Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintai Dalam Diam)
Bab. 30


__ADS_3

"Terus....?" buru Bik Atik pada Maya.


"Terus, nyonya Lucia tetap kekeh pada pendiriannya untuk menikahkan aku dengan tuan Aldo," kata Maya dengan lesu.


"Mmm ...," gumam Bik Atik sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Bik?" Maya balik tanya pada Bik Atik.


"Mungkin saja nyonya sudah tidak menyukai non Karin lagi makanya dia memilih untuk menikahkan tuan dengan kamu," kata Bik Atik mencoba menyimpulkan.


"Tapi tidak harus aku kan Bik .....di luar sana masih banyak gadis-gadis kaya yang baik bukannya malah milih aku yang hanya seorang pembantu," kata Maya dengan kesal.


"Bisa jadi nyonya Lucia melihat dari diri kamu ada yang lain dari gadis-gadis yang di luaran sana," ucap Bik Atik.


"Maksudnya?" Maya menatap Bik Atik .


"Kamu memang hanya seorang pembantu tapi mungkin nyonya melihat ada sisi yang lain dari kamu makanya nyonya memilih kamu untuk di nikahkan dengan tuan Aldo."


"Sisi lain apa Bik, aku hanyalah seorang pembantu tidak ada potensi lebih yang aku punya," ucap Maya.


"Mungkin nyonya melihat kamu adalah anak yang baik dan patuh makanya nyonya suka sama kamu," Bik Atik sekenanya saja bicara.

__ADS_1


"Entahlah terus aku harus bagaimana Bik....," Maya kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja dapur itu.


"Ikuti saja apa kata nyonya," kata bibik Atik dengan entengnya.


"Aku gak bisa.....aku harus mengantikan posisi orang lain yang sama sekali aku tidak kenal karakter nya," gumam Maya.


"Maksudnya bagaimana?" tanya Bik Atik ketika mendengar Maya bergumam.


"Gak ada Bik, lupakan saja," kata Maya.


Bik Atik kemudian meninggalkan Maya dan kembali melakukan pekerjaannya lagi.


Malam ini ketika tuan Aldo dan nyonya Lucia sedang makan malam.


Tuan Aldo menghentikan makannya dan melihat pada nyonya Lucia sambil berkata padanya "Siapa ma?" tanya tuan Aldo.


"Maya," ucap nyonya Lucia.


"Apa!!!" teriak tuan Aldo sambil mendelik menatap nyonya Lucia.


Maya yang hendak masuk ke dalam ruang meja makan tersebut seketika menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Dan berdiri di depan pintu ruangan tersebut sambil mendengarkan pembicaraan nyonya Lucia dan tuan Aldo.


"Mama apa-apaan!!! mau menikahkan aku dengan seorang pembantu!!!" teriak tuan Aldo lagi.


Maya menelan ludahnya mendengar perkataan dari tuan Aldo yang secara tidak langsung telah menghina dirinya.


"Aku tidak mau ma!!! memangnya tidak ada yang lebih bagus dari seorang pembantu!!" ucap tuan Aldo.


"Aku juga tidak mau menikah dengan kamu tuan, aku cukup sadar diri," gumam Maya dari balik pintu ruang meja makan tersebut.


"Aldo!! dengarkan mama!! Mama sudah pikirkan ini dengan matang dan pilihan mama jatuh pada Maya!" ucap nyonya Lucia.


"Kenapa harus dia ma...," tuan Aldo berkata dengan kesal.


"Karena mama sudah berhutang nyawa pada Maya dan sebagai balasannya mama akan menikahkan kamu dengan dia."


"Tapi ma....."


"Mama kasihan pada Maya, dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, dia hidup sebatang kara dan mama tahu dia adalah gadis yang baik."


"Tapi ma...balas budi tidak harus dengan menikah kan ma," timpal tuan Aldo.

__ADS_1


"Al, tidak ada cara lain untuk bisa mempertahankan aset Mega group karena kamu harus menikah secepatnya, kalau tidak Oma akan mencopot kamu dari jabatan CEO Mega group," ujar nyonya Lucia.


__ADS_2