Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Katakan)


__ADS_3

Minggu itu pun berlalu dengan cepat, berbagai aktivitas sehari-hari membuat waktu berjalan tanpa sepengetahuan sang penghuni bumi, begitu lah waktu, berjalan bahkan tanpa permisi.


Sudah hampir satu Minggu sejak kecelakaan Ilham dan belum ada kabar tentang nya.Jika harus dikatakan, perasaan Tanika,masih sesekali takut, dengan keadaan Ilham,jika benar Ilham pergi selama nya,karena kecelakaan itu,entah bagaimana hatinya, mungkin akan sangat merasa bersalah.


Faris adalah orang yang selalu berusaha menenangkan hati Tanika, dengan kasih sayang nya,Faris selalu mampu, membuat Tanika merasa lebih baik.


Minggu berikutnya adalah Ujian Nasional bagi semua siswa kelas XII.


Beberapa guru sedang sibuk mengawas di hari terakhir ujian itu, beberapa lagi sibuk menyiapkan soal juga melakukan kegiatan lainnya didalam kantor ruang guru.


Di ruang guru,pagi itu Tanika tengah sibuk membuat dokumen,mengetik sesuatu dilaptopnya.


Kebetulan dihari terakhir UN ini,Tanika tak kebagian mengawas.


Tiba tiba, seorang pria yang sangat familiar bagi Tanika, berjalan masuk memasuki Ruang Guru.Di Ruang Guru sendiri hanya ada Tanika dan Bu Mira.


"Assalamualaikum." Ucap pria yang tak lain adalah Pak Yusuf.


"Waalaikumsalam." Jawab Tanika dan Bu Mira, bersamaan.


"Bu Mira Alhamdulillah Pak Ilham sudah sadar,kata Pak Luki kondisi nya sudah stabil." Jelas Pak Yusuf pada Bu Mira yang sedang merapikan soal,ia berjalan mendekati Bu Mira, sebelum memberikan informasi itu.


Tanika yang mendengar itu,ia menghentikan aktivitas mengetik nya,seakan mendapatkan sebuah air dipadang pasir,hatinya yang semula haus akan informasi tentang Ilham,kini mendapat jawaban.Tanika berdiri lalu mendekati meja Bu Mira,yang memang hanya memiliki jarak sedikit dengan mejanya.


"Alhamdulillah Pak, kalau begitu kita harus menengoknya Pak." Jelas Bu Mira,merasa bersyukur akan keadaan atasannya yang mulai membaik.Sejanak Bu Mira pun , menghentikan aktivitas membereskan soal itu.


Tanika yang sudah berdiri disamping Bu Mira, mendengar kan dengan baik seksama obrolan dua rekannya itu.


"Iya Pak, bagaimana kalau kita menengok Pak Ilham?" Tanya Tanika kemudian, berharap jawaban setuju dari Pak Yusuf.


"Bu Tanika sudah gak sabar ya lihat kondisi pujaan hatinya," Pak Yusuf,malah menggoda Tanika dengan ucapannya, membuat Tanika malu,seakan dia begitu antusias atas kabar Ilham itu.


Pak Yusuf yang mengerti rasa malu Tanika, segera mengubah ekspresi wajah yang semula nyengir menggoda Tanika,kini menjadi serius.Ia sadar,Tanika akan semakin malu,jika ia malah terus menggoda nya.


"Iya okey,kita akan jenguk Pak Ilham siang ini,siap siap ya Bu Tanika,kita berangkat setelah ujian selesai." Jelas Pak Yusuf,mengambil soal dihadapan nya.


"Baik Pak." Jawab Tanika,sopan kepada rekan kerja nya itu.


Pak Yusuf beranjak, setelah dirasa soal yang dia ambil cukup.


Bu Mira yang berdiri disamping Tanika, tersenyum manis mengelus pundak Tanika.


"Bu Tanika yang sabar ya,Pak Ilham pasti baik baik saja." Ucap Bu Mira, memberi semangat Tanika, untuk tak sedih dan bersikap tenang.


"Terima kasih Bu." Tanika tersenyum, setelah terima kasih.


°°°

__ADS_1


[ Ris,gak apa-apa kamu pulang sendiri? Aku punya kabar baik ris,Ilham udah sadar dan kondisi nya sudah stabil,aku sama guru yang lain mau nengok dia sekarang,kamu pulang sendiri naik ojeg,gak apa-apa kan?]


Klik, Tanika menekan tombol send,diponselnya.


Ya, setelah ujian berakhir, Tanika segera beranjak dari duduknya,karena Pak Yusuf juga Bu Mira,sudah menunggunya dibawah.


Tling ..


Ponsel Faris berbunyi,dengan segera ia mengambil ponsel didalam tasnya.


Faris membaca pesan itu,sembari berjalan keluar kelas.


"Gue duluan bro.." ucap Banu,sembari menepuk bahu Faris,lalu diikuti Rama yang melakukan hal sama.


"Gua juga ya Ris." Ucap Rama, setelah keluar kelas.


"Okey bro,hati hati dijalan." Jawab Faris, melihat kepergian kedua temannya.


Faris bergegas melihat ke bawah,kearah parkiran,benar saja dugaan Faris,ia sudah melihat Tanika, bergegas masuk ke dalam mobil.


Pandangan nya beralih ke layar ponsel nya,mengetik kata demi kata untuk membalas pesan Tanika.


[Ya sayang,kamu hati hati dijalan 😊] Faris segera mengirim pesan itu,setelah selesai mengetik.


Tling, dengan cepat Tanika membalas pesan Faris.


[Iya sayang 😊]


°°°


Pukul 11.30 siang,Pak Luki,Pak Ilham,Bu Mira,juga Tanika sudah memasuki lift Rumah Sakit,menuju ruangan Ilham yang memang berada dikelas VVIP,


Ceklek .. Pak Luki,membuka perlahan pintu ruangan Ilham.


Setelah nya mereka berempat pun masuk,


Dapat Tanika lihat,Ilham sedang duduk termenung,menatap kosong ke depan,entah kemana tujuan tatapan nya itu,Tanika sendiri tak tahu.


"Ham.." Panggil Pak Luki,paman Ilham dengan lembut,


Ilham yang mendengar seseorang memanggil nya, segera menoleh dan melihat paman juga ketiga orang bawahannya berjalan perlahan, mendekati ranjang ruang sakit, tempat nya sedang duduk saat ini.


"Tanika.." Ternyata fokus Ilham tertuju pada Tanika, yang tepat berdiri disamping Bu Mira.


Ucapan itu,sontak mendapat deheman dari Pak Yusuf,yang merasa terabaikan keberadaan nya.


"Eheumm." Deheman Pak Yusuf, membulatkan tangan,menyentuh bibir, seolah dia terbatuk saat itu.

__ADS_1


Deheman yang disadari Ilham pun ,memecah kenangan sekitar dua minggu lalu, yang memang sedang berkecamuk didalam pikiran Ilham, saat melihat Tanika masuk ruangan itu.


"Eh .. Pak Yusuf," Ilham tersenyum kecil.


"Terima kasih Pak sudah datang kesini,Bu Mira sama Bu Tanika juga,terima kasih sudah menyempatkan waktu datang kesini." Ucap Ilham, menatap ketiga bawahannya itu.


Pak Yusuf tersenyum mendengar ucapan Ilham.


"Sama sama Pak, bagaimana kondisi Pak Ilham sekarang?" Tanya Bu Mira, dengan lembut,ia lalu menaruh parsel buah di atas nakas samping ranjang Ilham.


"Alhamdulillah baik Bu Mira,cuma memang pusingnya masih ada." Jawab Ilham,masih mempertahankan senyum kecil dibibirnya.


"Alhamdulillah kalau begitu,kami selalu mendoakan bapak cepat pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa." Lanjut Bu Mira,mendoakan kesembuhan Ilham.


"Aamiin Bu, terima kasih banyak." Jawab Ilham,yang dibalas senyuman oleh Bu Mira.


"Ya Pak,saya kangen dengan wajah bapak yang cuek." Pak Yusuf seakan memecah suasana yang begitu serius itu,usia mereka memang tidak jauh berbeda,bahkannya mungkin seumuran,hanya saja karena alasan status pekerjaan,mereka pun saling menghormati,itulah kenapa Pak Yusuf,tak segan untuk bercanda atau menggoda rekan kerja nya.


Ucapan Pak Yusuf, sedikit membuat Ilham terkekeh, pasalnya dia memang sangat cuek dan terkesan angkuh jika disekolah.


°°°


Cukup lama kelima orang itu berbincang,meski hanya sekedar membicarakan hal ringan,semisal masalah disekolah,tak ada yang berani mengungkit masalah kecelakaan Ilham,tak ada satupun dari mereka ,yang ingin membuat Ilham kembali ingat kejadian buruk yang menimpa nya itu.


Sekitar tiga puluh menit,suara adzan dhuhur pun berkumandang,membuat keempat orang itu pamit untuk pulang.


Namun, berbeda dengan Tanika,langkah kakinya terhenti saat Ilham memanggil namanya,


"Bu Tanika,bisa ibu tinggal sebentar ada yang ingin saya bicarakan!?" Pinta Ilham,saat Tanika mulai melangkah kan kaki, hendak beranjak dari berdiri posisi nya.


Keempat orang yang paham dengan maksud Ilham,mereka mengerti untuk pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Tanika untuk bicara dengan Ilham.


Perasaan Tanika,jelas tak bisa dijelaskan ,masih ada rasa takut? Tentu saja,ia masih takut Ilham mengungkapkan perasaan nya atau lebih buruk Ilham menyalahkan segala yang terjadi adalah kesalahan nya.


"Ada apa Pak?" Tanya Tanika,yang tak jadi melangkah pergi.


"Saya mau tanya sesuatu? Apa hubungan kamu dengan Faris?" Tanya Ilham ,tanpa basa basi.


Deg ..


seperti petir menyambar disiang hari, pertanyaan Ilham sanggup membuat Tanika tercengang,tak mengerti apa maksud pertanyaan Ilham? Apa dia sudah tahu hubunganku dengan Faris,itulah yang ada dibenak Tanika saat ini.


Dengan perasaan gugup,Tanika sedikit mengalihkan pandangan nya ke segala penjuru,mencari jalan agar hatinya bisa tenang menjawab pertanyaan Ilham,atau dia menghilang saja dari tempat itu, untuk menghindari pertanyaan Ilham.Tapi, sungguh itu sangat tidak mungkin.


Tanika menghela nafas kecil.


"Saya .. saya .. guru Faris sejak dulu." Jawab Tanika pasti,meski sedikit terbata bata,tak bisa dipungkiri memang, terlihat jelas ada yang Tanika sembunyikan dibalik jawaban itu.

__ADS_1


Ilham yang memang sudah curiga kedekatan Tanika dengan Faris,ia menekan pertanyaan nya kali ini.


"Kamu menutupi sesuatu Tan,katakan!! apa hubungan kamu dengan Faris? Selain seorang guru,pasti ada hubungan lain diantara kalian atau hubungan yang lebih spesial misal nya,Katakan Tan!??" Jelas Ilham ,dengan penekanan disetiap ucapannya,seolah menyelidik dan mencari lebih dalam kedekatan Tanika dan Faris.


__ADS_2