Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Buah Apel)


__ADS_3

POV : Tanika


"Faris!! ..kamu bener bener berani, padahal sedang sakit,tapi .. akkggghhh .. sudah lah,tadi benar benar diluar dugaan, bagaimana kalau sampai dia mencium bibir ku ini?" Gerutu ku memegang bibir ku,dan melihat nya didepan kaca riasku.


Ting tong Ting tong ..


Tiba tiba ,bel rumah menyadarkan ku dari pemikiranku tentang perlakuan Faris.


Malam itu,aku sedang menyisir rambut ku, langsung memakai kerudung ku,lalu turun untuk melihat siapa yang datang.


Baru saja aku menuruni tiga anak tangga untuk turun,aku melihat Faris sedang berbincang dengan orang didepan pintu itu.


"Siapa ris?" Aku mendekati Faris yang sedang memengang parsel buah yang diberikan orang itu.


"Ini Bu tukang paket,dia nganterin parsel buah" Faris menunjukkan parsel ditangannya.


"Oh.. " aku mendekati tukang parsel itu.


"Silahkan mba tanda tangan disini!" Pria itu menyodorkan kan kertas tanda terima, untuk ku tanda tangani.


Akupun menandatangani nya, tukang paket itu berterima kasih,lalu pergi berpamitan.


Aku menutup pintu, melihat Faris yang sedang melihat lihat buah diparsel itu.


"Dari siapa ris?" Tanyaku kemudian.


"Gak tahu Bu,gak ada nama pengirim nya" Faris mencari cari nama pengirim diparsel itu.


Aku sedikit bingung, berpikir dari siapa parsel itu.


"Eh Bu .. boleh dibuka kan?" Tanya Faris sedikit mengagetkan ku.


"Buka aja!! kali aja ada nama pengirim didalamnya" jawabku,lalu duduk dimeja makan.


Sementara Faris dia sibuk membuka parsel itu.Dia duduk dihadapan ku.


"Kamu udah baikan?" Tanya ku, karena melihat Faris sudah keluar dari kamar.


"Alhamdulillah Bu,saya kan udah bilang,saya bakal cepat sembuh Bu,saya gak mau reportin ibu terus" jelas Faris masih membuka parsel itu.


Aku mengambil keranjang buah,menaruhnya di depan Faris,lalu mengambil kursi dan duduk disamping Faris.


"Coba kita tata dulu dikeranjang, siapa tahu namanya ada didalam"


Aku membantu Faris menata buah buahan itu dikeranjang.


Tapi nihil,kami tidak menemukan pengirim nya.


"Gak ada Bu" Faris menaruh dua buah apel terakhir dikeranjang.


Aku menghela nafas.


"Dari siapa ya?" Pikir ku berkata dalam hati.


"Tapi,masih boleh dimakan kan?" Tanya Faris tiba tiba.


"Tapi,tadi nama penerima nya nama aku kok .. " aku bergumam.

__ADS_1


"ya sudah kamu boleh makan,tapi kupasin apel buat saya ya!" pinta ku kemudian pada Faris.


"Okey Bu" Faris lalu mengambil pisau dan mengupas apel, memotong motong kecil apel itu menaruhnya di mangkuk kecil yang sebelumnya ku ambil dari dapur.


Faris masih saja memotong buah apel, sementara aku asik memakan buah apel yang sudah dikupas juga dipotong Faris.


"Bu ...?" Ucap Faris masih mengupas apel yang kedua.


"Hmmm" jawabku yang memang sedang mengunyah apel.


"Ibu berhenti dulu deh makannya!!" Pinta Faris yang ku tak mengerti kenapa dia meminta ku berhenti.


"Ibu liat aku!" Pinta nya lagi.


"Apa?" Tanyaku bingung,lalu menoleh Faris,duh Faris ini mengganggu makan apel ku saja.


Faris lalu memasukan Potongan apel yang belum dipotong kecil ke mulutku,aku langsung melotot, mengambil nya dari mulut ku.


"Kamu !! gak sopan sama guru,apaan itu ?main masukin aja,aku lagi nguyah tahu" aku marah melototi Faris.


"Hehe.. "Faris malah cengengesan.


"udah ibu makan ini dulu" Faris kembali menyuapkan apel itu kemulutku,kali ini dia tidak langsung melepaskan tangan kanannya dari apel itu.


"Nah,ibu tahan ya jangan digigit terus dikunyah dulu" Faris menahan apel itu agar tetap berada di mulutku, maksud nya apa coba ..??


Faris menurun kan tangannya agar tak memegang apel itu,aku tahan dengan gigi ku apel itu,agar tak jatuh,dan konyolnya juga aku ikutin aja ,apa yang Faris pinta.


Tiba-tiba Faris mengigit ujung satunya dari apel itu.Mataku terbelalak,pasalnya saat Faris melakukan itu,aku tengah mengigit ujung satunya dari apel itu.


"Mmm .. enak juga ya Bu" Faris dengan santainya mengunyah apel itu.


Plakkk .. saat ku sadar,aku menepuk bahu Faris yang sedang mengupas apel.


"Aww ibu sakit ..!! Apaan sih ibu,aku nyoba dikit juga" gerutu Faris tak terima,dia mengelus bahu nya yang tadi ku pukul.


"Tapi gak harus yang ada di mulut saya juga kan?" Aku memonyongkan mulutku kesal, dengan perlakuan Faris,yang nyaris membuat jantungku kembali tak karuan.


"Ya kan tadi ibu nolak.Kalau ada penghalang, masa sih ibu masih nolak ?" Tanya Faris,yang pertanyaan nya sangat aneh ditelingaku.


Aku mengeryitkan dahiku.


"Maksud kamu?" Tanyaku karena memang masih bingung.


Faris menghela nafas kecil.


"Udahlah gak usah dipikirin , mending ibu makan apel nya lagi" Faris kemudian menyodorkan mangkuk berisi apel kehadapan ku.


Aku mengambil nya lalu kembali memakan apel itu.


"Ibu, ibu tahu putri salju kan? Dia meninggal karena makan apel loh Bu, saya khawatir apel nya kan gak jelas dari siapa,jangan jangan ada racunnya lagi" jelas Faris lalu memotong apel yang sudah dikupas nya.


"Itukan apel dari penyihir,jaman sekarang mana ada yang kaya gitu,lagian putri salju juga kan hidup lagi,dia itu dicium pangeran terus hidup lagi" aku pun menyangkal yang Faris katakan, sungguh konyol yang Faris katakan, tapi,aku malah ikut konyol juga.


"Okey deh kalau gitu,nanti kalau ibu pingsan,saya siap deh cium ibu biar ibu bangun lagi" Faris malah menggoda ku, sembari menaiki turunkan halisnya menatapku.


Faris kini sudah selesai mengupas dan memotong apel itu,ia ikut memakan apel yang sudah dia potong.

__ADS_1


"Kamu itu aneh ris,kamu juga ikut makan,kalau kamu ikut pingsan atau kenapa napa ,gimana kamu nyelamatin saya?" Tanya ku heran menatap Faris yang ikut memakan apel itu.


"Ibu tenang aja,kan ada ibu yang bakal cium saya" Faris cengengesan


"Apaan sih kamu?" Aku memonyongkan mulutku lagi,aku benar benar malu mendengar pernyataan Faris.


"Kita liat aja Bu,siapa yang pingsan duluan, nanti yang masih sadar harus cium yang udah pingsan" jelas Faris membuatku menggeleng kan kepala,sambil meliriknya tak percaya.


"Itu gak mungkin banget ris" Aku menekan setiap kata dalam kalimat ku.


"Ya udah kalau gak percaya" Faris kembali memakan apelnya,aku pun kembali memakan apel ku.


Tiba-tiba ..


"Euoockkhh ...eeuuukkhhh.. " Faris tiba tiba memegang lehernya,seakan tercekik.


"Faris ..!!" Aku langsung berdiri,aku benar benar kaget,dan bingung apa yang terjadi dengan Faris.


"Euoockkhh ..Bu ..leher ..saayaa ..Bu Euoockkhh ..ka .. yanya aa..da racun euoockkhh ..di ..aapelnya" Faris tiba tiba ,wajahnya terjatuh dimeja, matanya langsung tertutup seketika.


Faris pingsan atau meninggal??? .. Apa benar benar ada racun di apelnya, tapi aku tidak apa-apa.


Aku memandang diri sendiri , karena memang aku tidak apa-apa,apa karena Faris sakit jadi seperti ini?


Aduhhhh .. aku benar benar bingung apa yang harus aku lakukan,aku mendekati Faris,ku balikan tubuhnya,agar aku bisa melihat wajahnya.


Ku dekatkan dua jariku dihidung nya,masih bernafas,ku pengang denyut nadi di lehernya,Hidup !! Dia masih hidup,tapi kenapa dia?


Aku mulai berpikir,apa yang harus aku lakukan,.. Aha!! Aku ingat,Ya .. Putri Salju dia bangun kalau .. Dicium ?? Hah?? Jadi aku harus cium Faris.Konyol !!


Tapi sudahlah, Akhirnya, dengan pemikiran konyolku itu,aku berniat melakukan nya.


Pertama aku menghela nafas.


Kedua aku mulai mendekat kan wajahku dengan wajahnya,aku mulai mendekat kan bibir ku ke bibirnya nya.


Dan ..


Ketiga aku perlahan memejamkan mata,tapi aku sedikit mengintip karena takut dan sedikit ragu.


Dan .. APA?? ..


Faris memonyong kan bibir nya itu, sambil masih memejamkan mata,bibirnya itu seakan ingin mencium bibir ku dengan sengaja.


Dia menjailiku ternyata.


Cletak .. aku menyentil keningnya itu.


"Aww .. ibu sakit!!" Ringis Faris,langsung bangkit dan memegang dahinya ,yang pasti perih itu.Tentu saja dia juga membuka kedua matanya.


Aku langsung menjauhinya.


"Dasar jail,gak sopan kamu jailin guru" Aku mendorong kursiku ke belakang,lalu beranjak meninggalkannya, naik ke kamar ku.


Faris nampak tak mengejarku,atau merasa bersalah atas kelakuan konyol nya.


Aku langsung duduk dengan kesal di ranjang tidurku.

__ADS_1


__ADS_2