
Wanita berparas cantik itu tersenyum sinis, sedikit mendegus,lalu mencengkeram dagu Tanika,kuku yang sama tajamnya,Tanika dapat merasakan itu,meski memang sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.Tapi,Tanika ingat betul cengkraman wanita kejam itu.
"Heuh .. Ya, gue Siska,Lo pasti inget nama gue kan? Gue udah bilang,Lo emang bakal ketemu lagi sama gue,Lo seneng kan ketemu sama gue?!" Tanya Siska menghempaskan wajah Tanika, dengan kasar.
Dengan amarahnya,Tanika benar benar tak menerima perlakuan kejam itu.Apalagi dari wanita yang amat b r e n g s e k dimata Tanika,wanita itu berani mencium suaminya,bahkan tepat dihadapan nya.
Plakkk .. Tanika tak segan menampar Siska, dengan mata merah penuh amarah,Tanika menunjuk wajah wanita itu.
"Kamu .. kamu wanita kurang ajar!!" Bentak Tanika,
Brakk .. pintu tertutup dengan kasar.
Galang yang sedari tadi memperhatikan,ia begitu marah ,melihat kekasihnya ditampar seperti itu,dia mendorong Tanika, menyudutkannya tepat di belakang pintu, membuat pintu itu tertutup dengan keras.
Lengannya mencekik leher Tanika, dengan sorot mata yang tajam, Galang mengancam Tanika dengan nada bicara keras, membuat Tanika meringis menutup matanya.
"Lo!! Cuihhh .." Galang meludah kesamping. "Lo yang kurang ajar!! Dasar cewek b r e n g s e k!!" Kini Galang beralih mencekik Tanika dengan jemari tangannya.
"Lo berani beraninya Lo ,nampar Siska,Lo benar benar nyari mati sama gue!!" Galang begitu geram,dia merasakan amarah yang teramat sangat,naik ke ubun-ubunnya.
Tanika nampak mencoba menarik tangan Galang yang mencekik nya.Tapi, tentu saja tidak bisa,tangan Galang begitu kuat.Galang melihat Tanika mulai kesulitan nafas,wajahnya mulai pucat, oksigen mulai sulit ia hirup.
Galang menghempaskan tubuh Tanika,hingga Tanika kembali jatuh diatas lantai.
Uhuk uhuk .. Tanika memengang lehernya, menyesuaikan udara masuk ke tenggorokan nya,mata merah yang berlinang air mata itu, menatap tajam Galang dan Siska yang tersenyum sinis penuh kemenangan.
"Kenapa mas? Uhuk ..uhuk ..Apa maksud semua ini?" Tanika bertanya disela batuk nya,tatapan nya menunjukkan kesedihan yang nyata.
"Lo emang b e g o,Lo pikir Galang cinta sama Lo dan nikahin Lo karena itu?" Siska menyetarakan tinggi,menunduk, menatap tajam Tanika. "Lo salah besar,gue yang Galang cinta dan Lo!! Lo cuma sampah yang bakal kita hancurin perlahan,ingat apa yang gue bilang?!sakit Lo belum sebanding dengan sakit yang Ilham rasa!!" Wanita itu menegakkan tubuhnya,ia menendang perut Tanika dengan hels runcingnya.
Setelah nya Siska menggandeng Galang keluar,Galang bahkan tak melirik Tanika sedikit pun.
Siska menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Tanika yang menyadari itu,berusaha berdiri,berjalan menyeret kakinya ke arah pintu.
"Buka!!!.." teriak Tanika,dengan linang air mata, menggedor gedor pintu itu. "Tolong!!! Buka pintu nya .. hiks hiks .. "
Tanika merasakan kaki yang semakin terasa letih,bukan berlari,tapi menghadapi kenyataan itu, membuat Tanika merasakan otot dikakinya serasa melemah,Tanika jatuh terkulai dengan tangan yang masih mengetuk perlahan.Tangisan tak bisa ia pungkiri,ia menangis tersedu sedu.
"Hiks hiks .. bukaaa!!" Teriak Tanika,mungkin untuk yang terakhir kali,karena ia sudah merasa tak sanggup untuk berteriak lagi.
Tanika menekuk lututnya, memeluk tubuhnya sendiri,ia merasa begitu menggigil, perlakuan mengerikan yang tak pernah ia bayangkan akan terjadi padanya,bahkan yang lebih buruk, perlakuan itu,ia dapat dapat dari suaminya sendiri.
Mata Tanika tak mampu terpejam,bukan hanya takut Galang dan Siska akan berbuat lebih kejam lagi.Tapi,ia juga mengkhawatirkan Rista putrinya,Tanika takut,Galang akan berani menyiksa putrinya itu.
__ADS_1
Tanika tak bisa melakukan apa apa,ia hanya mampu berdoa,ia pergi ke kamar mandi dikamar itu, mengambil wudhu dan berdoa.
Tanika menengadahkan tangan,ia berdoa dengan derai air mata yang terus menelusuri kedua pipinya.
"Ya Allah .. apa yang harus aku lakukan hiks hiks .. ini kah karma itu?? Hamba mohon, jangan buat anak hamba mengalami keburukan hanya karena kesalahan hamba ..hiks hiks .. hamba mohon." Tanika menutup wajah dengan kedua matanya,getir hati yang ia rasakan,tak bisa ia sembunyikan.Sakit sekali rasanya, seperti nya semua yang ia putuskan selama ini adalah kebodohan karena berpikir Galang benar benar menolong nya.
°°°
"Sayang .. kamu jangan nangis.."
Tanika begitu tersentak mendengar kalimat itu,juga suara yang tak asing baginya,Tanika membuka mata, nafasnya terengah-engah,ia melihat sekitar dan itupun membuat Tanika tersadar,suara itu hanya suara Faris dalam mimpi nya.
"Astaghfirullah.." Tanika menutup mulutnya, kembali bulir bening itu,jatuh dipipinya.Tanika mengigit bibir,menahan sakit begitu dalam dihatinya.Mengingat itu hanya mimpi dan Faris memang sudah tak berada disampingnya.
Entah kapan Tanika tidur,yang ia tahu suara lembut itu seakan membangun nya,menyadarkan dia,bahwa Tanika masih berada pada penjara derita yang diciptakan Galang dalam rumah tangga nya.
Huaaa .. mama mama ... Hiks hiks .. huaa ..
Suara tangis yang begitu kencang,Tanika sadar itu suara Rista,bayi itu memang sering menagis memanggil namanya.
Dilempar nya mukena yang Tanika kenakan,ia kembali mengetuk pintu itu sekencang kencangnya.
"Buka!!!! ..." Teriak Tanika disela mengetuk pintu itu,tangan Tanika bahkan sampai memerah,tapi ia tak peduli,tangisan Rista dibawah sungguh membuat nya tak memperdulikan diri sendiri.
"Buka pintunya!!! Dasar kalian manusia biadab!!! Buka!!" Tanika masih mengetuk keras pintu itu.Hingga ...
Ceklek .. Tanika dengan segera mencengkram kerah kemeja Galang,ia begitu berani melakukan itu,ia benar benar benar tak peduli,siapa yang dihadapannya,ia hanya tak ingin anaknya terluka dan ingin segera melihat nya.
"Dimana Rista mas!!!?? .. kamu jangan berani macam macam sama dia atau kamu ..." Mata Tanika memancarkan amarah,ia seakan mencoba mengancam ,meski dia tak tahu ancaman apa yang bisa ia lontarkan pada Galang,yang menatap nya tajam bagai tusukan belati menusuk hati Tanika.
Galang mencengkram pergelangan tangan Tanika,ia menatap tajam.
"Lo berani ancam gue hah?!!! Lo harus ikut gue sekarang!!" Bentak Galang,menyeret Tanika turun dari kamar itu.
Dihempaskan nya tubuh Tanika saat sampai lantai bawah,Tanika begitu terkejut saat melihat Rista tak memakai pakaian hanya mengenakan popok saja,bahkan gadis kecil itu menagis sejadi jadinya,karena Siska yang sedang meletakan panci berisi air panas diatas kepala batita itu.
"Jangan!!! Aku mohon .. !! Jangan tumpah kan air itu!!" Tanika memohon menyatukan kedua tangannya 🙏.
Mata Tanika bergantian melihat Galang dan Siska memohon kepada dua orang itu,agar tak melakukan niatan buruk mereka menyakiti Rista putrinya.
"Hiks ..aku mohon jangan Siska!?"
Siska malah sengaja,memiringkan panci itu sedikit, perlahan akan menumpahkan air panas yang masih mengepulkan asap.
"Tidak!!" Teriak Tanika sekencang mungkin.
__ADS_1
Siska tersenyum sinis, menghentikan aksinya,panci itu ia simpan kembali diatas kompor.
Siska mendekati Tanika.
"Gue udah turutin keinginan Lo, sekarang Lo harus turutin keinginan gue atau gak ..." Siska yang semula berdiri dihadapan Tanika,ia sedikit menggeser tubuhnya.
Memperlihatkan Galang yang kini beralih mengambil panci itu,hendak mengnyiramkan nya pada Rista,yang masih menagis sedari tadi.
Tanika terbelalak,ia tak punya pilihan.
"Okey .. okey aku bakal nurutin keinginan kamu .. tapi aku mohon 🙏 jangan sakiti Rista . ..aku mohon 🙏 .. hiks hiks .."
"Bagus!! Sekarang Lo bisa bawa pergi bayi kotor itu dari rumah ini.Eits .. Tapi ingat,ini belum berakhir,kalau Lo gak balik lagi ke rumah ini,gue jamin bayi Lo itu jadi mayat busuk." Jelas Siska berjalan keluar.
Byurrr .. Galang melempar panci berisi air panas itu ke samping Tanika, untung Tanika berhasil menghindar,hingga air panas itu tak mengenai tubuhnya.
Kepulan asap terlihat dilantai putih itu, menandakan betapa panas air yang memang akan disiramkan dikepala Rista,Tanika sedikit terkejut, sebelum akhirnya dia berdiri, mendekati Rista dan menggendong nya.
"Cup .. cup sayang .. kamu jangan nangis ya ... Ada mama sayang .. kamu tenang ya .." ucap Tanika,memeluk Rista , menenangkannya agar tidak menangis.
°°°
Tanika pun berinisiatif untuk keluar dari rumah itu,membawa Rista ke tempat yang aman.Ya, ke rumah ibu dan ayahnya,bahkan Tanika berpikir untuk kabur dari rumah itu.Kalau saja Galang tidak ikut, rencana nya itu pasti akan berhasil,tapi sayang,manusia biadab itu, ternyata begitu licik dan punya seribu satu cara untuk menyakiti Tanika.
Sore itupun,Tanika dan Galang pergi ke rumah ibu dan ayah Tanika.
"Ibu ayah .. maaf.. saya baru sempat kesini.. hari ini, saya mau minta izin sama ibu dan ayah ,saya mau ajak Tanika bisnis di luar negeri selama dua tahun." Jelas Galang, menyebutkan maksud dan tujuan kedatangan nya.
Tanika tak bicara apa apa,ia membungkam mulutnya sedari datang ke rumah itu,mata nya begitu sembab,air mata sesekali jatuh,tapi Tanika segera menghapusnya,agar ayah dan ibunya tak tahu,derita apa yang sedang dialami nya.Bahkan Galang sendiripun meminta Tanika diam dan menyetujui apa yang akan dikatakan nya, karena kalau tidak, bukan cuma Rista yang akan terluka,tapi juga kedua orang tuanya.
Ibu dan ayah saling tatap, merasa bingung,pasalnya Tanika yang sedang menggendong Rista hanya diam sedari tadi,tanpa menyahuti pembicaraan suaminya.
"Tan, benar apa kata Nak Galang,kalian mau pergi keluar negeri,tapi kok yang ibu liat,kau kaya sedih gitu? Kamu gak mau ikut atau kenapa?" Tanya ibu Tanika,begitu lembut membuat sudut hati Tanika semakin terluka,Tanika hanya mampu menggeleng,menahan kesakitan nya.
"Tanika cuma kangen sama saya Bu,makanya dia nangis,jadi karena itu juga saya punya inisiatif buat bawa Tanika ikut sama saya,Tapi karena saya sama Tanika gak mungkin bawa Rista ,kita mau titip Rista disini,nanti kalau kita sudah selesai di luar negeri,kita bakal jemput Rista." Galang dengan kepalsuan nya, tersenyum manis,membujuk kedua orang tua Tanika.
Seolah ada dorongan untuk menjaga cucunya itu,ibu Tanika segera mengambil Rista dari gendongan Tanika,bayi yang sedang menutup mata,karena tidur itu,dia begitu tenang,bahkan tak bangun saat berpindah pangkuan.
"Ya sudah ,ibu tidak masalah ya kan pak?" Tanya ibu Tanika,melirik suaminya.
"Ya nak Galang,nak Galang adalah orang yang baik yang sudah menolong kami,kami percaya dengan apa yang nak Galang akan lakukan,biar kami yang mengurus Rista sampai kalian pulang."
Tanika mencium lama kening putrinya itu,ia seakan tak rela jauh dari Rista putri tercinta nya.Tanika memberikan Rista pada ibunya, setelah puas mencium juga memeluknya.
"Baiklah,kalau begitu Bu,karena penerbangan kami magrib ini,kami langsung pulang aja, terima kasih atas pengertian ibu sama bapa." Galang lalu berdiri, diikuti Tanika.
__ADS_1
Tanika tak langsung beranjak pergi,merasa hidupnya memang berada di ujung tanduk,Tanika memeluk erat kedua orang tuanya, sebelum ia pergi ..
Entah lah Galang akan membawa nya kemana .. mungkin ke tempat peristirahatan terakhir baginya.