Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Olimpiade sains)


__ADS_3

⏳ ⏳ ⏳


Cerita kembali ke lima tahun yang lalu,awal pertemuan dua insan yang harus terpisah,karena konflik cinta dan balas dendam.


POV : Faris


Tok tok ..


"Assalamualaikum" ucapku sembari membuka pintu ruang guru itu.


"Waalaikumsalam" terdengar jawaban serentak dari para guru.


"Duh lagi ada banyak guru kayanya" pikir ku sebelum membuka pintu.


"Masuk!!" Suara yang tak asing terdengar menyuruh ku masuk.


Aku memberanikan diri masuk membawa buku buku ditangan ku.


"Taruh disana ,dimeja ibu aja ris" pinta Bu Tanika guru Biologi ku.


Aku menyimpan tepat di atas meja beliau.Aku merasa agak canggung saat tahu diruang guru sedang ada rapat dan banyak guru disana.


"Tunggu ris!?" Langkah ku terhenti saat suara Pak kepala sekolah menggema diruangan itu.


Aku membalikkan badan ku dengan perasaan takut,jelas aku sangat takut,Pak kepala sekolah guru killer yang tatapan nya tajam bahkan seperti menusuk itu.


"Kamu kesini!?" Pintanya lagi masih dengan tatapan itu,yang udah lah ,hatiku pokonya gak bisa jelasin,jadi inget teman sebangku ku yang ditampar karena telat masuk Minggu lalu.


Tapi,sudahlah aku memberanikan diri.


"Ada apa pak?" Tanya ku dengan hati hati sesampainya di hadapan beliau.


"Kamu gantiin Anatasya buat Olimpiade sains bulan depan" Pinta nya masih dengan wajah dingin,dan tak perduli aku yang sudah merasa ingin copot jantung.


"Dan kamu Tanika .." Pak Kepala sekolah menunjuk guru Biologi ku."ajari Faris dalam waktu satu bulan"


"Baik pak" jawab Bu Tanika


"Ya sudah ..rapat selesai,saya harus liat kondisi Anastasya" Pak kepala sekolah itu langsung keluar tanpa permisi atau memandangku yang sedang bingung plus syok kaget dengan apa yang dia perintahkan, bagaimana tidak kaget aku disuruh ikut lomba Tingkat nasional dan belajar dalam satu bulan .. ah .. apa apaan ini ,aku masih mematung dan tak tahu harus bilang apa.


Tiba tiba suara seseorang menyadarkan ku dari lamunanku.


"Kamu ikut ibu sekarang ke perpustakaan,kita belajar mulai hari ini" Pinta Bu Tanika yang sedang membereskan tas nya.


"Ta .. tapi .. Bu .." aku gelagapan bingung harus bilang apa,aku benar benar tidak bisa,tapi juga tidak bisa menolak.


"Gak ada tapi ,ikut !!" Tegasnya sembari melewati ku yang belum selesai bicara.


Yah .. inilah nasibku ,Aku Juanda Alfarisi seorang murid kelas XI di disalah satu SMA di daerah Cilacap.


Awal hidup baruku yang bisa dibilang aneh,aku tidak pernah mengira semuanya akan menjadi lebih rumit dari ini.Padahal aku tidak bisa ikut belajar dengan Bu Tanika, karena kakek ku dirumah sedang sakit dan tentu saja aku harus merawat nya.


Tapi,aku juga tak bisa menolak,Pak Kepala sekolah yang memintaku,lagian kenapa juga, Anatasya diakan sudah terpilih ikut lomba kenapa malah aku yang menggantikan??


Aku memang sering punya peringkat pertama dikelas,tapi ini bukan waktu yang tepat, karena Kakek ku memang sedang sakit.


Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan aku terus menghela nafas,mencoba berpikir bagaimana cara aku mengatakan pada Bu Tanika yang saat ini sedang berjalan didepan ku.


Sampai lah kami di Perpustakaan.Bu Tanika nampak sedang memilih buku buku.


Sementara aku tanpa disuruh,aku langsung duduk saja.


Cukup lama aku menunggu Bu Tanika,dia langsung duduk dihadapan ku,menaruh buku dan menyodorkan nya padaku.


"Soalnya paling juga yang biasa kita bahas dikelas,cuma pasti ada tambahan dan ya ..itu belum kita pelajari,jadi kamu baca dulu buku ini,nanti tanya saya kalau ada yang gak kamu ngerti" cerocos Bu Tanika tanpa membiarkan ku membuka mulut.


Aku melihat Bu Tanika yang nampak mau membuka tas nya,aku pikir dia tak menyadari nya,tapi ..


"Ada apa? Kamu udah faham? kok gak baca?" Tanyanya lalu melihat ku


"Nggak Bu bukan itu .. tapi .. saya mau tanya kenapa saya jadi gantiin Anatasya?" Tanya ku penasaran.


"Oh itu , Anastasya kecelakaan dia harus dirawat dirumah sakit,kemarin waktu dia izin pulang ke Garut mobil nya masuk jurang" jelas Bu Tanika

__ADS_1


"Inalillahi .. yang bener Bu?" Aku kaget langsung melotot menatap Bu Tanika.


"Iya bener,kamu jadi gantiin dia" jawab nya santai,lalu mengeluarkan ponsel nya.


"Tapi aku gak bisa Bu" jawabku jujur.


"Loh kenapa? Kamu itu kan pinter ris,kamu gak mau banggain sekolah kita?" Tanyanya agak kaget dengan pernyataan ku.


"Soal itu saya juga mau,tapi kakek saya lagi sakit Bu,jadi saya harus rawat dia" jelasku


"Kan ada orang tua kamu yang jaga" Bu Tanika begitu enteng menanggapi penjelasan ku.


"Ibu saya di Arab Saudi kalau bapa ,saya gak tahu bapa saya dimana" aku agak tersinggung dengan tanggapan Bu Tanika,tapi aku berusaha maklum, beliau memang guru baru yang belum tahu bagaimana aku dan keluargaku.


"Oh ya ampun maaf.. " nampak Bu Tanika menyesal dengan tanggapan nya tadi "terus kakek kamu sakit apa? Parah banget?" Kini Bu Tanika memasang wajah khawatir yang imut ,duh aku belum pernah melihat nya seperti itu,wajahnya selalu tegas kalau dikelas.


"Stroke Bu,dia cuma tidur dikasur aja seharian,jadi aku harus rawat dia" aku menatap Bu Tanika dengan tatapan sedih mengingat kondisi kakek dirumah.


"Oh gitu ya, duh gimana ini? saya juga gak tega sama kakek kamu,tapi juga Pak Kepala sekolah nyuruh kamu yang ganti" Wajah Bu Tanika sangat bingung dia lalu mengetik sesuatu di ponselnya.


"Kalau begitu tunggu sebentar biar ibu telpon Pak kepala sekolah buat ganti aja orang nya jangan kamu,kamu tunggu disini okey" Bu Tanika berdiri, memundurkan kursinya lalu keluar perpustakaan.


Dapat ku lihat Bu Tanika sedang berbicara ditelpon dan wajah yang awalnya ceria itu langsung berubah kecewa setelah mendapat jawaban dari orang dibalik telpon.


Bu Tanika kembali dengan wajah kecewa nya.Ia duduk dengan lesu dihadapan ku.Dia mengawali pembicaraan nya dengan menghela nafas.


"Maafin ibu ya ris,kaya nya kamu ga bisa diganti,soalnya kata Pak Kepala sekolah setelah Rama dan Anatasya ,nilai kamu yang paling bagus"


Aku tertunduk lesu dan menghela nafas.


"Tapi ibu punya ide,ayo kita pulang ke rumah kamu, nanti ibu ajarin kamu setelah kamu udah ngerawat kakek kamu, biasanya jam berapa kamu beres ngerawat kakek kamu?" Tanya Bu Tanika, Pertanyaan yang emang aneh, sampai seperti itu Bu Tanika mau mengajari ku,aku sebenarnya tak habis pikir tapi akhirnya ku jawab juga pertanyaan Bu Tanika yang aneh itu.


"Jam tiga sore Bu,tapi Bu rumah saya gak bagus Bu ,saya malu kalau ibu kesana" jelasku dengan agak tertunduk.


"Gak apa-apa,saya bakal kesana,jadi kita bisa belajar sampai isya paling,ibu gak punya pilihan lain , olimpiade nya satu bulan lagi,jadi kita harus ngejar materi" jelas Bu Tanika lalu membereskan buku buku tadi dan membawa kepangkuan nya,nampak saat Bu Tanika akan mengambil tas nya ia kesulitan karena banyak nya buku yang dia bawa.


Aku pun berinisiatif mengambil buku buku yang dia bawa.


Bu Tanika tersenyum padaku,lalu menyodorkan buku buku itu ke tangan ku.


"Makasih,ya udah kamu ikut saya , pulang nya naik mobil saya" perintah Bu Tanika sembari menyimpan tas dibahu kanannya.


"Tapi Bu .." aku masih merasa tak enak dengan tawaran Bu Tanika.


"Udah gak apa-apa,jadi saya nanti bisa tahu rumah kamu dimana" Jelas Bu Tanika lalu berjalan keluar perpustakaan.


Akupun dengan pasrah mengikuti nya.


Aku menaiki mobil sedan miliknya,kini juga aku duduk disamping Bu Tanika yang sedang mengemudi.


Mobil yang bagus pikir ku,ini memang pertama kali nya aku naik mobil bagus,ya .. mana mungkin aku naik mobil bagus untuk biaya kakek berobat saja aku tidak punya,aku sendiri bisa makan karena transferan uang dari ibu yang bekerja di Arab Saudia.


Aku merasa cukup nyaman naik mobil itu,meski jalan kerumah memang tidak bagus dan banyak lubang.


"Ris rumah kamu dimana sih kok jauh banget,mana jalan nya jelek lagi" keluh Bu Tanika yang mulai kesal karena jalan yang kami lewati memang gak ada bagus bagus nya.


"Rumah saya di dekat kebun Bu,jadi masih lumayan" jawab ku cengengesan.


"Kamu tiap hari jalan sini,naik apa?kayanya gak ada angkot" tanya Bu Tanika wajahnya terlihat khawatir dan agak heran.


"Saya biasa naik ojek Bu atau jalan kaki" jawabku apa adanya.


"Hah??! Jalan kaki ?!" Bu Tanika melototiku


"Jangan gila kamu jalan kaki , sejauh ini?!" Tanya nya lagi masih tak percaya.


"Iya Bu lagian,saya cari pahala juga Bu,kan mau nuntut ilmu" jawabku dengan masih cengengesan.


Bu Tanika menghela nafas.


"Saya kagum sama kamu niat kamu buat belajar juga bagus,kamu bahkan sampai rela jalan dijalan kaya gini tiap hari" puji Bu Tanika sambil tersenyum manis.


Ya ampun senyum nya .. dia itu guru yang perpect banget sih,bukan cuman masih muda dan cantik,, beliau juga sudah jadi guru diusia mudanya,aku hanya tersenyum menanggapi pujian nya.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit kami sampai dirumah ku,Bu Tanika memarkirkan mobilnya tepat disamping rumah ku.


Rumah ku memang sangat sederhana dan juga kebetulan di RT ku rumah cukup jarang jarak nya,jadi cukup leluasa untuk memarkir mobil Bu Tanika.


Bu Tanika ikut turun saat aku turun mobil.


Cukup banyak orang yang memandangi ku turun dari mobil mewah itu, apalagi ibu ibu yang mulai bisik bisik saat Bu Tanika keluar mobil bersama ku.


"Ini rumah kamu?" Tanya Bu Tanika sambil menunjuk rumah ku heran.


"Iya bu,maaf ya Bu gak bagus" jawabku ikut memandang rumah yang hanya terbuat dari batu bata dan bilik bambu itu.


"Ya udah Bu,masuk dulu saya buatin minum sekalian" pinta ku sembari mengiring nya masuk rumah.


Bu Tanika tak menjawab dia malah celingak-celinguk melihat sekitar dan juga rumah ku, aku tahu pasti dia sangat heran dengan rumah ku,dan pasti lebih heran lagi karena aku bisa masuk sekolah seelit sekolah ku itu,ya karena memang aku masuk sekolah itu karena beasiswa.


"Ayo Bu duduk dulu" aku menyuruh Bu Tanika duduk di sofa yang sudah pudar warnanya itu.


Bu Tanika duduk lalu tersenyum pada ku.


"Bentar ya Bu aku ambilkan minum" aku menaruh buku buku di meja samping sofa ,lalu pergi ke dapur mengambil kan air minum untuk Bu Tanika.


Saat aku datang Bu Tanika masih celingak-celinguk melihat isi rumah ku yang sederhana itu,hanya ada satu sofa usang ,televisi, beberapa figura,lemari,juga satu meja biasa yang ditaruh disamping sofa .


"Diminum dulu Bu" aku menaruh air putih dihadapan Bu Tanika lalu duduk disampingnya.


"Gak apa-apa kan Bu air putih aja" jelasku agak malu dan ragu Bu Tanika tak mau menerima nya.


Tapi ternyata dia malah tersenyum.


"Iya gak apa-apa,ibu minum ya" Bu Tanika mengambil lalu meminum air putih digelas itu.


"Oh iya maaf loh sebelum nya,emang ibu kamu belum pernah pulang?" Tanya Bu Tanika, seperti nya dia memang mulai penasaran dengan hidupku.


"Gak bu,paling kalau lebaran" jawabku lalu meminum air putih yang ku bawa juga untuk ku sendiri.


"Oh .. tapi ibu kamu udah tahu kondisi kakek kamu?"


"Tahu,tapi dia gak bisa kasih uang lebih buat berobat kakek" jawab ku sembari menaruh gelas kembali.


Bu Tanika nampak iba kepada ku, tiba tiba dia memegang bahuku lalu mengusap ngusapnya dengan lembut,aku merasa terharu aku seperti bertemu ibu yang lama tak ku temui.


"Kamu yang sabar ya,anak pinter kaya kamu pasti nanti bakal sukses" Bu Tanika tersenyum lembut padaku.


"Iya makasih Bu,eh iya Bu saya mau langsung bersihin kakek,kasihan soalnya dari pagi saya belum sempet washlap dia" aku beranjak dari duduk ku.


"Okey kalau gitu" Bu Tanika kembali senyum padaku,ia lalu melihat jam tangan putih di pergelangan tangan nya.


"Kamu yakin beres jam tiga,ini udah jam dua siang loh?" Tanya Bu Tanika.


Benar juga ,karena hari ini hari Senin waktu pulang sekolah jadi telat,aku langsung panik dan memandang Bu Tanika.


"Saya akan usaha kan Bu" aku meyakinkan Bu Tanika lalu pergi beranjak ke kamar mandi.


Aku langsung mewashlap kakek juga menyuapi beliau makan, setelah nya aku beres beres rumah, mengambil jemuran, mencuci piring juga memasak,aku memasak cukup banyak ,karena aku kira Bu Tanika juga butuh makan,kami kesini tanpa makan siang dulu tadi.


Aku menengok jam usah di dinding dapur,jam menunjukan pukul 15.00 tepat,aku benar benar kaget,lalu mempercepat masakku.


Aku keluar untuk melihat Bu Tanika ,aku kaget melihat bu Tanika sudah tertidur lelap di sofa usang ku dengan posisi terduduk dan wajah nya yang tertunduk.


Aku merasa kasihan dan mencoba membetulkan posisi tidur nya,ku taruh bantal disisi sofa,ku coba tidurkan kepalanya dan kulentangkan kakinya disisi sofa yang lain,ku ambil tas yang dia pegang.Sepertinya Bu Tanika ini sangat lelah,bahkan dia tak bergerak saat posisi tidur nya ku betulkan.


Aku menghela nafas saat berhasil menyelimuti nya.


Aku menatap keluar jendela,nampak hujan begitu deras juga kilat yang sesekali terlihat di langit.


"Hmm .. hujan .. bagaimana Bu Tanika ya,apa dia harus menginap disini? Tapi aku tidak punya kamar lagi" aku menghela nafas,tentu saja aku tak punya kamar lagi, karena dirumah ini hanya ada dua kamar,kamar aku dan kakek.


Aku mencium bau badan ku sendiri.


"Ieyuhhh .. aku bau sekali,aku lebih baik mandi sekarang,aku gak mungkin bangunin Bu Tanika kan? Nanti saja kalau aku sudah mandi"


Aku melenggangkan kaki ku menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2