Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 59


__ADS_3

"Tidak, kamu tidak menimbulkan masalah apa-apa padaku justru akulah yang menimbulkan masalah dalam hidupmu, gara-gara aku menikahi kamu sekarang kamu jadi menderita karena perlakuan Oma," kata tuan Aldo.


"Tuan....jangan buat aku lebih berat untuk pergi meninggalkan kamu, tolong jangan katakan hal semacam itu karena itu akan semakin membuat aku berat untuk pergi dari hidupmu tuan.....," Maya membatin dalam hatinya.


Buru-buru Maya menatap tuan Aldo dengan tatapan di buat setegar mungkin


Lalu dia berkata pada tuan Aldo


"Saya tidak menderita tuan, saya baik-baik saja," ucap Maya.


Tuan Aldo mencengkram tubuh Maya sambil berkata padanya " Aku tahu kamu tidak baik-baik saja karena aku bisa melihat itu dari tatapan mata kamu yang menyimpan sesuatu yang sengaja kamu sembunyikan," ucap tuan Aldo menatap Maya lekat-lekat.


"Degh" Maya heran kenapa tuan Aldo bisa menebak isi hatinya saat ini.


"Ayo ikut aku pulang ke rumah, aku akan merawat kakimu yang luka itu" kata tuan Aldo.

__ADS_1


"Tidak tuan saya tidak mau kembali ke rumah tuan biarkan saya pulang ke rumah saya sendiri tuan," kata Maya melepaskan tangan tuan Aldo yang mencengkeram tubuhnya.


"Kenapa kamu keras kepala sekali," kata tuan Aldo dengan kesal.


"Saya tidak mau tuan di marahi terus oleh Oma tuan hanya karena saya, lebih baik tuan kembali pulang dan tolong lupakan saya tuan," ucap Maya sambil melangkah perlahan hendak meninggalkan tuan Aldo.


Lagi-lagi tuan Aldo mencekal tangan Maya mencoba menahannya untuk tidak pergi "Jangan pergi, aku akan mengantarmu pulang sampai ke rumah," paksa tuan Aldo pada Maya.


"Tuan saya harus bilang berapa kali pada tuan kalau saya akan pulang sendiri dan silahkan tuan pulang jangan pedulikan saya lagi," ucap Maya kekeh.


"Baik kalau itu maumu, anggap saja aku melakukan ini untuk calon anakku yang ada di dalam perutmu itu," ucap tuan Aldo dengan kesal.


"Aku tidak boleh egois, anak ini anak tuan Aldo juga dan dia berhak melakukan apapun untuk calon anaknya ini," batin Maya dalam hatinya


Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan dengan sigap tuan Aldo membuka blazernya dan membalutkan blazer itu ke tubuh Maya, Maya tidak bisa menolak dia harus ikut masuk kedalam mobil taun Aldo ketika tuan Aldo memapahnya berjalan menuju ke mobil.

__ADS_1


Hujan semakin deras dan terlihat tubuh tuan Aldo basah kena air hujan, Maya melirik tuan Aldo dengan ekor matanya dia merasa kasihan pada tuan Aldo yang rela memberikan blazer nya agar dirinya tidak kehujanan.


Maya mempercepat langkahnya agar supaya tuan Aldo tidak semakin basah kuyup kena hujan.


"Pelan-pelan, jalannya licin nanti kamu bisa tergelincir," kata tuan Aldo sambil merangkul tubuh Maya.


"Tuan basah semua saya takut nanti tuan jadi sakit," ucap Maya.


"Aku rela sakit demi kamu dan anakku," ucap tuan Aldo tersenyum pada Maya.


Dan akhirnya mereka pun masuk juga ke dalam mobil sementara hujan masih cukup deras.


"Kamu kedinginan," kata tuan Aldo sambil melepas blazer yang sudah basah itu dari tubuh Maya.


"Tuan juga, baju tuan sampai basah kuyup begitu," kata Maya sambil menoleh menatap tuan Aldo dengan cemas.

__ADS_1


__ADS_2