Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Kepergian)


__ADS_3

"Mana papa Lo sendiri?" Tanya Ilham,saat melihat kakaknya mendekat.


"Ya gue sendiri,papa sibuk." Jawab Galang dengan tenang,namun masih jelas terlihat ada raut kecewa diwajahnya,kecewa karena papa nya memang selalu bersikap cuek,acuh tak acuh kepada dua anaknya itu.


"Terus buat apa Lo bawa cewe itu?" Tanya Ilham, menunjuk si wanita dengan dagunya yang sedikit diangkat.


"Dia bakal jagain Lo selama Lo disini,karena Lo emang harus dirawat juga melakukan berbagai pemeriksaan,bahkan kalau Lo mau,gue bakal bawa Lo ke Jerman buat bikin kaki palsu,supaya Lo bisa jalan bebas seperti semula." Jelas Galang panjang lembar.


"Maksud Lo!! Gue buntung?" Tanya Ilham mengerutkan alisnya ,tak percaya ia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya hingga perut itu,


Benar saja ,salah satu kaki Ilham memang sudah tidak ada,kaki itu lebih tepatnya kaki kanan.Kaki itu terjepit disela badan mobil yang hancur dan harus rela diamputasi.


"Gak .. gak mungkin .. gue gak mungkin buntung!!" Ilham meronta,ia ingin berdiri, tapi tak bisa karena kini kaki sebelah nya memang sudah diamputasi.Ia menjerit sekerasnya "Tidak!!!! Tidak mungkin .. " dia meremas rambut nya sendiri,mengacaknya ,Ilham benar benar frustasi juga sakit dihatinya kini bertambah,ia tak menyangka Tuhan tak sekedar menguji hati nya tapi juga fisiknya,yang kini dibuat cacat.


"Kemana Lo bawa kaki gue hah??" Kini Ilham menatap tajam kakak kandung nya itu. "Kenapa Lo buntungin kaki gue hah??!!" Terlihat jelas amarah juga kepiluan dihati Ilham,menatap dengan mata memerah yang siap menumpahkan air matanya.


Galang mendekati adiknya itu, mengusap lembut rambut nya,Ia benar benar sangat tak tega, melihat kondisi Ilham yang jelas terguncang,dengan kecelakaan yang menimpa nya.


"Lo harus tenang ham,gue bakal lakukan apa aja buat nyembuhin Lo,gue janji Lo bakal bisa normal seperti sedia kala." Jelas Galang,yang kini tubuhnya dipeluk Ilham,Ilham merasa sangat sakit. Galang mengusap lembut rambut adiknya, berharap adiknya bisa tenang.


"Terlambat kak,Lo gak akan bisa balikin segala nya." Ilham mendorong tubuh kakak nya itu,nampak jelas amarah dimatanya,Ilham kembali teringat, Tanika yang telah pergi dan kepergian nya menghancurkan hati Ilham,tentu jelas sekali,hati Ilham yang telah hancur itu,tak akan pernah bisa diperbaiki.

__ADS_1


"Lo keluar sekarang kak!! Percuma semuanya udah terlambat,gak akan ada yang bisa jadi semula,semua nya udah hancur termasuk hati gue,Lo keluar sekarang!! Gue gak butuh Lo,jangan lupa Lo bawa cewe itu." Jelas Ilham panjang lebar,merasa putus asa dan tak ada harapan baginya.


"Ham .." lirih Galang , melihat luka yang tersirat jelas diwajah adiknya.


"Pergi kak!! Pergi!!" Teriak Ilham,bergema di seluruh ruangan VVIP itu.


Ilham dengan terpaksa membawa serta perawat itu,keluar dari ruangan Ilham, mungkin satu satunya cara adalah dengan membiarkan Ilham sendiri untuk menenangkan dirinya.


°°°


Sudah lewat jam kerja Faris,Faris benar dengan perkataan nya,ia memang pulang telat hari ini.


Tanika biasanya tak pernah menunggu,tapi kali ini,rasa kantuk tak kunjung menghampiri nya,ia masih bergulat dengan pemikiran nya tentang kejadian siang ini.


"Assalamualaikum." Ucapan salam dari Faris, membuyarkan lamunan Tanika,Tanika segera berdiri, menyambut kedatangan suaminya,mencium tangan Faris.


"Waalaikumsalam."


"Kamu kok belum tidur?" Tanya Faris heran,mendapati istrinya masih melek dimalam selarut ini.


"Aku gak bisa tidur." Jawab Tanika,mencoba tersenyum menutupi kegelisahan nya.

__ADS_1


Faris rupanya,bukan orang yang mudah dikelabui,nyatanya Faris tahu,wajah Tanika menutup nutupinya sesuatu dibalik senyum yang terlihat getir itu,ada kegelisahan juga rasa takut dimata Tanika.


Faris sedikit menunduk, menyetarakan tinggi dengan Tanika,ia memegang lembut kedua bahunya.


"Kamu kenapa hmm? Aku tahu ,kamu gak baik baik aja." Tanya Faris dengan lembut.


Rasa takut juga gelisah sedih yang bercampur aduk,kini tak dapat Tanika simpan lagi, dengan segera ia peluk tubuh suaminya itu, memeluk nya dengan erat, membuat Faris sedikit mengerutkan dahi,tak mengerti kenapa dengan istri nya itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Faris cemas,mengelus lembut rambut Tanika.


"Aku takut ris, Ilham udah tahu semua nya,Ilham udah tahu hubungan kita,aku takut Ilham bisa nekat misahin kita ris." Jelas Tanika didalam pelukan Faris, dapat Faris dengar pula,Tanika terdengar menangis disela penjelasan nya.


Faris tercengang tak kalah kaget, dengan Tanika saat pertama kali ketahuan rahasia hubungan nya.


Faris mencoba tenang,tak ikut panik ,meski hati nya merasa kan hal yang berbeda.Faris mendorong lembut Tanika,ia kembali menyetarakan tinggi dengan Tanika,ia mengusap air mata yang lolos dari mata Tanika, mengusap nya lembut lalu berkata ..


"Kamu jangan khawatirin itu,apapun yang terjadi,aku akan tetap ada buat kamu,aku akan tetap bersama kamu,aku gak akan pernah ninggalin kamu." Jelas Faris, menyatukan sepasang bola matanya dengan bola mata Tanika,memberi keyakinan pada Tanika,bahwa mereka memang tak akan pernah terpisah.


Tanika yang masih berkaca kaca,ia menatap Faris tepat dikedua bola matanya,ia meyakini satu hal,Faris memang tak akan pernah pergi darinya.


"Ris .." lirih Tanika "kembalilah jika suatu saat kamu pergi ris,jangan pernah tinggalin aku Ris,aku sayang kamu Ris,aku gak pernah mau kehilangan kamu." Takut sekali Tanika,jika suatu saat hal buruk menimpa Faris atau kehancuran yang terjadi pada rumah tangga nya.

__ADS_1


"Ga sayang, aku gak akan pernah pergi,aku pasti kembali buat kamu,sejauh manapun aku berjalan." Faris menarik tubuh istrinya,merengkuhnya dalam pelukan.


Pelukan yang memang selalu menenangkan keduanya,sungguh tak terbayang bagi mereka,jika suatu saat mereka harus berpisah, meninggalkan segala cinta dan kasih sayang yang mereka bangun selama ini.


__ADS_2