
Sudah tiga tahun sejak perpisahan Tanika dengan Faris,itu berarti Tanika dan Galang,sudah menikah selama hampir satu tahun.Tapi,apa yang Galang perkiraan ternyata salah besar, Tanika bahkan sama sekali tak pernah melupakan sosok Faris dihidup nya.
Detik ini,Galang kembali mengajak Tanika untuk tidur bersama,bahkan mungkin untuk kesekian kalinya.Hal yang sangat membuat Galang kecewa,wanita itu nyata nya masih menolak,bukan secara terang terangan,tapi Tanika begitu lantang berteriak memanggil nama Faris dan bukan nya Galang.
Galang mendekati Tanika yang sedang duduk di Sofa kamar itu,dia membelai wanita itu,Tanika yang memang sedang membelakangi Galang,ia menepis tangan itu.
"Faris!! geli tahu .." teriak Tanika,tanpa melihat siapa dibelakang nya.
Galang memicing kan matanya,tatapan nya itu tajam,Tanika bahkan tak melihat ke belakang siapa orang yang sudah menyentuhnya tadi.Galang benar benar geram,dia amat begitu marah.
"Faris.." ucap Galang, dengan dingin.
Tanika yang menyadari keteledoran nya itu,dia berbalik menaruh buku yang sedari tadi ia baca.
Wajah khawatir juga perasaan bersalah Tanika tunjukkan dihadapan suaminya,Tanika nampak begitu gugup saat menyebut nama suaminya itu.
"Mmaas Ga..Lang.." mata Tanika membulat sempurna.
Amarah yang tertahan,Galang menaik turunkan nafasnya,rahangnya terlihat mengeras,ia bahkan sedikit menggertakan giginya,Galang sudah tak bisa bersabar lagi nampaknya.
Plakkk ...
Tanpa belas kasihan Galang menampar wanita yang dihadapannya.Tanika sampai memalingkan wajah,karena kerasnya tamparan itu.
Tanika memegang pipinya yang terasa perih,Tanika sadar dialah yang salah,selama inipun Galang,memang tak pernah bersikap kasar padanya,baru kali ini dan Tanika mengira itu memang adalah kesalahan nya.
Dengan cepat wanita itu, berlutut dihadapan Galang,tanpa memperdulikan perih dipipinya.Ia memengang kedua kaki pria dihadapannya itu,memohon juga meminta maaf atas kesalahannya menyebut nama.
"Mas ..aku minta maaf mas, aku salah mas,aku minta maaf." Pinta Tanika memeluk kedua kaki Galang.
Galang senyum menyeringai,ia memalingkan wajah sesaat,lalu mencengkeram dagu Tanika,dengan tangan kanannya,dengan keras dia mencengkram dagu itu,tanpa memperdulikan Tanika yang merasa kesakitan.
"Heuh .. Lo emang cewek gak tahu di untung Tanika!! Lo emang gak pantes gue tolong,Lo punya satu kesempatan.Malam ini,kalau Lo masih inget dengan bocah itu,Lo bakal tahu akibatnya."
Plakkk .. Galang kembali menampar pipi itu, setelah menghempaskan wajah Tanika dengan kasar.Lalu berjalan keluar, meninggalkan Tanika sendiri.
Tanika meringis kesakitan,ia memegang pipi nya itu,menangis tersedu sedu.
"Hiks .. kenapa semua ini terjadi? Hiks .. haruskah begini, kenapa? Aku tidak bisa melupakan mu ris ...kenapa?? Hiks hiks .." Tanika tertunduk,terkulai menagis tersedu sedu.
"Dengar kan aku ris ... Aku rindu kamu Ris.. hiks hiks .." ucap Tanika disela tangisnya.
°°°
Crakk ..
"Faris!! kamu gak apa-apa?" Tanya Sarah yang memang duduk dihadapan Faris.
Sarah langsung berdiri,saat melihat Faris menyenggol gelas dan menjatuhkan nya, membuat gelas itu pecah dan suaranya begitu nyaring di ruang makan itu.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa mi." Jawab Faris, melihat gelas yang hancur dilantai itu.
"Kamu yakin?" Tanya Juan, khawatir.
"Yakin pa." Farispun berdiri. "Maaf mi,pa tapi aku mau ke kamar dulu,aku punya firasat buruk,aku takut terjadi sesuatu sama mama,aku mau telpon mama dulu." Faris berlalu menuju kamarnya, setelah mendapat anggukan setuju dari ibu dan ayahnya.
Sepanjang perjalanan menuju kamar,Faris terus memegangi dadanya,entah kenapa .. Tapi ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi, hatinya merasa sakit tiba tiba.Ia juga merasa khawatir dan tak karuan,Faris seperti memiliki firasat buruk,Faris merasa khawatir hal buruk akan menimpa seseorang yang dia sayang, seseorang yang Faris pikirkan adalah ibunya.
"Assalamualaikum ma." Sapa Faris, setelah terhubung dengan ibunya via telepon.
"Waalaikumsalam,ada apa ris? Kok kedengaran nya kamu khawatir gitu?" Tanya Ayu yang merasa suara anaknya itu terdengar khawatir.
"Gak ma,aku cuma .. ngerasa khawatir sama mama,mama baik baik aja kan? Aku bakal pulang ma, Minggu ini juga, setelah aku selesai bantu papa ma." Jelas Faris cepat,ia merasa khawatir meninggal kan ibunya sendiri,meski memang rumah mereka pun tak jauh dari rumah papanya dan Sarah.
"Kamu jangan khawatir gitu Ris,mama gak apa-apa kok sendiri,lagian juga disini ada pembantu sama Satpam,kamu tenang tenang aja disana,kamu harus bantu proyek papa kamu." Jelas Ayu, menenangkan Faris.
"Tapi ma .."
"Udah Ris,mama gak apa-apa,mama lagi beres beres nih, kamu ..kalau mau kesini,kesini aja, tapi jangan lupa sama proyek papa kamu,kamu ngerti kan Ris?" Tanya Ayu, memotong kekhawatiran Faris.Ayu berusaha meyakinkan anaknya bahwa dia memang tak apa apa.
Faris menghela nafas,mengusap wajah nya sesaat,ia juga sedikit memijat tulang hidungnya.
"Okey ma,mama jaga diri baik baik, selesai semuanya,Faris bakal segera pulang."
"Ya ,sayang."
Tutttt .. panggilanan pun berakhir,Faris melempar ponsel nya ke atas kasur,
Perasaannya sedang tak karuan saat ini,meski sudah mendengar ibunya baik baik saja,tapi entah kenapa kejanggalan masih ada dalam hatinya,serasa masih ada yang salah,ada hal yang membuat nya khawatir,Faris sendiri tak mengerti apa itu.
Faris kembali menghela nafas,mengusap rambut nya ke belakang.
"Ada apa ini? Mama baik baik saja,tapi .. tetap saja hati ku merasa tak tenang, seperti ada yang hilang."
-Tanika- Tiba tiba nama itu, terlintas dipikiran Faris dan saat mengingat nama itu, hatinya semakin tak tenang, perih juga sakit terasa lagi dihatinya.Kebodohan macam ini? Sudah begitu jauh,tapi wanita itu masih tetap menyita ruang dihatinya.
"Apa Tanika ...??" Pikir Faris yang segera Faris tepis sendiri. "Gak ,gak mungkin Tanika pasti bahagia disana."
Tiba tiba
"Ris .." Panggil Juan,membuka pintu lalu masuk ke kamar Faris,ia juga ikut duduk disamping Faris.
"Pa.."
"Gimana mama kamu? Dia baik baik aja kan?" Tanya Juan.
"Mama baik baik aja pa," Faris tersenyum sendu.
"Tapi kenapa wajah kamu mengatakan hal lain,apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tanya Juan.
__ADS_1
"Sebenarnya ..Faris cuma ingat seseorang pa." Jelas Faris, berpikir lebih baik jujur pada ayahnya.
"Mantan istri kamu." Tak disangka,Juan yang memang sudah tahu segalanya,bahkan perasaan Faris yang dalam.Juan menebak begitu tepat sasaran.
Faris sedikit menunduk,
"Iya pa." Jawab Faris pelan,ia seakan ingin memungkiri perasaan tapi tidak bisa.
Juan tersenyum menepuk bahu Faris.
"Papa akan ke Indonesia dua hari lagi,apa kamu mau ikut?" Tanya Juan.
Faris menatap ayahnya itu.
"Gak pa,aku tidak ingin menemuinya lagi,dia juga pasti sudah bahagia dengan orang lain." Jelas Faris,begitu yakin Tanika bahagia dengan orang lain,meski ketika dia berpikir seperti itu,hatinya begitu sangat terluka.
Juan berdiri.
"Ya sudah,kamu mungkin hanya belum siap menemuinya lagi,itu pilihan kamu Ris untuk melupakan atau bertahan.Papa harus rapat dulu siang ini,papa pergi sekarang." Pria dengan setelan jas lengkap itu, beranjak keluar kamar setelah menerima senyum kecil dari Faris.
°°°
Seperti yang di minta Galang,
Malam ini,Tanika sudah bersiap duduk disamping ranjang, sedikit m e r e m a s jemarinya,ia merasa gugup jika harus melayani suaminya malam ini.Tanika tidak memakai pakaian khusus apapun atau pakaian sexy sejenis nya,ia hanya menggunakan pakaian tidur biasa berwarna pink, dengan sedikit riasan diwajah nya.
Untuk Rista sendiri,Tanika sudah menidurkan anaknya itu, sebelum ia bersiap dan menunggu Galang.
Tanika berpikir, mungkin ini saatnya,ia melupakan Faris dan memulai kisah baru dengan Galang.
Braakkk .. pintu kamar itu dibuka dengan kasar oleh orang yang tak lain adalah Galang,Pria itu nampak berjalan sempoyongan,ia berjalan lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur itu.
Tanika merasa khawatir melihat suaminya ,ia dengan segera mendekati Galang, tangannya akan menyentuh rambut hitam pria itu.Tapi, cepat cepat Galang menepis tangan itu dengan kasar.
"Diam Lo!!" Teriak Galang,bangun dari tidur nya dengan sempoyongan, mendorong Tanika,hingga ia jatuh tersungkur dilantai.
Tanika mencoba mendongkang wajah,menatap Galang yang memang sedang mabuk.
Galang, sedikit berjongkok, menyetarakan tinggi dengan Tanika,ia kembali mencengkram dagu Tanika,lalu menghempaskan nya.
Plakkk ..
"Lo mau apa hah??!!" Tanya Galang,suaranya itu terdengar parau. "Lo.. cewek gak tahu diri!!" Bentak Galang,tepat dihadapan Tanika.
Tanika menutup matanya,juga meringis kesakitan,ia begitu takut melihat Galang yang seperti itu,sosok Galang yang memang berbeda Dimata Tanika.
"Sayang .." Tiba tiba suara wanita, begitu nyaring memasuki kamar itu.Ia mendekati Galang dan mengandeng Galang.
Tanika terbelalak melihat sosok wanita itu,bukan hanya itu,bahkan tanpa rasa malu,Galang langsung memeluk wanita itu,mencium nya dihadapan Tanika.
__ADS_1
Tanika dengan susah payah,mencoba berdiri,nafas nya benar benar tak karuan ,marah,tak percaya juga merasa menjadi manusia bodoh, dihadapan dua manusia berciuman tanpa rasa malu itu.
"Kaamu .." suara Tanika terdengar gagap,menunjuk wanita itu, dengan tangan gemetar.