
Tuan Aldo sekilas melihat dari kaca spion dia melihat Maya yang semakin menggigil karena kedinginan.
Tuan Aldo mematikan AC mobilnya supaya maya tidak kedinginan lagi.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan Maya berkata dengan hati-hati pada tuan Aldo.
"Saya berhenti di gang depan itu tuan," katanya dengan sopan.
Tuan Aldo tidak menjawab dan ketika sampai di depan gang yang Maya maksud tadi tuan Aldo menghentikan mobilnya.
Hujan masih sangat deras, lalu Maya bersiap untuk turun dari mobil tiba-tiba tuan Aldo berkata pada Maya.
"Pakai payung itu," kata tuan Aldo datar.
Maya melihat ke arah payung yang ada di dekat pintu mobil.
Lalu Maya mengambil payung itu dan keluar dari mobil dan sebelum menutup pintu mobil itu Maya berkata pada tuan Aldo.
"Terimakasih tuan," katanya.
Dan lagi tuan Aldo tidak menjawab apapun dan Maya sudah tahu akan hal itu.
Lalu dengan perlahan Maya menutup pintu mobil itu kemudian dia berjalan masuk ke dalam gang kecil tersebut.
__ADS_1
Tuan Aldo kemudian menjalankan mobilnya lagi menuju ke arah rumah Karin.
Tepat jam delapan malam ini tuan Aldo sudah tiba di pelataran rumah Karin.
Karin sudah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan sang pujaan hatinya.
"Al....kenapa kamu lama banget datangnya....," ujar Karin dengan manja sambil menggamit lengan tuan Aldo.
"Mmm ... Iya di jalan tadi macet karena hujan sangat deras," ucap tuan Aldo bohong.
Lalu Karin mengajak tuan Aldo masuk ke dalam ruang tamu dan tak berapa lama papa dan mama Karin datang menemui tuan Aldo.
"Al, bagaimana kabar kamu?" tanya mamanya Karin pada tuan Aldo.
"Kamu ini kalau ada Karin aja kamu mau main kesini kalau gak ada Karin kamu gak pernah main ke sini," ucap papanya Karin.
Tuan Aldo tersenyum tipis sambil berkata "Iya om," ucapnya.
"Ayo Al, kita berangkat," ucap Karin yang menempel terus pada tuan Aldo.
"Ya kalian pergi saja sana," ujar papa nya Karin sambil tersenyum melihat Karin yang sangat bahagia sekali malam ini.
Kemudian tuan Aldo dan Karin pamitan pada papa dan mama Karin.
__ADS_1
Lalu mereka keluar dari rumah Karin dan berjalan menuju ke mobil dan tak lama kemudian mobil tuan Aldo pun pergi meninggalkan rumah Karin.
"Kita mau ke mana?" tanya tuan Aldo pada Karin yang duduk di sampingnya.
"Terserah kamu saja Al, yang penting aku bisa menikmati malam ini berdua dengan kamu saja," ucap Karin yang bergelayut di pundak tuan Aldo.
"Oke," jawab tuan Aldo.
Mobil itupun melaju di jalanan yang masih basah oleh hujan deras yang baru saja usai.
Tuan Aldo menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe tempat biasanya dulu mereka makan bersama.
"Al.....ini kan tempat favorit kita....," pekik Karin sambil menatap Aldo dengan mata berbinar-binar.
"Ya," ucap Aldo sambil tersenyum menatap Karin.
"Akh....kamu selalu tahu apa aja yang membuat hatiku bahagia, makasih sayang....," ucap Karin sambil mengecup pipi tuan Aldo.
"Yuk turun," ajak tuan Aldo pada Karin sambil membukakan pintu mobil untuk Karin.
Karin tersenyum tak lepas matanya menatap sang CEO yang selalu menawan itu.
Kemudian Karin menggamit lengan tuan Aldo dan mereka pun berjalan masuk ke dalam cafe itu.
__ADS_1