Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 54


__ADS_3

"Semua ini bukan kehendak ku Oma, aku hanya mengikuti perintah mama dan sekarang jangan salahkan aku kalau aku akhirnya jatuh cinta padanya!!" teriak tuan Aldo pada Omanya.


"Persetan dengan cinta!!! kamu harus segera akhiri pernikahan kamu dengan pembantu itu Al..!!!" ucap Oma Grace lagi.


"Aku tidak bisa Oma!!" tuan Aldo menolak permintaan Oma Grace.


"Tidak bisa katamu hah...!!! sekarang kamu sudah berani melawan Oma ya!!!" ucap Oma Grace dengan geram pada tuan Aldo.


Lalu pandangan Oma Grace tertuju pada Maya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, Oma Grace menatap Maya tajam-tajam sambil berkata padanya "Heh kamu!!! kamu tidak pantas bersanding di sisi Aldo dan sebaiknya sekarang kamu pergi tinggalkan Aldo dan jangan pernah merayunya lagi, paham kamu hah...!!"ucap Oma Grace pada Maya.


"Saya tidak merayu tuan Aldo nyonya, saya juga hanya menuruti perintah nyonya Lucia untuk di nikahkan dengan tuan Aldo," ucap Maya.


"Ya awalnya memang seperti itu dan saya tahu apa yang ada di pikiran kamu, kamu mau saja di nikahkan dengan Aldo karena kamu tahu Aldo punya harta dan aku mencium misi kamu untuk menikmati harta Aldo iya kan.....!!!??"

__ADS_1


"Tidak nyonya saya tidak seperti itu," ujar Maya.


"Kalau begitu cepat tinggalkan tempat ini dan lupakan Aldo dan Jangan pernah mengganggu hidup Aldo lagi paham...!!" kata Oma Grace pada Maya.


"Baik nyonya saya akan pergi," kata Maya sambil melangkah hendak keluar dari kamar tuan Aldo.


"Tidak, kamu tidak boleh pergi Maya kamu tetap di sini," cegah tuan Aldo pada Maya.


Tuan Aldo diam, dia tahu saat ini Oma sangat marah sekali padanya lalu tuan Aldo berkata dengan perlahan pada Oma Grace " Maafkan aku Oma, aku tidak bisa membiarkan Maya pergi dari hidupku," ucap tuan Aldo.


Dada Maya berdesir mendengar perkataan yang tak terduga yang terlontar dari mulut sang tuan itu, tapi lagi-lagi dia harus menepis rasa itu karena benar memang apa yang di katakan Oma Grace tadi kalau dirinya tidak pantas bersanding di sisi tuan Aldo.


"Aku harus pergi dari sini dan dari hidup tuan karena aku tidak ingin reputasi tuan jadi hancur gara-gara aku," batin Maya pilu dalam hatinya.

__ADS_1


"Heh kamu dasar pembantu!!! apa yang sudah kamu lakukan terhadap cucuku hah...!!! sampai- sampai dia tidak mau menuruti lagi perintah ku!!" teriak Oma Grace pada Maya sambil mendelik dan mengarahkan tongkatnya menunjuk ke arah Maya.


Maya terdiam dia seperti seorang terdakwa yang saat ini sedang di adili oleh hakim karena suatu kesalahannya.


"Cepat pergi dari tempat ini...!!! kamu dengar tidak aku ngomong hah...!!!" Oma Grace terlihat sangat geram sekali pada Maya.


Maya menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian dia melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kamar itu dan ketika dia lewat di depan tuan Aldo tiba-tiba tuan Aldo mencekal lengannya.


Maya menghentikan langkahnya dia menoleh pada tuan Aldo dan lagi mata Maya dan tuan Aldo saling menatap penuh makna "'Tuan....jangan tatap saya dan jangan halangi saya, biarkan saya pergi jangan biarkan saya berharap terlalu banyak pada tuan....," ucap Maya dalam hatinya.


Tuan Aldo lalu berkata pada Maya sambil tetap mencekal lengan Maya "Jangan pergi tetaplah di sini," ucap tuan Aldo lirih dan menatap semakin dalam pada Maya.


"Tidak tuan saya harus pergi demi reputasi tuan dan biarkan saya menjalani hidup saya sendiri, terimaksih sudah memberikan perhatian pada saya ," ucap Maya lirih sambil tersenyum memaksa.

__ADS_1


__ADS_2