
Malam ini tuan Aldo tidak menemani nyonya Lucia untuk makan malam karena dia ada janji dinner dengan Karin.
"Kenapa kamu tidak makan Al?" tanya nyonya Lucia pada tuan Aldo ketika melihat tuan Aldo sudah berpakaian rapi.
"Aku ada acara dinner dengan Karin malam ini ma," jawab tuan Aldo.
"Karin?" ujar nyonya Lucia.
"Ya ma," jawab tuan Aldo.
"Dia sudah pulang dari luar negeri?" tanya nyonya Lucia.
"Ya ma," kata tuan Aldo.
"Al, hubungan kamu dengan Karin bagaimana?" tanya nyonya Lucia lagi agak serius kali ini.
"Maksud mama?" tuan Aldo balik tanya pada nyonya Lucia.
"Kalian kan sudah lama pacaran sudah hampir lima tahun, apa kalian tidak ada rencana untuk menikah?" ujar nyonya Lucia membuat tuan Aldo agak tercengang.
"Mmm ... masalahnya Karin masih harus menyelesaikan studinya di luar negeri ma," ucap tuan Aldo.
"Mau sampai kapan kamu menunggu Karin menyelesaikan studinya Al....?" tanya nyonya Lucia agak kesal.
__ADS_1
Tuan Aldo terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa pada mamanya.
"Nanti aku akan coba bicarakan soal itu lagi pada Karin," kata tuan Aldo kemudian.
"Ya, bicarakan lah hal ini dengan serius," ucap nyonya Lucia.
"Aku berangkat ma," ucap tuan Aldo.
"Tuan mau saya antar?" ucap Toni ketika melihat tuannya mau pergi keluar.
"Tidak usah Ton, aku bawa sendiri saja," ujar tuan Aldo.
"Baik tuan," jawab Toni yang kemudian pergi meninggalkan tuan Aldo.
Maya yang baru pulang kerja dari rumah nyonya Lucia masih berdiri di jalan menunggu angkot yang datang.
Dan alhasil dirinya kehujanan di jalan sambil tetap menunggu angkot yang datang.
Tuan Aldo yang melintas di jalan itu sekilas menoleh pada Maya yang sedang menggigil menahan air hujan yang mengguyur tubuh nya.
Tuan Aldo mengenali Maya tapi dia ragu untuk menghentikan mobilnya.
Tapi sejenak kemudian tuan Aldo melihat lagi ke spion dan dia melihat Maya masih belum menemukan angkot.
__ADS_1
Lalu dengan perlahan tuan Aldo memundurkan mobilnya dan berhenti tepat di depan Maya.
Tuan Aldo membuka kaca mobilnya dan melihat ke arah Maya.
Maya melihat orang yang berada di dalam mobil itu adalah tuan Aldo tuannya yang terkenal sangat dingin itu.
Lalu tuan Aldo berkata pada Maya "Masuk!" teriaknya pada Maya.
Maya terkejut ketika dia mendengar tuan Aldo menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya.
Maya masih tetap berdiri di tempatnya dia tidak percaya kalau tuannya yang tak perduli dengan orang lain itu sekarang malah menyuruhnya masuk ke dalam mobil.
Tuan Aldo menatap Maya dengan mengerutkan kedua alisnya karena Maya tidak masuk juga.
"Masuk!" sekali lagi tuan Aldo menyuruh Maya untuk masuk ke dalam mobilnya.
Maya terhenyak dan seketika itu juga terdengar suara petir yang menyambar.
Maya sangat ketakutan mendengar petir itu lalu dengan refleks ia bergegas masuk ke dalam mobil tuan Aldo.
"M-makasih tuan," ucap Maya ketika sudah berada di dalam mobil tuan Aldo.
Tuan Aldo tidak menjawab perkataan Maya dia lalu menutup kaca mobilnya.
__ADS_1
Dan kemudian menjalankan mobilnya menerobos hujan yang semakin lebat di sertai petir yang menyambar.
Maya melipatkan kedua tangannya dengan rapat di depan dadanya menahan tubuhnya yang menggigil akibat kehujanan.