Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 24


__ADS_3

"M- maaf tuan," ucap Maya kaget dan takut ketika menyenggol tuan Aldo yang berpapasan dengannya di ruang meja makan tersebut.


Tuan Aldo melirik pada Maya dengan tatapan kesal karena Maya berjalan tidak dengan hati-hati.


Maya bergegas berjalan lagi menuju ke arah tempat duduk nyonya Lucia.


"Ini nyonya jus nya," kata Maya sambil meletakkan jus itu.


"Iya," jawab nyonya Lucia yang kemudian meminum jus yang baru saja di buatkan oleh Maya.


Setelah selesai melayani nyonya Lucia yang sedang makan, lalu Maya segera berlari menjauh ke arah kamar tuan Aldo.


Hari ini Maya mendapat tugas untuk membersihkan kamar tuan Aldo menggantikan tugas Bik Jum sebelumnya.


Maya masuk ke dalam kamar tuan Aldo dengan sangat berhati-hati sekali.


Dengan perlahan dia berjalan menuju ke arah tempat tidur tuan Aldo, lalu dia meraih selimut yang berserakan di atas kasur itu.


Maya kemudian melipat selimut itu, lalu mulai merapikan bantal dan guling yang berserakan juga.


Pandangan Maya beralih pada buku-buku yang ada di meja sudut ruangan kamar itu.

__ADS_1


Lalu Maya mulai merapikan buku-buku itu kembali ke tempatnya dan sekilas Maya melihat sebuah foto seorang wanita cantik yang di pajang di meja itu.


"Itu kan foto cewek yang kemaren pagi sarapan bareng nyonya Lucia dan tuan Aldo, pasti itu pacarnya tuan," gumam Maya sambil melihat foto itu.


Setelah kamar itu rapi Maya kemudian beranjak keluar dan menutup kembali kamar tuan Aldo.


"Kita mau kemana Karin?" tanya tuan Aldo pada Karin ketika mereka sedang keluar malam ini.


"Aku ingin pergi ke suatu tempat yang akan membuat kita bisa happy sayang," ucap Karin tersenyum nakal pada tuan Aldo.


Setiba di jalanan yang melewati cafe Seven dream Maya menyuruh tuan Aldo untuk menghentikan laju mobilnya.


"Kita ke cafe itu aja Al," kata Maya menunjuk ke arah cafe Seven dream itu.


Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam cafe tersebut dan memesan tempat duduk di sana.


Karin memesan semua makanan dan minuman.


"Ayo Al kita makan," ajak Karin pada tuan Aldo.


Setelah mereka selesai makan tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa sebotol bir dan meletakkan nya di meja tempat Karin dan tuan Aldo duduk.

__ADS_1


"Karin, kamu memesan bir ini?" tanya tuan Aldo menatap Karin heran.


"Iya Al," jawab Karin.


"Untuk apa?" tanya tuan Aldo lagi mengerutkan keningnya.


"Tadi kan aku sudah bilang Al...mau bersenang-senang malam ini bersama kamu."


"Tapi tidak usah dengan minum kan Rin," ujar tuan Aldo.


"Al....cuma sedikit aja," kata Karin merajuk pada tuan Aldo.


Tuan Aldo menarik nafas panjang mendengar Karin yang memaksa.


"Ayolah Al....sedikit aja," Karin mulai menuangkan bir itu ke dalam gelasnya dan gelas tuan Aldo.


Dan kemudian Karin mulai menenggak segelas dua gelas dan sampai entah gelas yang ke berapa Karin terus saja meminum bir itu.


"Karin, sudah kamu jangan minum terus," ucap tuan Aldo yang melihat Karin mulai mabuk akibat kebanyakan minum bir.


"Al....aku sayang kamu....," ucap Karin sambil memeluk dan mencium tuan Aldo.

__ADS_1


"Karin....ayo kita pulang saja kamu mulai mabuk," kata tuan Aldo sambil membantu Karin berdiri.


__ADS_2