Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 60


__ADS_3

Lalu tuan Aldo mengemudikan mobilnya dengan cepat berharap bisa segera sampai di rumah Maya dan tidak ingin membiarkan Maya kedinginan karena kehujanan tadi.


Dan tak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai ke rumah Maya, tuan Aldo kembali memapah Maya masuk ke dalam rumahnya.


"Hatchi....!!!" tiba-tiba Maya jadi bersin.


"Lekas keringkan badanmu dan berganti baju agar kamu tidak masuk angin," ucap tuan Aldo yang melihat Maya sepertinya mulai masuk angin.


"Tapi tuan, tuan juga basah kuyup tuan juga harus berganti baju," kata Maya melihat tuan Aldo yang masih basah kuyup.


"Ya, aku akan ambil baju dulu di mobil sementara itu kamu lekas keringkan badanmu," ucap tuan Aldo pada Maya.


"Baik tuan," kata Maya yang kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Sementara tuan Aldo kembali menerobos hujan yang masih sangat deras itu untuk mengambil baju di mobilnya, tuan Aldo memang selalu membawa baju ganti di dalam mobilnya.


Di dalam rumah terlihat Maya sudah berganti baju dan sudah membuatkan teh panas untuk dirinya dan tuan Aldo.


"Ini handuknya tuan dan kamar mandinya ada di sebelah kamar itu," ucap Maya sambil menyodorkan sebuah handuk putih pada tuan Aldo.

__ADS_1


"Ya, terimakasih," kata tuan Aldo sambil berjalan menuju ke arah kamar mandi.


"Baju kotornya letakkan saja di ember depan kamar mandi tuan," kata Maya sebelum tuan Aldo masuk ke dalam kamar mandi.


Tuan Aldo menganggukkan kepalanya lalu dia pun masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan badannya.


"Tuan silahkan minum teh panasnya," Maya menyodorkan segelas teh panas itu di hadapan tuan Aldo ketika mereka sudah duduk di kursi ruang tengah.


"Kamu juga minum teh nya supaya badanmu lebih hangat," ucap tuan Aldo.


"Iya tuan," ucap Maya sambil mulai meminum teh nya.


Tuan Aldo berjalan mendekati Maya dan berkata padanya " Kamu mulai masuk angin," ucapnya.


Tubuh Maya menggigil dan dia merasakan kepalanya agak pening dengan sigap tuan Aldo merengkuh tubuh Maya dan membawanya masuk dalam pelukannya.


"Kepala saya pusing tuan," ucap Maya masih dalam pelukan tuan Aldo.


"Ayo masuk kamar kamu harus istirahat," kemudian tuan Aldo membawa Maya masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Tuan Aldo mengangkat tubuh Maya dan membaringkannya di tempat tidur dan lagi tatapan mata mereka saling beradu satu sama lain, dengan perlahan tuan Aldo mengusap kening Maya kemudian perlahan-lahan dia mengecup kening Maya dan terus mengecup bibirnya dengan lembut membuat Maya harus menutup rapat kedua matanya merasakan kehangatan sang suami.


Di luar hujan masih turun dengan derasnya dan sejoli suami istri yang sedang di mabuk cinta itupun menikmati malam ini dengan penuh kehangatan akan kasih sayang yang mereka berikan satu sama lain.


Di rumah tuan Aldo sana tampak Oma Grace sedang berteriak memanggil-manggil tuan Aldo.


"Al .. !!! Aldo ......!!!" panggil Oma Grace dari arah ruang meja makan.


Terlihat Bik Atik yang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam Oma Grace dan tuan Aldo.


"Atik...!!" panggil Oma Grace pada Bik Atik.


"Iya nyonya," jawab Bik Atik.


"Kamu kelihatan Aldo tidak?" tanya Oma Grace pada Bik Atik.


"Dari tadi saya tidak melihat tuan Aldo nyonya," ucap Bik Atik.


Oma Grace terlihat kesal sambil menaikkan kedua alis matanya dia berkata" Kemana Aldo ini, atau jangan-jangan dia pergi menemui gadis pembantu itu."

__ADS_1


__ADS_2