Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Maaf)


__ADS_3

"Kalian ikut ibu ke ruang OSIS sekarang!!" Pinta Tanika, lalu melangkahkan kaki ,diikuti Faris dan Rama.


Ruang OSIS.


Tanika langsung berdiri dan menyuruh dua murid nya itu duduk.


"Kalian cepat duduk,banyak yang harus kalian jelaskan sama ibu sekarang!"


Faris dan Ramapun duduk dihadapan Tanika yang berdiri, menyedekapkan kedua tangan di dada, merasa heran dengan kelakuan Faris dan Rama yang menambah masalah diharinya.


"Sekarang jelasin kenapa kalian berdua berantem dikelas?" Tanya Tanika tegas.


"Karena Faris gak salah Bu." Jawab Rama, seketika membuat Faris menatapnya.


"Maksud kamu?" Tanika mengeryitkan dahi,tak mengerti jawaban Rama, padahal tadi Rama jelas seperti ingin memukul Faris,tapi sekarang dia malah mengatakan Faris tidak salah.


"Ya ,Faris gak salah,ibu salah faham,malam itu ,Faris dikasih obat sama Laras dan itu yang bikin Faris cium Laras ,dia cuma gak bisa ngendaliin diri ,dia gak maksud nyakitin perasaan ibu,saya awalnya gak mau bilang,karena diancam Laras,dia udah tahu hubungan ibu sama Faris,dia bakal bocorin hubungan kalian,kalau sampai saya jelasin ini sama ibu atau Faris.Tapi, sebagai sahabat, saya gak bisa liat Faris tersiksa karena ini,jadi saya harap ini bisa jadi titik terang masalah kalian."


Penjelasan Rama itu,kompak membuat Tanika dan Faris terpaku,merasa telah dihasut ego masing-masing dan memilih jalan yang salah.


"Saya bakal keluar,ini masalah kalian,saya permisi Bu." Rama berdiri,ia keluar dari ruangan itu,tak lupa menutup pintu,Rama benar benar tahu,mereka butuh privasi untuk menyelesaikan masalah mereka,Rama juga tak ingin membongkar rahasia hubungan Faris dan Tanika,karena kecerobohan nya, membiarkan pintu terbuka.


Tanika yang sedari tadi sudah menurun kan tangannya,ia sangat tertegun dan merasa sangat bersalah,ia hampir saja kehilangan Faris,karena prasangka nya selama ini,Tanika mengingat kembali, kejadian malam itu saat ia melihat Faris yang mencium seorang wanita yang tak lain adalah Laras ..


Clak air mata Tanika menetes ...Tanika yang sedari tadi berdiri langsung terduduk memegangi kedua lututnya,ia mengingat kembali kejadian malam itu,yang tentu saja bagi Tanika sangat mengerikan...


°°°


Wanita yang tak lain adalah Tanika,dia segera membantu Faris berdiri.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Tanika, ketika membantu Faris berdiri.Sementara Faris,hanya mampu menggelengkan kepalanya,sembari masih meringis kesakitan.


"Bu .. Tolong!! Lebih baik ibu bawa Faris pulang, masalah ini biar saya yang urus." Jelas Rama.


"Iya Ram, terima kasih kamu sudah nolong saya." Jawab Tanika,sembari memapah Faris naik ke mobil nya.


Rama hanya mengangguk,ia lalu menatap tajam wanita disamping nya.

__ADS_1


°°°


Faris tengah diobati Tanika didalam mobil Tanika.


"Shhhh .. " Faris meringis kesakitan,saat Tanika membersihkan luka disudut bibirnya.


"Tan ..shhh.." Faris menghentikan perkataannya,karena merasakan perih disudut bibirnya.


Tanika tak berkomentar apapun,matanya sudah memerah,ia masih berusaha menahan tangisnya,saat mengobati Faris.Tapi,ia kembali terbayang kejadian beberapa menit yang lalu itu,dengan jelas ia melihat Faris mencium wanita yang ternyata adalah Laras,bahkan dengan penuh gairah,seakan merasa tak bersalah dengan sikap nya.Hal itu membuat Tanika tak sanggup menahan lagi air mata nya,satu tetes air mata berhasil jatuh dipipi nya,Tanika mencoba mengalihkan pandangan,ia menaruh kapas itu ditangan Faris.


"Kamu obatin sendiri,bisakan?" Tanika membalikan badannya,mulai memegang stir,ia berpikir untuk segera pulang saja,ia tak sanggup menahan sakit di hatinya.


Faris yang memang sedari tadi memperhatikan Tanika,ia merasa sangat amat bersalah,bahkan kedua matanya tak berhenti menatap istrinya,yang jelas sedang terluka.Tanika mulai menstarter mobilnya,tapi aksinya terhenti, saat Faris menggenggam tangan ,yang berada diatas stir itu.


Tanika menoleh ke arah pria yang mengenggam tangan nya itu, terlihat oleh Faris ,kedua mata yang memerah menahan amarah juga air mata,tapi memang tak bisa,air mata sudah kembali berhasil meluncur di pipi Tanika.Tatapan Tanika masih memancarkan amarah dan kesedihan.


Faris jelas tak tega melihat istrinya itu,ia menghapus air mata Tanika dengan lembut.


"Sayang,aku salah, aku minta maaf,aku tadi bener gak bisa ngendaliin diri aku sendiri." Jelas Faris, karena tadi dia memang tak bisa mengendalikan gejolak di dalam tubuhnya.


Faris menatap penuh keyakinan,menyakinkan Tanika,bahwa tadi dia memang khilaf dan sulit mengendalikan diri.Tapi Tanika,jelas dia tak percaya,karena apa yang dia lihat lebih bisa membuat nya percaya.Tanika, menghempaskan pegangan Faris,ia mengalihkan pandangan dari Faris.


Trupp .. Tanika menutup pintu kamar mandi dengan keras, setelah sampai dikamar.


Faris yang sedari tadi mengekor,ia semakin merasa bersalah dan juga tak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya pada Tanika.


Faris terduduk lemas dipinggir ranjang,ia tak tahu harus melakukan apa, terlebih perasaan nya masih bergejolak,ia bingung harus bagaimana,ia merasa tak mungkin meminta pada Tanika,saat situasi seperti ini.


Ia masih merasa gelisah dan duduknya masih tak nyaman,meski tadi ia sempat teralihkan karena pukulan Rama,tapi entah kenapa, perasaan nya itu kembali lagi.


Tanika nampak keluar dari kamar mandi,ia hanya memakai handuk saja,tentu saja itu membuat Faris semakin bergairah,ia tak bisa menahan diri lagi,ia langsung memeluk istrinya dari belakang,saat Tanika sedang memilih pakaian dilemari.


"Faris berhenti ris .." Tanika sedikit mendesah karena perlakuan Faris yang mencium lehernya dengan ganas,tak seperti biasanya.


"Aku mohon sayang,aku gak bisa nahan lagi." Bisik Faris,Faris langsung membalik kan badan Tanika,mencium bibir nya.


Perlakuan Faris kali ini, sungguh berbeda bagi Tanika,tenaganya kali ini seperti berkali kali lipat,Tanika tak bisa melawan sama sekali,bahkan saat Faris dengan cepat menidurkan Tanika juga dengan cepat menarik handuk yang membalut tubuhnya.

__ADS_1


Malam itu,Faris bermain cukup kasar,ia seperti tak terkendali malam itu.


Pagi hari,Tanika yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut, merasakan tubuhnya seakan remuk oleh perlakuan Faris semalam.


Tanika mencoba duduk dengan perlahan,ia melirik jam disamping ranjang itu.Pukul 5.30,Ya ampun .. mereka kesiangan kali ini,Faris terus saja mengajak Tanika semalam,bahkan belum sempat Tanika istirahat,Faris sudah meminta nya lagi.Tanika benar benar tak bisa melawan.


Faris membuka matanya perlahan,ia melirik Tanika disamping nya,ia ikut duduk disamping istri nya itu.


"Sayang .." Faris menyentuh bahu Tanika.


Tanika hanya diam,ia masih bingung kenapa suaminya bisa sekuat itu semalam.Dan lagi Faris seakan lupa akan pengkhianatan nya,yang telah mencium wanita lain,dia begitu berani meminta itu semalam.Tanika mencoba turun dari ranjang,tapi sayang tubuhnya begitu lemas pagi ini,Faris memegang kedua bahu Tanika.


"Kamu gak usah ke sekolah hari ini,aku minta maaf." Faris melingkar kan tangan dileher Tanika, memeluknya dengan lembut.


Tanika kembali menjatuhkan air mata nya,ia tak mengerti kenapa Faris bisa begitu manis, setelah selingkuh dibelakangnya,apa dia tak punya perasaan sampai sampai dia begitu entengnya minta maaf dan meminta itu semalam.Terdengar isakan tangis dari Tanika,ia meremas selimut yang ia gunakan untuk menutup tubuh nya, hingga menutupi dada.Faris yang mendengar isakan, juga merasa kan goncangan akibat tangisan Tanika,ia segera membalikkan tubuh Tanika dan membenamkan wajahnya didada Faris,ia memeluk erat wanita yang sangat ia cintai itu.


"Sayang aku minta maaf ya,aku tahu aku salah,maafin aku,aku mohon,aku gak pernah maksud khianatin kamu." Faris mencium lembut pucuk rambut Tanika.


Tanika tak bisa menahan diri lagi,ia memukul mukul dada telanjang Faris,meski usahanya tak menyisakan rasa sakit sedikit pun bagi Faris.


"Kamu jahat!! Kamu tega ris hiks hiks .. kamu jahat!!" Tanika dengan tangisan nya, masih memukul mukul dada Faris.


"Iya iya .... Sayang ,aku jahat sayang,aku minta maaf." Faris mengakui kesalahannya itu,ia memeluk erat Tanika yang semakin terisak dipelukan nya.Tanika nampak menghentikan pukulan nya,ia sekarang terisak menangis dipelukan suami yang Tanika pikir telah mengkhianati nya,tapi Tanika tak punya pilihan, pelukan Faris,nyatanya masih terasa penuh kasih sayang,Tanika hanya bisa mencurahkan rasa sakit nya kini dipelukan Faris.Faris mencium pucuk rambut Tanika berulang kali,ia juga terus meminta maaf pada Tanika.


°°°


"Sayang .." suara Faris yang juga memegang lembut bahu Tanika, menyadarkan Tanika dari lamunan nya tempo hari,ia melirik Faris dengan mata yang sembab akibat menangis.


Tanika langsung memeluk Faris.


"aku minta maaf,aku salah faham,bahkan aku ngira kamu selingkuh." Faris mendorong lembut Tanika dari tubuhnya,ia lalu mengelap air mata Tanika dengan ujung ibu jarinya,


"Sttt .. aku yang salah sayang,harus nya aku bisa lebih hati-hati, supaya aku gak lukai hati kamu." Faris menarik lembut kepala Tanika,mengecup mesra kening Tanika.Faris cukup lama melakukan itu,ia memeluk penuh kasih sayang istri yang begitu dia cintai itu.


"udah .. kamu jangan nangis dan jangan minta pisah lagi okey,kamu tahu aku gak mau kehilangan kamu,aku sayang sama kamu,jangan marah lagi ya!?" jelas Faris dengan lembut,membenamkan Tanika dalam pelukan nya.


Dapat Faris rasakan Tanika mengangguk pelan,lalu membalas pelukan Faris.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari seorang pria yang sedari tadi mengamati mereka dari jendela,dia mencengkram erat sapu tangan yang ia pegang,pria itu merasakan sakit yang amat dihatinya,ia merasa penantian nya selama ini sia sia setelah melihat Tanika berpelukan mesra dengan muridnya itu.


__ADS_2