
[Assalamualaikum ...Mah ini Faris,Faris pake e-mail teman,
Apa kabar mah?
Faris disini baik baik saja,tapi Faris punya berita buruk,kakek meninggal dunia,maafkan Faris tak bisa menjaga kakek dengan baik,Faris harap mamah bisa pulang.]
Begitu lah isi e-mail yang dikirim Faris kepada ibunya yang ada di luar negeri.Faris menutup laptop milik Tanika itu,ia lalu menyimpan nya di atas nakas.
Faris berjalan mendekati pintu kamar mandi.
Tok tok ..Faris mengetuk pintu kamar mandi Tanika.
"Bu .. terima kasih laptop nya,saya akan ke kamar sekarang" jelas Faris pada Tanika yang sedang berada dikamar mandi.
"Iya ris, kamu mau makan? ada makanan dikulkas,tadi pagi ibu udah masak" teriak Tanika dari dalam kamar mandi.
"Gak Bu,saya mau istirahat aja, saya keluar Bu .. Assalamualaikum" Faris lalu keluar dari kamar itu.
Ia berjalan menuju kamarnya,ia lalu duduk samping ranjangnya,Faris menarik nafas,menenangkan hati nya yang tak karuan, mengingat semua yang telah terjadi akhir-akhir ini.
Ia lalu berjalan ke kamar mandi dan mengambil wudhu.
Dipenghunjung sholat dhuhur,Faris mengangkat kedua tangannya, meminta kekuatan kepada Rabbnya.
"Ya Allah,hamba tahu apa yang hamba ingin kan ini tak pantas,tapi hamba masih berharap istri hamba tak akan meninggalkan hamba.Tapi,jika Engkau lebih menghendaki hamba berpisah dengan nya ,kuatkan hati hamba atas kehilangan dua orang yang hamba sayangi aamiin" Faris mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya itu.
Sementara Tanika,ia sedang melihat laptopnya,yang tiba tiba ada notifikasi balasan e-mail dari ibu Faris.Tanika penasaran membuka e-mail itu.
[Waalaikumsalam ris,
Innalillahi wa innailaihi ra'jiun kapan ris??
Maafkan mamah ,mamah belum bisa pulang,mamah udah coba minta izin ke atasan mamah,tapi mamah tak dapat izin.Mamah hanya bisa pulang satu tahun dari sekarang,mamah tahu mamah egois,tapi mamah tidak bisa apa-apa ris,mamah menyesal tak bisa nemenin kamu.
Kamu harus kuat nak,mamah pasti pulang.Mama yakin kamu bisa mandiri, sekali lagi mamah minta maaf sayang]
Tanika sedikit mengeryitkan kan dahi, tak percaya sekaligus merasa sedikit marah,karena apa yang ditulis ibu Faris,tapi Tanika juga tak bisa menyalahkan ibu Faris sepenuhnya,toh itu memang karena atasannya tak mengizinkan dia pulang.
Tanika menghela nafas kasar,ia menaruh kembali laptop nya itu.
Malam hari di rumah itu,diadakan tahlilan yang hanya dihadiri orang sekitar,juga orang tua Tanika saja.
Keesokan harinya,Faris kembali ke sekolah.
Langkah Faris terhenti saat sebuah motor CBR 150R berhenti dihadapan nya,motor itu milik Rama.Rama langsung menatap Faris dengan tatapan menyelidik.
"Apaan sih Lo,liat gue kaya gitu,emang gue maling apa?" Ketus Faris yang tak suka dengan tatapan sahabat nya itu.
"Gak,gue cuma curiga aja" Rama menggerakkan telunjuk didagunya, berpikir tentang yang dia lihat saat olimpiade tempo hari.
"Curiga apa? Gue gak maling" Faris masih tak mengerti maksud Rama.
"Ya udah tunggu aja !! Lo bakal gue introgasi dikelas" Rama lalu melajukan motornya menuju parkiran.
Faris hanya menatap aneh sahabat nya itu.
__ADS_1
"Introgasi apaan sih?? dasar aneh!" Gerutu Faris,tapi ia tak peduli dengan ancaman Rama.
Dikelas
"Hei ..loe kemana kemarin??" Banu menepuk bahu Faris yang sedang duduk membaca buku.
"Gue ada keperluan keluarga" jelas Faris, menyimpan bukunya.
"Bohong!!" Tiba tiba suara Rama menggelegar di ruang kelas yang memang baru sedikit murid itu.
"Maksud Lo apa?" Banu tak mengerti
"Gue gak bohong" Faris membela dirinya yang merasa tak berbohong.
"Ada sesuatu yang Lo gak tahu ban,temen kita ini nyembunyiin sesuatu dari kita" jelas Rama sambil mendekati kedua temannya.
"Maksud Lo?" Faris masih tak mengerti.
"Udah lah,loe ingetkan gue mau introgasi Lo ,Lo berdua ikut gue sekarang!!" Rama menarik kedua tangan kanan sahabatnya.
"Mau apa sih Lo?" Faris masih bingung tapi tak memberontak, begitu pun Banu yang bingung dengan tingkah Rama.
"Ya apa sih?? bikin kepo?!" Banu ikut bertanya,karena tak mengerti maksud Rama menarik tangan nya.
Tibalah mereka diruang OSIS yang tentu saja sepi.
Rama mengunci pintu ruangan itu,agar tak ada orang yang tahu tentang percakapan mereka.
"Lo gila ram!! dikunci?! Lo mau nyodomi kita?" Banu kaget melihat Rama yang mengunci pintu.
"Dasar mesum Lo!! Ngapain gue nyodomi Lo berdua,gue mau introgasi orang ini" Rama menunjuk Faris yang sedang berdiri disamping pintu.
"Mendingan kita duduk dulu,Lo butuh ngejelasin banyak hal ke kita berdua" Rama duduk dikursi yang ada diruangan itu, Sementara Banu,ikut duduk juga samping Rama.
Faris terpaksa ikut duduk depan meja yang menjadi penghalang diantara mereka.
"Okey silahkan Lo tanya,gue gak merasa bersalah" Faris merasa percaya diri.
"Apa hubungan Lo sama Bu Tanika?" Tanya Rama membuat Faris kehilangan kepercayaan dirinya,ia nampak diam seakan lidahnya kelu untuk menjawab.
"Tuh kan Lo diem,Lo pasti punya hubungan spesial sama dia,ya kan?" Tanya Rama yang langsung tahu Faris menyembunyikan sesuatu.
"Maksud Lo Faris pacaran gitu sama guru biologi kita?" Banu mencoba menebak.
"Bukan pacaran,tapi lebih tepatnya hubungan suami istri" jelas Rama yang memang tepat sasaran.
"Wah yang bener ris?" Banu langsung menatap Faris yang semakin kaget, karena Rama mengetahui sejauh itu,Faris tak mengerti bagaimana Rama bisa tahu, padahal dia dan Tanika selalu menutupi hubungan mereka dengan baik.
"Itu .. gue ..ee .." Faris tak tahu harus jawab apa dia masih berpikir jawaban apa yang harus dia berikan.
"Tunggu ram!! Tahu dari mana Lo,Bu Tanika sama Faris udah nikah dan bukan pacaran?" Banu sedikit bingung dengan informasi yang diberikan Rama.
"Lo ingetkan?! apa yang dibilang Bu Tanika pas pertama masuk,dia bilang dia gak akan bisa menerima salim dari anak anak cowok,dia bilang karena kita bukan mahram nya,Tapi kemarin gue liat Bu Tanika peluk Faris pas udah lomba,Lo kira kalau bukan karena mereka udah mahram,terus apa?" Rama menjelaskan pada Banu yang duduk disampingnya.
Faris semakin terkejut dan menelan ludahnya karena dia sekarang sudah tertangkap basah dan tak bisa mengelak lagi rasanya.Mata Faris membulat sempurna mendengar penjelasan Rama.
__ADS_1
"Nah loh iya juga, sekarang Lo gak mau jujur juga ris?" Tanya Banu yang kini ikut mendesak Faris, agar dia jujur.
Rama menatap Faris penuh intimidasi diikuti Banu yang kini juga menunggu penjelasan.
Faris menghela nafas, sebelum ia bercerita.
"Okey gue jujur,gue emang udah nikah sama Bu Tanika,puas Lo berdua?" Akhirnya,Faris menyerah dan jujur pada kedua temannya.
"Tuh kan bener, ngapain juga sih Lo harus nyembunyiin hal segede ini dari kita,sahabat Lo sendiri" Rama merasa menang telak atas introgasi dan kecurigaan nya.
"Wah ..gila Lo ..nikah sama guru sendiri, hebat sih .." heboh Rama yang masih merasa tak percaya.
"Iya emang ini kedengaran gila,tapi itulah Faktanya dan yang terparah sekarang gue udah jatuh cinta sama dia" Faris benar benar blak blakan kepada kedua temannya,merasa kedua temannya,tak akan membocorkan rahasia besarnya ini.
"Bener bener gila Lo ris" Banu menunjuk nunjuk Faris tak percaya.
"Terus gimana perasaan Bu Tanika sama Lo? Eh iya sebelum itu,Lo harus cerita kenapa Lo bisa nikah sama Bu Tanika,pasti ada cerita nya kan?" Tanya Rama penasaran.
Farispun menceritakan bagaimana awal nya ia bisa menikah dan akhirnya bersama dengan Tanika hingga saat ini.
Rama dan Banu mendengar kan dengan seksama cerita sahabat nya itu.
Setelah Faris selesai menceritakan cerita nya.
"Lo tenang aja kita berdua bukan ember kok,kita bakal jaga rahasia Lo" jelas Rama setelah mendengar penjelasan Faris.
"Iya bro .. gue malah bakal bantu Lo, gimana naklukin hati Bu Tanika" Banu merangkul Rama sembari cengengesan.
"Lo punya cewe aja gak,so so an mau bantu Faris" gerutu Rama yang tak percaya ucapan Banu,pasalnya Banu pacar saja tidak punya, bagaimana bisa menaklukkan hati wanita.
Banu malah cengengesan mendengar Rama,yang mengatakan dengan blak blakan status nya yang jomblo.
"Thanks bro ..Lo berdua emang sahabat gue" Faris tersenyum bahagia pada sahabat nya,sahabat yang bisa mengerti keadaan nya.
"Oh iya Lo juga nyembunyiin satu hal lagi,Lo kenapa gak bilang kakek Lo udah meninggal? Seenggaknya kita berdua bisa ke ikut ngelayat kalau Lo ngasih tahu kita" jelas Rama lagi.
"Inalillahi ..yang bener ris?" Banu kembali kaget, melepaskan rangkulannya pada Rama menatap lekat ke arah Faris.
"Ram,gimana Lo tahu banyak tentang gue?" Faris heran dengan Rama yang tahu banyak tentang nya.
"Oh soal itu,ibu Lo e-mail gue dia bilang buat nyampein maaf ke Lo,karena dia gak bisa pulang,dia bilang bukan dia tega biarin Lo sendiri setelah kakek Lo meninggal,tapi dia bener bener gak bisa pulang, sebagai gantinya dia transfer uang lebih ke rekening Lo.Oh iya dia juga nyuruh gue nemenin Lo" jelas Rama menghilangkan kepenasaran Faris.
"Oh gitu, thanks ya Lo udah ngasih tahu gue,gue sih gak tahu e-mail gue dibales,gue belum cek email di laptop Bu Tanika" Faris menatap Rama.
"Ya sama sama,btw kita boleh dong ikut tahlilan kakek Lo,dirumah Lo kan?" Tanya Rama kemudian.
"Soal itu .. tahlilan nya di rumah Bu Tanika" jawab Faris agak ragu.
"Pokonya Lo harus kasih tahu rumah Bu Tanika,kalaupun gak,kita berdua bakal ikutin mobil Bu Tanika" ancam Rama yang dibalas anggukan Banu.
"Terserah Lo berdua deh,gue mau ke kelas" Faris berdiri,ia menoleh ke arah Rama "kunci nya ram!" Pinta Faris menengadah kan tangan.
Rama melempar kunci itu,Faris menangkap nya, setelah membuka pintu itu,Faris kembali menoleh ke arah dua sahabat nya.
"Lo berdua gak mau ke kelas?" tanya Faris karena melihat Rama dan Banu yang masih duduk diruangan itu.
__ADS_1
"Kita berdua nyusul" jawab Banu, sementara Rama tak menjawab.
"Okey deh" Faris berjalan keluar.