
"Iya iya Al, mama minta maaf karena sudah teledor, tapi mama tidak apa-apa kok Al cuma....ada luka sedikit di kaki mama," ujar nyonya Lucia.
"Luka? Kenapa?" tanya Aldo lagi.
"Jadi ceritanya tadi itu ada seorang gadis yang tiba-tiba menubruk tubuh mama dan menyelamatkan mama dari truk itu dan akhirnya mama dan gadis itu terjatuh bersamaan di jalanan yang beraspal itu makanya kaki mama mengalami luka-luka," cerita nyonya Lucia.
"Mama.....sekali lagi aku peringatkan mama jangan sampai mama jalan sendiri, harus ada yang mengawal mama," ucap tuan Aldo agak kesal menatap nyonya Lucia.
"Iya Al ," ucap nyonya Lucia.
"Bik panggilkan Toni," perintah tuan Aldo pada pelayan yang menunggui mereka sarapan pagi ini.
"Ngapain Al?" tanya nyonya Lucia ketika tuan Aldo menyuruh bibik memanggil sopir mereka itu.
"Aku mau marahi Toni karena sudah lalai menjaga mama," tuan Aldo terlihat marah.
"Sudahlah Al...gak usah di marahi Toni nya kasihan dia, kan ini bukan murni kesalahan Toni," nyonya Lucia kasihan pada sopirnya itu.
"Toni juga salah ma, dia sudah membiarkan mama jalan sendirian."
"Tapi kan....." belum sempat nyonya Lucia melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Toni sudah datang.
__ADS_1
"T-tuan memanggil saya?" tanya Toni dengan wajah ketakutan.
"Ya," jawab tuan Aldo sambil menaikkan kedua alisnya.
Hati Toni semakin menciut sekilas melihat wajah tuan nya yang lagi marah itu.
"Kenapa kemaren kamu biarkan mama jalan sendiri ke butik Elizabeth!!??" tanya tuan Aldo pada Toni.
"M-m- maaf tuan saya memang yang salah mengijinkan nyonya jalan sendirian ke butik Elizabeth," jawab Toni sambil menundukkan kepalanya karena takut.
"Sudah tahu itu bahaya kan buat nyonya!! dan sekarang kaki nyonya jadi terluka kamu tahu itu!!!" teriak Aldo.
"Untung saja nyonya tidak tertabrak truk itu, kalau sampai nyonya yang tertabrak truk itu!!! kepalamu yang akan aku penggal!!!" teriak tuan Aldo lantang pada sang sopir.
Toni semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam dia tidak berani menatap tuannya kalau sudah sangat marah seperti ini.
"M-m- maafkan saya tuan saya mengaku salah," ujar Toni kemudian masih dalam posisi menunduk.
"Sudah sana pergi!!" usir tuan Aldo pada sopir keluarganya itu.
Perlahan Toni berjalan meninggalkan ruang meja makan itu dengan perasaan lega karena tuan Aldo menyudahi amarahnya.
__ADS_1
Nyonya Lucia menarik nafas lega, ia tidak bisa berbuat apa-apa kalau Aldo sudah marah-marah seperti itu.
"Aku berangkat ke kantor ma," ucap tuan Aldo pamitan pada mamanya.
"Tapi Al...kamu belum menyelesaikan sarapan mu?" ujar nyonya Lucia.
"Aku udah gak selera ma," kata tuan Aldo sambil bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang meja makan itu.
Nyonya Lucia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap putra mahkotanya itu.
Ia tahu apa penyebab Aldo sudah tidak selera makan lagi, mood Aldo jadi hilang seketika karena mendengar cerita yang menimpa mamanya kemaren.
Toni yang sedari tadi sudah menunggu tuan Aldo berangkat ke kantor langsung berlari ke arah mobil ketika melihat Aldo berjalan menuju ke arah mobilnya.
Lalu Toni membukakan pintu belakang mobil untuk sang tuan.
Tuan Aldo kemudian masuk ke dalam mobil Alphard hitam itu dan duduk di sana.
Sementara Toni berputar dan kemudian masuk juga ke dalam mobil Alphard itu.
Dan tak lama kemudian Toni menjalankan mobilnya menuju ke tempat perusahaan tuan Aldo.
__ADS_1