Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 32


__ADS_3

"Tapi kenapa harus pembantu yang menggantikan posisi aku Al....???"


"Alasan mama karena Maya sudah pernah menyelamatkan nyawa mama dari kecelakaan truk yang hampir merenggut nyawa mama waktu itu."


"Terus Tante Lucia merasa berhutang Budi pada Maya gitu!?" Karin mulai emosi.


"Ya, sepertinya memang begitu mama merasa dia telah berhutang Budi pada Maya."


"Kamu gak berusaha menolaknya Al....?!"


"Aku sudah berusaha menolak tapi mama tetap saja memaksa aku untuk menikah dengan Maya karena alasan aset Mega group juga katanya."


"Ya aku tahu Tante Lucia memang mengejar aset Mega group," ucap Karin.


Tuan Aldo diam sejenak sambil mengerutkan keningnya mendengar perkataan Karin barusan.


"Darimana kamu tahu kalau mama memang sedang mengejar aset Mega group?" tanya tuan Aldo pada Karin.


Spontan Karin menutup mulutnya yang tadi telah keceplosan berbicara "Mmm... a-aku hanya mengira-ngira saja Al ,"ucap Karin bohong.


"Hmmm...," gumam tuan Aldo.

__ADS_1


"Al....meski kamu jadi menikah dengan si Maya itu tapi kan cinta kamu cuma buat aku kan Al ?"


"Pasti sayang, aku tidak akan mencintai siapapun selain kamu,"kata tuan Aldo.


"Aku juga Al, aku sayang dan cinta sama kamu," kata Karin.


"Aldo mau menikah?" tanya Kenji yang ternyata duduk di sebelahnya Karin.


"Iya, Tante Lucia memaksa Aldo untuk segera menikah untuk bisa secepatnya mendapatkan aset mega group.


"Sudah kuduga mama Lucia pasti akan memaksa Aldo untuk segera menikah agar tidak keduluan aku," ucap Kenji.


"Tak masalah kan sayang, biarkan saja Aldo menikah yang terpenting aku akan selalu ada untukmu," ucap Karin sambil tersenyum pada Kenji.


Ternyata selama Karin menjalani studi di luar negeri dia telah mempunyai hubungan khusus dengan Kenji kakak tiri dari tuan Aldo.


Dan ternyata Karin sudah menduakan tuan Aldo, sementara tuan Aldo tidak mengetahui akan hal itu.


Pernikahan antara tuan Aldo dan Maya sudah di laksanakan dan tentu saja tuan Aldo tidak dengan sepenuh hatinya menerima pernikahan ini.


"Al kamu harus perlakukan Maya sebagai istrimu," ucap nyonya Lucia pada tuan Aldo.

__ADS_1


"Tidak ma, sampai kapanpun aku tidak mau mengakui dia sebagai istri aku dan aku hanya cinta sama Karin dan asal mama tahu pernikahan ini hanyalah sekedar menuruti kemauan mama," ujar tuan Aldo.


Nyonya Lucia menghela nafas panjang dia tahu anaknya itu memang keras dan tidak ada satu pun yang bisa mematahkan kemauannya.


Tapi seiring berjalannya waktu nyonya Lucia berharap tuan Aldo akan bisa menerima Maya.


Tuan Aldo berjalan menuju ke kamarnya sementara Maya berjalan di belakangnya dengan perlahan.


Tuan Aldo masuk ke dalam kamarnya sedangkan Maya masih berdiri di depan pintu kamar tuan Aldo.


Nyonya Lucia yang melihat hal itu dari jauh segera berjalan mendekat ke arah Maya.


"Masuklah May," ujar nyonya Lucia sambil mendorong tubuh Maya masuk ke dalam kamar tuan Aldo.


"Tapi nyonya....," ucap Maya takut.


"Abaikan Aldo dan bersikaplah manis di hadapannya," ucap nyonya Lucia pada Maya.


Dengan perlahan Maya berjalan masuk ke dalam kamar tuan Aldo.


"Tetap di situ dan jangan mendekat ke arah sini!" perintah tuan Aldo pada Maya.

__ADS_1


Maya menghentikan langkahnya dan berdiri di dekat kursi sofa yang ada di dalam kamar tersebut.


__ADS_2