Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 13


__ADS_3

"Aku kangen sama ibu," ucap Maya sambil menangis dan mengusap lukisan itu dengan tangan kanannya.


Tuan Aldo yang tiba-tiba saja masuk ke ruang tamu itu terkejut melihat Maya yang sedang menangis sambil mengusap lukisan dirinya dan nyonya Lucia itu.


Dari arah yang agak jauh tuan Aldo terus memperhatikan Maya yang masih mengusap-usap lukisan tersebut sambil menangis.


"Ehem," tuan Aldo sengaja berdehem untuk menegur Maya.


Seketika Maya terkejut mendengar deheman dari tuan Aldo.


Maya membalikkan badannya dan tidak berani menatap tuan Aldo yang ada agak jauh di depannya.


"M-m- maaf tuan saya telah lancang," ucap Maya ketakutan.


Tuan Aldo diam saja ia hanya memperhatikan Maya yang masih tertunduk itu.


Lalu tuan Aldo berjalan melewati Maya dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa pada Maya.


Toni menghampiri nyonya Lucia yang sedang bersantai di dekat kolam renang yang ada sebelah samping rumah itu.


"Permisi nyonya," ucap Toni pada nyonya Lucia.


"Ya, ada apa Ton?" tanya nyonya Lucia.


"Di depan ada gadis yang pernah menolong nyonya dari truk itu," kata Toni lagi.

__ADS_1


"Ada di mana dia?" tanya nyonya Lucia lagi.


"Ada di ruang tamu nyonya."


"Aku akan temui dia dan suruh Ina buatkan minuman untuk gadis itu," ucap nyonya Lucia.


"Baik nyonya," kata Toni yang kemudian pergi meninggalkan nyonya Lucia.


Lalu nyonya Lucia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke ruang tamu menemui Maya.


Maya langsung berdiri dari duduknya ketika melihat nyonya Lucia datang menghampirinya.


"Nyonya," ucap Maya sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.


Nyonya Lucia tersenyum sambil berkata pada Maya " Ayo duduk," katanya.


Maya sangat terpesona melihat nyonya Lucia yang sangat anggun dan cantik sekali itu.


Bik Ina datang sambil membawa nampan yang berisi satu gelas minuman.


Lalu Bik Ina meletakkan gelas minuman itu di meja di mana Maya dan nyonya Lucia sedang duduk.


"Makasih Ina," kata nyonya Lucia ketika Bik Ina selesai meletakkan gelas minuman itu.


"Iya nyonya," ucap Ina sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Nyonya Lucia ini kaya, cantik dan bersahaja pula," batin Mala mengagumi sikap nyonya Lucia pada asisten rumah tangganya.


"Silahkan Maya diminum," ucap nyonya Lucia pada Maya.


"Iya nyonya," kata Maya sambil mengambil gelas yang berisi minuman jeruk itu.


Setelah meneguk minuman itu Maya kembali meletakkan gelas minuman itu di atas meja.


Nyonya Lucia yang melihat Maya sudah menyelesaikan minumnya itu lantas bertanya padanya.


"Ada perlu apa kamu ke sini Maya?"


Maya menatap nyonya Lucia, ada sedikit keraguan di hatinya untuk mengatakan tujuannya itu.


"Mmm ... s-saya mau mencari pekerjaan di rumah nyonya," ucap Maya dengan takut.


Nyonya Lucia diam dan menatap Maya sesaat dan belum sempat dia berkata Maya sudah berkata lagi padanya.


"Kerja apa saja saya mau," kata Maya.


"Kalau begitu kamu kerja mulai besok di sini, kamu menggantikan bik Jum yang sudah resign beberapa Minggu lalu," ucap nyonya Lucia pada Maya.


"Benarkah nyonya, saya di terima kerja di sini?" ucap Maya dengan senangnya.


"Ya," kata nyonya Lucia dengan tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih banyak nyonya," ucap Maya sambil menundukkan kepalanya dengan sopan.


__ADS_2