Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Pulang Malam)


__ADS_3

FOV : Tanika


Ini sudah satu minggu sejak aku melarang Faris untuk bekerja.Tapi semenjak saat itu juga,Faris selalu pulang malam,ia pulang pukul 20.00 malam,tapi juga setelah pulang Faris selalu belajar,dia selalu menemui ku dikamar untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang tidak dia mengerti,atau dia datang untuk meminta ku mengajarinya.


Pernah satu hari aku bertanya, kenapa dia pulang telat,jawaban Faris selalu sama, belajar kelompok atau belajar dengan Rama.


Aku tak curiga dia bekerja,ya ..karena aku pikir dia benar benar belajar bersama.


Toh,aku juga gak berhak ikut campur urusan nya,yang ku lakukan hanya bertanya dan mengingat kan nya tentang hal penting seperti sholat atau makan malam.


Malam itu,saat aku menjelaskan sesuatu dibuku yang ku pegang,aku melihat tubuh Faris terlihat lemas,wajahnya juga agak pucat.


Aku teringat sesuatu,tadi dia pulang kehujanan dan basah kuyup,aku kira dia masuk angin.Aku merasa tak tega jika harus melanjutkan belajar.Akupun menutup buku yang ku pegang.


"Loh Bu,kok ditutup? baru juga kita mulai,ada banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan" Faris menolak perilaku ku barusan,ia masih mencoba semangat meski aku tahu,dia tak terlihat baik baik saja.


"Udah ah,kamu pikir dengan mata sayu kamu itu,kamu bisa fokus, mendingan kamu tidur aja, istirahat gih,lagian kamu tadi udah belajar juga kan?" Cerocos ku agar Faris mengerti untuk dia istirahat saja, dengan kondisi nya yang seperti itu.


"Tapi Bu.." Faris semakin terlihat pucat saat memelas seperti itu.


"Udah kamu istirahat aja,kalau kamu sakit, jatuh nya nanti malah jadi lebih repot,gak bisa ikut olimpiade gimana? Mending kamu istirahat aja,besok kita lanjut" jelasku sembari membereskan buku buku dihadapan ku.


"Ya udah ,kami istirahat aja" aku lalu berdiri,menepuk bahu Faris.


Faris hanya tersenyum kecil,menatapku.


Aku keluar kamar itu.


Keesokan harinya,Aku seperti biasa masak untuk sarapan,tapi kali ini,aku sarapan sendiri.


Faris,dia entah kemana, mungkin dia tak akan sekolah hari ini,aku jadi khawatir dengan keadaan Faris, mungkin dia sakit ya?? Semalam kan wajahnya udah pucat gitu.


Aku lalu memutuskan menemui Faris dikamar nya, seusai aku menyelesaikan sarapan ku.


"Risss .." Panggil ku sembari membuka pintu.


ampun ..anak itu,dia masih tidur di kasur nya,aku lalu mendekatinya disamping ranjangnya.


"Ris bangun .." Aku membangun kan Faris, dengan menggoyangkan kedua bahunya.


"Mmm .. mmm mamah" Faris malah mengigau memanggil ibunya, seperti saat dia sakit perut waktu itu.


Aku menempelkan tanganku di dahinya,


Astaghfirullah .. anak ini,dahinya panas sekali,dia pasti sakit.


"Ris, kamu sakit lagi ya?" Aku mencoba bertanya padanya,meski memang dia tak menjawab pertanyaan ku itu.Ia masih terus saja mengigau ibunya.


Aku keluar kamar,lalu mengambil air dalam baskom juga handuk untuk mengompres Faris.


Ku letakkan handuk kecil di dahi Faris.


Wajah Faris nampak memerah,karena memang suhu tubuhnya panas sekali.


Aku terus berusaha mengompres dahi Faris,ku ganti sesekali ketika hangat dihanduk itu berkurang.


Drrrtttt Drrrtttt, tiba-tiba ponsel disaku ku bergetar.

__ADS_1


Ternyata itu panggilan dari Pak Ilham , Kepala sekolah ditempat ku mengajar.Ku sentuh tombol hijau diponselku.


"Assalamualaikum pak" ucapku.


"Waalaikumsalam,kamu dimana? Ada rapat hari ini." Tegas kepala sekolah itu,dari balik telpon.


"Maaf Pak,saya gak akan masuk soalnya .." aku sedikit berpikir, alasan apa yang bagus ku berikan,tak mungkin kan?aku bilang Faris sedang sakit dan aku harus menemani nya.


"Kenapa?" Tiba-tiba suara dibalik telpon itu mengagetkan ku.


"Ee .. saya sakit Pak" Akhirnya,ku temukan alasan ,yang sudahlah...menurut ku itu terbaik.


"Kamu dirawat dirumah sakit mana?" Tanya Pak Ilham,yang membuat ku sedikit menggeryitkan kan dahi, karena heran dengan pertanyaan,yang terkesan sebuah perhatian itu.Pak Ilham adalah orang yang dingin,yang jelas tidak mudah mendapatkan perhatian nya.


"Saya istirahat dirumah saja Pak,saya hanya butuh istirahat" jawabku sekenanya,karena memang tak mau membawa embel embel nama rumah sakit.


"Ya udah, cepat sembuh" Lalu panggilan itu diakhiri, setelah kalimat dengan nada dingin,namun terkesan sebuah perhatian itu.


Aku melihat layar ponsel ku yang sudah terputus panggilan itu.


"Dasar !! padahal kalau mau perhatian, perhatian saja" gerutuku,sambil sedikit memonyongkan bibirku.


Aku menaruh kembali ponsel di saku baju ku.


Ku lihat Faris,aku mengambil kompresan didahinya,Ku kira panasnya sudah turun.


Kini Faris nampak tertidur,mungkin karena panas nya sedikit berkurang.


Aku mencari sebuah kotak P3K di laci, aku mengambil nya, menyimpan nya di atas nakas.


Aku memutuskan untuk keluar kamar Faris saja.Tentunya,aku ingin menganti seragam ku dulu.


"Faris kamu bangun?" Aku agak heran,Karena aku kira dia sudah tidur.


Aku kembali duduk.


"Kamu makan dulu ya?! nanti minum obat,ibu ambil dulu makan nya di dapur" aku mengelus punggung tangan Faris.


Dengan mata sayu,wajah pucat itu memandang ku sendu.


"Bu .." akhirnya,Faris mengeluarkan kata dari mulut nya,meski terlihat lemas.


"Kamu istirahat aja okey?! ibu ambil kan makan untuk kamu"


Aku melepaskan genggaman Faris perlahan, mengambil kan makan untuk nya.


Dengan susah payah aku menyuapi Faris makan,Ya .. Faris terus saja bilang makanan nya tak enak,tentu saja, karena sedang sakit,mana ada makanan enak.


Setelah Faris memakan sekitar setengah makanan yang ku bawa,ku suapkan obat pula padanya.


Selesai itu, Faris memegang tangan ku.


"Bu ..maaf" tiba-tiba Faris meminta maaf,aku tidak mengerti kenapa dia meminta maaf.


Faris mencoba duduk,aku membantu nya duduk.


"Bu ..maaf saya bandel terus" aku mengeryitkan dahi,tak mengerti maksudnya,Bandel apa?

__ADS_1


"Saya juga mau bilang terima kasih, ibu selalu rawat saya kalau saya sakit".


Aku mencoba memikirkan maksud Faris ,aku baru sadar mungkin maksud Faris bandel,karena dia selalu pulang malam akhir akhir ini.


"Ya itu,kamu emang bandel,karena terlalu banyak untuk belajar,kamu selalu pulang malam,saya gak ngerti kamu belajar apa dari jam satu siang sampai jam delapan malam? dan lagi,saat dirumah, kamu masih minta diajari, terakhir kali kamu pulang jam sepuluh,baru ketika kamu sakit ,kamu pulang lebih awal" Jelasku mencoba mengingat kejadian beberapa hari terakhir.


Faris tersenyum sendu melihat ku nyerocos, mengingat kan dia tentang kelakuannya beberapa hari kemarin.


"Dan lagi,kamu kehujanan pas pulang kemarin, mulai sekarang kamu jangan kerja kelompok sampai malam lagi,lagi pula ada guru kamu kan dirumah ini" Akhirnya, untuk pertama kali nya aku melarang dia untuk belajar tak terlalu banyak, memang pada awalnya aku tak melarang,tapi kali ini aku sadar,Faris terlalu kelelahan hingga sakit karena belajar terlalu keras.


Faris menatap ku seakan tak setuju,tapi nampak nya juga,Faris tak bisa berdebat dengan ku saat ini.


"Mulai sekarang kamu belajar dirumah saja dan jangan ..." Kalimat ku terhenti.


Tiba-tiba Faris menaruh jari telunjuk nya di bibir ku ,agar aku berhenti bicara.


Aku diam,saat telunjuk itu berada tepat mengenai bibir ku yang kini tertutup,karena apa yang Faris lakukan.


Mataku sedikit melotot,juga mengedarkan pandangan nya ke sekeliling,karena aku tak ingin melihat mata yang kini menatap ku dengan lekat


"Ibu ..ibu tahu? Kalau ibu ngomel dan nyerocos kaya gitu,ibu bener bener manis" Faris menarik tangannya,dia tersenyum pada ku dengan pandangan yang tak ku mengerti.


Entah seperti apa warna wajahku yang sedang malu, mendengar gombalan Faris itu.


Aku berusaha memalingkan wajahku dari pandangan nya, dengan menatap kebawah.


Faris mengangkat wajahku dengan tangan nya,hal itu kembali mengacaukan detak di jantung ku.Mata Faris menatap ku tepat di bola mataku.


"Bu .. terima kasih ya, ibu jangan malu malu gitu, kalau ibu terus menghindari pandangan saya,bisa bisa jatuh cinta sama saya" Faris mengatakan itu dengan percaya diri,mata nya juga tak lepas memandang mataku.


Entah bagaimana caranya,tapi Faris menarik dagu ku perlahan, mendekat kan wajahku,tepat di depan wajah nya,kini wajahku seperti sudah tak memiliki jarak dengan wajah Faris,bahkan kini aku bisa merasakan nafas Faris yang memburu,dia perlahan mencoba mendekatkan bibirnya dengan bibirku.


Nafasku ikut memburu ,juga detak jantung ku semakin tak karuan,Aku sudah tak bisa menahan detak jantung yang semakin kencang,entah karena apa,aku memejamkan mataku,saat Faris semakin mendekat kan bibirnya dengan bibirku.


"Faris" aku menghentikan aksi Faris yang akan mencium bibir ku,aku menahan nafas ku yang semakin memburu, mencoba membuat nya menjadi normal,aku meremas baju Faris menahannya,agar dia tak melakukan apa yang ingin dia ingin lakukan tadi.


Aku perlahan membuka mataku,aku menundukkan wajahku menatap dada bidang anak itu,aku meremas sprei dengan tangan kiri ku, sementara tangan ku masih meremas dada Faris agar dia tak melanjutkan aksi nya.


Faris menempelkan pipinya dipelipisku,Faris membisik kan sesuatu di telinga ku.


"Saya mohon Bu!! jangan tahan diri ibu,saya gak akan nyakitin ibu,saya janji bakal ngelakuin nya pelan pelan" Faris berbisik dan masih ku dengar nafas Faris semakin memburu ditelinga ku, nampak nya dia sedang menahan nafsunya yang sedang bergejolak saat ini.


"Nggak,saya nggak bisa Faris" Masih dengan menahan nafas ku yang memburu, aku memeluk tubuh Faris.


Aku sedikit meremas punggung Faris,entah kenapa aku pun terasa tak sanggup menahan gejolak didada yang menginginkan pelukan yang lebih erat dari ini.


Faris balas memeluk ku lebih erat,dia membuka kerudung ku perlahan,dia mencium leher ku dengan lembut.


Nafasku semakin memburu,aku semakin meremas punggung Faris, menikmati setiap sentuhan Faris di leherku.


Astaghfirullah ..


tiba tiba aku tersadar,lalu menghentikan aksiku ke tubuh Faris,aku mendorong tubuh Faris perlahan,menahan hatiku yang begitu tak karuan,nafasku pun masih ku coba buat normal.


"Ini salah Faris!! kiita gak bisa ngelakuin ini"


Aku lalu berdiri,nampak kekecewaan diwajahnya Faris,tapi dia pun tak berusaha menarik tangan ku lagi.

__ADS_1


"Sekarang kamu lebih baik istirahat, supaya kamu cepat sembuh,ingat !! olimpiade nya tinggal dua mingguan lagi" tegasku,lalu keluar dari kamar Faris.


__ADS_2