasti akan menyukai nya, begitulah pikir Faris.
"Oh,okey okey bagus juga,Lo emang genius Ram,gue gak salah temenan sama Lo." Jelas Faris,merasa kagum dengan pemandangan dirumahnya , yang bak taman dengan lampu dan lilin romantis disana.
Trek,Rama mematikan kembali lampu itu.
"Ya udah,oh iya,Lo kabarin gue kalau berhasil,kalau bagus ini mau gue pake buat konsep direstoran,gue pulang dulu ya ..good luck bro!!" Rama meninju pelan bahu Faris.
"Okey thanks ya," jawab Faris, lalu melihat kepergian dua sahabat nya dari halaman rumahnya itu,kini motor Rama dan Banu pun keluar halaman rumah, setelah sebelumnya nya gerbang dibuka oleh satpam.
Beberapa menit kemudian,mobil Tanika berhenti disalah satu rumah yang tak jauh dari rumahnya,mobil Ilham yang sedari tadi mengikutipun,ikut berhenti.
Tanika turun dari mobil.
Tok tok.. Tanika mengetuk kaca mobil Ilham.
"Udah sampai sini aja!" Pinta Tanika pada Ilham, setelah Ilham membuka kaca mobilnya.
"Rumah kamu yang mana?" Tanya Ilham,ingin tahu.
"Rumah aku deket sini kok,kamu pulang aja,aku gak apa-apa,makasih ya udah anterin pulang,makasih juga buat es krim nya.Aku pulang ya.Assalamualaikum." Pamit Tanika,yang sedari tadi mengintip dari balik jendela mobil yang terbuka.
"Ya udah,okey, waalaikumsalam,kamu hati hati ya,oh ya ,kalau lain waktu kita jalan lagi boleh?" Tanya Ilham.
Tanika terlihat berpikir,
"Emmm boleh,itu kalau kita punya waktu,eh iya tadi kamu mau bilang apa ya? Maaf loh aku gak denger." Tanya Tanika,yang tiba-tiba teringat ucapan Ilham yang terpotong,oleh panggilan telpon nya tadi.
"Oh itu ..nanti aja,lagian gak penting kok." Jelas Ilham sedikit gugup.
"Oh okey deh,kamu boleh pulang ham,aku pamit ya, sekali lagi makasih." Pamit Tanika yang lalu berhenti membungkuk untuk melihat Ilham didalam mobil.
Ilham menjawab Tanika dengan senyuman,
Setelah Tanika berdiri tegak,Ilhampun menjalankan mobilnya.
Tanika menatap kepergian Ilham, setelah dirasa cukup jauh,Tanika bergegas menaiki mobil nya dan melajukan nya menuju rumah.
°°°
"Ya,memang tidak penting, tapi aku ingin mengungkapkan nya Tanika,bahwa aku mencintaimu dan kamu bukan sekedar sahabat atau pacar palsu dan mantan masa lalu,kamu lebih dari itu bahkan mungkin kamu adalah mantan terindah dihidup ku." Ucap Ilham dalam hati,disela sela aktivitas mengemudinya.
Angin malam yang sejuk,menambah kegundahan dalam hati Ilham dan hasratnya yang ingin segera mengutarakan perasaannya itu,tapi tentu saja tadi dia gagal.
__ADS_1