
"Baik tuan," lalu Maya berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan membawa keranjang yang berisi baju-baju kotor tuan Aldo.
Terlihat tuan Aldo sudah rapi mengenakan baju kantornya dan bersiap hendak sarapan pagi.
"Permisi tuan saya mau mencuci baju-baju tuan ini dulu," pamit Maya pada tuan Aldo.
Tuan Aldo melirik ke arah keranjang yang ada di tangan Maya tanpa berkata apa-apa.
Dan Maya sudah tahu pasti kalau tuan Aldo tidak akan menjawab iya ataupun tidak.
Lalu Maya bergegas keluar dari kamar tuan Aldo dan berjalan kembali menuju ke arah dapur.
"Eh....kamu mau ngapain lagi Maya....?" teriak Bik Atik yang melihat Maya membawa keranjang cucian tersebut.
"Aku mau mencuci baju kotor tuan Bik," ucap Maya.
"Tidak usah biar nanti Bik Ina yang melakukan itu, kamu sekarang bersiap untuk sarapan pagi bareng tuan dan nyonya," ucap Bik Atik.
"Tapi.....," ucap Maya.
Tuan Aldo sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi ini.
Nyonya Lucia menatap tuan Aldo dengan heran dan bertanya padanya.
"Maya kemana Al, kok tidak bareng kamu!" tanya nyonya Lucia pada tuan Aldo.
__ADS_1
"Tadi dia membawa baju kotor ku, mungkin dia lagi mencuci baju di dapur," ujar tuan Aldo.
"Aldo, kamu ini apa-apaan sih Al, dia kan sudah menjadi istri kamu sekarang kenapa kamu suruh mencuci!!" pekik nyonya Lucia.
Tuan Aldo diam saja dia tak perduli dengan apa yang di katakan mamanya karena dia memang tidak mau menerima Maya sebagai istrinya.
"Bik.....!!! Bik Atik.....!!!" panggil nyonya Lucia pada Bik Atik.
"Iya nyonya ada apa?" tanya Bik Atik yang datang dengan tergopoh-gopoh.
"Panggilkan Maya suruh dia ke sini untuk sarapan!!" perintah nyonya Lucia pada Bik Atik.
"Baik nyonya," kemudian Bik Atik kembali ke dapur untuk memanggil Maya.
"Maya!" panggil Bik Atik pada Maya.
"Ayo cepetan kamu ke meja makan, nyonya Lucia dan tuan Aldo sudah menunggu kamu di sana," ucap Bik Atik.
"Tapi Bik...,"
"Sudahlah cepetan kamu kesana ini perintah nyonya Lucia dan sepertinya nyonya marah karena kamu tidak ikut sarapan sama mereka."
"Masa begitu," Maya tidak percaya.
"Iya nyonya Lucia yang tampak marah, sudah ayo cepetan kamu ke sana!!" Bik Atik mendorong tubuh Maya keluar dari dapur.
__ADS_1
Lalu Maya berjalan menuju ke ruang meja makan.
Nyonya Lucia menatap Maya yang sudah memasuki ruang meja makan lalu ia berkata pada Maya.
"Maya! kamu duduk di sebelah Aldo dan mama peringatkan mulai hari ini dan seterusnya kamu harus ikut sarapan tiap pagi bersama kita!" ucap nyonya Lucia.
"Iya nyonya," Maya menganggukkan kepalanya.
"Jangan panggil aku nyonya, panggil aku mama mulai sekarang!"
Maya menganggukkan kepalanya lagi dengan perlahan.
"Sudah sekarang kamu layani suamimu," perintah nyonya Lucia pada Maya.
Muka tuan Aldo tampak sangat kesal sekali dia terlihat sangat tidak senang dengan hal ini.
Maya lalu mengambil piring yang ada di depan tuan Aldo dan bertanya padanya
"Tuan mau makan apa?" tanya Maya.
"Terserah," jawab tuan Aldo dengan kesal.
"Al....ayolah Al..," kata nyonya Lucia melihat sikap Aldo yang seperti itu.
"Aku gak selera!!" ucap tuan Aldo sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Aldo..!" teriak nyonya Lucia.