
Semburat cahaya diufuk timur terlihat indah,menerpa setiap benda yang ia jangkau.
Berdiri dilantai paling atas hotel itu,menghirup udara segar,juga cahaya mentari yang hangat menyentuh setiap inci kulit,suara manis seorang gadis menyadarkan Tanika dari lamunan nya.
"Mama .." Teriak Rista, gadis yang masih digendong Ayu, sebelumnya ayu memang membisik kan keberadaan sang ibu pada cucu kecilnya itu.
Tanika membalikkan badan,ia tersenyum lalu mengambil alih Rista dari gendongan Ayu, setelah ayu memang sudah berada dihadapannya.
"Gimana tidur kamu nyenyak?" Tanya Ayu,ibu dari Faris.
Wanita paruh baya itu menatap indah pemandangan dihadapannya.
"Alhamdulillah ma eh Tante," Tanika sedikit menjeda ucapan nya. "Maaf Lo Tan,aku udah kebiasaan jadi salah terus manggil Tante." Tanika terlihat menyesal mengatakan itu.
"Mama turun!!" Pinta Rista ingin turun,Tanika menuruti keinginan putri nya itu,Tanika masih memegangi kedua bahu Rista,takut gadis kecil itu lari dan jatuh.
Rista terlihat menikmati menghirup udara segar pagi itu.
Ayu tersenyum,ia menoleh menatap Tanika.
"Tan," Ayu menyentuh bahu Tanika sekilas, "kamu udah mama anggap anak sendiri,jadi kamu jangan sungkan panggil mama." Jelas mantan ibu mertua nya itu dengan begitu lembut dan tulus.
Tanika tersenyum,
"Makasih ma,"
"Oh ya, Faris udah bilang sama mama,kalau dia pengen kamu nikah lagi sama dia,gimana pendapat kamu?" Tanya Ayu begitu hati hati.
Tanika terlihat menunduk,mengelus lembut rambut Rista.
"Aku gak tahu ma,aku ngerasa semua yang terjadi sama aku selama ini udah jadi bukti aku gak pantas buat Faris, saat Faris udah akuin Rista sebagai anaknya,aku udah seneng ma, menurut aku itu udah cukup, rasanya terlalu serakah kalau aku minta lebih,kisah cinta aku sama Faris, rasanya udah seharusnya diakhiri ma." Tutur Tanika,wajahnya menampakan kesedihan,bulir bening masih ia tahan disudut mata.
Ayu mengerti hal itu,ia mengelus lembut bahu Tanika.
"Sayang, mama gak pernah permasalahan masa lalu kamu, untuk masalah pantas,mama ngerasa kamu orang yang paling pantas buat Faris."
Tanika menatap wanita dihadapan nya itu.
"Terima kasih ma,mama udah percaya sama aku,aku gak tahu harus gimana ma." Kini air mata itu lolos dari pelupuk mata Tanika.
Dengan sigap ayu menghapus air mata Tanika dengan lembut,
"Ikuti kata hati kamu nak,mama yakin Faris adalah orang yang bisa nerima kamu apa adanya."
°°°
Sore harinya Ayu pamit untuk kembali pulang ke rumahnya yang dulu,ibu Faris itu berencana untuk merenovasi rumah dulunya bersama sang ayah.
Sementara Faris,sore itu ia mengantar Tanika pulang.Pulang yang dimaksud Faris adalah ke rumah mereka dulu,rumah yang memang penuh kenangan antara keduanya.
Saat Faris menghentikan mobil tepat digerbang rumah terdahulu mereka,Tanika sempat melongo tak percaya,ia melirik Faris yang duduk didepan.Faris melihat Tanika sekilas,lalu turun dan membuka kan pintu mobil untuk Tanika.
"Aku sengaja beli rumah ini lagi,aku mau kita tinggal dirumah yang sama saat dulu kita bersama." Faris dengan senyum lembut nya,ia lalu menggenggam tangan Rista.
"Sayang nya papa,kita turun ya?!"
Rista mengerjapkan matanya,gadis kecil itu rupanya sudah tertidur pulas,ia mendengar suara ayahnya,tapi entahlah matanya kembali tertutup dan menggeser sedikit posisi tidur nya agar lebih nyaman.
Faris yang melihat itu hanya tersenyum,iapun memilih mengendong Rista,gadis itu selalu saja tidur jika berada dalam perjalanan.
Tanika tanpa disuruh,wanita itu ikut turun, pandangan nya masih menatap bangunan berwarna putih itu,bagi Tanika sungguh tak ada perubahan dari bangunan tempat nya dulu merajut cinta.
"Tan .." suara panggilan Faris menyadarkan Tanika,
Wanita itu sudah melihat Faris membuka gerbang,Tania mengerjapkan mata sesaat,lalu mengekor mengikuti Faris.
Sampai dalam rumah,semua didalam rumah itu seakan membuat nya terbayang masa lalu,bagai film yang terus diputar berulang kali diingatkan Tanika,semua kenangan manis.
Tanika tersenyum saat melihat meja makan dekat dapur,entah kenapa dia teringat saat Faris menjaili ya karena tersedak apel,ia juga ingat saat Faris bernyanyi lalu memberikan sebuah kue bolu,
Mata Tanika beralih ke ruang tamu samping tangga.Ya,Tanika ingat sofa sofa itu dulu disingkirkan demi lilin indah yang ditata berbentuk hati.Tanika kembali mengulas senyum.Tapi,senyum itu berubah sendu lalu terhenti,saat melihat sofa disana,Tanika ingat dengan kejam ia mengusir pria yang paling ia sayangi dari tempat itu, seketika air mata jatuh,Tanika terdiam terpaku.
"Kamu kenapa?" Suara lembut Faris menyadarkan Tanika,pria itu mengelus lembut pipi Tanika yang basah karena air mata.
Tanika yang tersadar menatap Faris,
"Aku jahat kan ris?" Tanya Tanika tiba tiba,air mata sudah mulai menggenang dipelupuk matanya.
Tanika menutup mata,
Clak .. air mata jatuh kembali membasahi pipinya,Faris masih terdiam menunggu Tanika mengatakan segala isi hatinya. "Aku tega usir orang yang aku cinta,aku gak mau kehilangan dia,tapi dengan bodoh aku usir dia jauh dari hidup aku,aku merindukan nya setiap saat, bagaimana cara aku kembali padanya? Aku tak pantas, sekarang aku hanya seorang wanita hina." Tanika menunduk,kini Isak tangis terdengar jelas oleh Faris.
Faris dengan segera mendekap Tanika,membiarkan wanita itu membenamkan diri,menagis dalam dekapan nya.
"Hiks hiks .." Tanika begitu merasa terluka,pantaskah dia seperti ini, menginginkan hal yang sudah jauh dari jangkauan.
Faris tak mengatakan apapun,ia mencoba mengerti kondisi Tanika,ia mengelus lembut rambut Tanika, sesekali mengecup pucuk rambut nya,bahkan tanpa Faris sadari dia ikut larut dalam kesedihan,ia menitihkan air mata,tanpa sepengetahuan Tanika.
°°°
Kini setelah Tanika tenang,Faris izin pamit untuk pulang.Di depan pintu Tanika masih memegang erat tangan Faris,berat rasanya bagi Tanika ditinggal pria dihadapannya itu.
"Kenapa kamu gak nginep aja?" Tanya Tanika,entah kekuatan dari mana, Tanika seakan meminta Faris untuk tetap tinggal.
Faris mengerti perasaan Tanika,ia menarik lembut kepala Tanika dan mengecup lama kening wanita itu, seperti biasa Tanika menutup mata, menikmati kasih sayang yang tercurah dari kecupan itu.
"Aku bakal tinggal saat kamu setuju aku kembali,besok aku akan jemput kamu sama Rista,kita harus ke suatu tempat,aku mau tunjukin sesuatu sama kamu." Jelas Faris setelah usai mengecup kening Tanika.
Tanika hanya tersenyum,tak ingin protes kemana Faris akan membawanya besok.
Faris melepaskan perlahan pegangan nya dengan Tanika,
"Aku pulang ya, Assalamualaikum." Pamit Faris dengan senyum nya.
"Waalaikumsalam." Tanika membalas pula dengan senyuman.
°°°
Tempat yang dimaksud Faris ternyata adalah hotel yang dijadikan ruang resepsi pernikahan Rama dan Laras.Ya,Rama dan Laras rupanya selama ini sudah bertunangan dan hari ini adalah hari pernikahan mereka.
Suasana disana cukup meriah banyak teman juga rekan bisnis Rama berdatangan, kebetulan kedatangan Tanika dan Faris sudah selesai akad.
Setelah mereka bersalaman dan mengucapkan selamat pada kedua mempelai,sejak saat itu pula,Tanika ditinggal Faris duduk bersama Rista,Faris sendiri entah kemana dia.
Tiba tiba suara orang yang familiar membuat Tanika menghentikan pandangan mencari Faris disetiap sudut.
"Bu Tanika," panggil seseorang yang tak lain adalah Banu.
"Banu?" Kaget Tanika, apalagi saat Tanika melihat sosok yang tak asing mengandeng mesra Banu,sosok itu adalah Sisil, rekan kerja nya dahulu.
"Sisil? Kalian..." Pertanyaan Tanika seketika dipotong Banu.
"Sudah menikah Bu,Sisil sekarang istri saya." Jelas Banu, membuat Tanika sedikit melotot tak percaya.
Tapi, segera keraguan itu hilang saat dengan tenang Sisil mengiyakan pernyataan Banu.
__ADS_1
"Iya kita udah nikah Tan,Banu sekarang suami aku,bahkan kita udah punya anak juga." Jelas Sisil dengan senyum manis.
Belum sempat Tanika berucap,Sisil sudah kembali bertanya,ia melirik Rista yang sedang duduk manis.
"Ini pasti Rista ya? Faris udah cerita semua nya,kamu yang sabar ya Tan,aku yakin setelah ini kamu bakal bisa lebih bahagia." Jelas Sisil, seolah mendoakan Tanika,tak lupa senyum tulus yang terlukis diwajah nya.
Tanika tersenyum,
"Makasih Bu Sisil,"
"Kamu jangan panggil gitu Tan,lagian kita bukan guru lagi malah kita nikahin murid sendiri." Jelas Sisil sedikit terkekeh.
Tanika tersenyum malu, rasanya memang benar apa yang dikatakan Sisil.
"Kamu bener Sil,"
"Ya udah aku sama Banu,mau nemuin pengantin." Pamit Sisil,tapi dihentikan Banu.
"Tunggu dulu sayang,aku mau ngasih tahu sesuatu dulu sama Bu Tanika." Cegah Banu.
Tanika mengeryitkan dahi,
"Jadi gini Bu,nanti bakal ada vokalis muda,ibu dengerin ya , dia bakal nyanyi buat ibu." Jelas Banu,lalu berlalu bersama Sisil.
"Vokalis muda siapa sih?"
"Nanti juga kamu tahu sayang."
Samar samar Tanika mendengar kedua insan itu berbisik,Tanika masih sedikit mengeryitkan dahi, vokalis muda? Siapa? Dan untuk apa dia menyanyi untuknya .. begitu sekiranya pikiran Tanika.
Lamunan Tanika terhenti saat mendengar suara permainan piano yang merdu.
Teng teng teng teng teng. .. 🎹🎹
Tanika melirik panggung ia merasa tak asing dengan nada musik itu,hingga dia melihat pria yang sedang memainkan nya, Faris?? Dugaan Tanika benar itu Faris.
Hingga suara merdu Faris membuat nya tertegun.
🎤 I Will Always love you..
Kekasih ku
Dalam hidupku
Hanya dirimu satu ..🎤
Deg ..
Lagu itu,suara itu membuat Tanika seakan kembali ke masa lalu,
Setiap bait dari lagu itu, mengingat kan Tanika pada setiap kenangan , tentunya segala manis pahit kenangan nya bersama Faris,tingkah manja, gombal,lucu,hingga perjuangan Faris untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka.Benar, sudah begitu banyak kenangan yang ia lalui dan kini Tuhan mempertemukan kembali mereka,bahkan dalam rasa yang mungkin sedikit pun tak pernah berubah.
Hingga suara tepuk tangan menyadarkan Tanika dari semua lamunannya bersama Faris,ia menoleh menatap Faris, nampaknya pria itu menyadari tatapan Tanika,iapun tersenyum manis pada Tanika,Tanika tersenyum membalas senyuman Faris.Dapat Tanika lihat pria itu turun dari panggung setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih.
Faris berjalan ke arah Tanika,ia duduk tepat disamping Rista.Faris menyentuh lembut bahu Rista.
"Makan apa sayang,papa mau dong?" Tanya Faris,menatap Rista.
"Cake cokelat kata mama,mau?" Gadis kecil itu menyodorkan cake cokelat yang ia pengang,tentu ia tak tepat sasaran,Faris dengan segera mengingit sedikit cake itu.
"Mm enak sayang." Faris dengan tatapan berbinar,lalu mengangkat Rista agar berada dipangkuan nya.
"Rista udah makan apa aja?" Tanya Faris setelah mendudukkan Rista dipangkuan nya.
"Baru ini pa,"
Faris terlihat cemberut,
"Asikk .. papa suapin Rista lagi,mau pa." Gadis kecil itu terlihat bahagia,Faris berulang kali menciumi pipi Rista yang lucu.
Tanika tersenyum bahagia melihat keakraban sepasang ayah dan anak itu,tentu saja Tanika bahagia,karena pada akhirnya Rista bisa juga merasakan kasih sayang ayahnya.
Beberapa menit kemudian,Faris dan Rista kembali dengan satu piring puding berwarna pink dengan potongan strawberry didalamnya.
Faris duduk masih menggendong Rista dipangkuan nya,pria itu dengan cekatan menyuapi Rista,
"Enak kan sayang?"
Rista mengangguk tersenyum ,
"Enak pa,ini rasa apa?" Gadis kecil itu mulai bawel pada ayahnya.
"Ini itu rasa strawberry sayang, rasanya ada asem asem gitu,tapi enakkan? Rista suka?" Jelas Faris,lalu mencium pipi Rista.
"Suka pa,eh iya mama kok diem aja,mama disini?" Gadis kecil itu meraba raba ke samping,mencari sosok Tanika.
Tanika mengambil tangan itu, menciumnya sekilas.
"Mama disini sayang."
"Mama kok diem? Mama mau?" Tanya Rista dengan wajah polosnya.
Tanika hanya tersenyum,Faris memandang Tanika.
"Mama lagi kangen seseorang sayang." Jawab Faris membisik kan itu ditelinga Rista, dengan mata yang setia menatap Tanika,Tanika seketika menunduk malu, wajahnya seketika menjadi merona.
"Mama kangen papa? Papa disini kok." Celetuk Rista, membuat Tanika tersentak.
Faris memeluk putri kecilnya dari belakang.
"Iya papa disini sayang,"
"Mama sini peluk!" Pinta Rista.
Tanika terkejut.
"Eh," Tanika mengerjapkan mata,ia kembali terlihat malu.
"Tuh Rista minta peluk,gak mau peluk kita nih?" Tanya Faris menggoda,makin mengeratkan pelukan pada Rista.
Tanika mulai salah tingkah,ia mengerjap ngerjapkan mata,ia kemudian berdiri,mengambil tas jinjing nya.
"Aku mau ke toilet dulu."
Faris hanya terkekeh melihat Tanika yang salah tingkah.
°°°
Sebelum pulang Faris dan Tanika diajak Banu dan Sisil untuk mampir ke rumah mereka,disana mereka mengobrol,tak lupa Sisil dan Banu memperkenalkan bayi kecil mereka yang baru berusia sepuluh bulan.
Tanika menggendong bayi laki-laki yang lucu itu,bayi itu tak menangis dia anteng dengan jari telunjuk yang ia masukkan ke mulutnya, sementara Faris disamping Tanika mendudukkan Rista dipangkuan nya.
"Lucu banget bayi kamu Sil." Puji Rista memainkan satu tangan bayi itu.
"Ganteng ya Bu kaya saya?" Banu kembali narsis.
"Kamu ya Ban masih aja narsis,iya ganteng kaya kamu." Jawab Tanika,dibalas kekehan Banu.
"Eh namanya siapa?" Tanya Tanika lagi menatap Sisil.
__ADS_1
"Satria,tapi biasanya dipanggil Satya." Jawab Sisil.
Rista menarik narik tangan Faris yang melingkar diperutnya,
"Kenapa sayang?" Tanya Faris mendekatkan wajah ke Rista.
"Pengen pegang bayinya." Jawab Rista malu malu.
"Oh pengen pegang ya,sini tangannya!" Faris memegang tangan Rista, menuntunnya memegang tangan Satya.
"Lucu kan tangan de Satya?" Tanya Tanika pada putri kecilnya.
"Lucu ma,kaya boneka,Rista jadi pengen punya Dede bayi juga."
Tanika dan Faris seketika terdiam,Banu dan Sisil terlihat terkekeh, dengan berani Banu menggoda dua insan yang memang sudah saling jatuh cinta lagi itu.
"Tu Ris anak Lo minta bayi,kapan Lo mau ngolah lagi?" Tanya Banu dengan cengirannya.
Faris segera melototi Banu dengan tatapan tajam.
"Biasa aja kali,Lo kaya mau makan gue liat nya." Ungkap Banu, merasa ngeri dengan tatapan Faris.
Sementara Tanika terlihat menunduk malu.
Sisil segera menyenggol lengan suami nya itu.
"Kamu ya .. ngomong nya." Bisik Sisil.
"Bercanda sayang," Banu terlihat cengengesan.
Sisil pun menetralkan suasana yang terlihat kaku itu,
"Okey kalau gitu,aku ambilin kue, bentar ya!!" Sisil segera berdiri,lalu menuju dapur.
°°°
Rupanya Faris juga Tanika begitu menikmati obrolan bersama kedua sahabatnya, mereka sesekali tertawa mengingat nostalgia masa masa mereka di SMA, sungguh tak ada canggung diantara mereka,bagai menumpahkan segala kerinduan karena telah lama tak berjumpa.
Setelah Sholat isya berjamaah dirumah Banu,
Faris dan Tanikapun pulang,Faris menggendong Rista yang memang sudah tidur,dia begitu senang bisa main dengan bayi kecil Banu dan Sisil,bahkan sesekali gadis kecil itu merengek ingin membawa pulang Satya.Tapi,tentu saja dicegah Faris dan Tanika dengan memberikan pengertian,kalau Satya memang tak bisa dibawa pulang.
Diperjalanan pulang Faris dan Tanika sama sama diam,Faris sendiri fokus dengan kemudinya, sementara Tanika seperti nya sibuk sendiri dengan pemikiran nya.
Sesampainya dirumah,Faris kembali menggendong Rista,membawa nya masuk kamar.
Lain hal nya Tanika, Wanita itu masuk ke dapur untuk membuat kan minuman untuk Faris.
"Rista gak bangun ris?" Tanya Tanika,saat Faris sudah keluar kamar Rista dan menghampirinya.
"Gak,dia kayanya capek." Faris lalu mendudukkan tubuhnya disamping Tanika,
"Minum dulu Ris,aku bikin teh buat kamu." Pinta Tanika,meminum teh yang ia buat untuk nya juga.
"Tan .."
"Hmm." Tanika melirik Faris,
Faris menaruh cangkir,setelah sebelumnya meminum teh buatan Tanika,ia lalu membalik badan agar bisa dengan jelas menatap Tanika.
"Gimana? Rista minta adik loh." Goda Faris dengan senyum manisnya.
Uhuk uhuk .. Tanika seketika tersedak,dia menutup mulutnya,menatap Faris.
Faris memegang tekuk leher Tanika,ia memijitnya perlahan.
"Kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Faris terlihat panik.
Tanika mengangkat alis menatap Faris,
"Sayang?"Tanya Tanika,heran dengan panggilanan Faris.
Faris tersenyum,
"Hehe .. gak boleh ya aku manggil gitu?"
"Ee ..bukan gitu tapi .." Tanika menunduk,
Kedua tangan Faris menyentuh lembut bahu Tanika,
Tanika mengangkat wajahnya menatap Faris,yang kini lekat menatap kedua matanya,
"Kenapa? Kamu ragu? Kamu dengerin aku sayang,aku gak mempermasalahkan apapun yang terjadi sama kamu dimasa lalu,aku mau kita bangun masa depan sama kamu juga Rista,aku cinta sama kamu tanpa alasan ataupun syarat,aku tulus cinta sama kamu ,kamu mau kan jadi pendamping hidup aku? sekarang aku nikahin kamu bukan karena terpaksa,tapi ini tulus karena sebuah rasa cinta." Jelas Faris begitu hati hati, dengan penuh penekanan disetiap katanya.
Tanika terlihat berkaca-kaca,
"Aku juga cinta sama kamu Ris." Tanika memeluk pria dihadapannya itu.
Faris tersenyum, sejenak ia terpaku lalu balas memeluk Tanika dengan lembut.
"Jadi mau kan kita nikah lagi?"
Dapat Faris rasakan Tanika mengangguk,
Faris tersenyum bahagia,mencium pucuk rambut Tanika.
"Kita harus cepet cepet nikah Ris," pinta Tanika,
"Kenapa?" Faris mendorong perlahan, "gak sabar ya bikin adik buat Rista?" Faris mencubit kecil hidung Tanika.
Tanika terlihat cemberut,lalu memukul pelan dada Faris,
"Apa sih kamu!! bukan itu.. aku gak mau kedatangan kamu jadi fitnah sama warga disini." Jelas Tanika masih cemberut dan pipi yang merona karena malu.
Faris kembali menarik tubuh Tanika dan mendekapnya dengan lembut.
"Iya sayang, secepatnya kita akan nikah."
"Makasih sayang." Jawab Tanika, balas memeluk Faris.
Akhirnya,Tanika dan Farispun memutuskan untuk kembali menjalin bahtera cinta dan juga merajut kembali kisah cinta mereka yang sempat tertunda.
💘Apa Yang Terjadi Dalam Hidup Adalah Rahasia Dari Sang Pemilik Alam Semesta,Jika Harus Mengalami Rasa Sakit Atau Sulit Ingatlah! Pesan Tuhan-Mu,Bahwa Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan.💘
💘 Kalau lah Yang Tertulis Dalam Takdir mu Adalah Dia Yang Meski Sudah Jauh Pergi,Dengan Mudah Sang Pemilik Hati Akan Mengembalikan nya Padamu, Begitu pun Sebaliknya Kalaulah Dia Bukan Yang Ditakdirkan Untukmu Sejauh Apapun Kau Mengejar Dia Tak Akan Pernah Bisa Menjadi Milikmu.💘
~TAMAT~
Karya by : Sumi Roma Yani
Maaf bila ada kesamaan baik nama tokoh,latar atau cerita ,cerita ini murni fiktif karya sang author dengan segala informasi yang didapat dari berbagai situs internet
**Assalamualaikum,
❤️ Makasih buat para readers yang sudah setia membaca karya ini sampai tamat,jujur author seneng banget bisa namatin karya ini.
❤️ Terima kasih buat para readers yang udah like,vote,rate juga komen,semua apresiasi kalian sangat berharga bagi author.Apalah arti penulis tanpa pembaca setia didalamnya.
❤️ Semoga sedikit banyak nya cerita ini bisa memberi manfaat,masih banyak kurang apalagi typo juga penggunaan tanda baca,buat yang udah kritik saran makasih banget,itu bener bener bantu author untuk membuat karya yang lebih baik.
__ADS_1
💖 Thanks buat para readers ..❤️❤️😇😇**