Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Perfomance)


__ADS_3

Siang saat pulang sekolah,Faris tak langsung pulang,ia duduk didepan kelas musik ,mengirim pesan pada istrinya.


Tling,


Tanika mengambil ponsel samping laptop nya,ia tahu ada nada notifikasi pesan baru yang masuk,


[Sayang, gimana Bu Sisil udah pulang?] Tanika membaca pesan dari Faris itu, untuk kesekian kalinya.


Tik tik tik tik ..


Tanika mengetik,membalas pesan dari Faris.


[Belum,kenapa sih nanya Mulu Bu Sisil dari tadi 😒?] Tanika,lalu menaruh ponselnya dengan kasar dimeja,untung saja ponsel itu tidak apa-apa.


Tling, terdengar notif lagi,Tanika tak segera mengambil ponsel itu ,untuk membalas pesan Faris.Ia malah membereskan meja kerja nya itu, memasukkan laptop ke dalam tasnya,lalu mengambil ponselnya, setelah berdiri.


[Sayang jangan marah dong😙😙,Banu yang nyuruh aku sayang ,jangan marah ya 😙] Tanika membaca pesan itu,ia memutar matanya,menghela nafas sesaat.


[Iya gak marah,kamu dimana? Aku mau pulang ni, tunggu di minimarket ya!] Klik, Tanika menyentuh tulisan Send diponselnya,mengirim balasan itu ke Faris.


Tling , dengan cepat Faris membalas.


[Duh sayang,aku mau bantuin Banu dulu 🙁 ,kamu tunggu ya atau liat aku perfom gimana 😊?] Tanika yang membaca pesan itu , mengeryitkan kening,heran dengan pesan Faris,Apa maksudnya perfom,Tanika segera membalas cepat pesan itu.


[Perfom dimana?]


Tling,Faris kembali membalas.


[Di lapangan sayang,kamu ajak Bu Sisil keluar ya,kita udah mau siap ni,udah dulu ya sayang,aku mau bantuin Banu sama Rama 😙😊]


Kali ini Tanika tak membalas pesan Faris,ia penasaran maksud Faris perfom di lapangan,Tanika segera keluar ruang guru dan melupakan pinta Faris untuk mengajak Bu Sisil.


Sesampainya diluar,Tanika melihat ke bawah, tentu saja,karena Tanika kini ada dilantai dua,tepatnya depan Ruang guru.


Tanika memegang tembok ,dengan ukuran tinggi sampai ke perutnya itu.Ia membulatkan mata,kaget melihat panggung depan lapangan, sudah tersedia sound sistem,juga alat musik keyboard dan gitar yang sudah dipegang Faris, Lapangan itu juga cukup dipenuhi para murid yang akan menonton perfomance ketiga bintang sekolah itu, terdengar juga riuh dari para siswi yang berteriak memanggil ketiga pria tampan dihadapan mereka.


Panggung yang terbuat dari batu bata bersemen abu itu, memiliki luas yang lebih dari cukup untuk menyimpan semua alat perfomance, seperti keyboard dan dua sound sistem yang ditaruh di kedua sisi mereka.


"Bu Tanika." Panggil seseorang, membuat Tanika berhenti melihat persiapan perfomance Faris dan teman temannya.Tanika menoleh ke arah suara itu.


"Ada apa?" Tanya Ilham,pria yang memanggil Tanika.


Tanika melepaskan pegangan nya pada tembok,menghadap pria yang tadi memanggil namanya.


"Itu Pak,siswa siswi lagi sibuk dibawah, kelihatan Faris dan teman temannya mau melakukan pertunjukan." Jelas Tanika sopan,menghadap Ilham.


Ilham mengalihkan pandangan nya dari Tanika,beralih melihat ke arah Lapangan dibawah lantai dua itu.


°°°


"Assalamualaikum, selamat siang guys." Sapa Banu dengan lantang diatas panggung.


Banu berada paling depan dipanggung itu, sementara Faris dan Rama dibelakang Banu.


Faris berada disamping kiri Banu dengan gitar yang sudah ia siap mainkan,lalu Rama juga sudah siap dengan keyboardnya disisi kanan Banu.


"Waalaikumsalam,siang juga.." jawab siswa siswi dihadapan mereka.Bahkan beberapa siswi berteriak histeris,melihat ketiga pria yang dijuluki The Hitz itu.Ada yang berteriak memanggil ketiga nama pria itu,ada pula yang bersuit suit.Begitulah, kepopuleran ketiga pria itu memang tak bisa diragukan di SMA terbaik Kota Cilacap itu.


"Okey,tenang tenang.." teriak Banu,dengan isyarat di kedua tangannya, meminta semua siswi tenang,tak berteriak histeris. "Hari ini gue sama temen temen ganteng gue mau perfomance,gue mau nyanyiin lagu buat cewe yang spesial."


Histeris teriak siswi serentak terdengar, berharap salah satu dari mereka lah orang yang Banu maksud,


°°°


Sementara itu,Sisil yang berada didalam ruang guru,merasa ada keributan dilapangan segera ikut keluar, menghampiri rekan kerja juga atasannya,


"Ada apa Bu Tanika? Kok saya dengar ada ribut ribut sih?" Bu Sisil mengeryitkan dahi, menunggu jawaban Tanika.

__ADS_1


"Itu,Banu dia mau nyanyi." Jawab Tanika,menunjuk ke arah lapangan.


Bu Sisil ikut melihat ke arah yang ditunjuk Tanika.Ilham hanya memperhatikan saja,ia tak mau berkomentar seperti nya.


"Pak mereka gak dilarang ribut ribut gitu?" Tanya Bu Sisil,melirik Ilham.


"Itu cuma nyanyi,gak apa-apa saya gak larang." Jawab Ilham dengan nada datar,seperti biasanya.


Merasa mendapat jawaban nya,Bu Sisil kembali melihat ke arah Lapangan.


°°°


"..Dia cewek terbaik dihati gue,gue cinta sama dia dan bakal selalu cinta sama dia...dia adalah.." cerocosan Banu,sedari tadi. "Dia adalah Bu Sisilia Oktavian.." Banu melihat ke atas lantai dua,tepat ke ruang guru berharap orang yang ia panggil namanya itu ada disana, benar saja,Sisil sudah disana sedari tadi, membulatkan mata tak percaya.


°°°


"Dia berani sekali." Gumam Ilham,dilantai dua,pelan memang,tapi masih bisa Tanika dengar.


"Maksudnya?" Tanya Tanika,yang berada beberapa senti disamping Ilham.


Ilham melirik,


"Tidak,aku bilang dia berani melakukan tindakan itu pada gurunya sendiri." Jawab Ilham,menuntupi maksud pernyataan nya tadi.


"Iya sih." Tanika mengangguk ngangguk mengerti.Tanika kembali menonton perfomance yang akan dilakukan Banu.


°°°


"..I love you Bu Sisil,lagu ini buat Ibu cintaku." Banu masih melihat ke arah Sisil di lantai dua,ia sedikit gugup sebenarnya,pasalnya ada Ilham kepala sekolah nya disana, menatap serius ke arah Lapangan,tapi Banu mencoba tak peduli,ia ingin rencana nya ini tak gagal, untuk menyatakan cinta pada Bu Sisil.


🎹..🎶..🎶..🎶..🎶..🎶, diikuti Faris yang memainkan gitarnya 🎸..🎶..🎶..🎶..🎶..🎶


Huuuuu ... Banu mulai mengeluarkan suara khasnya yang memang serak tapi sangat keren, membuat para siswi berteriak histeris.


🎤Dia hanya dia di duniaku..🎶


🎤 Dunia terasa telah menghilang🎶


🎤Tanpa ada dia dihidupku🎶


🎤Sungguh sebuah tanya yang terindah..ee Yee...


🎤Bagaimana dia merengkuh sadar ku..🎶


🎤Tak perlu ku bermimpi yang indah


🎤Karena ada dia dihidupku..uuu 🎶..🎶..🎶


🎤Ku ingin dia yang sempurna ..untuk diriku yang biasa


🎤Ku ingin hatinya


🎤Ku ingin cinta nya


🎤Ku ingin semua yang ada pada dirinya..


🎤Ku hanya manusia biasa


🎤Tuhan bantu ku tuk berubah


🎤Tuk miliki dia


🎤Tuk bahagia kan nya


🎤Tuk menjadi seorang yang sempurnaaaa untuk dia ..


Aaa..

__ADS_1


Huuuuu..uuuuuuu ...🎶..🎶Hooo uoooo..


A..aw .." tiba tiba Banu menghentikan nyanyi nya, merasakan ceweran ditelinga nya, seorang wanita telah menjewer telinga Banu,disela dia menyanyi,Banu menjauh dari mik dan juga melepaskan pegangan pada mik itu


"Aaw.. sakit Bu." Ringis Banu,masih merasakan jeweran Bu Sisil, rupanya Bu Sisil sudah turun dari lantai dua menuju Banu dan menjewernya.


Rama dan Faris sudah sedari tadi menghentikan permainan musiknya.


Bu Sisil, mengambil alih mik.


"Udah semua nya bubar!! bukan nya pulang malah ngumpul disini." Geram Sisil berteriak kesemua siswa siswi.


"Yahh .. " keluh kebanyakan siswi,karena tak bisa menikmati konser dadakan The Hitz, mereka pun berhamburan bubar dari tempat mereka menonton itu.


Setelah semua murid mulai meninggalkan lapangan,Sisil menoleh ke belakang, melihat ketiga muridnya yang terdiam.


"Kamu ngapain panggil nama saya,pake bilang cinta segala?" Tanya Sisil dengan tegas,tepat menghadap Banu.


"Saya cinta sama ibu." Pernyataan Banu, membuat kedua orang dibelakang Banu kaget,Sisil apalagi,dia bahkan kembali menjewer telinga Banu.


"Apa kamu bilang cinta?kamu bercanda ya? Jangan sembarang kamu!?" Tanya Sisil,masih dengan nada marahnya.


"Aaw.. gak Bu ,saya serius ,gak bercanda." Jawab Banu,dengan ringisan disela jawaban.


"Udah pokonya kamu ikut saya,kamu harus saya hukum, karena gak sopan sama guru sendiri." Sisil menarik daun telinga Banu, menyeret nya mengikuti Sisil.


"Aaw.." Banu pasrah mengikuti Sisil.


"Kalian juga ikut ibu!" Pinta Sisil melirik Rama dan Faris.


"Kita juga?" Tanya Faris, menunjuk bergantian dirinya dan Rama.


"Iya." Singkat Sisil,terus berjalan.


°°°


"Gara gara Lo Ban!! Kita jadi ikut ikutan dihukum." Ketus Rama menatap Banu,masih dengan sikat wc ditangannya,menyikat lantai toilet itu.


"Soorry ..gue kira Bu Sisil bakal terima gue ,Faris bilang kan dia berhasil." Banu melemahkan nada bicaranya,merasa menyesal melibatkan kedua temannya.


"Eh Faris mana?" Tanya Rama kemudian, menghentikan aktivitas menyikat nya,dia lalu berdiri dan melihat Faris, sedang memainkan ponselnya.


"Woy!! Lo ngapain sih,kita sibuk ,Lo malah mainin ponsel." Geram Rama,kesal melihat Faris.


"Hehe sorry,gue kabarin dulu bebeb,dia kasihan lagi nungguin gue." Jawab Faris cengengesan,dia memasukkan ponsel ke saku celana nya.


"Ya udah,cepetan kita beresin,gue harus ke resto ni!" Pinta Rama,ingin segera menyelesaikan hukuman nya.


"Eheumm." Deheman Bu Sisil,kompak membuat Rama dan Faris, menoleh ke arah Sisil.


"Kerjain!! Bukan ngobrol!" Ketus Sisil.


"Iya Bu." Rama dan Faris mengangguk mengerti.


°°°


"Sayang.." Faris mendekati Tanika yang sudah berdiri dipinggir mobilnya, melipat kedua tangan dibawah dadanya.


"Kamu lama," kesal Tanika,langsung masuk mobil.Diikuti Faris.


"Maaf sayang ,tadi dihukuman nya ditambah suruh bakar sampah juga,si Banu terus aja ngomong cinta,jadi deh hukuman nya ditambah." Jelas Faris,sembari mengenakan sabuk pengaman.Faris memegang setir dihadapan.


"Ris.." Tanika, menghentikan aksi Faris yang akan memutar kunci mobil.


Faris menoleh ke arah istri nya itu.


"Hhmm." Jawab Faris, menatap Tanika yang menunjukkan raut wajah bingung.

__ADS_1


"Aku mau ngomong.." Tanika nampak begitu serius sekarang.


__ADS_2