Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 42


__ADS_3

Maya terus saja berjalan dan tuan Aldo juga terus mengikutinya sampai pada akhirnya Maya tiba di depan rumah kontrakannya.


Setelah Maya masuk ke dalam rumah kontrakan tersebut, tuan Aldo pun pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam kamarnya tuan Aldo mengingat-ingat lagi kejadian di malam itu sewaktu dirinya sedang mabuk berat.


Ia ingat waktu itu dirinya memperlakukan Maya dan akhirnya Maya hamil sekarang dan itu adalah darah dagingnya.


Terbersit sedikit rasa khawatir akan keadaan Maya, lalu tuan Aldo mencoba menghubungi Maya lewat ponselnya.


Tuan Aldo meraih ponselnya dengan ragu lalu ia mulai mencari nama Maya yang baru saja ia dapat nomernya dari Bik Atik.


Baru saja dia akan memencet nomer Maya tiba-tiba nyonya Lucia memanggilnya dari luar kamarnya.


"Al....mama boleh masuk?" tanya nyonya Lucia di depan pintu kamarnya.


"Iya ma," jawab tuan Aldo.


Lalu nyonya Lucia masuk kedalam kamar tuan Aldo dan menghampiri tuan Aldo yang sedang duduk di bibir tempat tidurnya.


"Ada apa ma?" tanya tuan Aldo pada nyonya Lucia.


"Begini Al, Oma meminta mama untuk terbang ke luar negeri besok," ucap nyonya Lucia pada tuan Aldo.

__ADS_1


"Tapi kenapa mendadak sekali ma?" tanya tuan Aldo mengerutkan kedua alisnya.


"Oma lagi sakit Al," ucap nyonya Lucia.


Tuan Aldo mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berkata "Iya ma, salam untuk Oma," kata tuan Aldo.


Kemudian nyonya Lucia keluar dari kamar tuan Aldo.


Pagi ini tuan Aldo sarapan sendiri karena nyonya Lucia sudah terbang ke luar negeri.


Tuan Aldo mengetuk-ngetukkan sendoknya di atas meja makan sambil berpikir sesuatu.


Lalu dengan bergegas tuan Aldo meninggalkan ruang meja makan tersebut dia tidak jadi sarapan pagi ini.


"Aku ada urusan Bik," kata tuan Aldo yang berjalan keluar dari rumah.


"Toni!!" panggil tuan Aldo pada Toni yang sedang menyiapkan mobilnya.


"Iya tuan," Toni berjalan mendekat ke arah tuan Aldo yang memanggilnya tadi.


"Jam berapa biasanya resto di ujung jalan itu buka?" tanya tuan Aldo pada Toni.


"Mmm ... biasanya kalau saya ngantar nyonya pagi kontrol ke rumah sakit sudah buka tuan," ucap Toni tidak tahu pasti jam berapa.

__ADS_1


"Oke," tuan Aldo lalu berjalan menuju ke arah mobilnya yang sudah di siapkan sedari tadi oleh Toni.


Lalu tuan Aldo mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumah kontrakan Maya.


Tak berapa lama tuan Aldo sudah mendekati rumah kontrakan Maya.


Tuan Aldo menghentikan mobilnya dari tempat yang agak jauh dan dia memperhatikan rumah itu dari dalam mobilnya.


Di dalam rumah, tampak Maya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke restoran tempatnya bekerja.


Dengan mengenakan seragam restoran stelan rok span selutut yang berwarna merah dan dengan mengenakan sepatu hitam Maya terlihat sudah rapi.


Maya meraih tas pinggang kecilnya dan setelah itu dia berjalan menuju keluar rumah untuk berangkat kerja.


Tuan Aldo melihat Maya yang sudah keluar dari rumahnya dan berjalan menuju ke restoran tempatnya bekerja.


Perlahan tuan Aldo menjalankan mobilnya mengikuti Maya yang sedang berjalan.


Tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada seseorang yang sedang berjalan terburu-buru.


Dan orang itu sampai menubruk Maya dan Maya pun terjatuh.


"Maaf," ucap orang tersebut sambil terus berjalan tidak menghiraukan Maya yang terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2