
Eric masuk ke dalam kamar dan dia masih penasaran dengan kancing baju tuan Aldo yang tadi sempat terlihat olehnya masih terbuka.
Eric menghampiri tuan Aldo yang duduk di kursi di samping Maya yang sedang tidur " Bagiamana keadaan Maya?" tanya Eric pada tuan Aldo.
"Dia bilang tadi perutnya masih sakit," kata tuan Aldo sambil menoleh pada Maya yang sedang tertidur.
"Al, apa yang sebenarnya tadi terjadi?" tanya Eric kemudian.
Tuan Aldo bangkit dari duduknya dan mendorong dengan perlahan tubuh Eric untuk menjauh dari tempat tidur Maya "Kita bicarakan di sana saja," ucap tuan Aldo sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di dekat pintu kamar.
Eric pun menurut dan kemudian mereka berdua pun duduk di kursi sofa tersebut
__ADS_1
"Apa yang terjadi Al!" buru Eric setelah mereka berdua duduk di kursi sofa itu.
"Begini Eric ceritanya itu kemaren pagi aku sudah bersiap berangkat ke rumah Maya tapi tiba-tiba Oma memanggilku dan seperti biasa dia berpesan agar aku tidak lagi pergi menemui Maya dan Oma bilang kalau Karin adalah wanita yang tepat buat aku kata Oma dan pas waktu itu juga Karin datang ke rumah dan akhirnya Oma tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, aku di suruh jalan sama Karin waktu itu juga sama Oma dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintah Oma," tutur tuan Aldo pada Eric.
"Kenapa kamu tidak bisa menolaknya Al !?" tanya Eric kesal.
"Aku bisa saja menolaknya Ric! tapi yang aku khawatirkan saat itu adalah penyakit jantung Oma, aku takut kalau aku bersitegang lagi dengan Oma penyakit jantungnya akan kambuh lagi dan aku tidak mau itu terjadi lagi," kata tuan Aldo.
"Lantas kamu mau saja di ajak kencan sama Karin dan ....sampai kamu lupa mengancingkan baju kamu itu hah!?" kata Eric.
"Terus!!! kancing baju kamu itu!!?" buru Eric masih penasaran dengan kancing itu.
__ADS_1
"Eric waktu itu entah apa yang di tuangkan Karin ke dalam gelas minumanku karena secara tiba-tiba setelah meminum itu aku merasakan kepalaku sangat pusing sekali sampai aku tidak bisa menahannya dan di waktu itu juga Karin memanfaatkan kondisi yang seperti itu dengan membawaku masuk ke dalam sebuah kamar dan sepertinya waktu itu dia akan melancarkan aksinya dengan melucuti kancing bajuku, tapi untungnya aku segera sadar akan hal itu dan dia pun gagal melakukan aksinya padaku."
"Hmm....," ucap Eric sambi menganggukkan-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Makasih ya Ric karena kamu sudah membantu membawa Maya ke rumah sakit," ucap tuan Aldo.
"Gak apa-apa selama kamu masih menjadi Aldo yang baik aku akan siap sedia membantu kamu apapun itu," seloroh Eric pada tuan Aldo.
Tuan Aldo tersenyum sambil meninju lengan Eric dan mereka pun tertawa bersama " Kalau begitu aku pulang dulu dan tolong jaga Maya baik-baik," ujar Eric pada tuan Aldo sambil bangkit dari duduknya.
"Oke, aku akan selalu menjaga Maya dengan sepenuh hati," ucap tuan Aldo.
__ADS_1
Lalu Eric pun melangkah keluar dari kamar tempat Maya di rawat
Tuan Aldo melangkah mendekat ke arah Maya yang masih tertidur dengan pulas.