Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 44


__ADS_3

"Tapi kamu harus istirahat,jadi kamu boleh pulang sekarang dan jangan membantah," ujar Eric pada Maya.


Maya menganggukkan kepalanya sambil berkata " Baik pak terimakasih," ucapnya.


Lalu Maya keluar dari ruangan pak Eric dan bergegas hendak pulang.


"May, kenapa kamu di panggil pak Eric?" tanya Nia teman kerja Maya.


"Aku tadi di suruh pulang sama pak Eric karena tahu kalau aku tadi mengalami kecelakaan kecil," ucap Maya pada Nia.


Sejenak Nia mengerutkan keningnya sambil menatap Maya lalu ia berkata pada Maya " Pak Eric tahu dari mana kalau kamu tadi terjatuh pas di jalan itu?" ucap Nia.


"Aku kira kamu yang sudah bercerita pada pak Eric," kata Maya.


"Enggak aku sama sekali belum cerita pada pak Eric tentang kamu yang terjatuh tadi," ucap Nia.


"Iya ya, darimana pak Eric tahu tentang ini," kata Maya sambil mengerutkan keningnya juga.


"Ah...sudahlah May, gak usah di pikirin sekarang lebih baik kamu pulang gih dan istirahat saja di rumah," kata Nia pada Maya.

__ADS_1


"Iya, aku pulang dulu ya Nia," ucap Maya sambil berjalan menuju ke pintu keluar restoran.


Di dalam ruang kerjanya Eric menelpon tuan Aldo hendak mengabari padanya kalau dia sudah menyuruh Maya pulang.


"Al, sudah beres Maya sudah pulang barusan," ucap Eric di telpon pada tuan Aldo.


"Ya Ric," jawab tuan Aldo.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu perhatian sama pelayan itu, jangan bilang kalau kamu jatuh cinta padanya," ujar Eric berseloroh pada tuan Aldo.


"Sudahlah bukan urusan mu," kata tuan Aldo yang kemudian menutup teleponnya.


"Aldo ...Aldo....sulit di mengerti memang jalan pikir orang-orang kaya," gumam Eric sambil tersenyum sendiri.


Tuan Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan ketika sudah tiba di depan restoran tempat Maya bekerja dia menghentikan mobilnya.


Maya baru saja keluar dari pintu restoran tempatnya bekerja itu lalu dia berjalan kaki menyusuri jalanan menuju arah pulang ke rumahnya.


Tuan Aldo yang melihat Maya dari dalam mobilnya dengan perlahan mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Tiba-tiba ada seorang pemuda brandalan yang berjalan berpapasan dengan Maya.


Maya tidak menaruh curiga sedikit pun ketika berpapasan dengan pemuda itu.


Tapi tiba-tiba pemuda itu berbalik dan mencekal lengan Maya dengan kuat sembari berkata pada Maya.


"Cantik juga," ucap pemuda itu masih mencekal tangan Maya.


"Lepaskan," ucap Maya panik sambil meronta berusaha melepaskan tangan pemuda yang mencekal lengannya itu.


Pemuda itu tetap saja mencekal lengan Maya dan berusaha meraih pipi Maya untuk menyentuhnya.


Tuan Aldo yang melihat kejadian itu dari dalam mobilnya terlihat sangat geram. sekali dengan kelakuan pemuda tak di kenal itu.


Dengan segera tuan Aldo membuka pintu mobilnya dan berjalan mendekat ke arah Maya dan pemuda itu.


"Lepaskan dia!!" teriak tuan Aldo sambil merangkul pundak Maya dari belakang.


Maya terkejut setengah mati melihat tuan Aldo yang tiba-tiba datang di saat yang tepat.

__ADS_1


Pemuda itu tidak segera melepaskan tangan nya yang mencengkeram lengan Maya.


Dia malah mengancam tuan Aldo dengan berkata padanya " Bagus ternyata kamu seorang bos," kata pemuda itu yang melihat penampilan tuan Aldo yang masih mengenakan stelan Jas kerjanya.


__ADS_2