
Malam ini tepat pukul tiga dinihari tuan Aldo sudah tiba di rumahnya.
Tuan Aldo mulai memencet bel rumahnya dan tidak ada seorang pembantu pun yang keluar membukakan pintu untuknya.
Tuan Aldo menoleh pada jam tangan nya yang menunjukan angka tiga.
Tuan Aldo mengernyitkan keningnya karena memang ini sudah terlalu larut dan pasti semua orang sudah tertidur.
Tuan Aldo mencoba memencet bel itu sekali lagi berharap Ada yang keluar membukakan pintu.
"Siapa sih malam-malam begini bunyiin bel," kata Maya yang terusik dengan suara bel rumah itu.
Lalu dengan mengucek-ucek matanya Maya keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah pintu depan yang jaraknya lumayan jauh dari kamar pembantu.
Setiba di depan pintu lalu Maya membuka pintu itu dan terlihat tuan Aldo yang sedang berdiri membelakangi pintu itu.
Maya terlihat kaget melihat tuan Aldo yang berdiri di depan pintu itu.
Tuan Aldo membalikkan tubuhnya lalu dengan segera dia masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun pada Maya.
__ADS_1
Lalu Maya pun kembali menutup pintu dan masuk kembali ke belakang menuju ke arah kamarnya.
Tuan Aldo juga berjalan menuju ke arah kamarnya dan setiba di dalam kamar dia langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Dan tak seberapa lama tuan Aldo pun sudah tertidur dengan pulas tanpa berganti baju terlebih dahulu.
Pagi ini ketika di ruang meja makan ketika nyonya Lucia menunggu tuan Aldo untuk sarapan.
Tiba-tiba Oma nya tuan Aldo yang juga mamanya nyonya Lucia yang tinggal di luar negeri menelpon nyonya Lucia.
"Lucia, mana janji kamu!?" teriak Oma di telepon dengan kesal.
"Apa kamu menunggu aku mati untuk menikahkan Aldo?!" teriak Oma lagi masih kesal.
"Bukan begitu ma, masalahnya si Karin ini masih balik lagi ke luar negeri untuk menyelesaikan pendidikannya," nyonya Lucia menjelaskan pada mamanya.
"Aku gak mau tahu soal itu, yang jelas janji kamu sudah lewat dan kamu harus bertanggung jawab, kalau tidak aku akan copot Aldo dari jabatan CEO di Mega group ngerti kamu!!" ucap Oma dengan marah.
"I-iya ma, aku akan tepati janji untuk menikahkan Aldo dengan segera dan mama jangan copot Aldo dari jabatan CEO Mega group ya ma?" ujar nyonya Lucia mengiba pada mamanya.
__ADS_1
"Tepati dulu janji kamu itu!" lalu Oma memutus sambungan teleponnya dengan nyonya Lucia.
Nyonya Lucia terduduk dengan lemas di kursi sofa di ruang tengah itu.
"Bagaimana ini, aku harus memaksa Aldo untuk segera menikah dengan Karin kalau tidak dia tidak akan mendapatkan sepeser pun bagian dari Mega group," gumam nyonya Lucia.
Tuan Aldo yang memasuki ruang meja makan tersebut melihat mamanya sedang memikirkan sesuatu.
"Ada apa ma?" tanya tuan Aldo mendekat ke arah nyonya Lucia yang sedang duduk termangu.
"Al....Oma menelpon tadi," ujar nyonya Lucia.
"Ada apa ma? kenapa Oma telepon?"
"Dia menagih janji mama," kata nyonya Lucia.
"Janji? Mama pernah janji apa sama Oma?"
"Mama janji setahun yang lalu akan segera menikahkan kamu dengan Karin agar aset Mega group bisa jatuh ke tangan kamu Al," ujar nyonya Lucia.
__ADS_1