Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Penggemar (Fans))


__ADS_3

POV: Faris


Pagi yang sangat cerah .. secerah hatiku, aku merasa lega,karena bisa melewati malam tadi bersama Bu Tanika .. tunggu!! maksud ku Tanika , sekarang aku tak harus memanggil nya dengan ibukan? Mungkin kecuali di sekolah.


Sungguh, aku sudah tak peduli dengan status atau umur kita yang bisa dibilang terlampau jauh.Aku hanya tahu Aku mencintai nya dan sekarang aku harus belajar menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab.Aku tidak tahu apa,karena tindakan ku semalam aku sudah bisa dibilang dewasakah? Aku sedikit senyum senyum sendiri,mengingat kejadian semalam.


Aku masih berjalan menuju gerbang sekolah, sampai disana aku melihat seorang gadis yang sedang duduk ditepi kolam dekat gerbang sekolah.Ia lalu berdiri saat aku masuk gerbang itu.


"Hai kak Faris .. Selamat buat juara duanya" sapa gadis dengan berkerudung putih itu.


"Eh iya terima kasih." jawab ku tersenyum padanya.


Gadis itu mengulurkan tangannya.


"Aku Laras adik kelas kakak." dia masih tersenyum padaku.Aku menjabat tangannya.


"Aku Faris,senang berkenalan dengan mu." Aku lalu melepaskan jabatan tangan itu.


Matanya terlihat memancarkan kebahagiaan,wajahnya sedikit menunduk, tersipu malu.Akupun berpamitan untuk masuk kelas.


Namun,saat aku mulai melangkah kan kaki, seseorang memanggil ku diiringi suara motor yang langsung mendekati ku.


"Faris!!" Teriaknya, membuat ku menghentikan langkahku, menoleh kepadanya.


Rama orang yang menaiki motor CBR 150R, mendekatiku dengan motor nya.


"Woy .. siapa tuh?" Tanya Rama menoleh ke arah Laras.


"Laras." jawabku singkat.


"Siapa Laras ?penggemar Lo?" Tanya


Rama, membuat ku menggeryitkan dahi.


"Dia adik kelas." jelas ku singkat.


"Oh,okey deh .. gue parkiran motor dulu." Rama melajukan motornya menuju parkiran.


Aku kembali melanjutkan langkah ku menuju kelas.


Jam istirahat aku dan dua sahabat ku pergi ke kantin sekolah,entah kenapa aku merasa seperti ada yang mengikuti kami bertiga.Tapi,aku mencoba melihat ke belakang,sayang nya aku tak menemukan siapa pun yang mengikuti ku,yang ada hanya tatapan para gadis yang memandang dengan terpesona disertai senyuman mereka, yang ku kira adalah pandangan itu mereka tujukan pada Rama.Ya,memang dia adalah pria yang tampan.Aku tidak berpikir pandangan itu tertuju padaku ,meskipun Banu sering bilang gadis-gadis itu memandangi ku,tapi aku tak peduli.Rama? dia juga tak peduli,kami bisa dibilang adalah sosok pria yang dingin pada wanita, begitu lah mungkin kurang lebihnya.


Tiga wanita yang sedang duduk dikantin tiba tiba berdiri,saat aku,Rama dan Banu melintas dihadapan mereka.


"Kak Faris .. hai kak" Genit wanita yang ditengah melambaikan tangan nya padaku.Aku hanya tersenyum kaku,jujur aku paling tidak suka wanita yang genit seperti itu.


"Kak Rama .." kedua wanita disamping mereka menyapa Rama yang berada disampingku.Reaksi Rama,dia tak melihat hanya berjalan begitu saja,lalu duduk disebuah kursi dekat jendela.Aku dan Banu mengikuti nya duduk disebelah Rama.


Bu Ayu pemilik kantin mendekati kami.


"Wih .. the Hitz nih ..mau pada pesen apa den?" Tanya Bu Ayu yang melihat kami sudah duduk.


"Ih Bu Ayu .. the Hitz apanya?" Tanyaku merasa konyol dipanggil seperti itu,kalau boleh jujur aku memang tidak suka julukan itu,terkesan berlebihan,itu memang hanya julukan yang diberikan penggemar Rama ..hihi ya ,penggemar Rama,karena aku memang tak pernah merasa punya fans,meski Banu dan Rama sering mengatakan mereka itu fans ku.

__ADS_1


"Ye ..suka tawadhu gitu den Faris mah,itu kan julukan dari para fans kalian." Jelas Bu Ayu,yang membuat kami terkekeh.


"Ya tu ris,fans Lo!?" Rama malah menuding mereka adalah fansku.


"Fans Lo kali,tuh liat!?" Aku menunjuk dua wanita yang menyapanya tadi,dan benar dua wanita tadi sedang menatap Rama.


Rama hanya berdecak.


"Gila Lo ram,Gu Jun Pyo dunia nyata Lo." celekuk Banu,membuatku terkekeh.


"Ogah gue,mereka itu yang lebay." ketus Rama.


"Ya udah Bu ,kita biasa pesen mie ayam tiga,sama minum nya yang biasa" aku menghentikan perdebatan konyol Rama dan Banu.


"Okey deh,di tunggu ya den!?" Bu Ayu lalu meninggalkan kami untuk membuat pesanan kami.


Saat kami sedang asik berbincang ,tiba tiba Banu menepuk bahuku.


Aku pun menatapnya,mengangkat sedikit wajahku,menanyakan ada apa.


"Tuh ..!" Banu menunjuk ke arah belakang ku,aku menoleh ke belakang.


Aku melihat Laras, wanita yang tadi pagi, sedang berjalan ke arah kami,membawa sebuah bolu ditangannya.


"Kak Selamat ya,ini aku buat kue bolu sebagai hadiah buat kakak" ucap gadis yang ku pikir polos,tak genit seperti wanita yang menyapaku tadi.


Aku berdiri untuk mengambil kue bolu itu,nampak tangan nya sedikit gemeteran,wajahnya terlihat memerah,aku jadi sedikit bingung untuk mengambil bolunya.


"Hey Lo cewe udik !!" Teriak wanita yang tadi menyapa ku dari meja nya,ia langsung berdiri dan mendekati ku.


Dia lalu mengambil bolu itu,bahkan tanpa ku duga..


Plakkk ..dia melempar bolu itu tepat diwajahnya Laras.


Aku kaget,bahkan sedikit membuka mulut ku.


"Apaan sih Lo?" Tanya ku kesal,yang langsung menolong Laras yang terjatuh, akibat ulah nya.


Aku memegang kedua bahu Laras untuk menolong nya berdiri,gadis itu gemeteran,mata nya mulai memerah,aku yakin dia sangat malu dan sedih.


"Lo gila ya?" Tanya Banu yang ternyata sudah ikut berdiri.


"Cewe cupu ini yang gila,cewe **** kaya dia berani beraninya deketin Kak Faris,gak pantes tahu ..Lo tuh harus nya ngaca .. liat tuh .. Lo tuh ****** yang gak tahu diri." jelasnya yang membuat ku kesal,sebab apa yang dia katakan itu sungguh tak pantas,tapi aku belum sempat mengatakan apapun, aku takut ,aku ikut kebablasan dan mengatai dia yang tidak tidak.


Wanita itu terus menunjuk nunjuk Laras dengan umpatannya.


"Dasar cewe cupu .." wanita itu menumpahkan minuman di tangan nya tepat dikepala Laras.


"Lo cewe kurang aja .. Lo tahu kelakuan Lo itu udah lebih buruk dari satwa kebun binatang." geram ku yang langsung menghalangi Laras dengan tubuh ku,agar wanita itu tak melakukan hal buruk lagi,ku lirik Laras yang nampak ketakutan,ia juga terlihat menahan tangis.


"Ram gue minta tolong!?" Aku menoleh ke arah Rama yang langsung mengerti maksud ku,dia membuka jaketnya dan mengenakan jaket miliknya ke Laras.


"Gue minta tolong Lo tenangin dia?!" aku melirik Rama yang sedang meletakan jaket dikedua bahu Laras.

__ADS_1


Rama mengerti dan langsung membawa Laras pergi,gadis itu nampak menatap ku sesaat, sebelum air matanya jatuh.


"Dan buat Lo,cewe yang gak punya sopan santun,Lo belajar gunain otak Lo!!" jelasku menunjuk kepala ku,menunjuk letak otak, sembari menatap serius wanita yang sedari tadi hanya diam, setelah mendengar umpatan ku.


"Kak Faris,kak Faris kok tega ngomong gitu ? dia itu cewe cupu gak pantes buat kak Faris,kak Faris liat aku ..aku lebih pantes buat kak Faris" dia malah marah, seakan tak punya malu,dia mengatakan dia lebih baik dari Laras.


Aku menghela nafas kasar,tak percaya dengan apa yang kudengar.


"Itu bukan urusan Lo,pantes atau gak gue sama dia,yang jelas gue gak akan pilih Lo,harus Lo tahu! Lo juga gak lebih baik dari dia,Lo harus liat diri Lo sendiri sebelum liat orang lain ,inget nasehat gue ini, sebelum Lo nyesel pada akhirnya." Tegasku membuat nya terpaku.


Aku lalu pergi dari hadapan nya, diikuti Banu yang sedari tadi menonton saja.Kami keluar dari kantin itu.


"Ris Lo keren ..belain cewek tadi." puji Banu yang mengikuti ku dari belakang.


"Apaan sih Lo!? Kalau Lo diposisi gue Lo juga bakal gitu." jelasku merasa aku hanya melakukan yang seharusnya ku lakukan.


"Eh btw .. Rama bawa Laras kemana ya?" Tanya ku pada Banu.


"Gak tahu tuh,tadi gue malah asik nonton Lo sama tu cewe hehe.." jawab Banu cengengesan.


"Oh gitu ya udahlah ,nanti juga dia balik kelas,gue jadi gak mood makan gara gara tu cewe,Lo mau ke kelas juga?" Tanyaku pada Banu.


"Gue laper sih.." Banu cengengesan.


"Ya udah Lo balik ke kantin aja,gue gak apa-apa ke kelas sendiri aja,gue bener bener gak mood udah marah marah sama tu cewe." jelasku lalu menghela nafas kecil.


"Ya udah .. oke deh ..gue tinggal ya bro.." Banu menepuk bahuku,lalu berbalik ke arah kantin.Aku hanya tersenyum membalas pamitan nya.


Aku berjalan santai melewati lapangan,tiba tiba seseorang memanggilku.


"Ris!!" Teriak orang itu yang membuat ku langsung menoleh padanya.


Ternyata,itu Rama ,aku langsung berjalan mendekati nya yang sedang duduk dikursi taman sekolah.


"Lo langsung ngomong aja sama orang ya,dia sekarang ada didepan Lo!" jelas Rama melirik Laras, setelah aku berada dihadapan mereka.


"Tapi ..." Laras nampak ragu lalu menatapku,aku tak mengerti maksud nya apa,karena penasaran akupun bertanya pada Rama.


"Ada apa sih?" Tanya ku melirik Rama.


"Lo tanya aja sendiri sama si Laras,dia mau bilang sesuatu sama Lo" jelas Rama masih dengan wajah nya yang datar.


"Lo mau ngomong apa?" tanyaku yang kini beralih melirik Laras.


Dia langsung berdiri dan memberikan jaket ke tangan Rama.


"Terima kak Rama sama kak Faris udah nolongin aku,aku permisi kak." Dia lalu dengan siaga berjalan cepat menjauhi kami,entah perasaan ku saja,tapi anak itu terlihat aneh, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Sementara Rama,saat ku lihat dia sedikit mengeryitkan dahinya, mungkin dia juga bingung dengan sikap gadis itu.


"Aneh,tadi ngomong nya mau bilang sesuatu tapi kok malah kabur." Gumam Rama, membuat ku penasaran apa yang ingin dibicarakan gadis itu.


"Emang dia mau ngomong apa ram?" Tanya ku pada Rama.

__ADS_1


"Udahlah ,mending kita balik ke kelas, sebentar lagi pasti masuk." Rama malah mengalihkan pembicaraan,ia juga seperti menyembunyikan sesuatu tapi aku berusaha untuk tak curiga, mungkin Rama juga tidak tahu apa apa.


__ADS_2