Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 91


__ADS_3

Maya terkejut dan kasihan melihat tuan Aldo mendapat tamparan dari Oma Grace barusan, sementara tuan Aldo kembali merasakan sakitnya tamparan kedua dari Oma Grace.


"Ya Oma, saat ini Maya sedang mengandung anak ku," kata tuan Aldo lagi mengulang kata-katanya tadi.


"Dasar perempuan bejat, beraninya kamu menjebak cucuku hah...!!" Oma Grace menarik Maya dari rangkulan tuan Aldo dan kembali mendorongnya sampai Maya tersungkur ke lantai untuk yang kedua kalinya.


"Aduh...." rintih Maya sambil memegangi perutnya.


Tuan Aldo yang melihat hal itu langsung menghambur ke arah Maya dan membantunya untuk bangun "Tuan....perut saya sakit....," ucap Maya sambil memegangi perutnya.


"Maya, kenapa? kenapa dengan perut mu?" tuan Aldo cemas melihat Maya meringis kesakitan.


"Alah....jangan sok manja mentang-mentang Aldo sudah mengakui kamu sebagai istri lantas kamu manja gitu hah...!!" Karin mengatai Maya sambil mencebikkan bibirnya.


"Tutup mulut kamu Karin!!" bentak tuan Aldo pada Karin sambil memegangi tubuh Maya untuk berdiri.


"Kamu yang harus tutup mulut kamu Al!! jangan membantah terus perintah Oma!!" ucap Oma Grace.


Karin mencebikkan bibirnya lagi menatap tuan Aldo dia merasa bangga karena Oma Grace sudah membela dirinya daripada tuan Aldo cucunya sendiri.

__ADS_1


"Al!! sekarang kamu ikut Oma pergi dari rumah ini dan jangan kembali lagi ke sini!!" Oma Grace menarik tangan tuan Aldo dengan kencang.


"Tidak Oma, aku mau di sini menemani istri aku," kata tuan Aldo sambil tetap merangkul Maya yang masih meringis.


"Aldo....!!!!! Benar-benar kamu ya keterlaluan sekali kamu ini," teriak Oma Grace sambil mendelik menatap tuan Aldo.


"Tuan, pergilah saya tidak apa-apa," ucap Maya pada tuan Aldo.


"Tidak, aku tidak akan pergi aku akan di sini menjaga kamu," kata tuan Aldo pada Maya.


"Jangan tuan, Oma Grace bisa marah besar pada tuan, sebaiknya tuan turuti permintaan Oma Grace," kata Maya lagi.


"Tuan, saya bisa sendiri nanti saya akan telpon Eric kalau ada apa-apa."


"Enggak aku gak bisa ninggalin kamu sendiri dalam kondisi seperti ini," tuan Aldo menatap Maya.


"Aldo!!! kamu dengar tidak kata Oma, cepat pergi dari rumah ini dan ikut Oma pulang!!" teriak Oma lagi pada tuan Aldo.


"Tuan....ayolah tuan pergilah....saya akan marah kalau tuan tidak mau pergi saat ini," ancam Maya pada tuan Aldo.

__ADS_1


"Tidak, aku tetap si sini," ucap tuan Aldo kekeh.


Maya menarik nafas dalam-dalam mendengar tuan Aldo yang keras kepala tidak mau pulang.


"Oma, sekarang Oma pulang saja karena aku akan tetap tinggal di sini bersama maya," ucap tuan Aldo.


"Aldo...k- kamu....," Oma Grace memegangi dadanya yang mulai terasa sesak.


"Oma," pekik tuan Aldo yang kemudian mendudukkan Maya di kursi dan ganti berlari mendekati Oma Grace yang masih sesak nafas.


"Al," ucap Oma Grace sambil memegangi dadanya.


"Ayo Oma, Aldo antarkan Oma pulang kerumah," ucap tuan Aldo sambil memapah Oma Grace.


Sebelum pergi tuan Aldo menoleh pada Maya sesaat lalu Maya menganggukkan kepalanya seolah memberi ijin tuan Aldo untuk pergi mengantar Oma Grace pulang.


Karin mendekati Maya dan menatapnya dengan tatapan tidak suka sambil berkata padanya "Kamu lihat!! akibat ulah kamu hah!! penyakit jantung Oma Grace kambuh lagi, dasar pembantu tidak tahu diri kamu ya!!!" Karin menyepak kaki Maya dengan keras.


"Pergilah, aku tidak butuh ocehan kamu," kata Maya membuat Karin membelalakkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2