
"Aku tahu siapa pengganti Karin," gumam nyonya Lucia sambil tersenyum senang.
Kemudian nyonya Lucia menghampiri Bik Atik yang sedang beres-beres di ruang meja makan.
"Bik, Maya kemana?" tanya nyonya Lucia pada Bik Atik.
"Maya sedang merapikan kamar tuan, nyonya," jawab Bik Atik.
"Nanti kalau dia sudah selesai bersih-bersih di kamar tuan Aldo, suruh Maya menemui aku," perintah nyonya Lucia pada Bik Atik.
"Baik nyonya," kemudian Bik Atik berjalan menuju ke kamar tuan Aldo menemui Maya.
Di dalam kamar tuan Aldo terlihat Maya yang sedang merapikan tempat tidur tuan Aldo.
"Bik Atik, ada apa?" tanya Maya melihat Bik Atik yang menyusul nya ke kamar tuan Aldo.
"Nyonya tadi bilang kalau kamu sudah selesai bersih-bersih nya, kamu di suruh menemui nyonya di ruang tengah," kata Bik Atik pada Maya.
"Ada apa? Kenapa nyonya ingin aku menemuinya?" tanya Maya pada Bik Atik.
"Bibik juga gak tahu, mungkin ada sesuatu yang mau di bicarakan dengan kamu," ucap Bik Atik.
__ADS_1
"Sesuatu? Apa aku telah melakukan kesalahan Bik?" tanya Maya lagi mengerutkan keningnya menatap Bik Atik.
"Sepertinya....selama ini kamu gak pernah melakukan kesalahan," kata Bik Atik lagi.
"Lalu apa?" Maya makin penasaran.
"Entahlah, sebaiknya kamu lekas pergi menemui nyonya ya," ujar bibik pada Maya.
"Iya Bik," lalu Maya bergegas keluar dan menutup pintu kamar tuan Aldo lagi.
Di ruang tengah nyonya Lucia sudah menunggu Maya "Aku yakin Maya adalah gadis yang baik dan pintar dan dia bisa di andalkan untuk mengantikan posisi Karin nantinya, kan selama ini Oma masih belum tahu wajah Karin jadi ...gak masalah meski aku menggantikan Maya sebagai Karin nantinya," gumam nyonya Lucia sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Nyonya memanggil saya?" tiba-tiba Maya sudah berdiri di depan nyonya Lucia.
"Mmm....a-ada apa nyonya?" tanya Maya dengan gugup.
Nyonya Lucia tersenyum tipis lalu dia menyuruh Maya untuk duduk di sofa yang ada di depannya.
"Duduk Maya," perintah nyonya Lucia pada Maya.
"Baik nyonya," ucap Maya sambil menganggukkan kepalanya dan duduk di depan nyonya Lucia.
__ADS_1
"Begini Maya, aku berencana untuk menikahkan kamu dengan Aldo," nyonya Lucia langsung berbicara pada intinya.
"Apa!!!" dengan refleks Maya membolakan matanya dengan sangat sempurna sekali menatap nyonya Lucia.
"Ya, aku akan menikahkan kamu dengan Aldo," ujar nyonya Lucia lagi.
"Ada apa dengan nyonya Lucia? Apa dia sudah gila mau menikahkan aku dengan tuan Aldo? aku ini siapa....dan lagi tuan Aldo kan punya pacar, wah benar-benar gak beres ini nyonya Lucia," batin Maya dalam hatinya.
"S- saya tidak mengerti maksud nyonya?" tanya Maya lagi pada nyonya Lucia.
"Maksudku jelas Maya, aku akan menikahkan kamu dengan anakku tuan Aldo, jelas bukan," ujar nyonya Lucia menatap Maya lurus-lurus.
"Tapi kenapa nyonya...bukankah tuan Aldo sudah punya pacar nona Karin? kenapa tidak di nikahkan dengan nona Karin saja nyonya?" tutur Maya.
"Itu masalahnya," ujar nyonya Lucia.
Maya menatap nyonya Lucia masih dengan sejuta pertanyaan di hatinya.
"Masalah?" tanya Maya.
"Ya, itu masalahnya Karin tidak mau menikah saat ini dengan Aldo karena dia lebih mementingkan studinya di luar negeri sana."
__ADS_1
"Pernikahannya kan bisa di tunda sampai nona Karin menyelesaikan studinya nyonya?"ucap Maya dengan hati-hati.