Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Ibu Mertua)


__ADS_3

POV : Tanika


Hari ini Hari Minggu,aku dan Faris pergi ke makam Kakek Faris, setelah sebelumnya kami olahraga pagi di sekitar perumahan mama,Faris bilang dia sangat merindukan kakeknya ,jadi kami pun memutuskan untuk ke makam kakek dan berziarah disana.


Kami pun melantun ayat suci Al-Qur'an juga berdoa untuk kakek disana.


Matahari mulai terasa hangat pagi itu,Aku dan Faris meninggal kan makam.


Diperjalanan menuju mobil.


"Sayang,kamu tahu,dulu kakek selalu ajarin aku ngaji." Faris mulai bercerita tentang masa kecilnya.


Aku tersenyum manis menatap nya.


"Oh iya, kakek kamu itu seperti apa sih orang nya?" Tanya ku sedikit penasaran tentang sifat dan karakter kakek Faris.


"Kakek .. dia orang yang lembut,baik,aku gak pernah liat dia marah,bahkan waktu aku hujan hujan dia cuma Negor aku aja,kakek orang yang sangat disiplin.Oh iya,dulu waktu aku hujan hujan,mama aku lah yang marahnya bukan main,malah pas aku pulang dia bukannya ngasih aku air anget buat mandi,mama malah guyur aku pake air dingin satu ember,terus ya aku jadi sakit deh .. mama benar benar cemas saat itu, soalnya demam aku tinggi banget,dia sampe hutang sana sini buat obatin aku dan .. " Faris menghentikan cerita,aku merasa aneh kenapa dia berhenti padahal aku sedang mendengarkan nya dengan seksama.Aku penasaran kenapa dengan dia,aku pun menoleh kearahnya.Ternyata Faris mencoba menahan tangisnya.


"Dan aku terus aja nempel sama mama pas sakit,itu kata mama karena aku kurang inget saat itu .. rasanya gak percaya juga mama udah hampir satu tahun gak pulang, padahal dia dulu selalu ada buat aku." Faris memalingkan wajahnya,aku tahu dia sedang menahan air matanya.


Aku yang memang berada tepat disamping nya,aku langsung memeluk Faris,pria yang memang adalah suami yang sangat sabar bagiku,dia sudah bisa mandiri di usia muda bahkan menikah dengan ku.


"Sayang ,kamu jangan sedih dan ngerasa kesepian lagi,kan ada aku,bukan nya dulu kamu pernah bilang.." aku melepaskan pelukan ku, menghapus air mata nya yang ternyata sudah meluncur dipipi mulus nya itu. "Aku seperti sosok ibu buat kamu,kamu inget kan?" Lanjut ku setelah menghapus air mata nya.


Faris menatap lekat mataku,ia kemudian mencium kening ku.


"Makasih ya sayang,bagi aku kamu adalah segala nya dihidup aku,sejak aku bersama kamu,aku jadi tahu arti cinta sesungguhnya." Faris lalu memeluk erat tubuhku.


Sebelum pulang aku dan Faris, berkunjung ke rumah Faris yang dulu,kami selalu menyempatkan untuk berkunjung ke rumah itu, setiap sebulan atau dua bulan sekali.Ya, meskipun rumah itu memang tak dihuni,tapi kami selalu membersihkan nya, setiap kami berkunjung.


Seperti hari ini,aku dan Faris sedikit berdecak melihat keadaan rumah yang penuh debu,dengan sigap aku pun mengambil sapu lalu menyapu ruangan demi ruangan ,Faris juga membantu mengepel dan mengelap meja juga benda disana.


Aku menyapu lantai dengan sedikit bernyanyi disela pekerjaan ku.Aku tak tahu kalau Faris mendengar dan melihat ku bernyanyi,tapi tiba-tiba saat aku menoleh ke belakang,Faris sedang menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.Aku benar benar merasa malu,pasalnya aku memang belum pernah terlihat bernyanyi dihadapan Faris,sontak lagu Rossa yang sedang kunyanyikan pun ku hentikan,karena malu akupun kembali menyapu ,berpura pura fokus, menghindari pandangan Faris.


Tiba-tiba,entah kenapa perutku terasa begitu mual dan tak enak rasanya,aku mencoba menahan diriku yang rasanya ingin sekali muntah,tapi sulit,dorongan diperutku membuat ku ingin sekali memuntahkan sesuatu, rasanya mual sekali.


"Huekkk .. huekkk .." aku mencoba memuntahkan isi di perutku yang mual ini, setelah sebelumnya berlari ke kamar mandi,tapi gagal, tak ada yang keluar.


Tindakan ku itu, membuat Faris cemas ,dia terdengar menaruh piring dengan cepat, sehingga terdengar olehku benturan antara piring dan kemarik.


Aku tahu dia mendekati ku,bahkan kini,kedua tangannya , memegang kedua bahuku dengan lembut,dia memijit tekuk leherku, dapat kurasakan pijatan nya itu, membuat ku merasa sedikit lebih baik,meski tetap rasanya,aku ingin sekali memuntahkan sesuatu.


"Huekkk .. huekkk .." Ya ampun , rasanya mual sekali ..


"Sayang kamu kenapa hmm?? Kamu sakit?" Tanya Faris, dapat kudengar suara nya begitu cemas.

__ADS_1


Dia lalu menatap ku yang mulai berhenti muntah,meski memang masih mual,tapi rasanya aku tak dapat memuntahkan apapun.


Aku melihat raut wajahnya yang begitu cemas.


"Gak,aku gak apa-apa, mungkin cuma masuk angin." Jawabku dengan nada lemas,karena memang terasa badanku begitu lemah, setelah tadi muntah dan tak memuntahkan apapun.


Faris mengelus lembut pipiku.


"Ya udah,kamu istirahat ya,aku anter ke kamar." Faris merangkul ku dan menuntunku masuk kamar.


Akupun terpaksa berbaring,aku sedikit agak pusing, mungkin memang sebaiknya aku istirahat saja.


Faris memegang bahuku,wajah cemas tak hilang sama sekali,dia bahkan memegang erat tanganku,aku tahu dia pasti sangat khawatir,itu dapat terlihat jelas dari raut mukanya saat ini.


"Sayang ,kamu yakin gak apa-apa?" Tanya Faris,masih memegang erat tanganku,aku tersenyum kecil dan menggeleng kan kepala.


"Aku bikinin teh anget mau ya?" Tanya Faris, aku lalu mengelus kedua tangan nya yang menggenggam erat tangan kiriku.


"Ya,aku mau,kamu jangan khawatir aku gak apa-apa." Jelas ku, tersenyum kecil,merasa aku mungkin memang hanya masuk angin dan butuh istirahat.


"Ya udah,aku bikinin teh ya,kamu tunggu sebentar?!" Faris lalu mencium kening ku, setelah mengatakan itu.


Aku menutup mataku, menikmati kecupan manis dari suamiku itu,entah kenapa,tapi setiap kali Faris melakukan nya,aku selalu merasa aman dan tenang,dia seakan mencurahkan segala kasih sayang nya kepada ku dalam kecupan itu.


°°°


Ku buka mataku perlahan,aduhhhh .. aku ketiduran ya ..Aku mencoba duduk,ku lihat disamping ku,sudah ada teh didalam gelas ukuran besar yang ditutup rapi.


Astaghfirullah .. seperti nya ,Faris membuat kan ini untuk ku,tapi ternyata,aku malah ketiduran.


Akupun turun dari ranjang,aku duduk disana.Tapi, sebelum aku beranjak dari duduk ku,aku mengurungkan niat ku itu,entah benar atau tidak .. tapi,aku mendengar suara seorang wanita dan dia .. seperti nya sedang ngobrol dengan Faris.


Tunggu!! Siapa wanita itu ya?? Baru saja aku berdiri dan mau keluar kamar,Faris tiba tiba membuka tirai kamar itu,dia menatap ku khawatir,tanpa basa-basi dia langsung memegang kedua bahuku.


"Sayang,kamu mau kemana?" Tanya Faris nampak panik, seperti nya dia takut aku kenapa napa,tapi jujur aku masih penasaran dengan suara wanita tadi.


"Ada siapa ris?" Tanyaku penasaran.


"Itu ada mama," jawab Faris, sedikit lesu mengatakan kata mama.


"Mama kamu?" Tanyaku ,memastikan.


"Iya,ya udah aku kenalin kamu ke mama ya?!" Pinta Faris,lalu memapahku untuk keluar.Tapi ..


"Tunggu ris!! Mama kamu udah tahu hubungan kita?" Tanya ku heran, bingung kenapa Faris ingin mengenalkan ku pada ibunya.

__ADS_1


"Kamu tenang aja." Jawab Faris menenangkan ku.


Akupun mengikuti kemauannya,aku berjalan keluar dipapah Faris.


Wanita yang Faris bilang mama nya itu, terlihat masih cantik dengan rambut sebahu,meski pakaian nya sederhana tapi tak menghilangkan aura cantik dari nya,aku sedikit tahu Faris mendapatkan paras tampan nya dari siapa.


Faris menuntunku agar duduk disampingnya.


Ibu Faris, terlihat menatap ku dari atas sampai bawah,dia lalu tersenyum.Tak kusangka dia tiba tiba memeluk ku.


"Terima kasih nak,kamu sudah jaga Faris selama ini,mama seneng banget Faris punya istri kaya kamu." Ibu Faris tiba tiba memeluk ku, mungkin Faris memang sudah menceritakan segalanya tentang kami.


"Iya Tante sama sama." Jawabku,belum sempat ku balas pelukan wanita paruh baya itu,dia melepaskan pelukannya perlahan.


"Kok Tante? kamu panggil mama aja, sekarang kamu kan istri Faris,itu artinya mama ibu mertua kamu,itu berarti juga kamu anak mama,sama kaya Faris." Aku menatap Faris,dia malah tersenyum padaku,aku pun ikut senyum menatap ibu mertua ku, Ibunya Faris balas senyum padaku,lalu memeluk ku.


"Mama seneng banget,selain baik kamu juga cantik ternyata, Terima kasih ya sayang." Ibu mertua ku itu, memeluk ku dengan erat,aku dapat merasakan dia begitu bahagia akan kehadiran ku dihidup Faris.


Setelah selesai berpelukan,aku memberanikan diri bertanya pada nya.


"Ma,boleh aku tanya sesuatu?" Tanyaku agak ragu, pertanyaan ku memang agak sensitif.


"Boleh ,tanya apa?" Tanya mama dengan senyum,ia sepertinya tak akan menolak pertanyaan ku.


"Maaf ma,tapi kenapa mama baru sekarang pulang juga soal email,kenapa mama gak bales?" Tanyaku perlahan ,takut membuat nya tersinggung dan benar saja,raut wajah mama berubah,ia tertunduk nampak penuh penyesalan dalam raut wajahnya itu.


Aku sedikit merasa bersalah aku memandang Faris disamping ku,tapi dia hanya melihat ku,lalu memalingkan mata,menatap ke bawah,seakan Faris sudah tahu,dia juga menghela nafas kecil.


Aku kembali menatap mama,dia sudah menatapku sekarang.


"Maafkan mama Tan," mama memegang kedua tanganku yang ku taruh diatas paha. "Mama juga gak ingin lakuin ini,tapi mama gak bisa pulang,karena disana mama gak dibolehin pulang,sejak gaji terakhir mama yang mama kirim ke Faris tahun lalu,majikan mama meninggal dan diganti sama anak nya,tapi sayang,dia memperlakukan mama dengan tidak manusiawi," mama menghela nafas,ia nampak sedih menceritakan perihal pekerjaan nya diluar negeri itu. "Majikan mama,dia siksa mama,bahkan sampai banyak lebam ditubuh mama,mama juga gak digaji,itu alasan mama gak bisa kasih uang ke Faris,soal email sejak orang tua majikan mama meninggal,mama gak pernah diizinin lagi pengang komputer,mama pikir mama akan meninggal ditempat itu."


Clak ,


air mata mama lolos jatuh dari mata nya.Aku repleks menghapus air mata itu.


"Ma,maafin aku ,aku gak maksud bikin Mama sedih,terus gimana mama bisa keluar dari tempat itu?" Aku mengelus punggung tangan mama.


"Alhamdulillah,mama bisa keluar karena pemerintah disana berhasil meringkus majikan mama yang ternyata juga pengguna narkoba,mama terbukti mendapat penganiyaan, akhirnya mama diselamatkan pihak pemerintah disana,mama bisa pulang,tapi .. setelah pulang pun mama tidak punya apa-apa, awalnya mama cuma bisa tidur di Mushola, berjalan mencari pekerjaan,mama gak dapat kerja, tapi orang orang sekitar sering ngasih mama makan,mama seakan udah seperti pengemis saat itu.Baru sekitar satu Minggu,mama bertemu dengan seorang wanita baik,dia nolong mama yang pingsan disana,mama mendapat pekerjaan dan bisa pulang kesini." Jelas mama,kini senyum kembali dibibirnya.


Jujur aku sangat sedih dengan kejadian yang menimpa mama, terlebih aku sudah berprasangka buruk terhadap mama selama ini.


Aku kembali memeluk ibu mertua ku itu,aku mengelus punggung nya dengan lembut.


"Ma,mama jangan sedih lagi, sekarang ada aku dan Faris yang bakal nemenin mama." Ucap ku masih memeluk mama.

__ADS_1


__ADS_2