Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 46


__ADS_3

Tuan Aldo juga masih memperhatikan Maya dari dalam mobilnya.


Lalu setelah Maya masuk ke dalam rumahnya tuan Aldo merasakan hatinya tenang.


Tuan Aldo menarik nafas panjang sambil berkata dalam hatinya " Semoga saja kandungannya baik-baik saja," katanya.


Sekali lagi tuan Aldo melihat ke arah rumah Maya yang sudah tertutup kemudian tuan Aldo pun menjalankan mobilnya pergi meninggalkan rumah kontrakan Maya tersebut.


Tuan Aldo mengemudikan mobilnya menuju ke restoran tempat Maya bekerja.


Kedatangan tuan Aldo di sana di sambut oleh Eric temannya.


"Aldo...ayo masuk," ucap Eric yang melihat tuan Aldo sudah memasuki restoran yang di kelolanya bersama tuan Aldo tersebut.


"Kenapa kamu datang kesini Al, bukannya Maya sudah aku pulangkan?" tanya Eric pada tuan Aldo.


"Iya aku tahu," jawab tuan Aldo.


"Hey.... Aldo, apa yang sedang kamu pikirkan? tentang gadis pelayan itu?" ucap Eric bercanda melihat wajah tuan Aldo yang sedang memikirkan sesuatu.


Tuan Aldo menipiskan bibirnya melirik pada Eric.

__ADS_1


"Kamu jatuh cinta padanya?" tanya Eric lagi pada tuan Aldo.


"Entahlah," jawab tuan Aldo sambil menyandarkan kepalanya pada punggung kursi.


"Apa yang membuat seorang tuan Aldo bisa jatuh cinta pada seorang pelayan hah!?" lagi-lagi Eric berseloroh pada tuan Aldo.


"Aku rasa dia gadis yang baik dan sederhana, dia juga sudah mengubah cara pandangku tentang hidup ini," ucap tuan Aldo.


"Oh.... begitu kah," kata Eric sambil tertawa meledek tuan Aldo.


"Lantas bagaimana dengan Karin yang jelas-jelas sudah terlihat status sosial nya dan aku rasa hubungan kalian sudah jauh sepertinya," ucap Eric.


Tuan Aldo menghela nafas panjang seolah ingin membuang beban yang dia rasakan saat ini.


"Kenji!!? kakak tiri kamu itu!!?" teriak Eric seolah tidak percaya dengan perkataan Aldo barusan.


"Ya," jawab tuan Aldo.


"Hmmm rupanya Karin tidak cukup hanya dengan satu laki-laki saja," ujar Eric.


"Ya...h sepertinya begitu," kata tuan Aldo.

__ADS_1


"Tapi sekarang kamu telah menemukan seseorang yang bisa mengobati sakit hati kamu kan Al," seloroh Eric lagi pada tuan Aldo.


"Sebentar Al, bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh hati pada Maya?" selidik Eric pada tuan Aldo.


"Kita sudah menikah," kata tuan Aldo datar.


"Apa!!!!" teriak Eric saking terkejutnya mendengar hal itu.


"Ya, kita sudah menikah karena mama harus memenuhi janji pada Oma juga demi aset Mega group," ucap tuan Aldo pada Eric.


Eric menggeleng-gelengkan kepalanya dia terheran-heran mendengarkan cerita tuan Aldo.


"Aku sangat membenci Maya dan juga pernikahan ini karena aku masih tidak bisa meluapkan Karin."


"Terus...!!?" tanya Eric dengan antusias.


"Selama tiga bulan Maya bertahan dengan sikap dingin aku, tetapi akhirnya dia tidak sanggup bertahan karena sikap ku yang tak menganggapnya sebagai istri dan sepertinya Maya cukup sadar dengan posisinya, lalu pada suatu hari dia pergi meninggalkan aku dan kembali ke rumah nya sendiri."


"Selama kalian menikah, kamu sudah pernah menyentuhnya?" tanya Eric lebih lanjut.


"Dari awal aku sudah tidak menginginkan Maya dan meski kita menikah tapi aku tidak pernah menyentuhnya sampai pada akhirnya aku mabuk berat akibat dari kekesalanku atas kelakuan Karin," tuan Aldo berhenti sejenak.

__ADS_1


"Lantas?" Eric jadi penasaran.


__ADS_2