Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 82


__ADS_3

Sementara Maya sudah mempersiapkan masakan untuk menyambut kedatangan tuan Aldo hari minggu ini.


Maya memasak makanan kesukaan tuan Aldo dan setelah semua makanan terhidang di meja makan, Maya pun bergegas untuk merias dirinya agar terlihat cantik di depan tuan Aldo.


Maya sudah menunggu tuan Aldo sedari tadi dari jam sembilan tadi sampai saat ini jam sebelas tapi tuan Aldo belum datang juga ke rumah Maya.


Maya bangkit dari tempat duduknya, dia berjalan menuju ke pintu depan dan sesekali melongok ke arah jendela ruang tamu untuk melihat kedatangan tuan Aldo.


Tapi ternyata yang di tunggu-tunggunya belum tampak juga " Kenapa sampai jam segini tuan Aldo belum datang juga ya, tidak biasanya dia begini, atau jangan-jangan.... Oma Grace tahu kalau dia akan datang menemui aku lantas Oma Grace marah dan tidak mengijinkan tuan Aldo pergi," gumam Maya sambil menghela nafasnya dalam-dalam.


"Maya Maya .... sudahlah jangan terlalu berharap banyak pada tuan Aldo karena dia tidak akan bisa kamu miliki seutuhnya, tapi aku...terlanjur mencintai nya meski sedikit ragu akan perasaan ini dan aku bisa menangkap dari perhatian dan tatapan tuan Aldo kalau dia juga mulai jatuh cinta padaku," lagi-lagi hati Maya berkecamuk tentang perasaannya pada tuan Aldo.


Tiba-tiba Maya di kejutkan oleh suara Eric yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya "Wah....kamu lagi masakin buat aku ya May?" kata Eric ketika melihat banyak makanan yang tersaji di ruang meja makan.

__ADS_1


Maya diam saja tidak tidak menghiraukan perkataan Eric, Eric mengerutkan keningnya melihat Maya yang sepertinya sedang kesal.


"Hei kamu kenapa Maya? kamu gak suka aku datang?" tanya Eric berseloroh.


"Aku menunggu tuan Aldo, kemaren dia janji mau datang ke sini hari ini tapi sudah tiga jam aku menunggu tuan Aldo tidak juga datang," kata Maya lesu.


"Aku tahu Aldo dia tidak pernah ingkar janji apalagi janji dengan orang yang spesial buat dia, mungkin saja dia ada sedikit urusan jadi dia agak terlambat datangnya," kata Eric mencoba menenangkan Maya yang tampak gelisah.


"Sudahlah tidak usah mikirin hal yang tidak-tidak, aku yakin Aldo akan bisa mengatasi semuanya kalau pun itu yang sedang di alaminya saat ini," Eric kembali menenangkan Maya.


"Ya mudah-mudahan tuan Aldo tidak kenapa-napa."


Tiba-tiba Maya merasakan perutnya sangat sakit sekali "Aduh....," rintih Maya sambil memegangi perutnya yang terasa sakit sekali.

__ADS_1


"Kenapa May, kenapa dengan perutmu?" tanya Eric panik yang melihat Maya kesakitan.


Maya tak menghiraukan pertanyaan Eric dan dia terus saja merintih merasakan sakit di perutnya.


"Kita ke rumah sakit ya May?" ajak Eric yang tidak tega melihat Maya terus merintih sambil memegangi perutnya.


Maya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menahan rasa sakit di perutnya.


"Maya kamu terlihat sangat kesakitan seperti itu sebaiknya di bawa ke rumah sakit saja," kata Eric lagi.


"Enggak Ric aku gak apa-apa aku masih kuat," ucap Maya masih menahan sakit perutnya.


"Kuat bagaimana, kamu kelihatan sangat kesakitan seperti itu kamu bilang kuat, aku akan hubungi Aldo sekarang," kata Eric sambil merogoh ponselnya yang ia letakkan di saku celananya.

__ADS_1


__ADS_2