
Dan akhirnya mereka pun tiba di depan kamar Oma Grace, kemudian toni mengetuk pintu kamar itu dan setelah ada jawaban dari dalam kamar, Toni masuk ke dalam.
Exel yang melihat papi dan maminya segera turun dari gendongan Toni dan menghambur ke arah papi dan maminya
"Papi.....mami......!!" teriak Exel.
Oma Grace melihat ke arah Exel yang sudah di gendong oleh tuan Aldo.
Oma Grace tersenyum sambil berkata pada Aldo " Bawa kesini Al," pinta Oma Grace pada tuan Aldo.
Lalu tuan Aldo mendekat ke arah Oma Grace sambil menggendong Exel.
Oma Grace tersenyum menatap Exel sambil berkata padanya "Exel sayang.....ini Oma," ucap Oma Grace pada Exel.
Exel menatap Oma Grace lalu ia tersenyum pada Oma dan berkata
"Kenapa Oma tidur di situ?" tanya Exel.
"Oma sakit sayang.....," ucap Oma Grace sambil tersenyum.
Tiba-tiba Oma tersadar dan berkata pada Aldo "Al, Kenji di mana? apa selama Oma di rumah sakit dia pernah menjenguk Oma?" tanya Oma.
"Aku tidak tahu tempat tinggal Kenji Oma dan setahuku selama Oma di sini Kenji tidak pernah mengunjungi Oma," ucap tuan Aldo.
Maya mencoba memberanikan diri berkata pada Oma perihal Kenji
"Sebenarnya kemaren Kenji pernah ke sini menjenguk Oma," ucap Maya.
"Apa itu benar sayang?" tanya tuan Aldo pada Maya dengan terkejut.
"Iya sayang, Kenji bilang padaku kalau dia ingin melihat kondisi Oma dan dia juga berpesan padaku agar tidak menceritakan pada kamu kalau dia sudah mengunjungi Oma," kata Maya.
"Kenji....," ucap tuan Aldo.
"Al, coba kamu hubungi Kenji dan suruh dia kesini," kata Oma Grace pada tuan Aldo.
"Baik Oma," kata tuan Aldo yang kemudian menelpon Karin dan meminta nomer telepon Kenji padanya.
Belum sempat tuan Aldo menelpon Kenji tiba-tiba nyonya Lucia mamanya tuan Aldo datang memasuki kamar Oma dengan tergopoh-gopoh.
"Stop Al!! Kamu tidak usah menghubungi Kenji," ucap nyonya Lucia membuat Oma, Aldo dan Maya heran.
"Kenapa ma?" tanya tuan Aldo penasaran.
"Karena aku sudah melaporkan dia dengan tuduhan memeras Mega group," ucap nyonya Lucia.
"Lucia, kamu harus cabut tuduhan kamu itu," kata Oma Grace pada nyonya Lucia.
__ADS_1
"Mencabut bagaimana ma!!?" pekik nyonya Lucia pada Oma Grace.
"Kenji tidak salah Lucia, dia hanya ingin meminta haknya dan karena aku tidak memberi nya maka dia mengambil paksa uang Mega group untuk mendanai perusahaan nya," kata Oma Grace.
"Tapi itu kan sama aja dengan memeras uang Mega group ma, sampai-sampai Mega group mengalami kebangkrutan dan ditinggalkan banyak mitranya," kata nyonya Lucia bersungut-sungut.
Aldo dan Maya hanya diam menyaksikan perdebatan antara Oma dan nyonya Lucia.
"Aku akan memberikan dana untuk Mega group tapi tolong kamu cabut tuntutan kamu dan bebaskan Kenji," kata Oma pada nyonya Lucia.
"Tidak!!! Aku tidak akan mencabut tuntutan aku karena gara-gara ulah Kenji Aldo jadi bangkrut dan tidak di percaya lagi oleh semua mitra kerjanya," kata nyonya Lucia bersikukuh.
"Baiklah kalau kamu memang tidak mau membebaskan Kenji dari tuntutan kamu, aku sendiri yang akan membebaskan Kenji," ucap Oma.
"Mama apa-apaan sih.....bukannya membela Aldo cucu asli mama malah membela cucu dari anak si pelakor itu, mama benar-benar keterlaluan," nyonya Lucia terlihat sangat kesal sekali.
"Luci....bagiamana pun juga Kenji memiliki aliran darah dengan suamimu jadi setidaknya aku juga harus memberikan harta yang menjadi haknya dia," kata Oma Grace.
Nyonya Lucia makin menunjukkan sikap marahnya,kemudiaan Aldo mendekati mamanya dan berkata padanya
"Ma...apa yang di katakan Oma itu benar , Kenji adalah cucu Oma juga sama seperti aku dan dia juga berhak mendapat kan hak nya sebagai cucu Oma sama seperti aku," kata tuan Aldo.
"Tidak sama Al!! dia itu hanya cucu dari pelakor yang sudah membuat hidup mama menderita dan kamu juga Oma tidak pernah merasakan apa yang mama rasakan selama ini Aldo....!!" ucap nyonya Lucia dengan kesal.
"Aldo mengerti ma," ucap tuan Aldo.
Oma Grace menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap nyonya Lucia, lalu Oma Grace berkata pada tuan Aldo
"Al cepat kamu bebaskan Kenji dari tuduhan mama kamu dan biayanya nanti Oma yang akan tanggung," kata Oma Grace.
"Baik Oma," ucap tuan Aldo sambil beranjak hendak keluar dari kamar Oma Grace.
"Aku keluar dulu, kamu temani Oma di sini ya sayang," kata tuan Aldo pada Maya dan mengecup rambut Exel yang duduk di pangkuan Maya.
"Papi.....," rengek Exel pada tuan Aldo.
"Papi keluar dulu ya...Exel di sini sama mami," kata tuan Aldo mengusap rambut Exel.
Exel sudah hampir menangis tapi buru-buru Maya membujuknya
"Exel ....nanti sama papi di bawain coklat yang banyak, Exel mau....?" bujuk Maya pada Exel.
Exel menganggukkan kepalanya sambil menatap maminya, lalu tuan Aldo pergi keluar dari kamar Oma Grace.
Tuan Aldo berangkat menemui Kenji di penjara karena tuduhan yang di layangkan oleh mamanya pada Kenji.
Tuan Aldo sudah berada di sebuah ruangan khusus untuk menemui tahanan dan kini mereka berdua saling duduk berhadapan.
__ADS_1
"Ada apa Al?" tanya Kenji pada tuan Aldo.
"Ken, Oma ingin bertemu dan berbicara dengan kamu dan oleh karena itu Oma memberikan tebusan untuk membebaskan kamu," ucap Aldo ada Kenji.
Kenji menatap Aldo sambil berkata padanya "Kenapa Oma melakukan itu bukankah aku pantas mendapatkan hukuman ini karena sudah membuat Mega group mengalami kebangkrutan dan membuat semua mitra kerjamu pergi meninggalkan Mega group," kata Kenji.
"Oma tidak seperti apa yang ada dalam pikiran kamu, karena ternyata diam-diam Oma sudah memikirkan kelangsungan hidup kamu Ken," ucap Aldo.
"Tapi kenapa Oma selalu bersikap tidak baik pada aku selama ini?" tanya Kenji sambil menatap Aldo lekat-lekat.
"Mungkin ada alasan lain yang membuat Oma harus bersikap seperti itu pada kamu Ken," ucap tuan Aldo mencoba menenangkan Kenji.
Kenji menarik nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi yang sedang di duduki nya saat ini.
"Ayo Ken, kita harus temui Oma," ajak Aldo pada Kenji.
Lalu tak berapa lama Kenji sudah berjalan bersama Aldo keluar dari penjara dan berangkat menuju ke rumah sakit tempat Oma Grace di rawat.
Setiba di rumah sakit Aldo dan Kenji turun dari mobil dan berjalan menuju ke kamar Oma Grace.
Dengan perlahan tuan Aldo membuka pintu kamar tersebut lalu tuan Aldo masuk ke dalam dan di ikuti Kenji yang berjalan di belakangnya.
Oma Grace yang melihat Aldo datang bersama Kenji langsung tersenyum dan memanggil Kenji "Kemarilah Ken," panggil Oma Grace pada Kenji.
Kenji berjalan dengan perlahan dan ragu mendekat ke arah Oma Grace yang sedang duduk di atas tempat tidur.
Di samping tempat tidur terlihat Maya duduk di kursi sambil memangku Exel.
Kenji sudah berdiri tepat di hadapan Oma Grace, Oma Grace menatap Kenji sesaat lalu ia berkata padanya "Kenji....maafkan Oma kalau selama ini Oma bersikap acuh pada kamu, bukannya Oma mau membedakan antara kamu dan Aldo tapi Oma ingin mengajari kamu bahwa tidak semudah itu untuk mendapat kekayaan seperti yang kita mau tetapi semuanya harus di lalui dengan bekerja keras, dan Oma sudah mempersiapkan dana untuk membangunkan sebuah perusahaan buat kamu dan masa depan kamu tentunya," tutur Oma Grace.
Kenji menundukkan kepalanya dalam-dalam, dia merasa malu karena ternyata Oma Grace tidak seburuk yang dia pikirkan dan ternyata Oma Grace peduli dan sayang padanya, lalu dengan perlahan Kenji mengangkat wajahnya sambil berkata pada Oma Grace
"Oma, maafkan aku yang selalu berpikiran buruk pada Oma dan membuat nyawa Oma terancam akibat insiden kemaren itu," ucap Kenji.
"Ya, Oma sudah memaafkan semuanya," lalu Oma Grace merentangkan tangannya seketika Kenji menghambur dalam pelukan Oma setelah itu Kenji berbalik menatap Aldo dan memeluknya sambil berucap "Maafkan aku Al," ucapnya.
"Tidak apa kak, aku juga minta maaf," ucap Aldo dengan memanggil kakak untuk yang pertama kalinya pada Kenji kakak tirinya itu.
Maya tersenyum menyaksikan dua bersaudara itu berpelukan.
Tiba-tiba dari arah pintu kamar terlihat nyonya Lucia dan tuan Edward papanya Aldo dan Kenji berjalan masuk ke dalam kamar Oma Grace.
Lalu nyonya Lucia dan tuan Edward bergabung memeluk Aldo dan Kenji, Oma Grace tersenyum melihat pemandangan nan indah yang terpampang di hadapannya itu.
Akhir cerita mereka semua pun menjalani hidup dengan penuh kedamaian tanpa ada rasa dengki dan iri hati satu sama lain.
Ceritanya sampai di sini ya terimaksih like dan koment nya dan jangan lupa baca juga novel yang selanjutnya yang berjudul "Matahari yang redup".
__ADS_1