Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Ganti Panggilan)


__ADS_3

Tok tok .. suara pintu kamar Tanika diketuk Faris.


"Assalamualaikum Bu" Faris mengucapkan salam setelah mengetuk pintu itu.


Sebelum nya Faris dipinta Tanika untuk datang ke kamar nya,ada sesuatu yang ingin Tanika bicara kan.Faris menduga istri nya itu akan membicarakan perihal perceraian mereka.Meski,tempo hari Tanika memanggil nya sayang,Faris hanya berpikir Tanika melakukan itu,hanya untuk menyenangkan Faris saja, lagipula Tanika sudah mengatakan dia akan berusaha membuat kenangan yang indah di waktu waktu terakhir kebersamaan mereka.


"Masuk ris,gak dikunci kok" pinta Tanika dari dalam kamar.


Ceklek (suara pintu dibuka) .. Faris menyiapkan mentalnya,jika saja Tanika meminta nya untuk menceraikannya.


Faris dengan inisiatif nya langsung berlutut disamping Tanika,yang sedang duduk dikursi meja rias.Ia seakan ingin sungkeman dan meminta maaf pada Tanika.


Faris menggenggam tangan Tanika, membuat Tanika berbalik menghadap Faris.


Tanika nampak heran dengan sikap suaminya itu,sedikit mengeryitkan dahi, sebelum akhirnya menghadap ke arah Faris.


"Saya mau minta maaf,saya selalu ngerepotin ibu,saya juga belum bisa jadi suami yang baik buat ibu, sebelum kita .." Faris menghentikan penuturan nya,Faris merasa tak sanggup jika harus mengatakan kata "pisah".


Tanika tersenyum melihat Faris tertunduk sedih,Tanika memegang kedua bahu Faris,ia lalu mengangkat perlahan Faris untuk berdiri.


Faris menurutinya, setelah mereka berdiri,mata Faris dan Tanika saling menatap.Tanika tersenyum manis,lalu memeluk tubuh Faris dan menyenderkan kepalanya didada Faris.


"Siapa yang bilang kita mau pisah hmm??" Tanya Tanika lembut,disela pelukan nya.


Faris tidak mengerti,ia lalu mendorong Tanika perlahan.


"Tapi Bu kesepakatan itu?" Tanya Faris, meminta penjelasan, sembari memegang kedua bahu Tanika.


Tanika malah meletakkan telunjuk nya tepat didepan bibir Faris.


"Sttt .. kesepakatan itu,aku ingin itu dibatalkan,kamu setuju?" Tanya Tanika lalu menurunkan jarinya.


"Ibu serius?" Faris menatap mata Tanika,mencari kebohongan disana,Tapi dengan sigap Tanika menggangguk pasti,tanda ia serius dengan yang dikatakan nya.


Tanika kembali memeluk Faris dengan erat,ia kembali menyenderkan kepalanya didada Faris.


"Kamu mau kan kita gak pisah dan melanjutkan hubungan kita?" Tanya Tanika lagi.


Faris membalas pelukan istrinya.


"Saya sangat setuju Bu, ibu tahu kan ini yang saya mau" Faris mengelus lembut rambut Tanika,lalu mencoba lembut pucuk rambutnya.

__ADS_1


Tanika terlihat kesal ia mendorong tubuh suaminya itu, setelah sebelumnya melepaskan pelukan nya.


"Kamu jangan panggil aku ibu lagi" pinta Tanika dengan wajah kesalnya.


Faris sedikit mengeryitkan dahinya,tak mengerti maksud Tanika.


"Loh kenapa Bu?" Tanya Faris heran.


"Karena kita suami istri sayang" Tanika mencolek hidung Faris dengan telunjuknya.


Faris tersenyum malu melihat tindakan istrinya.Faris memegang pinggang istri nya, mendorong nya agar menempel dengan tubuh Faris.


"Jadi aku boleh panggil sayang?" Tanya Faris sedikit mendekat kan wajahnya ke wajah Tanika.


"Iya sayang boleh" Tanika melingkar kedua tangan nya dileher Faris.


"Kalau gitu aku boleh ngelakuin ini juga?" Tanpa aba aba Faris langsung mencium bibir,yang sudah begitu dekat dengan bibir nya itu.


"Mmmmhhh mmmmhhh mmmmhhh" Tanika tak menolak sama sekali,bahkan Tanika malah ikut membalas ciuman dari suaminya itu,ia mengimbangi permainan dibibirnya itu.Tanika semakin mengeratkan pelukannya dileher suaminya, sementara Faris pun tak ingin kalah ia juga mengeratkan pelukan dipinggang istrinya bahkan sampai meraba raba punggung istrinya itu dengan lembut.


"Mmmmhh mmmhhh" Faris lalu melepaskan perlahan ciuman itu,karena dirasa istrinya mulai kesulitan bernapas.


Tangan Faris menelusupi leher Tanika,lalu memegang tekuk lehernya,ia mendorong perlahan kepala Tanika,ia menempelkan dahinya dengan dahi istri nya itu,ia menatap lekat Tanika yang masih berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Hmm..." Hanya itu yang sanggup Tanika ucapkan,pasalnya nafasnya kini memang sudah tak karuan.


"Masih mau hmm?" Tanya Faris masih dengan posisi sama.Tanika yang mulai lemas,ia menurunkan kedua tangan nya,namun aksinya itu di hentikan Faris,ia langsung memegang kedua tangan Tanika , kembali menaruhnya di leher Faris.


Faris mengendong istrinya ke atas ranjang ,menjatuhkan nya hingga ia terbaring di atas kasur itu.


Faris mendidih tubuh Tanika ,mencium lama kening istrinya nya itu.Tanika dapat merasakan dengan jelas kasih sayang dari kecupan Faris pada dahinya.Tanika menutup matanya, menikmati kecupan di dahinya,ia masih menutup matanya,saat Faris mulai menelusuri menciumi bagian wajah Tanika.


"Sayang ..aku tidur disini ya?" Bisik Faris yang dijawab dengan anggukan setuju dari Tanika.Farispun langsung menciumi leher istrinya dengan lembut, membuat Tanika mengeluarkan desahan.


Malam itupun kembali mereka melakukan aktivitas bercinta diatas ranjang.Mereka menikmati setiap detik keberadaan mereka,tak ada lagi perasaan takut kehilangan dari Faris,ia kini tahu istri nya tak akan meninggalkan nya lagi.


Pagi itu sebelum subuh,Tanika dan Faris keluar kamar mandi, mereka baru selesai mandi bersama pagi itu.


Faris memeluk istrinya dari belakang,saat istrinya sedang mengambil kertas kesepakatan mereka berdua.


Faris menciumi bahu Tanika yang tak tertutupi kain satu helai pun,tentu saja, Tanika dan Faris masih mengunakan handuk,saat keluar kamar mandi itu.

__ADS_1


"Sayang geli ih .." keluh Tanika , merasa kan gigitan kecil dari suaminya itu.


"Mmm masa?" Faris mencium pipi Tanika, membuat Tanika tersipu malu.


Faris masih memeluk mesra Tanika,saat istri nya itu sedang merobek kedua kertas ditangan nya.


"Sayang kok dirobek?" Tanya Faris heran,meski sebenarnya tak keberatan.


"Kita udah gak butuh ini lagi" Tanika membalik kan badannya "sekarang kamu buang kertas ini,ini sebagai tanda kita gak butuh kesepakatan" Tanika memberi kan serpihan kertas itu ke tangan Faris,Faris mengambilnya.


Ia tersenyum lalu membuang nya ke dalam tong sampah.


Tanika menghampiri suaminya.


"Sekarang kamu percaya kan?" tanya Tanika,Faris menghadap istrinya yang tersenyum manis "Aku gak mau kita pisah,karena aku sudah terlanjur cinta sama kamu" Lanjut Tanika lalu kembali memeluk suaminya.


"Aku juga cinta sama kamu sayang,aku janji akan berusaha jadi suami yang baik" Faris membalas pelukan Tanika,ia mengecup lembut pucuk rambut istri nya.


"Sayang .." Panggil Tanika disela pelukan mereka.


"Hmmm" Faris masih menikmati pelukannya.


"Udah sayang .." Tanika mendorong lembut tubuh suaminya.


"Nanti kamu telat lagi,aku juga mau masak ,kamu siap siap ke mesjid gih, mumpung belum adzan" jelas Tanika, setelah terlepas dari pelukan Faris.


Faris tersenyum "tapi kamu gantiin baju aku ya!!?" Bisik Faris di telinga Tanika.


"Nggak sayang .. nanti kita harus mandi lagi" Tanika lalu membalikkan badannya berjalan untuk mengambil baju dilemarinya,namun baru saja beberapa langkah.


Faris yang sedari tadi melihat manja istri nya,ia berjalan cepat langsung memeluk istrinya dari belakang.


Tania kaget mendapat pelukan dari suaminya, tapi ia tak menolak,Faris langsung menyenderkan dagu di bahu Tanika.


"Minta cium boleh kan?" Faris mendekatkan pipi ke arah bibir Tanika.


Cup ..Tanika mencium pipi suaminya itu dengan senang hati.


"Udah, sekarang kamu ganti baju,terus ke mesjid,okey" Tanika mengelus lembut tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Okey kalau gitu"

__ADS_1


Cup .. Faris balas mencium pipi Tanika.


__ADS_2