
"Aset Mega group?"gumam Maya yang masih belum beranjak dari depan pintu ruang meja makan itu.
"Aku tetap tidak setuju ma!!" teriak tuan Aldo lagi sambil berdiri dari kursinya hendak pergi meninggalkan nyonya Lucia.
"Al...!!! beraninya kamu menentang mama, baiklah kalau kamu tidak mau mengikuti aturan mama, sekarang mama kasih pilihan, mama akan pergi dari sini selamanya atau kamu mau menikah dengan Maya seperti yang mama mau!!?"
Tuan Aldo tetap beranjak pergi meninggalkan nyonya Lucia dan keluar dari ruang meja makan itu sambil bersungut-sungut.
Maya segera berlari ke dapur ketika melihat tuan Aldo keluar.
Tuan Aldo berjalan menuju ke arah kamarnya lalu ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
"Kenapa mama harus melakukan hal itu?" ucap tuan Aldo bermonolog.
Nyonya Lucia sudah menetapkan hari pernikahan untuk tuan Aldo dan Maya.
Dan mau tidak mau tuan Aldo harus mengikutinya.
"Ibu....apa yang harus aku lakukan? seharusnya aku bahagia karena adalah impian dari para gadis untuk bisa menikah dengan laki-laki kaya, tapi ini tidak dengan aku, aku di paksa untuk menikah dengan tuan ku sendiri yang jelas-jelas aku tahu dia tidak mencintaiku, ya Tuhan....apakah ini takdirmu.....?" Maya berkata sendiri di dalam kamarnya.
"Maya!!!" panggil Bik Atik masuk ke dalam kamar mencari Maya.
__ADS_1
"I-iya Bik ada apa?" jawab Maya gelagepan.
"Semua makanan sudah siap untuk di tata di meja makan, ayo cepat sajikan untuk sarapan tuan dan nyonya," perintah Bik Atik pada Maya.
"Bik....aku mohon bibik saja ya yang melayani tuan dan nyonya kali ini," ucap Maya memelas pada Bik Atik.
"Kenapa?" tanya Bik Atik heran.
"Aku tidak mau terlihat di depan tuan Aldo, karena aku tahu dia pasti muak melihat muka ku Bik," ujar Maya.
Bik Atik mengerucutkan bibirnya sambil menganggukkan kepalanya melihat Maya.
"Ya sudah kalau begitu kamu beres-beres di dapur ya biar aku yang melayani tuan dan nyonya sarapan pagi ini."
Lalu Maya segera bergegas berjalan menuju ke arah dapur dan di sana dia melakukan tugasnya.
Sementara Bik Atik sudah menata semua makanan di meja makan untuk sarapan tuan Aldo dan nyonya Lucia.
Setelah menyelesaikan sarapan tuan Aldo pamitan pada nyonya Lucia untuk berangkat ke kantor.
Setelah tiba di ruangannya tuan Aldo menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya sambil menyandarkan kepalanya pada punggung kursi tersebut.
__ADS_1
Dengan enggan tuan Aldo meraih ponselnya dan mulai menelpon Karin.
"Halo honey....ada apa nih pagi-pagi sudah telpon aku," ucap Karin ketika mengangkat telepon dari tuan Aldo.
"Karin dengarkan aku," ucap tuan Aldo.
"Ya, ada apa sayang?" kata Karin.
"Aku akan di nikahkan sama mama," ujar tuan Aldo sambil mendesah panjang di telepon.
"Menikah!!!?" jerit Karin dari sana.
"Ya, karena kamu tidak mau di ajak menikah dan kamu lebih memilih studimu sehingga membuat mama kesal dan akhirnya mama memutuskan untuk mencari penggantimu."
"Pengganti ku....!!!" teriak Karin lagi terheran-heran.
"Ya, mama mencari penggantimu," ujar tuan Aldo menegaskan pada Karin.
"Siapa wanita yang menggantikan aku itu Al?" tanya Karin penasaran.
"Maya," kata tuan Aldo.
__ADS_1
"Maya!!! pembantu baru yang ada di rumahmu itu.....!!!?" lagi-lagi Karin histeris.
"Iya," jawab tuan Aldo.