Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Cocok)


__ADS_3

Pulang sekolah seperti biasa,mobil Bu Tanika menunggu didepan minimarket.


Faris yang tahu istrinya sedang menunggu,ia segera menghampiri mobil itu dan masuk kedalam mobil.


Tanpa Paris sadari satu motor CBR 150R dan motor matic mengikuti mereka dibelakang,motor itu tak lain milik Rama dan Banu.


Mobil Tanika berhenti sejenak.


membunyikan klakson,menunggu Pak satpam membuka pintu gerbang.


Tuk tuk ..


Baru saja Tanika akan menginjak gas,karena gerbang sudah dibuka, seseorang yang tak lain Rama mengetuk kaca mobil Tanika.


Faris menepuk jidatnya perlahan,dia tahu yang mengetuk kaca itu Rama.


Tanika membuka kaca jendela dan kaget saat tahu muridnya yang melakukan itu.


"Raaama .." Tanika gugup melihat Rama dihadapan nya.


"Assalamualaikum Bu,saya boleh masuk kan?" Tanya Rama meminta izin masuk rumah, dengan senyum manis dibibirnya.


Tanika mencoba menghalangi Faris dengan tubuhnya,agar Rama tak mengetahui keberadaan Faris disamping Tanika.


"Maau apa kamu ke rumah saya?" Tanya Tanika masih gugup tapi tetap mencoba tegas.


"Ibu gak usah tutupin hubungan ibu sama Faris,saya udah tahu kok,saya mau silahturahmi aja,gak apa-apa kan?" Tanya Rama masih dengan senyum nya.


Tanika membulat kedua bola mata nya dengan sempurna.Tanika sangat kaget dengan penuturan Rama,Tanika langsung menatap Faris tajam, curiga Farislah yang membongkar rahasia itu.Sedang,yang ditatap malah menutup mata,takut gurunya itu memarahinya.Tanika melirik lagi Rama.


"Boleh kan Bu?" Rama bertanya lagi dengan ramah.


"Ya masuk !!" Tanika menutup kaca mobil,lalu melajukan mobil menuju garasi.


Rama dan Banu mengikuti mobil Tanika dengan motor mereka,memarkirkan nya tepat disamping jalan menuju garasi.


Dalam mobil Tanika menatap Faris meminta penjelasan.


"Bu mereka yang maksa saya cerita,ibu inget kan waktu ibu peluk saya di olimpiade,Rama liat itu Bu,dia curiga dan terus desak saya cerita,tapi ibu tenang aja mereka gak bakal bocorin hubungan kita" jelas Faris meyakinkan Tanika.


"Ya udah lah,lagian mereka udah tahukan" Tanika pasrah ,menghela nafas dengan kasar.

__ADS_1


Merekapun turun dan menyuruh Rama dan Banu masuk.


Rama,Faris juga Banu duduk di kursi meja makan bersama, sementara Tanika menyiapkan minum untuk mereka.


Tanika duduk disamping Faris,menyimpan minuman dihadapan mereka.


Sementara Banu dan Rama duduk bersebelahan.


"Maaf loh ya Bu ,kami lancang kesini tanpa bicara dulu sama ibu" jelas Rama dengan sopan.


"Tapi Bu,kita udah izin sama Faris kok,ya kan ris?" Banu menatap Faris dengan menaik turunkan halisnya.


Faris hanya menatap sebal pada Banu.


"Ya udah kalian kan udah tahu hubungan saya sama Faris,terus kalian mau apa?" Tanya Tanika to the point.


"Ibu jangan galak gitu Bu,kita cuma mau tahu rumah ibu,buat ikut tahlilan kakeknya Faris" jelas Banu mencoba menenangkan Tanika yang menatap kejam dia dan Rama.


"Oh gitu .. nanti dateng pas udah magrib" jelas Tanika,lalu meminum minuman dihadapan nya.


"Okey Bu" jawab Rama.


"Kita janji kok,kita gak akan cerita ke siapa siapa,kita mana tega ngusik pasangan yang cocok kaya kalian berdua" jelas Rama sedikit menggoda, membuat kedua orang dihadapan mereka merasa kan malu dan salah tingkah.


"Ya Bu ,kalian berdua cocok , pokonya kalian gak boleh pisah!? Okey!!?" Banu ikut ikutan menggoda dengan membulat kan jari telunjuk dan jempol nya, disertai senyum konyol dibibir nya.


Tanika semakin malu ia pun berdiri untuk menghindari rasa malunya,meski Tanika memang tampak salah tingkah.


"Kalian nikmati aja minumannya,kalau mau makan Faris tahu dimana makan nya,saya mau ke kamar dulu" Tanika mencoba tegas, menahan malu karena perkataan kedua muridnya yang dirasa Tanika cukup kurang ajar,tapi Tanika tak sanggup untuk memarahi keduanya.


Tak bisa dipungkiri memang,saat dua muridnya itu menggodanya ada sedikit rasa bahagia,dibilang cocok dengan Faris.


Setelah Tanika pergi meninggalkan tempat itu.


Rama meminum minuman nya,ia menatap Faris yang sedari tadi hanya diam.


"Tuh Ris,Lu liatkan Bu Tanika salah tingkah gitu ,dia berarti punya perasaan sama Lo, bukti nya dia malu dibilang cocok sama lu" jelas Rama setelah meminum minuman nya.


Banu mengangguk ngangguk setuju,sembari meminum minuman nya.


"Gue gak tahu lah" jawab Faris malas,lalu meminum minuman nya.

__ADS_1


"Ris berarti lu udah pernah itu dong sama Bu Tanika.." Banu memperagakan ciuman dengan kedua tangan nya.


Uhuk uhuk ..Faris langsung tersedak mendengar pertanyaan konyol Banu.


Sementara Rama,hanya menahan tawanya,dan melanjutkan minum.


"Dasar mesum Lu?! Uhuk uhuk .." Faris sedikit kesal dengan temannya itu.


"Sabar .. sabar bro .. nanya doang kali .." Banu kembali minum.


Faris berdiri lalu mengambil air mineral agar batuknya segera berakhir.


Sementara Tanika didalam kamar dia senyum senyum sendiri, mengingat kedua muridnya yang bilang dia dan Faris adalah pasangan yang cocok.


"Ah masa?? Aku cocok gitu sama Faris? Tapikan aku lebih tua sama dia? ..ah aku ini kenapa sih?? baper banget dibilang gitu aja.. " gumam Tanika yang duduk disamping ranjangnya.


Faris kembali duduk bersama temannya, saat dirasa tenggorokannya sudah membaik.


"Eh ram,emang bener gue cocok sama Bu Tanika?" Tanya Faris tiba tiba.


"Oh Lo penasaran, jadi Lo pikir yang gue omongin tadi bercanda gitu?" Tanya Rama dengan santai.


"Jadi bener cocok?" Tanya Faris lagi.


"Ya gue serius,gue bukan Banu yang suka bercanda" jelas Rama serius.


Faris tersenyum mendengar jawaban Rama.


"Langgeng terus ya bro .." Rama sedikit meninju dada Faris,memberi nya semangat.


"Kalau gue Ram, cocok gak sama Bu Sisil?" Tanya Banu tiba tiba,sambil menepuk nepuk dadanya.


"Lo Kenapa tiba tiba nanya gitu?Lo suka sama Bu Sisil?" Tanya Rama heran.


"Hehe .. gue mau ikutan kaya Faris,Bu Sisil kan juga lajang" Banu cengengesan.


"Iya tapi Lo harus pinter bahasa Jepang dulu,kalau mau sama dia" sindir Rama,karena memang bu Sisil adalah guru ekskul bahasa Jepang.


"Ye elah Ram,tapi kan Bu Sisil juga cantik,masih muda, mungkin umurnya baru dua puluh limaan,cocok lah sama gue yang ABG ini" jelas Banu dengan percaya diri.


Faris hanya terkekeh, sementara Rama berdecak,sembari menggeleng gelengkan kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2