Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 33


__ADS_3

"Jangan bangga dengan pernikahan ini, karena aku sama sekali tidak menginginkannya, dan asal kamu tahu aku hanya menuruti permintaan mama dan selebihnya tidak ada yang aku suka dari kamu karena aku hanya mencintai Karin kekasihku, camkan itu!!" ucap tuan Aldo dengan mata tajam menatap ke arah Maya.


Maya menganggukkan kepalanya dengan perlahan tanpa menatap tuan Aldo yang berdiri agak jauh di hadapannya itu.


"Malam ini kamu tidur di sofa itu dan ingat jangan ceritakan apapun pada mama soal ini," kata tuan Aldo lagi sambil menunjuk ke arah kursi sofa di dekat Maya berdiri.


"Baik tuan," ucap Maya yang kemudian duduk di kursi sofa itu.


"Sebenarnya aku juga tidak menginginkan pernikahan ini tuan, hanya karena nyonya Lucia yang memaksakan ini semua," batin Maya sambil merebahkan tubuhnya di atas kursi sofa tersebut.


Tuan Aldo masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian tidur sementara Maya masih tetap menggunakan gaun yang tadi di pakai waktu acara pernikahannya dengan tuan Aldo.


Tapi tuan Aldo tak mau perduli dengan hal itu dan dia membiarkan Maya yang masih mengenakan gaun pengantin tersebut.


Terlihat tuan Aldo sudah tertidur pulas di atas ranjangnya, sementara Maya tidak bisa memejamkan matanya.


Pandangan matanya tertuju pada langit-langit kamar dan entah pikirannya menerawang kemana-mana.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya Maya pun tertidur di atas kursi sofa tersebut.


Pagi ini Maya sudah terbangun dan dia bergegas berjalan ke dapur untuk beres-beres.


"Eh....mau ngapain kamu?" tanya Bik Atik ketika Maya hendak bersih-bersih di dapur.


"Mau kerja lah Bik....," kata Maya menatap Bik Atik penuh heran.


"Mulai saat ini kamu tidak boleh melakukan pekerjaan dapur lagi, karena kamu sekarang sudah jadi nyonya di rumah ini," ujar Bik Atik.


"Apa sih Bik, aku masih tetap Maya yang dulu biarkan saja aku mengerjakan pekerjaanku Bik," kata Maya memaksa.


Maya menghentikan pekerjaannya dan menatap Bik Atik penuh tanya.


"Iya itu perintah nyonya Lucia," Bik Atik berkata lagi pada Maya.


"Biarlah Bik, aku bantu-bantu bibik ya," kata Maya pada Bik Atik.

__ADS_1


"Enggak bisa sekarang kamu harus balik ke kamar tuan dan layani apa yang tuan mau."


Maya mendengus dengan kesal lalu dia berjalan kembali menuju ke kamar tuan Aldo.


Ketika Maya kembali ke dalam kamar tuan Aldo terlihat kasur tuan Aldo sudah kosong.


Maya lalu membereskan tempat tidur tuan Aldo yang berantakan.


Tak berapa lama terlihat tuan Aldo yang keluar dari kamar mandi.


"T-tuan mau aku siapkan baju untuk ke kantor?" tanya Maya pada tuan Aldo memberanikan diri.


"Ambilkan aku kemeja warna abu-abu dengan celana hitamnya di lemari sana!" tunjuk tuan Aldo pada lemari baju itu.


"Baik tuan," lalu Maya berjalan menuju ke arah lemari kayu tersebut dan mulai mencari baju yang di maksud oleh tuan Aldo tersebut.


"Ini tuan," ucap Maya seraya menyerahkan hanger yang berisi kemeja dan celana yang di minta tuan Aldo.

__ADS_1


Tuan Aldo meraih hanger itu lalu dia menoleh pada Maya yang masih berdiri di situ.


"Kenapa masih berdiri di situ, di kamar mandi ada baju kotor punya aku cepat kamu bereskan itu..!" perintah tuan Aldo pada Maya.


__ADS_2