Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Minta Cium)


__ADS_3

POV : Faris


Aww .. Dasar Bu Tanika,sakit sekali sentilan nya itu,aku memegang dahiku yang masih terasa perih.


Amm.. aku pun memasukkan potongan apel,aku berjalan menuju kamar ku,masih mengelus dahiku.


Aku memilih membuka buku ku untuk belajar malam itu.


Aku malah senyum senyum sendiri mengingat Bu Tanika yang kesal,saat dia tadi ku jahili ..hihi .. ternyata lucu ya menjahili guru ..


Bu Tanika .. Bu Tanika,ibu itu emang manis, lucu,cantik lagi ..


Ahh apa aku ini ?? Kenapa malah mikirin Bu Tanika.


Aku jadi kurang fokus,aku merebahkan tubuhku dikasur.


Aku menyilangkan kedua tangan ku dibelakang leher, sembari berbaring.


Dan entah kenapa setiap aku ingat Bu Tanika,aku selalu senyum senyum sendiri.


Apalagi tadi... Ya ampun ,aku menutup mataku sejenak saat, ingat aku mencium leher mulus Bu Tanika.


Ya ampun .. aku kok jadi mesum sih,tapi .. tadi itu hampir saja,kenapa juga Bu Tanika nolak .. Ahhh .. sayang sekali .. aku sedikit menghela nafas.


Aku pun bangkit ..


Aku punya ide ..aku mengambil buku yang tadi ku baca,aku berniat untuk masuk kamar Bu Tanika menanyakan soal dibuku itu, padahal itu hanya alasan saja.Hehe .. kali ini aku harus berhasil,aku gak peduli,aku mungkin memang sudah mesum kali ini,sejak kapan?? Entah lah aku tidak ingat.


Hihi .. dengan senyum jahat ku,akupun melancarkan rencana ku.


Tok tok ..


"Assalamualaikum" ucap ku sembari mengetuk pintu.


Ku lihat Bu Tanika membuka pintu perlahan,kali ini sebuah kebetulan Bu Tanika tak mengenakan kerudung nya.Nampak rambut hitam lurus itu,terurai indah.


Yang memang aku sudah sering melihat Bu Tanika tak dikerudung,Bu Tanika bilang baginya itu tak masalah, karena aku suaminya jadi aku berhak melihat nya,bahkan sering kali ketika aku belajar di kamar Bu Tanika,Bu Tanika tak mengenakan kerudung nya.


Tapi,kali ini entah kenapa,aku begitu terpesona dengan kecantikan guruku ini.


"Waalaikumsalam,apa lagi? Ada penyihir?" Tanya Bu Tanika malas setelah melihat ku.


"Hehe ...maaflah Bu, kan bercanda,boleh masuk kan bu?" Tanya ku cengengesan,dengan nada memohon.


"Ya udah masuk!!" Bu Tanika menggeser tubuhnya,agar aku bisa masuk.


Aku pun masuk ,Bu Tanika lalu duduk di ranjang nya setelah menutup pintu kamar itu.


"Kamu benar benar muka tembok ya,tadi bikin kesalahan sekarang berani minta masuk kamar saya" Bu Tanika nampak kesal.


Aku pun mendekatinya, memegang tangan Bu Tanika.


"Bu tolong maafin saya ya Bu,saya minta maaf" aku memelas sembari berlutut dihadapan nya,bahkan tanpa aku sadari, ku jatuhkan buku yang tadi ku bawa.


"Ya.. iya ibu maafin,awas kalau gitu lagi!! sekarang kamu berdiri" Bu Tanika mengangkat tanganku,agar aku berdiri.


Aku pun berdiri,lalu duduk disampingnya.


"Bu ..maaf ya" aku tersenyum manis

__ADS_1


"Udahlah,kamu mau apa kesini?" Tanya Bu Tanika,masih terlihat kesal.


"Ibu jangan marah dong.. senyum Bu .. senyum" aku menarik ujung bibirku,memepergakan senyum dibibir.


"Iya ..senyum" Bu Tanika senyum malas padaku.


"Ibu .." aku sedikit memoyongkan bibirku.


"Udah ..ibu maafin,kamu kesini mau apa?" Bu Tanika bertanya dengan tenang kali ini.


Aku tersenyum


"Minta cium" eh ..kok aku jadi ngomong gitu,aku kaget,aku pun langsung menutup mulut ku dengan tangan kananku.


Mata Bu Tanika melotot padaku,wah bahaya ..Bu Tanika pasti marah,aku harus waspada bagian mana dari tubuhku yang akan dia pukul.


Bu Tanika menunjukkan wajah tenangnya.


"Tadi apa kamu bilang? Minta apa?" Bu Tanika tersenyum menatap ku.


Aku kok ngerasa ngeri ya dengan senyuman Bu Tanika?? Aku menelan ludah ku,masih menutup mulut ku dengan tangan kanan.


"Apa yang kamu minta?" Loh ..kali ini suara Bu Tanika terdengar seperti menggoda ku.


"Jangan di tutup gitu dong!!" Bu Tanika menarik tangan kanan ku yang menutup mulut ku.


Hah!! Bu Tanika kenapa ya, tatapan nya sekarang jadi seperti ingin memakanku,aku kenapa malah jadi ngeri ya?? Tadi kan emang tujuan aku kesini minta cium ..tapi malah takut didekati Bu Tanika seperti ini.Aku seperti tidak siap kalau harus menghadapi Bu Tanika yang agresif.


"Apa?? Minta cium kan?" Tiba-tiba Bu Tanika mendorong ku,aku langsung terjatuh di kasur Bu Tanika,kini dia malah mengelus ngelus dadaku.


"Kenapa?? Katanya minta cium?? Mau cium dimana?" Bu Tanika mengelus ngelus bibir ku.


"Mau cium dimana? Disini" Bu Tanika menyentuh bibir ku.


Aku kembali menelan ludah,karena merasa gugup dan ya ampun perasaan macam apa ini? tubuhku seperti bergejolak,tapi aku masih merasa takut.


"Disini" Bu Tanika menunjuk lembut dadaku,itu kembali membuat ku menelan ludah ku lagi,gugup ku semakin menjadi ..aduhh kok aku jadi gugup??


"Atau ... " Bu Tanika menurunkan tangannya di dada ku menuju perut ku lalu ..


Aku menarik tangan Bu Tanika dengan tanganku.Detat jantungku benar benar tak beraturan,saat Bu Tanika menyentuh lembut bagian dada dan perut ku,aku tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika Bu Tanika melanjutkan nya menyentuh ... Ahh sudahlah ..aku sedang memegang tangan kanan Bu Tanika saat ini.


Aku menatap Bu Tanika.Entah kenapa aku malah jadi merasa gugup dan tak siap melakukan niatan ku tadi.


"Kenapa?? Takut?? Tadi bilang nya minta cium sekarang kok jadi ciut"


Bu Tanika masih mendayu dayukan suara nya, menggoda ku.


Entah kenapa aku agak sedikit risih mendengar dia menggodaku seperti itu.


Tidak!! Aku seperti nya akan menggagalkan rencanaku, mungkin aku gugup,karena memang ini adalah pengalaman pertama ku mencium seorang wanita.


Aku menghela nafas perlahan,menahan rasa gugupku,Bu Tanika masih berada di atas tubuh ku,dia masih menatapku.


"Saya .. udah lah bu,aku nyerah,aku gak siap Bu ,Ibu kelihatan aneh banget" jelasku lalu memalingkan wajahku.


"Ya udah .." Bu Tanika lalu duduk seperti tadi, berhenti menggoda ku dengan tangan lentik nya.


"Kamu itu,sok sok an minta cium di goda gitu aja udah gemeteran,udahlah ..kamu itu jangan aneh aneh makanya" Bu Tanika menatap ke arah pintu dihadapan nya, merapikan rambut nya,menaruhnya dibelakang telinga nya.Aku sekarang bisa melihat leher jenjang nya yang putih mulus.

__ADS_1


"Nah, mulai sekarang kamu itu jangan aneh aneh minta yang konyol konyol,terus ngelakuin hal yang .."


"Mmmm" cerocosan Bu Tanika terhenti,karena entah kenapa tiba tiba aku berani menarik wajah nya,mencium bibir nya yang merah muda itu,tentu ,aku baru sadar cerocosan Bu Tanika itu, selalu membuat ku gemas padanya.


"Mmmm..mmmmhhh..mmm" aku Manarik bibirku dari bibirnya,karena ku rasa Bu Tanika mulai kesulitan bernapas karena aksiku.


Aku menatap wajah Bu Tanika yang sedang mengatur nafasnya,aku masih memegang tekuk leher Bu Tanika,aku menyatukan dahi kami,dengan mendorong pelan pucuk rambutnya agar dahinya menyatu dengan dahiku.


Kami saling mengatur nafas kami yang saling memburu,aku menatap mata Bu Tanika,seakan meminta izin untuk kembali mencium nya.


Bu Tanika dengan nafas nya yang tak beraturan, mengangguk tanda setuju.


Aku pun menyentuh kedua pipi nya,menarik wajahnya ,agar kami bisa saling berciuman lagi,kali ini Bu Tanika dengan suka rela membuka sedikit mulutnya.


Akhirnya,aku bisa ******* bibir nya itu dengan lebih leluasa.


"Mmmmh mmmhhh mmmmhh"


Tanganku, kini mulai berkeliaran mengelus ngelus punggung Bu Tanika,Bu Tanika benar benar tak mau kalah,dia balik meremas punggungku dengan nafsunya yang menurut ku sudah memuncak itu.


Aku terus memainkan lidahku didalam mulutnya, menikmati setiap kenikmatan di setiap incinya.


Tiba-tiba Bu Tanika mendorong ku perlahan,dia melepaskan kan ciuman itu.


"Cukup ,saya mohon!! Saya udah gak kuat" nafas Bu Tanika terdengar tak beraturan.


Aku menyentuh pipi nya dengan lembut.


"Kenapa?" Aku mengelus ngelus pipi mulusnya itu.


Bu Tanika sedikit menikmati sentuhanku itu.


"Saya gak kuat ris, tolong!" nafas Bu Tanika semakin terengah-engah.


"Mmmmhhh mmmmhhh mmmmhhh" aku semakin geregetan mendengar desahan kecil Bu Tanika akibat nafas nya yang terengah-engah itu,aku kembali mencium bibir nya dan ******* nya sekuat tenaga ku.


Aku melepas kan tangan ku dari pipinya,juga menghentikan ciuman kami ,saat kurasa Bu Tanika sudah kesulitan bernapas.


Aku memeluk nya dengan lembut,ku bisikan sesuatu di telinga nya.


"Terima kasih" ku kecup lehernya sebentar.


Aku memegang bahu Bu Tanika,dia tak berkata apa apa,dia menatap mataku,masih mengatur nafasnya.


Aku pun mencium kening nya cukup lama.


"Sekali lagi terima kasih, sekarang ibu tidur,aku juga akan kembali ke kamar" aku tersenyum manis mengelus lembut pucuk rambutnya, entah kenapa aku begitu berani padanya,tapi Bu Tanika tak marah atau menunjukkan amarah diwajahnya.


Aku pun berdiri


"Aku ke kamar ya Bu" Bu Tanika tiba-tiba menarik tangan ku,dia menatap ku dengan tatapan penuh harap.


"Kamu tidur disini malam ini ya?!" Pinta Bu Tanika.


Aku benar benar tak bisa menolak, apalagi melihat wajah Bu Tanika yang memelas itu.


"Baiklah kalau begitu,saya tidur disini Bu" aku tersenyum manis padanya.


Aku pun menyelimuti tubuh Bu Tanika yang sudah berbaring sekarang,lalu aku ikut berbaring disampingnya.

__ADS_1


Malam ini aku tidur dengan Bu Tanika.


__ADS_2